... Sejak pulang berlibur dari Bali Naga selalu makan siang satu meja bersama Nara, Bela, dan Berlian. Usia mereka berempat yang sama membuat mereka nyaman mengobrol dengan Naga terlebih meskipun Naga bertugas sebagai pengawal pribadi Nara dia bisa menempatkan dirinya dengan baik kepada Nara atupun teman - temannya. Bahkan beberapa teman Nara yang lain juga mulai mengenal Naga dengan baik dan tidak jarang mengobrol dengan Naga....
“Nara apa tahun ini kamu bisa ikut makrab (malam keakraban)? Tahun ini makrab terakhir angkatan kita loh!” tanya Bela penasaran.
“Aku belum bilang ke orang tuaku, tapi sepertinya tahun ini aku akan diizinkan kalau bisa berangkat bersama Naga.” jawab Nara penuh percaya diri sambil menatap Naga dengan penuh senyuman yang membuat Naga kebingungan.
“Benar kalau kamu pergi sama Naga pasti orang tua kamu akan memberi izin Nara!” kata Berlian setuju yang membuat Naga semakin kebingungan.
“Makrab itu semacam acara liburan bareng ke suatu tempat satu angkatan Naga.” kata Nara sambil tersenyum manis menatap Naga.
“Hoo begitu.” jawab Naga sambil mengangguk paham.
“Tapi Nara belum pernah ikutan karena gak pernah dapat izin dan ini tahun terakhir kami makrab.” tambah Bela sambil melihat ke arah Nara.
“Semoga teman - teman yang lain kasih izin aku ikut makrab bersama Naga ya!” kata Nara penuh harap.
“Aku yakin pasti teman - teman yang lain akan senang kalau kamu bisa ikut makrab, jadi pasti mereka tidak akan mempermasalahkannya.” jawab Berlian penuh percaya diri sambil menatap Nara.
... Setibanya kedua orang tua Nara di rumah, Nara langsung menghampiri mereka untuk meminta izin ikut makrab. Ketika Nara mengatakan akan pergi bersama Naga tanpa pikir panjang kedua orang tua Nara langsung mengizinkannya dan membuat Nara senang hingga memeluk penuh kehangatan kedua orang tuanya. Keesokan harinya ketika di kampus Nara meminta izin kepada teman - temannya untuk ikut makrab sambil mengajak Naga....
... Semua teman - temannya langsung senang ketika mendengar hal tersebut dan tidak mempermasalahkan Nara yang akan ikut makrab didampingi oleh Naga. Mereka akan berangkat hari Jumat setelah makan siang bersama - sama dari kampus menuju Resort Pulau H atau Pulau Tengah di Kepulauan Seribu. Hari Kamisnya Nara ditemani Naga berbelanja beberapa makanan ringan untuk dibawa ke acara makrab nanti....
“Nara boleh tunggu sebentar?” tanya Naga meminta izin.
“Boleh Naga.” jawab Nara ramah sambil melihat ke arah Naga.
... Naga langsung berjalan menghampiri seorang wanita lalu menyapanya dan saling berpelukan yang membuat Nara terkejut dan langsung menghampiri mereka. Nara merasa cemburu melihat Naga yang tersenyum bahagia menatap wanita tersebut, tapi dia juga tidak ingin langsung menarik kesimpulan sebelum memastikannya secara langsung. Wanita tersebut melihat ke arah Nara yang membuat Naga menyadari bahwa Nara sudah berdiri di belakangnya....
“Kak perkenalkan ini Nara majikan aku dan Nara perkenalkan ini kak Hana kakak aku.” kata Naga saling memperkenalkan dua wanita yang berada di hadapannya dan membuat Nara langsung tersenyum ramah menatap Hana.
“Terima kasih sudah mau memperkerjakan adik aku Nara.” kata Hana sambil tersenyum ramah menatap Nara.
“Senang juga bisa bertemu kak Hana.” jawab Nara sambil tersenyum dengan penuh hormat.
“Kalau begitu aku duluan ya Naga, Hana!” pamit Hana sambil tersenyum ramah menatap Naga dan Nara silih berganti.
“Iya, hati - hati kak!” jawab Naga diikuti Nara yang membuat Hana langsung pergi menuju kasir membayar belanjaannya.
... Acara makrab Nara bersama teman - teman satu angkatannya juga sudah diketahui oleh Masuth yang membuat dirinya mengirimkan sebuah manusia buatan ke Resort Pulau H pada hari Kamisnya. Seseorang dari Creator Genetic menginap di salah satu vila di pulau H untuk membunuh Nara beserta seluruh saksi menggunakan manusia buatan ciptaan Creator Genetic. Orang buatan yang akan sudah dirancang untuk membunuh Nara beserta seluruh saksi dikirimkan secara sembunyi - sembunyi pada hari Kamis malamnya....
... Hari Jumat siangnya mereka pergi menuju pelabuhan dengan suasana ceria dan penuh kebahagiaan. Setibanya di pelabuhan mereka langsung naik ke atas perahu yang akan mengantarkan mereka ke Resort Pulau H. Tidak sedikit teman laki - laki Nara yang memberikan perhatian kepada Nara dengan cara berusaha membantu Nara tapi mereka semua diabaikan oleh Nara. Ketika tiba di Resor Pulau H Naga yang mengulurkan tangan untuk membantu Nara turun disambut Nara dengan penuh senyuman sambil menatap Naga....
... Meskipun Naga datang ke tempat tersebut sebagai pengawal pribadi Nara tapi kamar mereka tidak bersebelahan. Naga tidur di vila lain bersama teman kuliah laki - laki Nara sedangkan Nara akan tidur di vila sebelahnya bersama teman - teman perempuannya. Sebelum Nara memasuki kamarnya Naga terlebih dahulu memasuki kamar tersebut untuk memeriksa setiap sudut ruangan memastikan tidak ada hal - hal aneh yang berpotensi membahayakan Nara....
“Silahkan Nara!” kata Naga mempersilahkan Nara masuk setelah selesai memastikan kamar Nara aman.
“Terima kasih Naga.” jawab Nara sambil tersenyum manis menatap Naga lalu berjalan masuk ke kamarnya diikuti oleh Bela yang menjadi rekan sekamar Nara.
“Nara tolong pastikan selalu bawa ini kemanapun kamu pergi!” pinta Naga sambil memberikan sebuah bolpoin.
“Apa ini Naga?” tanya Nara memastikan.
“Jika kamu membutuhkan sesuatu ataupun dalam bahaya tekan satu kali maka aku akan tiba secepat yang aku bisa.” jawab Naga penuh percaya diri yang membuat Nara tersenyum menatap Naga.
“Baiklah, selamat menikmati liburannya Naga!” kata Nara sambil tersenyum manis yang membuat Naga langsung pergi ke kamarnya sendiri.
... Berhubung mereka baru tiba sore hari di Resort Pulau H, mereka semua langsung membersihkan diri mereka masing - masing lalu berkumpul kembali pada jam makan malam. Untuk malam ini mereka memesan hidangan makan malam yang sudah siap santap dengan cara prasmanan menyesuaikan dengan jadwal kedatangan mereka. Nara menikmati makan malam satu meja dengan Naga, Bela, dan Berlian sambil mengobrol santai....
“Nara aku permisi ke toilet dulu ya!” izin Naga yang langsung pergi.
... Naga langsung menjalankan tugasnya dengan mempelajari setiap sudut bangunan vila dan medan sekitarnya. Sementara Nara sedang bermain games bersama teman - temannya di aula yang telah mereka sewa untuk jadi titik kumpul mereka dan menjalankan agenda yang telah mereka susun. Naga yang tidak kunjung kembali membuat Nara cemas sehingga dia sering melihat ke arah luar mencari keberadaan Naga hingga akhirnya dia tenang ketika Naga sudah terlihat sedang berdiri di luar aula tersebut....
“Tadi kamu kemana saja Naga kok ke toilet sampai lama sekali?” tanya Nara sambil menatap Naga dengan manja.
“Ah maaf, tadi aku memeriksa vila dan aula ini lalu memeriksa lingkungan sekitar juga.” jawab Naga dengan penuh hormat.
“Bisakah selama kita disini pikiran kamu untuk berlibur bersamaku bukan untuk bekerja menjagaku?” tanya Nara manja.
“Keamanan dan kesalamatan Nara adalah prioritas utamaku Nara, jadi aku tidak bisa menyepelakan hal - hal yang berhubungan dengan hal tersebut.” jawab Naga sambil tersenyum ramah dengan penuh hormat.
“Aku terkadang lupa betapa profesionalnya kamu Naga!” puji Bela sambil menatap Naga dengan kagum.
“Hoo iya boleh pinjam handphonemu Naga?” tanya Nara sambil mengulurkan tangannya penuh harap.
“Untuk apa Nara?” tanya Naga sambil memberikan handphone miliknya yang sudah siap digunakan.
“Ini!” kata Nara sambil memberikan handphone Naga kembali.
“Untuk memudahkan kamu mencariku kita bisa menggunakan aplikasi ini! Aplikasi ini agar pasangan kekasih bisa saling mengetahui posisi masing - masing, lihat kan!” lanjut Nara sambil menunjukan handphonenya yang menyala sehingga muncul di peta digital layar handphone Naga.
“Baik aku mengerti.” jawab Naga yang memperhatikan layar ponselnya sambil mengangguk paham.
“Bagaimana dengan kode namaku di layar handphonemu?” tanya Nara manja.
“Aku menyukainya, princess!” jawab Naga sambil tersenyum menatap Nara yang membuat Nara juga ikut tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Rzxrr
lanjut👍👍
2023-02-11
1