Episode 12

Pagi hari di rumah Nando,

"Huft~hari ini akan menjadi hari yang melelahkan"Lirih Varro lemas sambil memakai sepatunya di kamar.

"Apakah aku memang harus melakukan ini?... Tapi.... Sudahlah, aku ingin egois sekali saja... Maafkan Varro , Kak" Lirih Varro tersenyum kecut kemudian beranjak keluar dari kamarnya menuju meja makan di lantai bawah setelah meneguk beberapa butir benda kecil berbentuk bulat.

"Selamat pagi... "Ucap Chanwoo menatap Varro yang baru sampai di meja makan.

Varro tersenyum menatap sang paman dan beralih menatap sang kakak yang terdiam... Apakah kakaknya berubah? apakah yang kemarin itu hanya kebohongan?Varro terus berdiri menatap sang kakak hingga...

"Duduklah...Bi Lati memasakkan makanan sehat untuk mu" Ucap Vano menatap Varro yang masih setia berdiri menatapnya.

"Duduklah" Ucap Chanwoo menarik Varro untuk duduk.

Hening....

10 menit hening menyelimuti sarapan pagi keluarga Nando hingga...

"Varro... " Panggil Chanwoo tiba-tiba membuat Varro menatap sang paman.

"Iya paman? "

"Setelah pulang sekolah, paman dan kakakmu akan menjemputmu... Kita akan pergi ke suatu tempat" Ucap Chanwoo dengan nada datar membuat Varro terkejut melebarkan matanya... Kenapa harus setelah pulang sekolah? padahal Varro dan Sella akan mengurusi masalah berkas itu.

"T-tapi... "

"Heum? "

"Baiklah Paman... Varro akan menunggu jemputan paman dan Kak Vano" Ucap Varro tersenyum kemudian mengambil minum di depannya karena tiba-tiba merasa gugup, tangan Varro gemetar saat minum bahkan...

"Uhuk!!! " Varro terbatuk membuat dirinya memukul-mukul dadanya yang sedikit sakit, Chanwoo dan Vano langsung mendekati Varro dsn mengelus pelan punggung Varro.

"You okay? " Tanya Chanwoo diangguki Varro yang mulai membaik.

"Kenapa bisa sampai tersedak?!... Kenapa? tanganmu gemetar?!... Ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari kakak?... Atau kamu sakit?"Ucap Vano tiba-tiba membuat Varro terdiam menunduk.

"V-Varro hanya sedikit lemas, Kak... Sedikit pusing" Jawab Varro dengan ekspresi lemas, sedangkan Chanwoo hanya memerhatikan keponakannya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.

Vano yang melihat adiknya seperti itu pun khawatir dan...

"Tidak usah berangkat sekolah... Kakak tidak ingin sesuatu terjadi padamu" Ucap Vano membuat Varro menggelengkan kepala.

"Varro baik-baik saja, Kak... Hanya sedikit lemas"Balas Varro dengan tersenyum menatap sang kakak dan Chanwoo di depannya.

"Baiklah....Pagi ini biar paman yang mengantarkanmu, Pak Jo sedang ada urusan dengan Bi Lati" Ucap Chanwoo pada Varro.

"Tidak masalah, Paman... Ayo Paman, Varro ada urusan di sekolah" Ucap Varro berdiri dan meraih tasnya lalu pergi menuju ke luar.

"Varro pergi"

"Hati-hati... "

Di mobil,

"Paman... " Panggil Varro tiba-tiba membuat Chanwoo di sampingmu berdehem.

"Hum?"

"Apakah leukimia itu menyeramkan? " Ucap Varro tiba-tiba membuat Chanwoo menghela nafas berat.

"Tidak... Hanya saja perlu perjuangan untuk sembuh" Jawab Chanwoo datar pada Varro yang terdiam.

"Bolehkah Varro tahu gejalanya paman? "Tanya Varro membuat Chanwoo mengernyitkan dahinya.

"Bukankah kau merasakannya sendiri? "

"I-itu... Aku belum jelas mengidapnya Paman... Jadi semoga saja tidak" Elak Varro dengan tawa kebohongan.

"Paman harap hasilnya negatif,,, tapi paman juga harap jika kau juga tidak mempermainkan Paman dan Kakakmu" Ucap Chanwoo membuat Varro terdiam, merasakan sindiran.

"Ada yang terasa dan ada yang tidak terasa... Tapi biasanya ditandai dengan berat badan menurun, selalu merasa lelah, badan lemas, lebam tanpa sebab dan mimisan... Semua tergantung dengan stadiumnya"Tambah Chanwoo menjelaskan.

"Varro... Bolehkah paman bertanya sesuatu?"Tanya Chanwoo mendapat anggukan dari Varro.

"Apakah kau benar-benar mengidap leukimia?... Jujurlah,,, Apakah kau benar-benar mengidap leukimia?Apakah? " Ucap Chanwoo menghentikan mobilnya mendadak dan menatap sang keponakan yang menunduk.

"Kau berbohong?.... Kau berbohong bukan Var?... Benarkan?... Paman tahu jika kau berbohong,,, Paman bisa melihat jika kamu berbohong... Katakan pada paman... KATAKAN!!! " Ucap Chanwoo dengan akhiran membentak membuat Varro terkejut bahkan semakin menunduk.Varro belum pernah melihat pamannya seperti ini apalagi membentaknya... Varro benar-benar takut.

"Jawab Paman Varro... JAWAB!!! "Ucap Chanwoo menatap Varro yang semakin menunduk dan terdiam.

"Tatap mata Paman dan jawab!!!... Apa kau tuli?!!!.. Paman benar-benar kecewa Var... Penyakit seperti ini tidak bisa untuk dipermainkan... Kau tahu?... PAHAM?!!! "Bentak Chanwoo hampir menampar Varro yang menundukkan wajahnya menangis.

"Semalam paman datang ke kamarmu.... Tiba-tiba seseorang menelpon Paman dan mengatakan jika kebohongan tidak selamanya salah... Cobalah menjadi egois kepada kakakmu.. Apa maksudnya itu... APA?!!! "

"Dan juga... Paman pernah menjadi dokter spesialis kanker... Kau tahu? Tidak ada tanda-tandanya sama sekali... HANYA MIMISAN YANG TERNYATA ADALAH TRAUMA YANG KAMBUH!!!.... KAU PIKIR BERMAIN TENTANG PENYAKIT ITU MENYENANGKAN?!!!... PAMAN KECEWA VARRO!!! KECEWA!!! " Teriak Chanwoo memukul kaca mobil di sampingnya membuat Varro semakin terisak takut.

Chanwoo meraih kerah Varro dan...

"JAWAB VARRO!!!... APAKAH ITU BENAR? APAKAH YANG PAMAN PIKIRKAN ITU BENAR?... APAKAH BENAR EOH?!!! "Teriak Chanwoo mengangkat wajah Varro yang basah dengan air mata.

Wajahnya penuh dengan air mata karena menangis,hidungnya merah, bahkan Varro memejamkan matanya karena takut menatap mata sang paman.

" V-Varro t-tidak bohong... Hiks... Kenapa Paman seperti ini?.... Apa salah Varro?... Hiks... Varro tidak bohong paman hiks... Tidak!! "Balas Varro menepis tangan sang paman kasar dan...

"Kenapa paman seperti ini?...Paman tidak tahu apa-apa!!... Kenapa?.. Kenapa setelah Kak Vano, sekarang paman tiba-tiba seperti ini?... KENAPA?"Teriak Varro membalas tatapan sang paman.

"Paman ingin Varro buktikan?... BUKTI APA PAMAN?... PAMAN INGIN VARRO CEPAT TIADA?... VARRO AKAN LAKUKAN PAMAN.... VARRO TIDAK BOHONG!!!... Hiks... "Varro menatap sang paman yang masih menatapnya dingin dan...

"Varr-o...... "

Bruk!!!

Varro tiba-tiba ambruk dengan kepala bersandar pada bahu sang paman, Chanwoo terdiam dan...

"Bangun dan jangan berbohong!!!... Varro!!! " Ucap Chanwoo datar tanpa menatap sang keponakan hingga...

Tes...Tes... Tes...

Chanwoo merasakan tangannya terkena air dan...

"D-darah?... " Chanwoo terkejut dan langsung saja menatap sang keponakan yang bersandar di bahunya, betapa terkejutnya Chanwoo saat mendapati Varro yang pingsan dengan hidung yang mengeluarkan darah.

Chanwoo berusaha menyadarkan sang keponakan namun nihil, ditinggal semakin kalut ketika sang keponakan tiba-tiba kejang dan darah dari hidung yang semakin banyak. Chanwoo langsung saja melajukan mobilnya dengan cepat ke arah rumah sakit di mana dia mulai bekerja.

Di rumah sakit,

"HARRY AH!!... KEPONAKANKU!!! " Teriak Chanwoo memasuki ruangan rawat dengan Varro dalam gendongannya.

"Maaf Dokter Kim... Dokter Harry belum datang"Ucap suster membuat Chanwoo frustasi dan...

"Siapkan ruang perawatan... Aku akan menanganinya!!! "Ucap Chanwoo diangguki suster tersebut.

Sementara itu,

"Bertindak lebih awal bukanlah hal yang buruk"Lirih Sella yang keluar dari ruangan bernuansa putih dan rapi.

2 Jam berlalu ,Chanwoo telah selesai menangani Varro dan...

"Maafkan Paman, Varro.... Paman hanya sedikit ragu karena pesan itu... "Lirih Chanwoo menggenggam tangan lemah sang keponakan, semua ini karenanya itu yang Chanwoo pikirkan.

"Apakah memang benar?... Kenapa kau mengonsumsi obat pereda nyeri begitu banyak?.. Kau tahu? Paman ragu Var... Paman bingung... Apakah kau mimisan karena overdosis atau...Memang leukimia" Lirih Chanwoo hingga...

"P-paman..." Lirih Varro membuka matanya perlahan.

"Varro!!.. Biar paman priksa! " Ucap Chanwoo mendekati Varro tapi...

"C-cukuph... T-tidak perlu Paman, m-maaf" Lirih Varro membuat Chanwoo terdiam hingga...

Cklek...

"Harry ah... " Ucap Chanwoo yang menyadari ternyata sahabatnya datang.

"Varro sudah sadar? "Tanya Harry diangguki Chanwoo.

Harry mendekati Chanwoo dan Varro...

"Ini... " Ucap Harry tersenyum kecut menatap Chanwoo dan Varro bergantian.

"Apa ini? "

"Buka saja... Hasil Tes Varro" Jawab Harry membuat Varro terkejut dan...

"B-biar Varro yang buka.. " Lirih Varro lemah tapi Chanwoo langsung saja membuka amplopnya dan...

Bagai ditusuk beribu-ribu kali, Chanwoo hampir saja limbung jika tidak ada Harry di sampingnya...Tak lupa matanya yang mulai berkaca-kaca menatap Varro dengan tatapan tidak percaya...Varro menatap Chanwoo takut.

Chanwoo menatap Harry dan...

"Hasilnya....... P-positif?..... Varro positif leukimia?"Ucap Chanwoo tak percaya menatap Harry yang menunduk dan menganggukkan kepalanya.... Varro? matanya melebar dan...

"P-paman... berikan padaku... BERIKAN!! " Teriak Varro yang masih kedengaran lemah berusaha mengambil kertas dari tangan sang paman, hingga ia berhasil mendapatkannya.

Air matanya perlahan berlomba-lomba untuk turun dari pipinya tangannya bergetar dan...

"A-aku.... Hiks... Tidak!!!!... Hiks bagaimana mungkin hiks... L-leukimia stadium 2...Hiks...Paman..Hiks..A-aku... Hiks.. " Isak Varro tidak percaya membuat Chanwoo langsung saja memeluk keponakannya itu yang tidak berhenti terisak.

Hatinya sakit merasa bersalah kepada sang keponakan karena menuduhnya yang tidak-tidak dan... Keponakannya malah menderita leukimia stadium 2..

"Hiks... Kenapa?!... Hiks... Apa salah Varro Paman?... Hiks.. Kenapa Varro?...Hiks apakah Varro tidak bisa sembuh?...Hiks..V-Varro takut..."Isak Varro lirih dalam dekapan sang paman.

"Percayalah... Varro pasti baik-baik saja... Varro kuat... Varro... hiks... Varro kuat bukan? " Liirh Chanwoo yang tidak bisa membendung air matanya lagi alhasil ia menangis bersama dengan Varro dengan Harry yang menatap iba.

"Maafkan Paman nee"Lirih Chanwoo menerus dengan Varro yang terus saja terisak.

"Kau harus kuat Varro.... Kakak selalu bersamamu"

"Semua ini salahmu!!!!!! "

"AKU MEMBENCIMU!!!!.... AKU MEMBENCIMU VARRO!!! "

"Maafkan aku.... Sella"

Jangan lupa vote, like, and comment!!!:)

Kamis, 09-02-23

Kim_na

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!