"Hiks... Tidak... Hiks... Paman.. Hiks... Varro tidak mau... Hiks... Tidak mau... Hiks... "Sudah sekitar 1 jam lebih Varro menangis dalam dekapan sang paman,dirinya masih tidak percaya dengan hasil tes yang keluar... Begitu juga dengan Chanwoo yang masih tidak percaya dan terus berusaha untuk menenangkan Varro.
"Varro tenang nee... Paman yakin jika Varro akan baik-baik saja, Varro akan sembuh jika melakukan kemoterapi...Varro mau yah? " Ucap Chanwoo mengelus rambut Varro lembut tapi Varro hanya menggeleng... Varro masih saja terisak tidak perduli dengan nafasnya yang mulai tidak teratur.
Ring...Ring... Ring...
Suara telepon membuat Chanwoo langsung melepaskan pelukan Varro dan...
"Kakakmu menelpon... Biar paman angkat yah?"Ucap Chanwoo diangguki lemah Varro... Chanwoo membantu Varro untuk kembali berbaring dan kemudian keluar untuk mengangkat telepon.
"Hiks... Apakah ini benar?... Atau Sella yang melakukan ini... " Lirih Varro dengan air matanya yang terus mengalir.
Di luar ruang rawat Varro,
"Hallo.. "
"Paman!!!... Paman di mana? Paman bersama Varro?... Guru Varro mengatakan jika Varro absen.. Ap-"
"Tenang saja... Varro bersama Paman... " Ucap Chanwoo lirih memotong perkataan Vano. Vano yang mendengar pernyataan dari sang paman akhirnya lega tapi...
"Datanglah ke rumah sakit biasanya" Ucap Chanwoo membuat Vano yang berada di seberang telepon terdiam.
"Ada apa Pa-"
"Varro masuk rumah sakit, cepatlah ada sesuatu yang ingin paman bi-"
"Huft.... Kenapa ini terjadi... " Lirih Chanwoo menghela nafas panjang ketika Vano memutuskan sambungan tiba-tiba.
Chanwoo kemudian langsung mematikan ponselnya dan kembali ke ruang rawat Varro.
Cklek...
"Eh?!... Siapa kamu? " Ucap Chanwoo terkejut ketika melihat remaja perempuan seusia Varro di samping brankar Varro.
Terlihat Varro yang duduk dan menatap remaja perempuan tersebut dengan tatapan tidak suka dan...
"Dia temanku, Paman... Rosella" Ucap Varro dengan wajah yang datar.
Sella menatap Chanwoo dan...
"Maaf Paman, saya Rosella... Saya ada urusan dengan Varro... Maafkan saya karena lancang masuk" Ucap Sella menunduk.
"Tidak masalah...Lanjutkan, Paman akan keluar... Varro, Kakakmu akan datang sebentar lagi" Ucap Chanwoo membuat Varro terdiam dan mengangguk.
Cklek...
Suara pintu tertutup setelah Chanwoo keluar dari ruang rawat Varro menyisakan Sella dan Varro yang saling diam menatap.
"Maaf... " Lirih Sella menunduk menatap Varro yang masih datar menatapnya.
"Var... Ayolah maafkan aku, aku hanya ingin bertindak cepat karena aku tahu jika Tes lab itu tidak keluar sampai 5 hari... Jadi ak-"
"Tapi kamu bisa bukan mengatakan padaku!"Ucap Varro dingin membuat Sella menunduk.
"Tapi ak-"
"Aku apa?!!!... Mau membela diri lagi?... Jangan selalu seperti ini deh Sella!!!... Aku muak kau tahu?!... Selalu saja membuat masalah!!!...Memang aish!! "Potong Varro menatap mata Sella tajam dan...
"Iya!!! Aku memang selalu saja membuat masalah!!! Maafkan aku... Aku salah!!! Aku salah!!!.. Tapi itu juga untuk mu!!.. Kamu temanku!!..Dan aku melakukan itu semua juga beresiko!! " Balas Sella tak kalah emosi.
"Memang yah... Kenapa aku bisa mempunyai teman sepertimu!!!.. Padahal banyak perempuan yang menyukaiku... Aish... Mungkin aku hanya kasihan padamu!!!... Kau tahu kenapa?!.. Karena dirimu yang membuat masalahlah yang membuat tidak ada yang sudi berteman denganmu!!! " Ucap Varro tajam dan menusuk membuat Sella terdiam bahkan matanya yang tadi berkaca-kaca, kini mulai meneteskan air matanya.
"Semua ini salahmu!!!!!! Bit*h"Teriak Varro dengan kata yang membuat Sella tidak percaya bahwa Varro mampu mengatakan itu padanya.
Varro yang menyadari ucapannya itu hampir saja membual tapi itu semua sudah terlanjur...
"AKU MEMBENCIMU!!!!.... AKU MEMBENCIMU VARRO!!! "Teriak Sella bersama dengan tangannya yang mendarat keras di pipi Varro... Yah, Sella menampar Varro... Sangat keras bahkan membuat Varro hampir terjatuh.
"Aku membencimu! " Ucap Sella menatap Varro tajam hingga kemudian memutuskan keluar dari ruang rawat Varro.
Cklek...
Ketika Sella membuka pintu rawat Varro, terdapat seorang pria yang Sella tahu adalah kakak Varro...Tanpa senyum sedikitpun Sella melewati Vano dengan air mata yang masih membekas di pipinya.
Vano yang melihat remaja perempuan itu pun langsung memasuki ruang rawat Varro...
"Ada apa?... Siapa tadi? " Tanya Vano tiba-tiba membuat Varro yang tadinya terdiam kini menatap sang kakak.
"Tidak apa-apa Kak" Jawab Varro tersenyum palsu.
"Benarkah?... Paman bilang tadi adalah temanmu, dan kenapa dia habis menangis? kalian bertengkar?... Terdengar suara keributan dari luar"Ucap Vano menginterogasi Varro.
"Cukup Kak,,, aku tidak ingin membahas itu..."Jawab Varro yang lelah karena ia merasa bahwa yang paling salah adalah dirinya..Varro kemudian membaringkan dirinya dengan tangan yang menutupi wajahnya.
Vano yang melihat ada yang aneh dengan adiknya pun langsung mendekati Varro dan...
"Pacarmu?Kau ingin kakak marah? " Tanya Vano datar dengan mode seperti biasa tapi...
"Tolong Kak.... Hiks berhenti... Hiks... Tolong!!!Varro lelah kakak!!!... Hiks.. Sekali saja... Setelah itu kakak bisa marah.. atau, kakak bisa kembali menghukum dan menuntut Varro seperti sebelumnya jika mau... Tapi sekarang... Hiks... Tolong... Varro lelah... " Lirih Varro terisak membuat Vano terdiam dan...
"Varro... Kakak sudah melihat hasil Tes mu dan ka-"
"Cukup!!!.... Hiks... Jangan bahas itu... Hiks... Jangan!!!...S-sebenarnya Varro tidak sakit!!!... Varro tidak memiliki penyakit leukimia Kak!!"Teriak Varro terisak yang kemudian berusaha untuk duduk.
"Kakak tahu jika kau belum bisa menerima ha-"
"CUKUP!! " Teriak Varro keras bahkan membuat Chanwoo yang berada di luar masuk ke ruang rawat Varro.
Cklek...
"Ada apa eoh? " Ucap Chanwoo dengan raut wajah panik dan...
"Paman... Kakak.. " Kini Varro menatap Chanwoo dan Vano bergantian hingga...
"Maafkan Varro..Hiks... Tapi Varro memang benar-benar tidak sakit... Varro tidak mengidap leukimia... TIDAK! " Ucap Varro menangis menatap sang paman dan kakak tapi...
"Jangan seperti ini Var... Kakak tahu jika kamu bisa.... Jangan menyerah... Tolong jangan seperti ini" Lirih Vano yang memeluk sang adik tiba-tiba berpikir bahwa Varro hanya belum bisa menerima.
Varro melepas pekukan sang kakak dan...
"Maafkan Varro.... Hiks tapi Varro benar-benar tidak sakit... Hiks... Ini semua ide Varro... Hiks saat pingsan di kelas, itu semua ide Varro... Varro tidak tahu jika guru Varro akan menelpon Kakak... Dan ketika kakak bertanya pada Varro... Varro takut... Dan berbohong Kak.. "Jelas Varro membuat Vano dan Chanwoo terdiam dan...
"Tapi tes itu.."
"Maafkan Varro Paman... Varro terpaksa mengubah hasilnya dan... Maafkan Varro.. Hiks... " Isak Varro terisak membuat Chanwoo dan Vano terkejut hingga...
Bugh... Bugh... Bugh...
Brugh!
"Vano!!! " Teriak Chanwoo berusaha menahan Vano yang emosi dan memukuli Varro yang jatuh tersungkur dari brankarnya.
"Lepas!!! Lepaskan aku paman!!!... Biar aku memberikan pelajaran kepada bocah kurang ajar ini!!!... Beraninya dia mempermainkan perasaan kita dan... Argh!!! "
Prang!!!
"Hiks maafkan Varro, Kak.. " Lirih Varro memejamkan matanya setelah melihat sang kakak melemparkan vas kepadanya, hampir saja terkena.
"Vano!!!... Cukup!!!.. Van... VANO!!! "Teriak Chanwoo terkejut ketika Vano tiba-tiba pingsan, Varro bahkan terkejut dan mencoba mendekati sang kakak tapi...
"BERHENTI!!!... Paman sangat kecewa Var, mulai hari ini.... Paman tidak akan lagi perduli dengan dirimu... Ingat itu" Ucap Chanwoo hingga akhirnya menggendong Vano dari ruang rawat Varro ke ruang perawatan.
Varro menunduk dan...
"ARGH!!!... PABO!!... HIKS...APA YANG KAU LAKUKAN VARRO!!!!..Hiks.. Kau membuat semuanya membencimu... Kak Vano, Paman.. Hiks.. Dan juga Sella..Hiks ..Maaf..Hiks..."Isak Varro keras memukul-mukul dadanya hingga....
"Hei!!!... Apa yang kau lakukan Varro!!! " Ucap seorang laki-laki berjas putih berlari mendekatinya yang tidak lain adalah Harry.
Harry yang baru saja selesai menangani pasien berniat untuk menguatkan Chanwoo karena keadaan Varro dan juga Harry ingin menjelaskan sesuatu pada Chanwoo tentang keadaan Varro...Tapi saat dia masuk ke ruang rawat Varro ia terkejut dengan pemandangan Varro yang terus memukul-mukul dadanya dengan keras.
"Hei... Kau baik-baik saja?Biar Paman bantu.."Ucap Harry berusaha membantu Varro tapi....
"Jangan paman.. Hiks..Jangan dekati orang sepertiku...Aku adalah pembohong paman..Hiks.."Ucap Varro membuat Harry terdiam dan...
"Apa maksudmu huh?"
"Temanku merubah hasil labnya hiks... Aku tidak sakit leukimia Paman.. Hiks.. Aku berbohong...Aku yang menyuruhnya hiks. "Ucap Varro membantu Harry terkejut dan...
"Jadi temanmu yang merubah hasilnya? " Tanya Harry diangguki Varro.
"Paman dan kakak membenciku hiks... Aku benar-benar gegabah"
"Hiks...hhh...Hiks...Akh.."Ringis Varro tiba-tiba ketika merasa kepalanya benar-benar sakit...
"Akh... Hiks.. Hhhah.. Argh!!! "
Varro bahkan sampai menjambak rambutnya dan..
"Apa yang terjadi Huh? " Ucap Harry khawatir berusaha menghentikan Varro tapi...
"S-sak-khit.. P-paman... " Lirih Varro menatap Harry hingga tiba-tiba pandangannya mulai gelap dan...
Bruk!
"Varro!!!... Hei!! "Teriak Harry yang terkejut dan...
"Tidak!!.. Ini pasti gejalanya yang mulai terlihat"Ucap Harry cemas kemudian mengangkat Varro dan membaringkan Varro di tempat sebelumnya.
Harry dengan cepat kemudian membersihkan cairan merah di hidung Varro yang ia pikir adalah gejala awal penyakit Varro... Dan ia langsung saja memeriksa keadaan Varro...
"Keadaannya menurun! "Ucap Harry cemas dengan keadaan Varro yang tiba-tiba menurun drastis....
"Nafasnya sangat tidak teratur "Ucap Harry frustasi kemudian memakaikan masker oksigen pada Varro.
30 menit telah berlalu dan...
"Seharusnya tidak seperti ini bukan?... Kau memang bodoh... Kau mencoba memanipulasi tanpa tahu hasil Tes lab mu sendiri "Ucap Harry lirih menatap Varro yang memejamkan matanya dengan wajah pucat dan masker oksigen menutupi sebagian wajahnya, dada Varro berkembang kempis dengan tidak teratur tapi jauh lebih baik dari 30 menit yang lalu.
"Semuanya terlambat Var...Mungkin Paman belum terlalu mengenalmu, tapi...Jangan menyerah"Lirih Harry menatap Varro iba, karena keadaan Varro dan hubungan Varro dengan Chanwoo dan Vano yang merenggang karena tindakan bodoh Varro.
"Jangan seperti ini Paman.. Kak.. Hiks...Varro tidak bisa.. Hiks.. "
"Varro tidak masalah jika menjadi robot kakak lagi.. Hiks.. Tapi hiks jangan kurung Varro di sini hiks... "
"I-ini...Hiks..l-lebih... B-baik..."
Jangan lupa vote, like, and comment!!! :)
Jum'at, 10-02-23
Kim_na
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments
Helmi Sintya Junaedi
haduuuuh,,,, nanggung banget siiih.... jangan setengah2 napa thor....
2023-02-10
0