Episode 14

30 menit berlalu,

"Apa yang terjadi dengan mu... Kau benar-benar mengkhawatirkannya? "Lirih Chanwoo menatap Vano yang terbaring lemah di atas brankar.

"Eung... "

"Vano! " Ucap Chanwoo kemudian mendekati Vano dan memeriksanya.

"Ada yang sakit?"Ucap Chanwoo tidak ditanggapi oleh Vano yang sedang berusaha membuka matanya dan menyesuaikan dengan cahaya.

"P-paman.. " Lirih Vano membuka matanya dan mendapati sang paman yang tersenyum.

"Kau sudah sadar....Syukurlah" Ucap Chanwoo tersenyum sedangkan Vano hanya terdiam mengingat sesuatu dan...

"Varro? "Lirih Vano menatap sang paman yang terdiam.

"A-aku harus mendengar yang sebenarnya "Lirih Vano berusaha untuk bangun tapi...

"Apa yang kau lakukan... Istirahatlah, biar paman yang mengurusnya. Kita akan pulang siang nanti"Ucap Chanwoo tegas membuat Vano terdiam dan mengangguk.

"Paman, aku ingin Varro mengaku semuanya dan aku tidak akan segan-segan menghukumnya jika dia benar-benar berbohong" Ucap Vano datar menatap sang paman yang diam.

"Baiklah....Paman ingin kau istirahat, biar paman yang mengurus masalah ini" Ucap Chanwoo mengusap rambut Vano dan keluar dari ruang rawat Vano.

"Huft... Ku harap ini tidak mimpi, tapi tidak aku biarkan adikku berbohong" Lirih Vano memejamkan matanya karena merasa pusing.

Sementara itu,

"Huft... Apa yang terjadi dengan diriku... Aku baru saja mengenalmu dan dengan mudahnya merasa iba padamu... Huft... Mungkin karena Chanwoo bercerita tentang dirimu banyak"Lirih Harry menatap Varro iba.

"Ku harap semuanya akan baik-baik saja...Aku harus menceritakan semuanya pada paman mu agar tidak terjadi salah faham" Lanjut Harry tanpa sadar mengusap rambut Varro.

Terlihat Varro yang masih memejamkan mata,wajahnya yang pucat menjadi lebih segar, dan nafasnya sudah jauh lebih teratur dari 30 menit yang lalu..

Harry tidak keluar dari ruangan Varro sedari tadi menunggu Varro untuk membuka mata dan menunggu Chanwoo untuk kembali ke ruangan Varro tapi sampai saat ini Chanwoo tidak datang hingga....

Cklek...

"Harry ah... " Panggil Chanwoo membuka Harry menoleh ke asal suara dan berdiri.

"Chanwoo.... Dari mana saja huh? aku sudah dari tadi menunggumu tapi?.... Bagaimana bisa lupa dengan keponakanmu yang sedang sakit huh?"Kesal Harry membuat Chanwoo terdiam dan matanya terus menatap Varro yang terbaring dengan mata terpejam juga masker oksigen membuatnya mengernyitkan dahi.

"Hei!!... Jawab aku! " Ucap Harry kesal membuat Chanwoo tersadar dari pikirannya dan...

"A-aku menunggu Vano yang pingsan"Jawab Chanwoo lalu mendekat ke Varro.

"Ada apa dengannya? "Tanya Chanwoo datar membuat Harry menghela nafas dan...

"Keponakanmu drop, dan penyakitnya kambuh"Jawab Harry dan Chanwoo?

"Kambuh?Penyakit? "

"Varro sudah menceritakan semuanya dan ini hanya sebuah kesalahpahaman Chanwoo.... Sebenarnya Varro mengidap pe-"

"Cukup!... Aku tidak mau mendengar itu semua,,,, aku sudah mengurus biaya rumah sakit dan kami akan pulang siang nanti...Apa kau memberinya obat tidur?seharusnya dia tidak tidur... Aku ingin memberinya pertanyaan da-"

"Chanwoo ya... Dengarkan aku dulu, aku tidak memberinya obat tidur atau apapun... Varro drop, Chanwoo" Sanggah Harry menatap sahabatnya tidak percaya, Chanwoo terdiam dan..

"Var... Hei.. Varro!... Bangun!... Jangan berbohong lagi... Hei!! " Ucap Chanwoo keras mengguncang tubuh Varro.

"Apa yang kau lakukan?!... Kau menyakiti keponakanmu!"Ucap Harry berusaha menghentikan Chanwoo tapi...

"Eung.. " Suara lenguhan yang lemah terdengar membuat Chanwoo dan Harry berhenti.

Varro dengan perlahan membuka mata dan...

"P-paman... "Lirih Varro berusaha tersenyum tapi..

Sret!!!...

"Akh.. sst.. "Ringis Varro ketika Chanwoo langsung saja menariknya untuk duduk,bahkan infus Varro terlepas paksa.

"APA YANG KAU LAKUKAN?! "Teriak Harry terkejut, sedangkan Chanwoo terdiam dan..

"Ayo kita pulang dan selesaikan semuanya "Ucap Chanwoo tajam membuat Varro terdiam dan Harry menggelengkan kepala atas sikap sahabatnya... Dia tidak bisa membantu karena tahu jika sahabatnya sudah seperti ini, maka...

Varro yang baru saja sadar dan ditarik paksa oleh Chanwoo hanya terdiam dan....

"Ayo.. " Ucap Chanwoo menarik tangan Varro untuk beranjak dari brankar dan...

Bruk!!!

"Varro!! " Ucap Harry terkejut ketika Varro terjatuh dengan tangan dan lutut sebagai tumpuan karena ia lelah dan...

"Naiklah! " Ucap Chanwoo datar dan akhirnya ia menggendong Varro.

Di rumah Nando,

"Den Varro!!!... Den Vano!!"Teriak Bi Lati ketika melihat Varro yang lemas di gendongan Chanwoo dan Vano yang dipapah oleh Pak Jo.

Varro dan Vano diletakkan di sofa dan...

"Bi Lati... Buatkan kami minum" Ucap Chanwoo diangguki Bi Lati yang langsung saja ke dapur.

Hening...

Suasana menjadi tegang hingga....

"Varro... " Panggil Chanwoo membuat Varro gemetar menatap sang paman dan...

"Kau tahu kesalahanmu?" Ucap Chanwoo tajam diangguki Varro yang menunduk dan...

"Kenapa kau berbohong? kenapa?!!!... Kau pikir ini adalah permainan huh?!!... KENAPA!! " Bentak Chanwoo membuat Varro semakin menunduk dengan tubuh yang gemetar ketakutan.

"JAWAB!!! "Kini bukan Chanwoo yang membentak, tetapi Vano yang berdiri di depan Varro.

"Tatap mata kakak!!!" Perintah Vano membuat Varro langsung saja menatap mata sang kakak dan terisak...

"M-maaf... Maafkan Varro hiks maaf kak" Isak Varro menatap Vano dan Chanwoo yang menatapnya tajam.

"APA KAU LUPA DENGAN ATURAN RUMAH INI?... TIDAK ADA KEBOHONGAN SEDIKITPUN!!! TIDAK!!!"Teriak Vano membuat Varro kembali menunduk.

"Kau tahu resikonya bukan? "Ucap Chanwoo membuat Varro mengangguk dan...

"Aku akan mengganti hukumannya... Aku tidak ingin memiliki adik pembohongan!... Aku akan membuatmu kapok!!! "Ucap Vano tegas dan langsung saja ke lantai atas untuk mengambil sesuatu.

Varro terus saja menunduk hingga....

"Paman sangat kecewa Var... Paman tidak percaya keponakan paman yang selalu paman bela adalah seorang pembohong" Lirih Chanwoo menghela nafas berat.

"Paman tidak akan menghentikan kakakmu kali ini... Paman aku menghukum mu juga Var" Ucap Chanwoo membuat Varro semakin terisak dan...

Maafkan Varro, Pam-"

Ctas....

Varro dan Chanwoo terkejut mendengar suara...

"K-kak... "Lirih Varro takut menatap sang kakak yang membawa sabuk yang keras dan..

"Kali ini kau keterlaluan Var....Biar kakak ajarkan apa itu artinya sakit yang sebenarnya" Ucap Vano tersenyum membuat Varro meneguk ludahnya dan...

"Vano... In-"

"Kita harus mengerasnya paman... Varro laki-laki, aku tidak ingin dia menjadi lemah dan.... Biar dia mengerti apa itu hukuman di rumah ini" Ucap Vano mendekati Varro yang terduduk dan...

Brugh!!!

Prang!!!

"Hiks..."

Prang!

"Den Varro!!!!! "Teriak Bi Lati menjatuhkan gelas-gelas berisi minuman dan berlari menuju Varro yang tersungkur membentur Vas.

Awalnya Chanwoo terkejut tapi...

"Diam!!!... Bibi jangan mendekai Varro!!! ini perintah!!! " Bentak Vano membuat Bi Lati langsung memundurkan langkah dan menangisi Varro yang menahan isakan dengan lengan kirinya yang berdarah.

Vano mendekati Varro dan....

"Ingat ini, hukuman yang membuatmu tidak lagi ingin berbohong kepada kakak" Ucap Vano tersenyum dengan tatapan tajam menatap Varro dan...

Ctas...

"Akh!! "

"Satu.. "

Ctas....

"Akh.. Hiks.. "

"Dua.. "

Ctas...

"H-hentikan... "Lirih Varro merasa tubuhnya sakit.

"Sepuluh... "

......

Ctas.....

Bruk...

"Hiks..Ukhuk... H-hentikanhhh... Argh.. hhhah"Lirih Varro yang akhirnya tersungkur memegang kaki sang kakak pada cambukan ke-50, sudah beberapa kali Varro terbatuk darah dan punggungnya berdarah dengan goresan cambukan... Ia sudah tidak kuat lagi dan...

" Aku akan mengurungmu seperti biasa... Dan... hhhhah..."

Vano dengan ngos-ngosan pun berhenti dan menatap Varro yang memegangi kakinya dengan terisak lirih..

Dengan bergetar Vano menjatuhkan cambukan itu ke lantai dan menatap kedua tangannya yang bergetar... Matanya menatap Varro yang bergetar memegangi kakinya,sang paman yang membelakanginya,dan Bi Lati yang menangis histeris melihat tuan mudanya terluka.

"Hiks... Tolong h-hentikanhhh...Ukhuk... Hiks... "

"Hiks...Jangan Seperti ini Paman.. Kak.. Hiks...Varro tidak bisa.. Hiks.. "

"V-Varro..hhh hiks...Tidak masalah j-jika menjadi rob-bot k-khakak lagi.hhhah. Hiks.. Tapi hiks jangan kurung Varro di sini hiks..Jangan...Hiks..Jangan kurung Varro dalam kebencian kakak d-dan paman..Hiks... "Varro terisak dengan nafas tersenggal.

Vano yang tadinya berdiri kini terduduk karena kakinya yang lemas, ia menatap sang adik yang pucat dengan darah dari mulut dan h-hindung yang mengalir...Terlihat lengan kiri Varro yang berdarah dan...

"Hiks.. Maafkan kakak hiks... Maaf.. "Sesal Vano menunduk terisak.. Tangannya perlahan meraih sang adik dan...

"S-sakit.. "Lirih Varro, membuat Vano menahan air matanya melihat punggung sang adik yang berdarah.

Vano memeluk Varro dan...

"Maafkan Kakak Var... "Lirih Vano menarik sang adik ke dalam pelukannya.

"B-bolehkah V-Varro bertanya? "

"Hum?"

"K-khakak d-dan paman i-ingin V-Varro p-pergi b-bukan?... Hiks... "Isak Varro lemah membuat Vano menggeleng dan Chanwoo yang tadi berbalik kini mendekati Varro dan Vano.

Tangannya menutup mulut ketika melihat Varro yang....

"Tidak... Jangan pernah berbohong, kami sangat menyayangimu tapi.. "

"Tapi... P-peraturan l-lebihh penting d-dari ku.."Lirih Varro dengan nafas tersenggal.

"K-kak.... V-Varro b-bukan r-roboth... "

"Varro l-lelah... "

"V-Varro i-ingin t-tidur... "

"Ukhuk.. V-Varro k-kangen m-mereka k-kak..." Lirih Varro dengan mata sayu membuat Vano menggeleng begitu juga dengan Chanwoo.

Varro dengan sekuat tenaga melepas pelukan Vano dan....

Sret.....

"I-ini...Hiks..l-lebih...hhhhah... B-baik..."Lirih Varro dengan nafas tersenggal hingga akhirnya....

"Varro!!! Varro!!!! VARRO!!!!!!!!! "

"Varro!!!!!"

"Eung... P-paman? " Lirih Varro berusaha untuk menyesuaikan cahaya.

"Huft... Syukurlah, apa yang terjadi eoh?... Guru seni budaya mu menghubungi kantor pusat dan mengatakan jika Varro pingsan... Paman langsung saja datang ke sini" Ucap Chanwoo khawatir sekaligus lega karena Varro akhirnya bangun dari pingsannya.

"K-kak Vano? "

"Kakakmu sedang ada meeting, Paman tidak memberi tahunya" Jawab Chanwoo membuat Varro terdiam dan....

"Sella? "

"Ah?... Gadis cantik tadi?... Ia sudah pulang karena Paman yang suruh... Kau pingsan sudah dari pagi.. Paman ingin membawamu ke rumah sakit tadinya"Jelas Chanwoo lalu memeluk Varro yang terdiam...

"Itu semua hanya mimpi... Hiks... Syukurlah.. "

"Hiks... Paman... " Isak Varro memeluk Chanwoo erat membuat Chanwoo terkejut.

"Ada apa eoh?... Ada yang sakit? pusing? "Ucap Chanwoo panik hingga...

"Hiks... Biarkan seperti ini saja... Hiks... Varro sayang paman... Jangan pernah benci Varro.. Hiks" Lirih Varro mengeratkan pelukannya dan..

"Paman juga sayang Varro.... Paman tidak akan pernah membenci Varro, ingat itu eoh... " Balas Chanwoo memeluk sang keponakan.

"Lapar.... " Lirih Varro tiba-tiba membuat Chanwoo terkekeh melepaskan pelukan Varro dan...

"Baiklah... Kita akan ke restoran" Ucap Chanwoo tersenyum membuat Varro semangat.

"Setelah itu antar Varro ke tempat les,Paman"Ucap Varro membuat Chanwoo terdiam dan...

"Okey..."Ucap Chanwoo tersenyum mengusak gemas rambut sang keponakan.

"Sella!!!!....I MISS YOU.... I LOVE YOU!!! "

"VARRO GILA!!!!... NOOO!!!"

"Siapkan untuk lomba dan juga ulangan... Mengerti?. . . Kakak ingin nilai yang sempurna"

Jangan lupa vote, like, and comment!!! :)

Senin, 13-02-23

Kim_na

Terpopuler

Comments

Helmi Sintya Junaedi

Helmi Sintya Junaedi

astagaaaaaaa,,
ternyata hanya mimpi?????? otor tega maenin perasaan saya dah..... hampir mo nangis tor.... 😭😭😭

2023-02-13

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!