Kau Milikku

... Hari Minggu paginya Nara mengajak Naga untuk pergi menikmati keindahan air terjun Aling Aling Buleleng, Bali. Setelah memarkirkan mobilnya Naga dan Nara melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak menuju air terjun tersebut. Naga membimbing dan memegangi Nara dengan penuh kelembutan serta penuh perhatian ketika berjalan menyusuri jalan setapak menuju air terjun tersebut karena lokasinya berada di pedalaman hutan....

... Nara tampak antusias berjalan menyusuri jalan setapak dengan di dampingi oleh Naga yang membuatnya berjalan dengan penuh senyuman. Sesekali mereka juga bercanda tawa ketika mengobrol santai yang membuat Nara tidak terlalu merasakan kelelahan selama dalam perjalanan. Setibanya di air terjun Aling Aling Nara langsung merasa lelahnya terbayarkan dengan pemandangan yang ada, hutan hijau yang lebat, derasnya air terjun yang bergemuruh, hingga tebing - tebing indah yang menghiasi sekitar air terjun....

“Wah ini luar biasa indah!” puji Nara sambil memperhatikan seksama dengan menutup mata menikmati suasana yang ada.

“Apakah Nara jarang pergi berlibur ke daerah hutan dan pegunungan?” tanya Naga memastikan sambil tersenyum melihat Nara yang begitu bahagia.

“Iya Naga, makanya aku mengajak kamu kesini!” jawab Nara sambil tersenyum manis menatap Naga.

... Nara berjalan - jalan menapaki setiap inchi jalan setapak di sekitar air terjun Aling Aling dengan penuh senyuman diikuti oleh Naga. Sesekali Nara memegang air dan memainkan airnya hingga terkadang mencipratkannya ke arah Naga yang membuat mereka bertukar senyuman. Setelah puas bermain dan berfoto di sekitar air terjun Aling Aling Nara mengajak Naga makan siang dan berbelanja makanan untuk makan malam nanti....

“Besok kita akan pulang ke Jakarta, jadi aku ingin makan malam di rumah bersama kamu dan Bu Amala.” kata Nara yang melihat - lihat bahan makanan yang ada di sekitarnya sambil berjalan mencari yang dia butuhkan.

“Baik Nara!” jawab Naga sigap sambil mendorong trolley.

... Nara sibuk memilih dan mengambil bahan - bahan makanan yang dia butuhkan sambil diikuti oleh Naga dari belakang dengan trolleynya. Terkadang Nara menanyakan pendapat Naga tentang pilihan makanan sambil menunjukan pilihannya yang dijawab Naga asal - asalan karena dia tidak mengerti perbedaannya apa. Namun hal itu membuat mereka saling bertukar tawa dan membuat suasana berbelanja mereka menjadi lebih hangat serta penuh senyuman....

“Bu Amala aku akan masak untuk makan malam kita!” kata Nara sepulang berbelanja sambil meletakan sebagian belanjaan mereka diikuti oleh Naga.

“Baik Nara!” jawab Bu Amala sambil tersenyum ramah.

“Eh? Biar saya saja yang masak Nara!” kata Bu Amala tidak enak.

“Aku ingin belajar memasak juga Bu Amala, jadi tolong Ibu ajarkan aku ya dan Naga juga akan membantu!” jawab Nara sambil tersenyum penuh percaya diri lalu melihat ke arah Naga dengan penuh senyuman.

“Boleh Nara.” jawab Bu Amala sambil tersenyum ramah.

... Naga langsung membantu Nara dan Bu Amala masak sesuai yang diperintahkan kepadanya. Mereka memasak sambil mengobrol santai dengan penuh canda tawa yang membuat hubungan majikan dan karyawan tidak tampak sama sekali. Keluarga Raymond terkenal memang sebagai keluarga yang ramah, dermawan, dan sangat peduli kepada sesama membuat keluarganya sangat dihormati serta dicintai oleh banyak orang yang mengenalnya termasuk para karyawan mereka....

... Setelah selesai masak bersama mereka bertiga langsung makan malam bersama sambil mengobrol santai. Bu Amala juga memuji keterampilan Nara dalam memasak dan rasa masakan Nara juga sangat enak membuat mereka menikmatinya dengan lahap. Nara tetap menganggap masakannya bukan hasil karyanya sendiri tapi dibantu oleh Bu Amala serta Naga yang membuat masakannya bisa seenak ini....

... Setelah selesai makan malam mereka mencuci dan merapihkan dapur serta meja makan meskipun Bu Amala bersikukuh biarkan dirinya sendiri tapi Nara tetap membantunya diikuti oleh Naga. Pekerjaan yang dikerjakan bersama - sama membuatnya lebih cepat selesai sehingga Nara langsung kembali ke kamarnya untuk berkemas. Sementara Naga mulai berpatroli memastikan keadaan rumah semuanya aman sekaligus memastikan kendaraan untuk besok menuju bandara sudah siap....

... Sebelum pulang kembali ke Jakarta Nara memutuskan untuk menghabiskan malam lebih lama di atas genteng favoritnya sambil menikmati indahnya malam. Sebelum tidur Naga berpikir untuk memeriksa keadaan rumah sekali lagi sambil memastikan semua pintu terkunci rapat. Tiba - tiba Naga mendengar suara mencurigakan dari atas rumah yang membuat Naga segera memeriksanya dengan seksama....

“Nara sedang apa kamu disini malam - malam begini?” tanya Naga terkejut melihat Nara di atas genteng.

“Ini tempat favoritku di rumah ini, duduklah disini Naga temani aku sebentar saja!” pinta Nara sambil tersenyum manis menatap Naga.

“Malam sudah semakin dingin, tunggu sebentar Nara!” jawab Naga sambil kembali masuk untuk membawa sebuah selimut yang langsung dia tunjukan kepada Nara dan membuat Nara tersenyum melihatnya.

“Wah ini benar - benar hangat dan nyaman!” kata Naga yang menggunakan selimutnya kepada dirinya sendiri yang membuat Nara melihat Naga tidak percaya.

“Aku bercanda Nara!” lanjut Naga lemah lembut sambil tersenyum jahil.

“Wah dingin sekali!” kata Nara berpura - pura kedinginan yang membuat Naga langsung menyelimuti Nara dan dirinya dengan selimut yang sama membuat Nara bersandar dalam pelukan Naga.

“Bagaimana apa sekarang sudah hangat?” tanya Naga lemah lembut.

“Tunggu, apakah hanya ada satu selimut?” tanya Nara penasaran.

“Tidak.” jawab Naga santai.

“Lalu kenapa kamu melakukan ini Naga?” tanya Nara sambil tersenyum bahagia sambil menempelkan pipi kanannya ke pipi kiri Naga.

... Naga dan Nara menghabiskan malam bersama selama beberapa saat saling bertukar pandangan dan senyuman satu sama lain sambil mengobrol santai membicarakan tentang kehidupan. Nara merasakan kehangata, kenyamanan, dan kebahagiaan ketika bersama Naga begitupun sebaliknya. Sekitar jam 10 malam mereka masuk ke dalam rumah, Nara ke kamarnya dan Naga tidur di sofa untuk tetap bisa siap siaga menuju kamar Nara jika sesuatu terjadi....

“Naga apa semalam kamu benar - benar tidur nyenyak?” tanya Nara pensaran sambil menikmati sarapannya sebelum terbang kembali ke Jakarta.

“Tentu, memangnya kenapa Nara?” tanya Naga balik penasaran.

“Kamu tidur sambil duduk kemarin malam.” jawab Nara cemas yang membuat Bu Amala terkejut mendengarnya.

“Ah aku tidak apa - apa Nara, hanya saja aku tidur duduk untuk tetap bersiap siaga jika terjadi sesuatu. Meskipun demikian aku tetap tidur nyenyak dan nyaman, tidak perlu khawatir.” jawab Naga sambil tersenyum menatap Nara.

“Benarkah? Apa setiap malam kamu selalu tidur dalam posisi duduk?” tanya Nara penasaran yang masih cemas.

“Tergantung situasinya karena di rumah ini hanya aku seorang dari tim SS makanya aku tidur sambil duduk untuk berjaga - jaga.” jawab Naga sambil tersenyum ramah.

“Kamu miliku sekarang jadi kamu harus jaga kesehatanmu agar tidak sakit dan tidak terluka!” pinta Nara sambil tersenyum manja menatap Naga yang membuat Naga dan Bu Amala terkejut saling bertukar pandangan.

“Baik Nara.” jawab Naga sambil tersenyum yang diikuti senyuman oleh Bu Amala.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!