"K-kak..." Lirih Varro menatap sang kakak yang membukakan pintu untuknya dengan wajah dingin.
"Masuk"Ucap Vano memasuki rumah diikuti oleh Vano, sedangkan Chanwoo?ia masih berada di mobil untuk mengambil barang belanjaannya tadi.
Di ruang tengah,
Vano berdiri menatap datar Varro yang terduduk menunduk di sofa... Terlihat seragam Varro yang sedikit kotor dan juga wajah Varro yang kusam.
"Dari mana saja huh? "Ucap Vano dengan nada datarnya. Varro bingung ingin menjawab apa, ia tidak ingin berbohong tapi juga tidak ingin dihukum sang kakak.
"V-Varro... "
"Paman mengantarnya les lalu mengajaknya jalan-jalan setelah lesnya selesai... Tidak masalah bukan? "Ucap seseorang yang tidak lain adalah Chanwoo, ia tiba-tiba saja datang dan duduk di samping Varro yang menunduk gelisah.
"Benarkah Varro? " Tanya Vano diangguki oleh Varro.
"Paman... Seharusnya Paman mengatakan kepadaku jika ingin mengajaknya,,, dia harus belajar untuk ulangan dan lomba beberapa hari lagi" Ucap Vano kesal menatap sang Paman.Chanwoo tersenyum dan berdiri menghampiri Vano.
Puk!
Chanwoo menepuk bahu Vano dan...
"Oleh karena itu, Paman mengajaknya merefresh otak... Sekali-kali kau harus seperti Paman... Jangan membuat Varro tertekan" Ucap Chanwoo tersenyum membuat Vano terdiam.Vano menatap Varro yang duduk terdiam pun langsung mendekat dan....
Sret...
"Ayo ikut kakak" Ucap Vano setelah menarik tangan Varro secara tiba-tiba bahkan hampir membuat Varro terjatuh.
"Kemana Kak? " Tanya Varro tetapi Vano hanya diam dan menarik Varro ke suatu ruangan. Chanwoo yang melihat itu semua pun hanya terdiam dan menghela nafas panjang.
Cklek...
Pintu tertutup dan...
"K-kenapa Kak V-Vano mengajak Varro ke ruang kerja?" Ucap Varro takut menatap sang kakak yang masih dengan wajah yang dingin.
Vano tidak mendengarkan Varro dan malah mengambil sesuatu dari lemari ruang kerjanya.
Brugh!
"A-apa ini Kak? " Tanya Varro pelan ketika Vano mengeluarkan setidaknya 10 buku dan diletakkan di depan Varro.
Vano duduk di depan Varro dan...
"Beberapa hari lagi akan ada lomba.... Kakak akan mengetes apa yang kau pelajari di les siang tadi"Ucap Vano membuat Varro terkejut dan terdiam.Kenapa harus sekarang? Varro khawatir jika tidak bisa menjawab pertanyaan sang kakak dengan benar, apalagi tadi pagi Varro tidak terlalu memperhatikan kelas karena lelah ditambah tadi siang Varro yang membolos les karena sang Paman.
Varro menatap buku-buku tebal itu dan terdiam...
"A-apakah semua ini Kak? "Tanya Varro diangguki Vano. Vano menatap mata Varro dengan tatapan curiga dan..
"Kenapa?bukankah sebelumnya aku sudah mengatakan jika kau akan mengikuti lomba? dan juga... Ini bukan masalah besar untuk mu" Ucap Vano santai membuat Varro menunduk. Varro menghela nafasnya dan...
"Bolehkah Varro membaca materinya dulu?" Ucap Varro memberanikan diri menatap mata sang kakak.
"Tidak!... Kau harus bisa siap dalam keadaan apapun... Karena soal bisa berubah kapanpun"Ucap Vano datar, sedangkan Varro merasa gelisah bagaimana jika dia salah menjawab dan tanpa sengaja mengatakan jika tadi siang membolos les.
"B-baiklah K-kak.. "
Suasana menjadi tegang.Vano dengan tatapan dinginnya dan Varro dengan bulpoinnya menulis jawaban dari tumpukan soal yang diberikan sang kakak.
1 jam telah berlalu...
"Jangan tertidur!... Kerjakan soal itu" Ucap Vano melihat Varro hampir saja tertidur. Varro yang terkejut pun langsung saja berusaha kembali sadar dan mengerjakan soal-soal di hadapannya.
"Sudah? "
"I-ini, Kak" Lirih Varro menyerahkan soal-soal yang telah ia kerjakan.Vano menerimanya dan langsung saja mengoreksi jawaban dari Varro.
"Apa ini?!!!... Kenapa kau menggunakan simple persentase untuk past tense?!... Dan.. Kau hanya benar 97 dari 100 soal?!!... Berdiri!! "Bentak Vano tiba-tiba membuat Varro terkejut...Varro langsung saja berdiri ketika sang kakak mengatakan untuk berdiri... Varro menunduk dan..
"Jangan menunduk!!!... Apa yang kau lakukan huh?!!!.. Ini adalah pelajaran les hari ini.. Apa kau tidak memperhatikan huh?!! " Bentak Vano menatap Varro yang berdiri menunduk di hadapannya.
"Jawab!!!... Jangan diam saja! "
"M-maaf K-kak.... V-Varro ketiduran" Ucap Varro berbohong. Vano yang mendengar pernyataan Varro pun langsung naik pitam dan...
Cklek....
Brak!!
Brugh!!!
Vano menarik Varro keluar dari ruang kerjanya menuju kamar Varro... Vano membuka pintu kasar dan mendorong Varro hingga tersungkur.
"K-kak... "Lirih Varro menatap sang kakak yang menatapnya tajam.
"Kak?" Ucap Vano tersenyum sinis dan...
"Kakak tidak akan membuka pintu kamarmu sampai kau menghafal itu semua!!!"Ucap Vano kembali dingin dan menatap Varro yang duduk menunduk di lantai dengan tangan yang memegangi perutnya, karena saat Vano mendorong Varro...Tanpa sengaja perutnya terbentur meja.
Varro yang awalnya menunduk tiba-tiba mengangkat wajahnya dan menatap sang kakak diam.Ia perlahan berdiri dan mendekati sang kakak yang berada di hadapannya.
"Kak... "Lirih Varro menahan air matanya yang hampir saja menetes.
"Varro bukan robot... "
"Varro bukan mesin pencetak nilai sempurna Kak... "
"V-Varro... "
"V-Varro adalah a-adik Kak Vano....Adik Kak Vano!!!... Varro-"
"Adik? "Ucap Vano memotong perkataan Varro dan tersenyum sinis menatap Varro di depannya...Tangannya tiba-tiba menepuk pundak sang adik dan...
"Karena kau adalah adikku... Maka perintahku adalah apa yang harus kau lakukan.... Jika kau ingin aku menganggapmu adik... Maka lakukan apa yang aku lakukan! " Ucap Vano mencengkram bahu Varro membuat Varro meringis dan...
"Aku..ingin..nilai..ulangan mu...sempurna.. Dan, berikan kakakmu ini piala dari lomba sains" Ucap Vano menekankan setiap kata hingga akhirnya melepaskan cengkraman tangannya pada Varro.
Vano kemudian berbalik badan menuju pintu keluar Varro tapi...
"Berhenti" Ucap Varro membuat langkah Vano terhenti... Tapi Vano tidak membalikkan badan menatap sang adik.
"Kak...Sebenarnya salah Varro itu apa Kak?... Salah Varro itu apa?"
"Kenapa Kak Vano berubah seperti ini?... Kenapa?!.. Dulu Kak Vano selalu saja melindungi Varro, menemani Varro, mendukung Varro,...Dan selalu ada untuk Varro... Kenapa sekarang tidak Kak?... Kenapa?!! " Teriak Varro tiba-tiba karena tidak bisa mengendalikan dirinya sekarang, mungkin sebentar lagi penyakitnya kambuh.
"Kak... Varro hanya punya Kak Vano... Hanya Kak Vano....A-apakah kakak tidak berpikiran seperti Varro?... Apakah Varro tidak berarti memang untuk Kak Vano? "Ucap Varro bergetar tanpa sadar air mata yang ia tahan pun mengalir.
"Kak... Kenapa Kak?... Kenapa kakak seperti ini?... Apakah Kak Vano memang sudah tidak menyayangi Varro?.... A-atau... K-kak Vano menganggap Varro adalah benalu?"
"Varro lelah Kak... Varro lelah!!! "
"Maafkan Varro jika suatu saat Varro lebih memilih untuk menyerah dan pergi bersama mereka... Mungkin itu adalah cara agar Varro tidak menjadi be-"
Bugh!!! Bugh!! Bugh!!
"BRENGSEK!!! APA YANG KAU KATAKAN HUH?... ULANGI LAGI!!ULANGI ! " Teriak Vano emosi memukul Varro hingga Varro kembali tersungkur.
"BERANINYA KAU MENGATAKAN HAL BODOH SEPERTI ITU!! "Bentak Vano.
Varro berusaha bangkit dan..
"JAWAB SAJA AKU KAK!! "Teriak Varro memburu dengan air mata yang mengalir.
Sret!
Vano tiba-tiba mencengkram kerah baju Varro dan..
"YA!!!... AKU TIDAK PERNAH MENYAYANGIMU LAGI!!! KARENA APA?... KARENA KAU ADALAH BENALU!!! DAN KAU MENGAKUINYA SENDIRI!!!"Teriak Vano memburu dengan emosi yang memuncak.Matanya menatap tajam mata Varro yang terkejut dan kecewa dengan perkataan sang kakak.
Vano kembali mendorong Varro hingga terjatuh dan...
"Pelajari itu semua!!! jika ingin tetap aku anggap sebagai adik!!" Ucap Vano tajam sebelum akhirnya keluar dari kamar Varro dan menguncinya.
"Kenapa... KENAPA?!!!!!!... ARGH!!!!!!!! "Teriak Varro kencan dan meluapkan semua emosi yang ia pendam.
"Brengsek!!.. Yah... Aku brengsek!!!..Hiks"Lirih Varro menjambaki rambutnya.
"Aku juga lelah Var... Lelah sekali sampai rasanya ingin lari dari semuanya Var... "
"Brengsek!!! Brengsek!!!!!!!!!!!!..... Maafkan aku!!!... Hiks... Tidak!!! Kau tidak boleh seperti ini Varro... "
"Obat..... "
"V-Varro... lelahh.. "
Jangan lupa vote,like, and comment!!! :)
Selasa, 21-02-23
Kim_na
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments