...Mengetahui fakta bahwa mobil yang dikendarai oleh Nara disabotase untuk membunuhnya yang disamarkan membuat Raymond dan Anna cukup terpukul. Namun Raymond tidak tahu siapa yang mungkin melakukan semua hal itu karena dirinya selalu berusaha untuk tidak merugikan siapapun dengan bisnisnya. Rocky langsung meningkatkan keamanan SS untuk menjaga ruang rawat inap Nara dengan menggunakan gelang identitas yang keamanan SS miliki dan menetapkan tim medis yang menggunakan gelang identitas tersebut....
...Tiga hari berlalu pasca kecelakaan Nara masih belum juga siuman yang membuat beberapa teman dekat Nara datang untuk menjenguknya termasuk kekasih Nara bernama Richard Rais setelah melewati pemeriksaan yang ketat. Tidak banyak yang bisa mereka lakukan selain menatap dan mendoakan Nara agar segera pulih sambil meneteskan air mata. Di hari keempat barulah Nara siuman yang membuat Raymond, Anna, dan Johan datang ke rumah sakit untuk menemaninya....
“Rocky tolong minta Naga segera masuk!” pinta Raymond ramah yang dijawab anggukan oleh Rocky dan langsung meminta Naga untuk ikut masuk bersamanya.
“Naga mulai sekarang tolong lindungi Nara dengan menjadi supir dan pengawal pribadinya.” pinta Raymond penuh harap sambil melihat ke arah Naga.
“Baik tuan!” jawab Naga sigap sambil sedikit menunduk penuh hormat.
“Yah!” protes Nara yang tidak ingin memiliki pengawal pribadi.
“Sayang, Bunda tahu kamu tidak suka dengan supir ataupun pengawal pribadi. Namun untuk kali ini Bunda minta kamu mau ya, setidaknya sampai kita semua tahu siapa dan apa motif pelaku yang berusaha mencelakai kamu!” pinta Anna dengan penuh kelembutan sambil membelai rambut putrinya.
“Kakak juga setuju dek dan Ayah juga hanya meminta satu orang tidak lebih.” tambah Johan berusaha membujuk Nara.
“Baiklah.” jawab Nara terpaksa.
...Di hari ketujuh setelah kecelakaan Nara mulai kembali berkuliah yang kali ini dikawal oleh Naga. Tidak ada pembicaraan yang terjadi selama perjalanan menuju kampus setelah Naga memperkenalkan dirinya sebelum mereka berangkat. Teman - teman Nara tidak terkejut melihat Nara yang berkuliah ditemani oleh seorang pengawal setelah kecelakaan beberapa waktu lalu....
“Naga usia kamu berapa?” tanya Bela salah satu sahabat Nara penasaran.
“Saya baru berusia 20 tahun nona Bela.” jawab Naga ramah.
“Wah ternyata kita seumuran ya, berarti kami tidak perlu memanggil Mas atau Pak ya Naga?” tanya Berlian salah satu sahabat Nara memastikan.
“Senyamannya nona Bela, nona Berlian sama nona Nara saja.” jawab Naga ramah.
“Kalau begitu panggil aku Nara tidak perlu menggunakan kata ‘nona’!” pinta Nara ramah sambil melihat ke arah Naga.
“Baik non .... Nara!” jawab Naga sambil sedikit menunduk penuh hormat.
...Naga selalu berjalan tidak jauh di belakang Nara bersama kedua sahabatnya dan Naga mengawasi Nara dari luar kelas ketika Nara sedang masuk kelas. Alasan Naga mengawasi Nara dari luar kelas agar kebebasan Nara di dalam kelas tetap terjaga karena meskipun dari luar kelas tapi Naga bisa memberikan pengawasan yang tetap optimal. Hal itu membuat Bela dan Berlian salut karena Naga memikirkan hal tersebut berbeda dari pengawal Nara sebelumnya yang pernah ditugaskan mengawal Nara juga sehingga Nara meminta kedua orang tuanya menghentikan menyiapkan pengawal pribadi untuk dirinya....
...Pada hari kerja biasanya keluarga Raymond jarang makan malam bersama tapi karena kasus sabotase yang menimpa Nara belum terselesaikan mereka sepakat untuk meluangkan waktu makan malam bersama. Nara yang berencana keluar bersama teman - temannya meminta Richard menjemputnya tapi tidak di depan rumahnya percis agar tidak diketahui oleh orang - orang di rumah. Namun Naga yang sigap mengetahui pergerakan Nara yang mencoba sembunyi - sembunyi untuk keluar rumah meskipun kedua orang tuanya meminta untuk tetap di rumah selama kasus sabotase mobil miliknya belum terselesaikan....
“Anda ingin pergi kemana nona Nara?” tanya Naga yang membuat Nara terkejut dan langsung memberi kode kepada Naga agar tidak berisik.
“Lebih baik kamu istirahat saja aku ingin pergi keluar bersama teman - temanku. Aku merindukan mereka karena sudah satu Minggu aku tidak menghabiskan waktu bersama mereka!” pinta Nara dengan sedikit berbisik.
“Keamanan serta keselamatan nona Nara adalah prioritas utama nona.” jawab Naga sambil memberikan kode dengan jari di belakang punggungnya sehingga pengawas CCTV langsung memberi tahu tuan Raymond dan nyonya Anna.
“Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak berkegiatan sampai larut malam sebelum kasus sabotase kamu selesai?” tanya Anna lemah lembut yang tiba - tiba muncul bersama Raymond.
“Bunda, Ayah!” kata Nara terkejut sambil melihat ke arah kedua orang tuannya.
“Aku kangen sama teman - temanku Bunda, boleh ya aku ketemu sama mereka! Bunda dan Ayah juga tahu kami gak pernah macam - macam kami hanya mengobrol di cafe membicarakan banyak hal.” pinta Nara penuh harap.
“Jika kamu pergi bersama Naga, Ayah tidak masalah!” jawab Raymond lemah lembut sambil tersenyum menatap putrinya.
“Kasihan Naga Ayah, biarkan Naga istirahat!” pinta Nara penuh harap.
“Dengan segala hormat tuan, saya selalu siap menjalankan tugas sebagai SS!” jawab Naga sigap sambil sedikit menunduk penuh hormat yang membuat Nara langsung melihat ke arah Naga.
“Demi kebaikan kamu Nara, kamu boleh keluar tapi sama Naga atau tetap di rumah!” pinta Raymond sambil tersenyum menatap putrinya.
“Nanti di sana ada Richard dan teman - teman laki - laki yang lain Ayah!” pinta Nara penuh harap.
“Ayah tahu, tapi Ayah tidak yakin mereka bisa mengetahui seorang pembunuh yang menyamar menjadi seorang dokter dan berusaha membunuh kamu yang belum siuman.” jawab Raymond yang membuat Nara terkejut dan langsung melihat ke arah Naga.
“Baiklah, aku akan pergi bersama Naga.” jawab Nara terpaksa.
“Tolong jaga Nara ya Naga!” pinta Anna yang menatap Naga dengan tatapan penuh kepercayaan.
“Tentu, nyonya Anna!” jawab Naga sigap.
...Akhirnya Nara pergi ke cafe untuk bertemu teman - temannya naik mobil yang dikemudikan oleh Naga dan Richard mengikuti mereka dari belakang sesuai yang diminta oleh Nara. Setibanya di cafe Nara langsung bergabung bersama teman - temannya yang lain sementara Naga mengawasi keadaan sekitar dari meja yang terpisah di sudut ruangan. Nara pergi ke toilet di temani oleh Bela, tapi setelah Nara dan Bela keluar dari toilet tiba - tiba ada 3 orang laki - laki tidak dikenal yang menyapa Nara seolah - olah mengenal Nara dengan sangat baik....
“Wah kebetulan sekali kita bertemu calon direktur Schweitzer Healhty & Beauty.” kata salah satu laki - laki yang berdiri di tengah sambil tersenyum menatap Nara yang membuat Nara terkejut atas perkataannya.
“Permisi!” kata Nara yang berusaha mengendalikan keterkejutannya.
“Tunggu dulu, ada beberapa hal yang pingin aku tanyakan kepada nona Nara cantik jelita ini!” pinta laki - laki sebelah kiri yang langsung menghalangi jalan Nara dan Bela.
“Wah perusahaan pasti langsung untung besar ya kalau perusahaan kecantikan memiliki direktur secantik nona Nara!” kata laki laki sebelah kanan sambil berusaha memegang wajah Nara tapi langsung Naga hentikan.
“Maaf tolong jangan sentuh orang lain secara sembarangan!” pinta Naga setelah melepaskan pegangannya dari tangan kanan laki - laki sebelah kanan.
“Kurang ajar juga kamu, memangnya kamu siapa?” tanya laki - laki yang berdiri di tengah sombong.
“Saya pengawal pribadi nona Nara!” jawab Naga ramah.
“Betul mana mungkin calon direktur perusahaan ternama tidak memiliki pengawal pribadi apalagi direkturnya secantik ini!” kata laki - laki sebelah kiri sambil melihat rekan - rekannya dengan penuh senyuman.
“Belum jadi direktur saja kamu sudah menggunakan kekuasaanmu semena - mena ya!” kata laki - laki yang berdiri di tengah.
“Dengan segala hormat nona Nara telah berkata permisi dengan penuh hormat kepada kalian bertiga. Namun salah satu dari kalian berusaha menyentuh nona Nara tanpa kepentingan apapun. Jadi nona Nara tidak menggunakan kekuasaannya secara semena - mena disini tapi kalianlah yang berusaha melecehkan nona Nara!” jawab Naga tegas yang membuat tiga orang tersebut terdiam saling bertukar pandangan tidak bisa berkata apa - apa.
“Ayo pergi!” bisik laki - laki sebelah kanan yang membuat mereka bertiga langsung pergi tanpa banyak bicara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments