Episode 17

"Pak... Aish... Paman, kita mau ke mana? " Ucap Sella lelah setelah 15 menit perjalanan.

"Awalnya kita akan ke-"

"Kita akan ke rumah sakit Sella" Potong Varro membuat Sella dan Chanwoo membelalakkan mata mereka.

"Apa?!!.. Kenapa? kamu sakit huh? " Ucap Sella khawatir menatap Varro.

"Tidak lah!!.. Kan kamu yang sakit" Ucap Varro tersenyum menatap Sella yang mengernyitkan dahi dan..

"Tidak!!! Aku mau pulang! " Ucap Sella menatap Varro malas.

"Kamu harus ke rumah sakit! "

"Tidak!!!... Aku sehat!! "

"Tadi kamu lemas!! "

"Itu tadi!!!Sekarang tidak!!!.. Aku mau pulang!! "

"Pokoknya aku mau kamu diperiksa!! "

"Tidak!!"

"Iya!!!"

"Ti-"

"CUKUP!! " Kini Chanwoo berteriak sambil menutup kedua telinganya yang memerah... Nafasnya memburu kesal dengan perdebatan Varro dan Sella yang tidak berakhir... Ia tidak menyangka jika keponakannya seperti ini.. Dan temannya?... Aish... Chanwoo bisa gila.

"Sella... Tadinya Paman ingin membawamu ke apartemen untuk istirahat,,, begitu juga dengan Varro...Tapi jika tidak mau,it's okay... Paman akan antar kamu pulang" Ucap Chanwoo menatap Sella yang masih kesal menatap Varro.

Sella menarik nafas dan menghela nafasnya kasar...

"Maaf Paman.... Saya tidak ingin merepotkan, apalagi merepotkan guru sendiri... Saya bisa pulang sendiri.. Apalagi hujan sudah reda" Ucap Sella tersenyum, sedangkan Varro?

"Tidak!!!!....Kamu harus ke ru-"

"Baiklah.... Paman akan mencarikan mu taksi"Ucap Chanwoo menghentikan mobilnya dan berusaha menghentikan taksi.

Sella menatap Varro yang kesal dan...

"Aku tidak ingin merepotkan Var....Jika kamu mau, sebaiknya kamu yang harus ke rumah sakit... Kamu membuatku khawatir" Ucap Sella lembut membuat Varro terdiam dan...

"Ak-"

"Sella!! Taksinya.. " Potong Chanwoo membuat Varro terdiam tidak jadi melanjutkan kalimatnya.

"Var... Aku duluan yah, jangan merepotkan Pak Chanwoo,See you!! " Ucap Sella mengusap kasar rambut Varro sebelum keluar dari mobil dan menaiki taksi.

Varro terdiam seperti patung hingga...

"Var!!... Hei Var?!" Ucap Chanwoo mengguncang bahu Varro dan menyadarkan Varro.

Varro mengerjapkan matanya bingung dan menatap sang paman di hadapannya.

"Sella? "

"Sudah pulang dari tadi...Aish,Varro sakit? apa perlu ke rumah sakit? "Ucap Chanwoo menggelengkan kepala paham dengan prilaku keponakannya.

"T-tidak Paman.... Bagaimana jika kita... "

"Kita? "

"Varro ingin bermain b-basket paman"Ucap Varro lirih sambil menunduk membuat Chanwoo tersenyum dan..

"Baiklah... Kita lanjutkan! Paman tidak rela kalah darimu"Ucap Chanwoo semangat langsung mengambil kemudi, Varro yang melihat itu juga langsung tersenyum ceria.

"Paman tidak akan menang dari Varro"

"Benarkah? dulu Papamu selalu mengalahkan Paman karena Paman mengalah, tapi sekarang Paman tidak akan mengalah untukmu" Ucap Chanwoo tersenyum sambil menatap Varro yang terkekeh dari kaca.

"Paman hanya mengarang... Varro akan selalu menang"

"Benarkah? "

"Tentu saja, Paman mau taruhan? " Tantang Varro membuat Chanwoo berpikir sejenak dan...

"Tentu saja,apa yang akan Varro lakukan jika kalah? "

"Varro akan.... Apa yah? "Ucap Varro bingung.

"Jika Paman menang,Varro harus menuruti perintah apapun dari Paman... Setuju?"Ucap Chanwoo sambil mengangkat jari kelingkingnya sedangkan Varro?

"Kalau Varro menang? "

"Apapun yang Varro inginkan"Jawab Chanwoo membuat Varro melebarkan senyumannya dan...

Brugh...

"Yak!!Apa yang Varro lakukan huh?" Teriak Chanwoo kesal ketika tiba-tiba saja Varro memeluknya dari kursi belakang.

"Varro sayang Paman" Lirih Varro mengeratkan pelukannya.

"Paman juga sayang Varro...Sangat... Tapi lepaskan pelukannya hum... Paman sedang menyetir" Ucap Chanwoo membuat Varro kesal dan melepaskan pelukannya.

"Huft..." Varro menghela nafas kesal dan menatap langit-langit biru dari jendela mobilnya. Sedangkan Chanwoo hanya terkekeh dengan kelakuan keponakannya itu.

"Paman... "Lirih Varro tiba-tiba dengan tatapan yang tidak pernah lepas dari langit biru yang indah itu.

"Ada apa hum? "Jawab Chanwoo fokus menyetir.Bibir Varro perlahan terangkat saat menatap langit-langit biru itu dan..

"Jika Varro menang..... Bisakah Paman berjanji untuk menepatinya? "Ucap Varro mendapat deheman dari Chanwoo.

"Hm"

"Paman berjanji? " Tanya Varro sekali lagi dan...

"Tentu saja... Paman ini laki-laki dan akan selalu menepati janji Paman, memang apa keinginan Varro hum?"

"Varro ingin ber-"

"Yah!!... Akhirnya kita sampai!... Ayo turun! "Ucap Chanwoo membuat Varro tidak jadi melanjutkan perkataannya. Varro keluar mengikuti Chanwoo yang berlari ke lapangan basket terbuka.

Chanwoo terlihat mendribling bola dan melemparkan kepada Varro.

Tap!

"Tangkapan yang bagus!!!Ayo mulai!! " Teriak Chanwoo membuat Varro yang awalnya diam kini tersenyum dan berlari dengan menggunakan teknik-teknik pertahanan bola dan penembakan bola ke dalam ring.

"Ya!!!! " Teriak Varro saat bolanya masuk ke dalam ring. Chanwoo masih terus berusaha mendapatkan poin hingga...

"Paman dapat!!!!! "

"Varro dapat!!! "

Teriakan demi teriakan kemenangan terdengar dari Varro dan Chanwoo hingga...

Bruk!!

Varro dan Chanwoo menjatuhkan tubuhnya pada rumput dan terbaring menatap langit yang mulai berwarna orange.

Nafas mereka sedikit memburu karena kelelahan, Chanwoo tersenyum menatap sang keponakan yang terlihat bahagia setelah bermain basket dan...

"Pamanh... "Liirh Varro dengan nafas yang mulai teratur. Varro menatap Chanwoo dengan senyuman begitu juga dengan Varro.

"Apa?"

"Varro menangh"Lirih Varro senang kemudian kembali menatap langit orange di atas.

"Paman tahu... Varro memang hebat"Ucap Chanwoo membuat senyuman Varro semakin mengembang.

"Apakah Papa dan Mama bangga pada Varro"Tanya Varro tersenyum dan...

"Tentu saja, mereka sangat bangga kepada Varro.. Mereka sangat sayang pada Varro, melebihi Paman"Jawab Chanwoo ikut menatap langit yang ditatap oleh Varro.

"Kak Vano? "

"Termasuk" Jawab Chanwoo singkat.

"Benarkah? "

"Tentu saja"

"Paman... "

"Hum? "

"Janji Paman... " Lirih Varro membuat Chanwoo bangkit dan duduk diikuti oleh Varro disamping kanannya.

"Katakan...Paman akan menepatinya" Ucap Chanwoo tersenyum sedangkan Varro terdiam.

"Apakah Paman yakin? "Tanya Varro diangguki oleh Chanwoo tanpa keraguan dan...

"Varro ingin bertemu dan tinggal bersama dengan Papa dan Mama"Ucap Varro tersenyum dan menatap langit kembali, sedangkan Chanwoo yang awalnya tersenyum kini memudarkan senyumannya.

"Apa maksudnya Var? " Ucap Chanwoo mengernyitkan dahinya.

Varro yang tadinya duduk kini kembali membaringkan tubuhnya pada rumput-rumput tadi.

Varro menggunakan tangannya sebagai bantalan dan...

"Tidak...Paman mengatakan bahwa Varro bisa meminta apapun... Apakah Paman bisa memenuhi permintaan Varro ini? " Lirih Varro tersenyum sedangkan Chanwoo hanya bisa diam.

"Paman... Kenapa Paman diam? Paman bisa?"Tanya Varro tersenyum dan mengalihkan tatapannya pada Chanwoo yang masih setia terdiam hingga Chanwoo ikut membaringkan tubuhnya di samping kiri Varro.

"Paman tidak bisa... Tapi Paman tahu caranya"Kini Chanwoo menjawab pertanyaan Varro.

"Katakan Paman"

"Kau harus mati" Ucap Chanwoo datar menatap Varro membuat Varro terdiam dan tersenyum, memang itu adalah kata yang Varro inginkan.

"Paman...."

"Hum? "

"Paman berjanji untuk memenuhi permintaan Varro bukan?"

"Hum? "

"Paman... "

"Iya.."

"Bunuh Varro..." Dua kata yang langsung membuat Chanwoo menatap Varro tajam, sedangkan Varro malah tersenyum.

"Varro ingin bertemu mereka..."

"Apa maksudmu! "

"Tidak" Ucap Varro tersenyum membuat Chanwoo mengernyitkan dahi dan..

"Lupakan saja Paman, Varro hanya belajar akting untuk pertunjukan les teater.... Jangan khawatir"Lanjut Varro membuat Chanwoo terdiam dan...

"Jangan bercanda!.. Paman tidak suka"Ucap Chanwoo menggeleng-gelengkan kepalanya dan..

"Maaf Paman... Melihat wajah khawatir Paman itu membuatku senang" Ucap Varro terkekeh.

"Kenapa? "

"Karena Varro tahu jika Paman sangat menyayangi Varro"Ucap Varro tersenyum membuat Chanwoo ikut tersenyum dan..

"Baiklah...Sekarang apa yang Varro inginkan hum?"

"Ice cream..... Belikan 10 ice cream" Ucap Varro langsung diangguki Chanwoo dan mereka bergegas memasuki mobil.

"Aku tidak pernah bercanda Paman"

"Varro... Kita akan beli di mana?" Tanya Chanwoo di kursi kemudi.

"Di sana..Paman"Ucap Varro menunjuk sebuah toko besar.

"Huh? kenapa? "

"Varro sekalian ingin membeli vitamin Paman, vitamin Varro habis" Jawab Varro tersenyum.

"Baiklah.... Semua untuk Varro" Ucap Chanwoo membuat Varro tertawa geli karena perkataan pamannya itu.

"10 ice cream rasa cokelat dan.. "

"2 botol obat tidur"Ucap Varro pelan pada kasir di depannya, matanya menatap sang paman yang masih mencari cemilan untuknya.

"Baiklah... Totalnya ada-"

"Bisakah obatnya dan ice creamnya di pisah?... Aku akan membayarnya cash.. Sedangkan ice cream ini akan di bayar Pamanku itu" Ucap Varro pelan pada kasir itu. Kasir itu mengangguk dan memisahkan nota ice cream dan juga obat.

"Terima kasih,Paman"

"Tidak masalah.... Jangan terlalu banyak memakan ice cream itu" Ucap Chanwoo diangguki Varro lucu.

"Maaf Paman.... Varro tidak ingin berbohong, tapi.."

Cklek....

"K-kak... "

Jangan lupa vote, like, and comment!!! :)

Ahad, 19-02-23

Kim_na

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!