Episode 8

Meninggalkan keluarga Varro,

Di rumah keluarga Sella...

"Kurang ajar!!!!.... Semua ini salahmu, jika saja kau tidak seperti ini mungkin mereka akan menerima penawaran ku!!! "Teriak pria paruh baya dengan ekspresi marah menatap wanita paruh baya di depannya.

"Apa?!...Salahkan saja aku!!!... Kau benar-benar sama!!!!... Ini juga salahmu!!! Jika saja kau ti-"

"Apa?!.. Tidak apa?!!.... Beraninya kau!! "Bentak pria paruh baya kepada wanita di depannya sambil mengangkat tangannya bersiap untuk...

"CUKUP!!!!... HIKS... CUKUP!!!!!! "Teriak remaja perempuan yang tidak lain adalah Sella, sedari tadi yang Sella lakukan hanya diam... Diam dan mendengarkan perdebatan kedua orang tuanya dengan masalah yang sama.

Kakaknya tidak jadi menginap di rumah karena suatu hal.... Bukankah kakaknya memang selalu egois... Oh tidak!!... Sella yang selalu egois dan salah.

"CUKUP!!!... HIKS.... ARGH!!! "Teriak Sella menangis kencang di samping kedua orang tuanya yang masih tetap sama yaitu berdebat.

"Diam!!!!.... Jangan kekanak-kanakan!!!... Apa yang kau lakukan?!.. Mempermalukan?... Hei!!.. Aku menyekolahkan dirimu itu untuk belajar!!!.. Belajar sopan santun!!!... Apakah tidak ada pelajaran sopan santun di sana?!... Aku menyekolahkan dirimu itu untuk belajar!!... Belajar mana yang benar dan mana yang salah da-"

Brak!!!!

Sella memecahkan Vas di sampingnya dan memukul pintu kamarnya keras, sambil menangis Sella memasuki kamarnya dan menguncinya.

"Dasar anak durhaka!!!!... Ini semua karena dirimu!!"Bentak pria paruh baya pada wanita di depannya.

"Terserah!!!! "Teriak wanita itu kemudian pergi ke kamarnya.

Di kamar Sella,

"Hiks... kenapa hiks... kenapa...a-aku.. hiks... aku juga ingin bahagia hiks.. aku hiks... argh hiks.."Isak Sella dan menghidupkan radio di kamarnya..

Memutar lagu dengan volume tinggi dan bernyanyi sekeras-kerasnya. Tetangga tidak akan marah, karena kamarnya kedap suara.

"Arrrgh..... Hiks..... Kenapa!!!!... Kenapa!!!!!!!!!!!"Teriak Sella kencang sambil menangis dan membanting barang-barang di depannya.

Sella membanting vas kecil di depannya, bantal, bahkan Sella memukul meja di depannya hingga patah.... Sella menatap patahan meja itu dan...

"Hiks... Sakit... hiks... Argh.. hiks.. kenapa.. hiks.. Kenapa... hiks... KENAPA?!!!!!!!!." Teriak Sella menangis keras sambil memeluk lututnya... Hatinya begitu sakit, benar-benar sakit.

"Pilih Bapak atau ibu?! "

"Kurang ajar! "

"Bodoh! "

"Anak durhaka!!! "

"Hiks... Tidak hiks.. aku tidak mau.. hiks.. aku tidak mau mereka berpisah hiks.. Tidak... hiks.. Tidak mau... " Isak Sella lirih memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya hingga perlahan matanya mengantuk dan ia tertidur dengan posisi duduk memeluk lutut.

Pagi hari akhirnya tiba,

Pukul 06:00 WIB

Tok... Tok... Tok..

Ketuk Bi Lati dari luar kamar Varro untuk membangunkan tuan mudanya itu... Karena biasanya jika Varro belum bangun jam 05:30 WIB, ia meminta Bi Lati untuk membangunkannya tapi..

"Den... Bibi masuk yah... Den.. " Ucap Bi Lati tapi tidak mendapat jawaban dari dalam sehingga Bi Lati memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Varro.

Cklek,

Bi Lati membuka pintu kamar Varro tapi tidak mendapati Varro yang tidur di kasur hingga...

"Surat? "Lirih Bi Lati cemas tidak berani membuka surat di atas meja belajar tuan mudanya sehingga memutuskan untuk memberikannya kepada Vano di bawah.

Bi Lati pun langsung bergegas turun ke bawah dan menemui Vano yang duduk di meja makan dengan secangkir kopi di tangannya.

"Den Vano!! "Ucap Bi Lati keras membuka Vano terkejut hampir saja menumpahkan kopinya.

"Aish.. Bibi mengagetkan saja, ada apa Bi? "

"D-den Varro ,Den" Lirih Bi Lati membuat Vano menatapnya serius dan..

"Den Varro hilang den hiks... " Isak Bi Lati membuat Vano terkejut bahkan melebarkan matanya.

"Apa maksud bibi? "Balas Vano yang kemudian berdiri.

" D-den Varro tidak ada di kamarnya den... Tapi.. "

"Tapi?... Tapi apa bi?.. Katakan !! "

"Ini den... " Lirih Bi Lati menyodorkan surat yang ia temukan di meja kamar Varro.

Vano langsung membukanya dan...

To whoever(siapapun),

Halo bi, ini Varro... Hehhehe..Sebelumnya Varro ingin meminta maaf karena tidak mengatakan ini pada Bi Lati... Varro lelah Bi, maafkan Varro nee... Jika Bi Lati tidak menemukan Varro di kamar Varro, maafkan Varro... Tenang saja bibi, Varro baik-baik saja.. Mungkin.

Varro minta tolong pada bibi untuk menyampaikan ini kepada Kak Vano ataupun Paman Chanwoo....

Varro minta maaf jika membuat kalian khawatir. Varro benar-benar minta maaf, tenang saja... Varro baik-baik saja.... Varro izin untuk pergi ke sekolah lebih pagi..Varro ingin menikmati udara pagi untuk merefresh otak Varro .. Jadi,Varro membawa sepeda yang di gudang lama.

Tenang saja, Bi Lati... Jika kakak marah, katakan saja jika Varro akan belajar dengan baik,Varro akan berusaha untuk mendapatkan nilai sempurna pada ulangan kali ini... Tenang saja, Varro akan memenangkan Olimpiade sains juga... Maaf Kak.

***Varro Nando***:)

Vano yang awalnya khawatir saat membaca surat itu pun menjadi lebih lega dan...

"Dia sudah pergi sekolah Bi, tenang saja... Lebih baik bibi menyiapkan sarapan untuk ku dan bekal untuk Paman Chanwoo dan juga Pak Jo" Ucap Vano datar membuat Bi Lati lega dan langsung mengangguk... Tanpa basa basi pun langsung menuju dapur untuk memasak.

"Bagaimana dia tahu? "Ucap Vano dalam hati sambil meminum kopi yang tidak sempat ia minum.

Sementara itu,

Varro tersenyum dengan kaki yang tidak pernah berhenti untuk menggayuh sepedanya, matanya menatap kanan dan kiri melihat pemandangan pagi yang begitu indah.

Hidungnya yang mancung berulang kali mengambil oksigen dan mengeluarkan karbondioksida berulang kali.

Rasanya ia bebas... Yah, benar-benar bebas saat menghirup udara pagi..

"Ini dapat mengurangi stres... " Lirih Varro tersenyum menatap kedepan.

Flashback

Pagi sekitar pukul 05:00, Varro sudah terbangun dan melakukan ritual mandinya.

Melihat jam yang masih menujukan pukul 5 dan para penghuni rumah yang lain pun belum bangun, Varro memutuskan untuk pergi ke kamar sangat kakak yaitu Vano.

Cklek...

Tidak terkunci, tentu saja... Karena Vano tidak pernah mengunci kamar kecuali sedang mengadakan zoom.

Varro yang melihat sang kakak yang masih tertidur pun tersenyum dan...

"Varro rindu kakak... " Lirih Varro yang bediri menatap kakaknya yang tertidur di kasur.

Varro menghela nafasnya panjang dan...

"Sangat lucu... " Lirih Varro memegang bingkai foto yang menujukkan dirinya bersama sang kakak dengan baju yang basah.... Foto itu diambil saat ia dan kakaknya pindah ke Korea untuk sementara waktu bersama Chanwoo, saat itu sedang hujan... Sedangkan Varro merengek meminta sang kakak untuk menemaninya bermain hujan.. Alhasil Vano pun memenuhi permintaan sang adik dan tanpa sadar saat mereka bermain hujan dengan serunya, Chanwoo diam-diam memotret kedua keponakannya.... Sungguh kenangan yang membahagiakan serta sedikit menyakiti hati Varro untuk sekarang.

Varro terus saja tersenyum memandangi foto-foto bersama sang kakak hingga...

"Apa ini? " Netranya tanpa sengaja melihat lembaran kertas yang berisi..

"Olimpiade Sains nasional? " Lirih Varro membaca tulisan di kertas tersebut dan membuat senyumnya perlahan memudar.

Varro kembali meletakan lembaran kertas tadi dan mengalihkan pandangan kepada sang kakak.

"VARRO BUKAN ROBOT KAK, BUKAN!!!! " Teriakan hati Varro yang ingin sekali ia katakan di depan sang kakak tapi...

"Varro akan berusaha Kak... " Ucapan bodoh lirih yang Varro ucapkan seakan membohongi kata hatinya.

Varro tersenyum menatap sang kakak dan...

"Varro sayang kakak... "Lirih Varro dan akhirnya keluar dari kamar sang kakak.

Flashback End

Varro yang terus tersenyum dan menggayuh sepedanya dengan semangat tanpa sadar akhirnya sampai di sekolah yang ternyata masih sangat sepi tapi....

"Hei!!.. Sella!!... "Teriak Varro tersenyum saat melihat Sella duduk di depan gerbang sekolah dan langsung saja Varro menyusulnya.

"Yak!!!.. Selamat pagi!! " Teriak Varro tersenyum sambil merangkul sahabatnya itu tapi tidak ada balasan, hanya sahabatnya yang terdiam dan menatapnya datar.

"Hei.. ada apa?.. Kenapa menatapku seperti itu?"Ucap Varro bingung.

Sella terus saja menatapnya hingga...

"Hari ini ada pelajaran Seni budaya... Kita belum mengerjakan tugas untuk presentasi "Akhirnya Sella membuka suara membuat Varro terkejut dan...

" Yak!!!.. Benar!!... Bagaimana ini.. "Lirih Varro berdiri dan mondar-mandir.

"Bagaimana ini?... Tidak sempat jika mengerjakan sekarang... "Lirih Varro menatap Sella yang juga bingung.

"Aku tidak mau di hukum" Lirih Sella sendu diangguki Varro.

"Aku juga...Sepertinya hari ini akan terik... Aku tidak mau kulitku kepanasan" Lanjut Varro membuat Sella menatapnya dan...

"Akh!!... Sakit!!! "

"Rasakan saja!!... Menyebalkan!! " Teriak Sella menatap Varro di depannya...

"Menyebalkan apanya?!... Kau ini aneh!! "

"Tidak!!!"

"Aneh!!! "

"Tidak!!! "

"An-"

"Cukup!!.... Sudahlah, sini duduk... kita tunggu gerbang sekolah di buka dan kita pikirkan nanti"Ucap Sella membuat Varro diam dan langsung duduk di samping Sella.

"Aku lapar... "Lirih Varro tiba-tiba membuat Sella menatapnya dan......

"Makanlah... Aku sudah sarapan, makannya kalau pagi itu sarapan... Siapa suruh berangkat sepagi ini"Ucap Sella menyodorkan sandwich yang langsung di saut oleh Varro.

Varro memakannya dan...

"Kayak kamu tidak sendiri... " Balas Varro tersenyum membuat Sella kesal dan keduanya pun terlibat aksi kejar mengejar seperti biasanya... Sungguh sahabat yang serasi... Eits, pasangan?

"Varro!!!!... Awas kau yah!! "Teriak Sella mengejar Varro yang terus saja mengejeknya.

"Kejar saja wle!!!!! " Balas Varro berlari kencang begitu juga dengan Sella hingga mereka berdua berhenti sendiri.

"Kau hebat" Ucap Varro tersenyum.

"Kau juga"

Jangan lupa vote, like, comment!!! :)

Senin, 30-01-23

Kim_na

SEMANGAT!!!!

Kritik dan saran sangat penting dalam perbaikan..

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!