EPISODE 2

Di SMP Nando,

Jam menunjukan pukul 09:00 waktunya istirahat pertama,sebagian siswa ada berlomba-lomba untuk sampai di kantin dan memesan makanan di sana, ada juga yang memilih pergi ke perpustakaan atau tidur di kelas seperti Varro sekarang.

Hari ini Varro lebih memilih untuk mengistirahatkan matanya ketimbang mengisi perutnya, mengingat semalam ia bergadang untuk membaca 10 buku tebalnya hingga pagi.

Badannya rasanya pegal karena duduk semalaman, matanya terasa berat karena sangat mengantuk, kepalanya bahkan sedikit pusing.

Varro tertidur di kelas adalah pemandangan langka bagi penghuni kelas apalagi bagi sahabat Varro yaitu Sella.

**POV

Sella**

Hari ini adalah hari seperti biasa menurutku, tapi tidak untuk Varro Nando sahabatku. Varro terlihat agak berbeda hari ini, tadi pagi saat dia masuk kelas wajahnya sangat lesu, matanya sayu, dan ada sedikit lingkaran panda di sekitar matanya.

Aku khawatir melihat sahabatku seperti itu, apalagi biasanya dia akan bercanda atau mendiskusikan soal bersamaku tapi hari ini?

Aku rasa Varro tidak baik-baik saja...

Varro hanya diam dan menatap sayu ke arah papan tulis dan guru yang mengajar kami..

Bahkan sekarang!!

Varro yang biasanya mengajak aku ke kantin, sekarang malah tidur di kelas. Baru kali ini aku melihat Varro tertidur di kelas.

Akhirnya aku memberanikan diri untuk mendekati Varro dan berusaha untuk membangunkannya, takut jika Kak Vano memarahi Varro ketika di rumah.

POV End

Sella mendekati Varro yang berada di samping tempat duduknya dan...

"Var... Hei... Varro... Kamu baik-baik saja?.. Hei.."Ucap Sella lembut sambil mengguncangkan bahu Varro.

Varro yang terusik akhirnya bangun dan...

"Hmm... Ada apa? " Liirh Varro menegakkan posisi duduknya sambil mengucek kedua matanya.

"Huh~Aku kira kamu sudah die" Ucap Sella sambil melipat kedua tangannya di depan dada membuat Varro melebarkan matanya dan...

Puk!!

"Yak!!! Sakit!! " Ucap Sella mengelus kepalanya lembut setelah Varro tiba-tiba memukul kepalanya walaupun dengan pelan.

"Salah sendiri kalau bicara tidak bisa disaring"Ucap Varro memutar bola matanya malas.

" Saring apanya?.... memangnya ada penyaring mulut? "Ucap Sella berdiri menatap Varro tak suka.

Varro yang melihat Sella seperti akhirnya berdiri dan..

" Tentu saja!!!... Akan ku buatkan khusus untukmu!"Ucap Varro membalas tatapan tajam Sella hingga tatapan mereka saling bertemu dan...

"Kkkkkkkkkkkkk" Mereka langsung tertawa satu sama lain baik Varro maupun Sella.

"Hah~sudah.. Sudah... Aku lapar.. kkkk" Ucap Sella berusaha menghentikan tawanya begitu juga dengan Varro.

"Huh~Akhirnya... Ayo ke kantin" Ucap Varro kemudian langsung menarik tangan Sella dan membuat Sella tertegun dan mengikuti langkah kaki Varro.

Sementara itu di Perusahaan Nando,

"Semua baik-baik saja? " Ucap Vano datar menatap para karyawan di depannya.

"Semuanya baik-baik saja Tuan, hanya saja... "

"Hanya saja? " Ucap Vano menatap salah satu karyawan yang berada di depannya itu.

"Ada satu klien yang memutuskan kerja sama dengan kita da-"

"Telpon CEO perusahaan mereka dan adakan pertemuan" Ucap Vano kemudian keluar dari ruang rapat menuju ruangan pribadinya.

Cklek!

"Paman? " Ucap Vano mengernyitkan dahinya ketika melihat pamannya berada di ruang pribadinya.

"Vano.. " Ucap paman Vano sambil merentangkan tangannya tapi...

"Paman, Vano bukan anak kecil lagi" Ucap Vano mendekati pamannya dan membalas pelukan pamannya itu.

"Dasar.. " Ucap paman Vano itu terkekeh melihat Vano yang memeluknya.

Vano melepas pelukannya dan..

"Kenapa paman datang ke Indonesia tiba-tiba?"Ucap Vano menatap pamannya bingung, karena perusahaan pamannya di Korea sedang ada masalah.

" Paman sudah menyelesaikan semuanya, jadi paman bisa kembali ke Indonesia dan bertemu kalian "Ucap Paman Vano membuat Vano terkejut tak percaya.

"Really? "Ucap Vano terkejut diangguki pamannya itu.

"Siapa dulu?....Kim Chanwoo "Ucap Chanwoo membanggakan diri membuat Vano terkekeh.

" Mungkin hanya keberuntungan "Ucap Vani membuat Chanwoo berhenti dan...

" Dasar keponakan laknat! "Ucap Chanwoo membuat mereka tertawa bersama.

" Bagaimana keadaan Varro?"Ucap Chanwoo membuat Vano terdiam dan..

"Dia baik-baik saja tentunya" Ucap Vano tersenyum menatap sang paman.

"Kau masih mengekangnya lagi? " Ucap Chanwoo membuat Vano terdiam.

"Aku hanya ingin yang terbaik untuk adikku paman" Ucap Vano menatap pamannya itu.

"Aku tidak ingin adikku menjadi gagal paman"Tambah Vano menatap Chanwoo tersenyum.

"Kau benar Vano, hanya saja cara mu yang salah"Ucap Chanwoo membuat Vano menunduk.

" Biarkan aku mendidiknya dengan caraku sendiri paman "Ucap Vano tiba-tiba.

" Hah~Jika itu mau mu, Paman tidak akan memaksamu untuk mengubah cara mu"Ucap Chanwoo membuat Vano tersenyum.

"Tapi Paman tidak akan diam jika Varro terluka karena keegoisan mu" Tambah Chanwoo membuat Vano menghela nafas panjang.

"Sama saja" Ucap Vano membuat Chanwoo terkekeh dan mengusap rambut keponakan kesayangannya itu gemas, bagi Chanwoo... Vano dan Varro adalah bayinya ia sangat menyayangi mereka. Chanwoo adalah tempat Vano dan Varro bermanja.

Di Kantin Sekolah Nando,

"Kamu mau pesan apa? " Ucap Varro menatap Sella yang sedari tadi diam menatapnya.

"Hei!!... Sella!... Hah~Aku tahu aku tampan tapi... Jangan menatapku seperti itu tahu" Ucap Varro menyentil dahi Sella membuat Sella terkejut dan...

"Yak!! Siapa juga yang berpikir jika kamu tampan!... PD! " Ucap Sella memalingkan wajahnya membuat Varro terkekeh.

Di tengah perdebatan kecil antara kedua sahabat itu, tiba-tiba ada beberapa siswi datang dengan membawa berbagai macam makanan ke meja Varro dan Sella.

"Eh... Apa ini? " Ucap Sella terkejut menatap teman-teman perempuannya yang membawa makanan ke mejanya dengan Varro.

"Varro, kami memesankan semua ini untukmu.. Makan yang banyak yah supaya ototmu berisi"Ucap salah satu siswi membuat Varro terdiam dan menganggukan kepalanya, sedangkan Sella hanya menatap Varro tak percaya dengan tangan yang menutupi mulut agar tidak tertawa.

Para siswi tadi akhirnya pergi dari meja mereka dan...

"Kkkkkk... Makan yang banyak yah... kkkkkkk"Ucap Sella meledakkan tawanya membuat Varro mendengus kesal, apalagi semua tatapan kini mengarah pada dirinya dan Sella.

" Shtt... Diam!... Hah~"Ucap Varro berusaha merendam kekesalannya.

"Sudah-sudah... Sini Sella suapin, agar otot-otot Varro dapat terisi.... Hua.. kkkkkkk" Tawa Sella semakin keras dan membuat Varro menatapnya tajam hingga...

"Sini kau!!! Mulut pedas!!!!!" Teriak Varro mengejar Sella yang berlari menghindar sambil mengejek.

"Tidak!!!... Selamatkan Sella dari Tuan Varro yang berotot!!. Kkkkkkk" Ucap Sella sambil berlari hingga terjadi aksi kejar mengejar diantara Varro dan Sella yang membuat iri sebagai siswi.

Mereka berdua melakukan aksi saling kejar hingga berhenti di taman belakang sekolah..

Sella yang lelah begitu juga Varro pun akhirnya berhenti dan memutuskan untuk berbaring di rumput taman belakang sekolah sambil menatap langit.

Mereka berusaha menetralkan nafas mereka dan tertawa bersama.... Itulah sahabat, Kadang-kadang menjadi Tom&Jerry.

"Lari mu terlalu cepat" Ucap Varro tersenyum tanpa menatap Sella di sampingnya.

"Lari mu saja yang terlalu lambat" Ucap Sella membuat keduanya terkekeh.

"Kau tahu Varro? " Ucap Sella tiba-tiba membuat Varro berdehem.

"Aku sangat bersyukur memiliki teman sepertimu"Ucap Sella membuat Varro tersenyum.

"Tentu saja"Ucap Varro membuat Sella mencubit perut Varro dan tertawa.

"Tapi kadang aku iri kepadamu "Lirih Sella membuat Varro menoleh kepada Sella di sampingnya.

"Kenapa? "Ucap Varro bingung.

"Kamu sempurna Varro, baik, berprestasi, bertalenta, populer dan juga kaya raya"Ucap Sella kemudian duduk membuat Varro ikut duduk.

"Kamu pasti bahagia bukan? "Ucap Sella membuat Varro terdiam dan tersenyum menatap Sella di depannya.

" Tentu saja aku bahagia, kau juga bukan? "Ucap Varro diangguki Sella.

" Tapi Sella, dengarkan aku... Yang kau lihat kadang tidak sesuai dengan apa yang terjadi, kau harus tahu itu"Tambah Varro membuat Sella terdiam.

"Apa mak-"

Ring!!!! Ring!!! Ring!!!!

Bel masuk akhirnya berbunyi membuat Varro berdiri dan menatap Sella yang masih duduk kemudian...

"Siapa cepat dia menang!!!! Siapa lambat akan membawa tas selama satu minggu!!!! " Teriak Varro kemudian berlari membuat Sella terkejut dan langsung berdiri mengejar Varro...

"KAU CURANG!!! " Teriak Sella sambil berlari dengan cepat membuat Varro diam-diam tersenyum dan mempercepat langkahnya ke kelas.

"Hal yang kau lihat bukan berarti yang sebenarnya.... Mungkin tawa yang kau dengar tapi rintihan yang dia rasakan" Varro Nando.

Senin, 23-01-23

Kim_na

Terpopuler

Comments

NA_Kim

NA_Kim

Aneh bukan?...

Biasanya kalau makan itu perutnya yang berisi, eh.. Ini kok ototnya!..... Fans Varro memang benar-benar

2023-01-30

1

Na_S.W_🌾

Na_S.W_🌾

Otot Berisi?

2023-01-30

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!