... Setelah selesai makan malam Naga dan Nara membersihkan diri mereka masing - masing. Nara langsung menelpon Ayah dan Bundanya untuk memberitahu bahwa dirinya sudah tiba di rumah yang berada di Bali sebelum tidur. Di tengah malam Nara ingin buang air kecil dan berjalan ke kamar mandi melewati Naga yang sedang tertidur di sofa sendirian....
... Setelah selesai buang air kecil Nara memutuskan untuk melihat Naga yang sedang tertidur dari dekat. Nara menatap Naga yang sedang tertidur dengan penuh senyuman sambil berusaha menyentuh pipi Naga gemas. Namun tiba - tiba Nara sadar bahwa muka Naga penuh dengan keringat seperti sedang bermimpi buruk sambil mengigau memanggil nama kak Hana....
... Ketika Nara yang cemas berusaha menyentuh Naga, tiba - tiba Naga terhentak bangun dan langsung terduduk. Naga yang melihat Nara di hadapannya reflek langsung memeluk Nara dengan penuh kasih sayang dan membuat Nara hanya terdiam kebingungan. Tidak lama kemudian Naga sadar bahwa dirinya sedang memeluk dan membelai rambut Nara dengan penuh kelembutan yang membuat mereka salah tingkah sambil bergerak saling menjauh....
“Apakah kamu habis mimpi buruk Naga?” tanya Nara membuka obrolan sambil berusaha mengendalikan dirinya sendiri.
“Hmm sepertinya begitu Nara.” jawab Naga yang masih salah tingkah sambil tertunduk malu.
“Aku tadi habis dari toilet!” kata Nara yang langsung membuat mereka berdua berdiri salah tingkah.
“Hoo begitu.” jawab Naga yang salah tingkah dan tidak tahu harus berkata apa.
“Aku akan kembali ke kamarku!” kata Nara yang berusaha mengendalikan dirinya sendiri sambil tersenyum manis.
“Baiklah, selamat malam Nara!” jawab Naga gugup.
“Selamat malam Naga!” balas Nara yang langsung berjalan masuk ke kamarnya.
... Ketika sudah masuk kamarnya dan menutup pintunya Nara langsung memegangi dada kirinya karena jantungnya berdegup kencang sambil tersenyum penuh kebahagiaan. Nara terus terpikirkan betapa hangat dan lemat lembutnya pelukan Naga kepada dirinya meskipun sesaat yang membuat Nara tersenyum sendiri penuh kebahagiaan. Nara langsung menutupi dirinya sendiri dengan selimut kegirangan sambil terus memikirkan pelukan Naga beberapa saat yang lalu dengan penuh senyuman....
“Naga, selamat malam!” kata Nara berbicara sendiri sambil tersenyum penuh kebahagiaan.
... Keesokan paginya Nara terbangun dengan penuh senyuman dan penuh semangat. Setelah selesai sarapan bersama Nara mengajak Naga untuk pergi ke Desa Pinggan Kintamani, Bali untuk menikmati keindahan Desa tersebut meskipun matahari sudah terbit. Nara tidak lupa mengabadikan momen selama disana dalam bentuk foto ataupun video termasuk foto dan video berdua bersama Naga....
...Setelah puas berkeliling di Desa Pinggan Kintamani, Bali Nara mengajak Naga untuk pergi ke Taman Edelweis Karangasem, Bali. Naga mengikuti semua permintaan Nara tanpa banyak bicara sambil tersenyum bahagia melihat Nara yang kembali tersenyum bahagia di setiap momennya. Pada jam makan siang Nara mengajak Naga untuk makan siang di Folk Pool Garden Ubud, Bali....
“Apa kamu masih canggung makan bersamaku Naga?” tanya Nara penasaran ketika melihat Naga yang begitu gugup ketika pesanan mereka sudah tiba.
“Iya Nara, terlebih kali ini hanya kita berdua.” jawab Naga canggung.
“Apa kita harus lebih sering makan berdua?” tanya Nara sambil tersenyum manja yang seketika membuat muka Naga memerah terkejut.
“Eh? Eee ... eee ... selama itu permintaanmu aku tidak masalah Nara.” jawab Naga sambil tertunduk malu setelah berpikir keras yang membuat Nara tertawa tipis melihat tingkah laku Naga.
... Setelah selesai makan siang dan beristirahat sejenak Nara mengajak Naga untuk pergi ke Beachwalk Shopping Center Kuta, Bali untuk membeli beberapa oleh - oleh. Nara membeli oleh - oleh untuk kedua orang tuanya, Bela, Berlian, Bu Amala dan juga Naga meskipun mereka sedang pergi bersama. Ketika hari sudah mulai sore Nara mengajak Naga berjalan - jalan di pasir pantai Bingin Uluwatu, Bali sambil melihat keindahan laut serta beberapa wisatawan lain yang berada di sana. ...
“Ada apa Nara?” tanya Naga sambil melihat ke arah Nara yang tiba - tiba berhenti melangkah ketika sedang melihat beberapa anak yang sedang main kejar - kejaran.
“Coba tangkap aku juga Naga!” pinta Nara sambil tersenyum menatap Naga.
“Apa maksudnya Nara?” tanya Naga kebingungan.
“Kejar aku juga seperti anak - anak itu! Tampaknya menyenangkan!” jawab Nara sambil tersenyum manja menatap Naga.
“Bagaimana mungkin kita harus saling mengejar satu sama lain?” tanya Naga berusaha menolak ajakan Nara.
“Ayolah, kamu harus mengejar aku! Tunggu ya!” pinta Nara yang tersenyum manja sambil jalan mundur menjauh dari Naga.
“Kamu harus menangkap aku ya Naga! Ayo kita bersenang - senang Naga!” lanjut Nara yang terus tersenyum manja sambil berjalan mundur menjauh dari Naga.
“Mulai!” kata Nara sambil tersenyum manja yang membuat Naga berjalan ke arah Nara sambil tersenyum.
“Ayo tangkap aku Naga!” lanjut Nara yang terus tersenyum manja dan akhirnya membuat Naga berlari mengejar Nara yang terus berlari menjauh.
... Naga mengatur kecepatan berlarinya agar seolah - olah dia tidak bisa mengejar Nara dan membuat Nara berlari dengan penuh senyum kebahagiaan. Sesekali mereka melambat dan saling bercanda satu sama lain kemudian kembali saling mengejar satu sama lain dengan penuh senyuman. Setelah lelah berlari dan bermain bersama Nara mengajak Naga makan malam di Seafood Jimbaran, Bali....
“Sudah lama tidak makan sambil menikmati indahnya pemandangan laut biru di bawah sinar rembulan!” kata Nara yang tersenyum bahagia sambil melihat ke arah laut lepas.
“Apa kamu bahagia Nara?” tanya Naga sambil melihat ke arah Nara.
“Iya, bagaimana denganmu Naga?” tanya Nara balik yang tersenyum manis sambil menatap Naga.
“Selama aku bisa melihatmu bahagia itu sudah lebih dari cukup untuk membuatku bahagia Nara.” jawab Naga sambil tersenyum menatap Nara yang membuat Nara ikut tersenyum mendengarnya.
“Tapi kamu juga harus menemukan kebahagiaanmu sendiri Naga, apakah kamu sering bermimpi buruk?” tanya Nara penasaran.
“Dan siapa Hana?” lanjut Nara yang menatap Naga dengan penuh tanya yang membuat Naga terkejut dan sadar bahwa dirinya kemarin malam mengigau memanggil nama Hana.
“Dia orang pertama yang peduli kepadaku setelah kedua orang tuaku menelantarkan aku Nara. Bagiku dia sudah seperti kakak kandungku sendiri dan karena beberapa alasan kami harus berpisah. Aku tidak tahu dimana dia sekarang, tapi aku berharap dia baik - baik saja dimanapun dia berada.” jawab Naga sambil tersenyum penuh percaya diri sambil menatap langit malam.
“Semoga suatu saat nanti kamu bisa bertemu dengan kak Hana ya!” kata Nara sambil tersenyum menatap Naga yang dijawab anggukan dengan senyuman oleh Naga.
... Setelah jam 9 malam Nara mengajak Naga untuk pulang, tapi kali ini Naga meminta agar dirinya yang mengendarai mobil. Dengan penuh senyuman Nara memberikan kunci mobilnya karena sekalipun menggunakan peta digital perjalanan pulang akan relatif lebih mudah dibandingkan ke tempat - tempat yang Nara inginkan. Setibanya di rumah Nara langsung membantu Naga membawa oleh - oleh yang dia beli masuk ke dalam rumah....
“Naga semoga tidurmu nyenyak ya!” kata Nara sambil tersenyum manis menatap Naga.
“Iya, selamat beristirahat Nara!” jawab Naga sambil tersenyum.
“Kamu mau kemana Naga?” tanya Nara penasaran ketika melihat Naga hendak berjalan keluar yang langsung menghentikan langkahnya.
“Aku akan memeriksa keadaan rumah terlebih dahulu sebelum tidur.” jawab Naga ramah sambil menatap Nara.
“Baiklah, hati - hati Naga!” kata Nara sambil tersenyum penuh kepercayaan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Aq Langkat
novelnya bagus lho,, kok blum bnyak yg mampir ya
2023-04-27
2