Episode 5

Di Sekolah Nando,

Jam telah menunjukan pukul 10:00 WIB,siswa dipulangkan lebih awal karena ada rapat para guru, sehingga tidak ada guru di sekolahan.

Semua siswa akhirnya berbondong-bondong untuk pulang, kecuali dua orang yang selalu saja pulang lebih telat yaitu Varro dan Sella.

Kini Varro dan Sella berada di ruang kelas dengan Varro yang membaca buku-buku tebalnya sedangkan Sella duduk di atas mejanya sambil menatap sahabatnya yang sedari tadi tidak lepas dari buku-buku tebal.

"Kamu yakin membaca ini semua? " Ucap Sella menatap Varro yang setia membaca.

"Tentu saja" Jawab Varro tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya dari buku tebal.

"Huft... Sesuka-sukanya aku membaca buku, belum pernah aku membaca buku sebanyak ini... Satu.. dua.. ti-"

"Dua puluh" Ucap Varro menyela perkataan Sella membuat Sella terkejut hingga...

Brak!!!

"Apa kau gila?!!!... 20 buku tebal?!! " Teriak Sella membuat Varro terjut bahkan tanpa sengaja melempar bukunya ke atas.

"Yak!!!.... Jangan mengagetkan ku!! "Teriak Varro keras kemudian berdiri menatap kesal Sella yang terkekeh.

" Maaf...Aku hanya terkejut, bagaimana kamu bisa menghabiskan buku-buku itu dalam sehari..."Ucap Sella membela diri membuat Varro menghela nafasnya kasar dan mengambil bukunya yang tadi terlempar ke lantai.

"Dan kau membuatku harus membaca buku ini secara ulang... Argh!!" Ucap Varro frustasi dengan ekspresi kesal membuat Sella merasa bersalah.

"Maaf.." Lirih Sella menunduk membuat Varro menatapnya dengan tatapan yang melembut.

"Argh!!!..Sudahlah... Aku sudah terbiasa, dan jangan terlalu sering minta maaf... Aku tidak suka itu" Ucap Varro tersenyum membuat Sella mengangkat wajahnya dan tersenyum lalu...

"Ahhhhhh terima kasih Tuan Varro!!! " Teriak Sella langsung merangkul Varro di depannya dengan erat bahkan membuat wajah Varro memerah karena terlalu erat.

"Yak... Kau mau membunuhku!! " Ucap Varro keras membuat Sella tersenyum dan melepaskan pelukannya.

"Tentu saja tidak!!... Aku tidak ingin kehilangan seorang sahabat sepertimu.. Sulit menemukan yang baru" Ucap Sella lantang sambil tersenyum, begitu juga Varro yang tersenyum menatap Sella.

"Aku tahu.. "

"Yak!!! Dasar Tuan Varro.... Ayolah makan biar otot-otot mu bisa terisi" Ucap Sella kesal sambil mengejek Varro hingga...

"Dasar mulut tidak bisa disaring!!!! " Teriak Varro mengejar Sella yang berlari kencang mengelilingi kelas, sehingga terjadilah aksi kejar mengejar...

"Wohoho!!!.... Siapa yang tidak bisa disaring!!!...Dasar Tuan berotot!!!! "Balas Sella berlari semakin kencang..

"Menyebalkan!!! " Teriak Varro yang juga berlari semakin kencang...

"Memang!!!! " Balas Sella mempercepat larinya sambil tersenyum diam..

10 menit aksi kejar-kejaran itu terjadi hingga...

Bruk...

Sella menabrak papan tulis dengan sengaja, hingga membuat Varro yang mengejarnya pun tidak bisa berhenti dan...

Dug...

Varro menabrak rak yang tersusun buku-buku di kelas membuatnya terjatuh dan menatap sayu buku-buku yang berantakan dan....

"Ini salahmu! "Gumam Sella membantu Varro untuk menata kembali buku-buku pada raknya.

" Kenapa bisa salahku!.. Kau juga yang salah!"Balas Varro yang tidak terima menatap sahabatnya kesal.

"Tentu saja kau salah!!!... Siapa suruh menyebalkan! " Kini suara Sella meninggi membuat Varro berhenti menata bukunya dan...

"Siapa suruh mau bersahabat denganku!!!.. Jika kau tahu aku menyebalkan, kenapa masih saja berteman denganku!!! " Jawab Varro dengan suara meninggi..

Sella menatap Varro dengan diam, tahu bahwa Varro dalam keadaan emosi melihat wajah Varro yang memerah dan tatapannya yang berbeda dari biasanya.

"Karena kau temanku!!!!!.... Kau menyebalkan, tapi aku menyukaimu!!!!! " Teriak Sella dengan kencang sambil memejamkan matanya membuat Varro terdiam, begitu juga Sella yang langsung sadar dengan ucapanmu lalu...

"Aku menyukaimu sebagai sahabat, kau adalah sahabat laki-laki pertama yang aku punya.... Hanya dirimu" Ucap Sella menatap Varro yang masih terdiam menatapnya..

"Ak-"

"Terima kasih" Ucap Varro tersenyum membuat Sella mengernyitkan dahinya dan...

"Terima kasih? "

"Terima kasih karena sudah lahir dan menjadi sahabat untukku... Terima kasih" Ucap Varro lirih dan langsung memeluk Sella membuat Sella terdiam membeku..

"Terima kasih... " Lirih Varro mengeratkan pelukannya dan...

Sella terdiam dan bingung dengan sahabatnya ini hingga terkejut karena pelukan Varro semakin memberat.

Hingga...

Bruk...

Sella ambruk karena tidak mampu menopang berat badan Varro yang ternyata pingsan, membuatnya terkejut sekaligus panik karena hidung sahabatnya itu tiba-tiba keluar cairan kental berwarna merah...

"Var... Hei.. Var!!... Bangun hei... Jangan bercanda Var!! " Ucap Sella panik menepuk-nepuk pipi Varro berharap sahabatnya itu membuka mata tapi darah dari hidung sahabatnya semakin banyak keluar dan...

"Hiks... Varro.. hiks... Hei.. bangun hiks... Jangan seperti ini aku takut Hei... hiks... " Lirih Sella menepuk-nepuk pipi Varro tapi tidak membuahkan hasil membuatnya terisak dan memeluk sahabatnya erat.

"Hiks... Aku tidak mau Varro kenapa-napa... "Lirih Sella terisak kemudian mengambil benda berbentuk pipih di dalam sakunya.

" Hiks... Uncle.. hiks... datang ke sekolah sekarang hiks... Sahabatku pingsan hiks... hidungnya mimisaaan hiks.. "Isak Sella berbicara dengan seseorang dalam telepon dan mematikannya.

" Hiks... Varro Hei...Varro!! "Lirih Sella membersihan darah dari hidung sahabatnya yang mulai berhenti dan menepuk-nepuk pipi Varro lagi hingga...

" Hiks.. K-kakak.. hiks.. "Isakkan terdengar dari bibir pucat Varro membuat Sella terkejut dan..

" Varro.. Hei... Varro, buka mata mu Hei.. "

"Hiks... S-aakit.. hiks.. Papa.. hiks..Mama.. hiks... S-sakit... akh.. hiks.. Varro ingin kakak hiks..."Racau Varro membuat Sella membulatkan matanya terkejut dan cemas karena darah kembali mengalir dari hidung sahabatnya itu.

"Varro... hei... Varro!! "Ucap Sella kembali terisak dengan keras seraya memeluk sahabatnya erat karena memberontak di pelukannya hingga...

" S-sella.. "

"Varro!!!... hiks... Varro!!... Hiks.. kau membuatku takut.. hiks.. "Ucap Sella menangis keras ketika melihat mata sahabatnya perlahan terbuka dan tersenyum sambil menyebut namanya.

"A-aku s-sakit.. hiks.. s-aakit" Lirih Varro menatap Sella yang semakin menangis menatap sahabatnya di pangkuannya.

"Mana yang sakit hum?... Hiks.. mana! " Ucap Sella lembut kepada sahabatnya yang setia menatapnya.

"S-sakit hiks.. Sella.. hiks... s-aakit" Ucap Varro gemetar membuat Sella semakin menangis dan...

"V-varro... Suka Sella... hiks.. Ingin Sella selalu ada hiks.. " Lanjut Varro membuat Sella merasa jika ada yang tidak beres dengan sahabatnya ini.

"P-peluk V-varro... " Lirih Varro membuat Sella langsung saja memeluk sahabatnya dengan isakkan yang belum berhenti dan semakin kencang ketika Varro ternyata kembali pingsan di pelukannya.

Brak!!

"Sella! " Teriak Seorang paruh baya membuka pintu dengan memakai jas berwarna putih membuat Sella menatapnya dan...

"Uncle!!! " Ucap Sella gemetar menatap sang paman yang terkejut melihat keponakannya menangis dengan laki-laki yang pingsan di pelukannya dengan hidup yang tidak berhenti mengeluarkan darah.

Paman Sella langsung menghampiri Sella dan mengangkat Varro ke dalam gendongannya membuat Sella mengikuti sang paman.

Pamannya langsung meletakan Varro di belakang dengan Sella sebagai sandaran, dan melajukan mobilnya dengan cepat ke arah rumah sakit.

"Varro... hiks... " Lirih Sella terisak sepanjang perjalanan menatap sahabatnya yang terpejam dalam pangkuannya.

Sementara itu,

Prang!!!

"Vano!!!... Kau baik-baik saja? " Ucap Chanwoo terkejut ketika sang keponakan tiba-tiba menjatuhkan foto bersama Varro.

"A-aku baik-baik saja, Paman" Ucap Vano tersenyum menatap sang paman yang khawatir.

"Ada masalah? " Ucap Chanwoo membuat Vano menggelengkan kepalanya.

"Tidak, aku hanya lelah paman" Ucap Vano memijat keningnya pelan.

"Istirahatlah, setelah ini biar paman yang bertemu klien" Ucap Chanwoo diangguki Vano.

"Terima kasih Paman" Ucap Vano tersenyum menatap sang paman dan menatap fotonya yang pecah bersama dengan sang adik, Varro.

"Apa dia baik-baik saja?... Apakah dia kambuh?.. huft.. tidak..tidak" Ucap Vano dalam hati meyakinkan dirinya bahwa semuanya baik-baik saja.

Jam 11:30 WIB,

"Uncle, bagaimana keadaan sahabatku" Lirih Sella menatap sang paman yang keluar dari ruang rawat sahabatnya.

"Keadaan jauh lebih baik, hampir saja sahabatmu kehabisan darah" Ucap paman Sella membuat Sella kembali menetes air matanya.

"Kenapa bisa seperti itu?.. hiks" Ucap Sella yang benar-benar kembali terisak membuat paman Sella tersenyum menatap sang keponakan.

"Selama pemeriksaan, sahabatmu itu baik-baik saja... Hanya kelelahan dan juga terlalu stres... Tapi ada sesuatu yang membuat janggal... Paman pikir sahabatmu itu tidak baik-baik saja masalah psikis, so.. Paman belum tahu lebih lanjut" Ucap Paman Sella membuat Sella menunduk.

"Masuklah... Sebentar lagi sahabatmu sadar"

"Terima kasih Uncle" Ucap Sella kemudian langsung membuka pintu dan masuk ke ruangan di mana Varro di rawat.

Pemandangan pertama yang dilihat Sella setelah memasuki ruangan Varro adalah sahabatnya itu terbaring lemah dengan masker oksigen yang menutupi sebagian wajahnya serta infus yang menancap di tangan kiri sahabatnya itu.

"Hiks..... Dasar Tuan Varro berotot yang lemah.. hiks" Lirih Sella langsung memeluk sahabatnya dengan hati-hati sambil menangis.

Sebenarnya Sella adalah orang yang jarang menangis, tapi sekarang?

"Akan aku pukul jika kau bangun hiks... Menyebalkan! " Lirih Sella masih memeluk sahabatnya yang masih setia memejamkan matanya.

"Aku harus pergi sekarang Sella"

"Angkat kedua tanganmu dan berdiri di luar!!!!! "

"Varro lelah, Kak"

Jum'at, 27-01-23

Kim_na

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!