Di restoran,
"Kalau makan hati-hati Var... Nanti terse-"
"Uhuk.. Uhuk.... Hhhahh.. Uhuk!!! " Varro terbatuk karena tersedak sebelum Chanwoo menyelesaikan perkataannya dan...
"Var!!... Sudah paman bilang bukan... Minum! Ucap Chanwoo panik memberikan minuman di depannya kepada Varro.
Varro langsung saja menerima minuman itu dan meminumnya pelan-pelan...
"Lebih baik?"Ucap Chanwoo diangguki Varro yang tersenyum kikuk malu menatap sang paman di hadapannya.
"Baiklah... Lanjutkan makannya, setelah ini paman akan mengantarmu ke tempat les"Ucap Chanwoo diangguki Varro yang melanjutkan acara makannya.
"Var..." Panggil Chanwoo tiba-tiba...
"Ya, Paman? "
"Are you sure that you are okay?"Tanya Chanwoo menatap Varro sendu tetapi Varro...
"Apa maksud Paman? aku baik-baik saja"Jawab Varro tersenyum sambil menunjukan otot tangannya di hadapan Chanwoo.
Chanwoo hanya terkekeh melihat kelakuan Varro dan...
"Jangan pernah berhenti...Paman akan selalu bersamamu Var" Ucap Chanwoo membuat Varro terdiam dan menunduk.
"Paman.... " Kini Varro yang bersuara dengan lirih.Chanwoo yang berada di hadapannya pun langsung mendekat karena tidak terlalu mendengar Varro... Chanwoo pikir bahwa Varro masih pusing atau lemas karena sempat pingsan selama 6 jam.
"Ada apa hum?masih pusing? atau bagaiamana?"Tanya Chanwoo membalas tatapan Varro yang awalnya sendu kembali terlihat bersinar.
"Paman!!!... Jangan berlebihan Varro bukan anak kecil, Varro tidak suka"Ucap Varro membalikan badannya dan diam-diam tersenyum.
"Benarkah? hum? ... Baiklah.... Sinilah Varro yang sudah dewasa... datanglah! " Ucap Chanwoo tersenyum dan menggelitik Varro..
"Hahahahahahaha... Paman!!!.. Hahahah... Cukup... Hahaha"
"Tidak!... Katakan jika Varro adalah anak kecil hum?.... Katakan! "
"Hahaha tidak!!!... Hahaha... Tidak!!! "
"Iya! "
"Hahahaha tidak!! "
"Iya!! "
"Tidak!.. Hahaha...Huaaa, Paman hentikan! hahaha"Ucap Varro tidak bisa menahan rasa geli hingga....
"Akh!!!" Teriak Varro membuat Chanwoo berhenti dan menatap panik Varro yang menunduk memegangi perutnya.
"Ada apa?!!... Var?!... Hei... " Ucap Chanwoo panik menepuk pundak Varro.
"Akh... Paman!.. sssh... Sakit! " Ucap Varro dengan wajah memerah memegangi perutnya, Chanwoo mendekati Varro hingga....
"Tapi bohong!!! "Teriak Varro membuat Chanwoo terkejut dan hampir saja terjengkang.
"Hahahaa.. "
Chanwoo mengelus dadanya dan menatap Varro datar untung saja mereka memesan ruang makan VVIP,Varro yang tadinya tertawa kini terdiam menunduk dan...
"M-maaf paman.. "Lirih Varro menunduk takut menatap sang paman.
"Paman tidak suka.... Bagaimana jika Varro benar-benar sakit dan Paman tidak percaya? apakah lucu? "Ucap Chanwoo tegas mendekati Varro yang menunduk dan...
"Jangan lakukan lagi...Paman sudah menganggap mu sebagai putra paman sendiri.. Jangan seperti ini" Ucap Chanwoo memeluk Varro yang menunduk.
Suasana tegang dengan hujan yang turun tiba-tiba...Varro perlahan membalas pelukan sang paman dan...
"Maaf" Satu kata keluar dari mulut Varro yang tadinya terkunci untuk bicara.
"Hum... It's okay"Ucap Chanwoo lembut hingga...
"Varro takut... " Lirih Varro tiba-tiba membuat Chanwoo terdiam.
"Paman... Varro lelah.... "
"Varro takut, Paman... "
"Sesak.... "
"Paman,bolehlah Varro jujur? " Lirih Varro diangguki Chanwoo yang memeluknya.
"Varro pernah membenci Paman.... Saat Paman meninggalkan Varro dan Kak Vano ke Korea... Hari itu adalah hari di mana Kak Vano berubah... Kak Vano berambisi untuk menjadi sukses melebihi Paman... Kak Vano juga melampiaskan semuanya kepada Varro... Saat awal masuk SMP, itu adalah hari di mana pertama kali Kak Vano menghukum Varro..... Hiks.... Kak Vano memukul Varro karena tidak mau membaca... Hiks... K-kak Vano mengurung Varro di dalam gudang gelap saat hujan... Hiks... Paman... Kenapa Paman jahat hiks... Varro lelah Paman... Varro bukan robot Kak Vano.... Hiks.... Lelah"Isak Varro keras tanpa sadar mengungkapkan semua isi hatinya kepada sang Paman.
Chanwoo hanya bisa terdiam karena tahu tentang semua itu.... Sebelumnya dia juga tidak ingin kembali ke Korea, tapi bisnisnya sedang dalam keadaan tidak baik saat itu.
"Paman....Kau tahu? "
"Varro sering terdiam ketika malam tiba... "
"Menatap bintang yang bersinar di langit sana... Berharap Paman kembali"
"Varro ingin melawan Kak Vano... "
"Tapi... Varro sayang Kak Vano Paman.... Varro juga sayang Paman... "
"Tapi apakah kalian benar-benar sayang dengan Varro? apakah rasa sayang itu hanya karena sesuatu?"
"Paman tahu? "
"Varro sering terdiam mengamati sesuatu....Paman. Sebelum Varro mengenal sahabat Varro, Sella... Varro kesepian Paman... Varro ketakutan Paman. Pada hari pengumuman nilai, Varro merasa jantung Varro seakan ingin copot... Varro takut tidak mendapat nilai sempurna dan.... Varro takut dihukum Paman....Varro sangat suka terdiam dan berpikir hal-hal yang tidak seharusnya Varro pikirkan "
"Saat Varro menatap kaca... Varro pernah berpikir untuk memecahkannya dan..."
"Dan? "Ucap Chanwoo menatap keponakannya yang diam..
"V-Varro rasanya ingin mengambilnya dan menggoreskannya pada lengan kiri Varro Paman..."Lanjut Varro menunduk, sedangkan Chanwoo terkejut menatap Varro tidak percaya.
"S-saat Varro melihat tangga... "
"Varro berpikir untuk menggelincirkan kaki Varro dan terjatuh...."
"Saat Varro melihat obat.... Varro ingin rasanya meminum semua obatnya.. " Ucap Varro menghela nafas panjang.
"Varro ingin tertidur Paman.... V-Varro ingin melihat a-apakah Kak Vano mengkhawatirkan Varro... Sekali saja... V-Varro ingin Kak Vano memeluk Varro sekali saja... Mengijinkan Varro bermain basket dan liburan bersama.. "Chanwoo mendengarkan semua perkataan Varro, ia tidak percaya bahwa keponakannya itu pernah berpikir untuk....
"Varro....Tatap Paman... " Ucap Chanwoo membuat Varro langsung menatap sang paman.
"Paman akan selalu bersama Varro juga mendukung Varro.... Kau tahu? Kak Vano itu sangat menyayangi Varro.... Dia bahkan pernah memeluk Varro ketika Varro pingsan... Paman bisa melihat juga Kak Vano sangat sayang Varro"Ucap Chanwoo mengusap lembut rambut Varro.
Sejenak Varro terdiam hingga menatap sang paman yang juga menatapnya dengan tatapan sendu...
"Benarkah? Kak Vano memeluk Varro? " Tanya Varro diangguki Chanwoo... Varro menatap Chanwoo tidak percaya dan...
"Hiks... Benarkah?.. Hiks... Kak Vano memelukku?... Hiks.."Isak Varro bahagia mendengar ucapan sang paman walaupun ia tidak tahu itu benar atau tidak.
"Oleh karena itu, jangan berpikir aneh-aneh.... Varro bisa bercerita kepada Paman juga meminta bantuan Paman.... Kak Vano itu sangat sangat menyayangi Varro "Ucap Chanwoo tersenyum begitu juga dengan Varro.
Mereka terus berbincang-bincang hingga....
Ring... Ring...Ring...
"Kak Vano... "Ucap Varro tersenyum menatap layar HPnya dan...
"Hallo, Kak? "Ucap Varro tersenyum menatap sang Paman.
"Sudah di tempat les? " Ucap Vano membuat senyuman Varro perlahan memudar.Varro menarik nafas dalam-dalam dan...
"Sebentar lagi Kak, Varro sedang di perjalanan bersama dengan Paman" Ucap Varro berusaha tersenyum sedangkan Chanwoo sudah faham dengan apa yang Varro dan Varro bicarakan.
"Baiklah...Siapkan untuk lomba dan juga ulangan... Mengerti?. . . Kakak ingin nilai yang sempurna"
"Mengerti Kak, sudahnya.... Varro sudah sampai"Ucap Varro langsung saja mematikan telponnya.
"Bagaimana? "Tanya Chanwoo menepuk pundak Varro.
"Tidak masalah Paman, Kak Vano bertanya tentang keadaanku dan apakah aku sudah sampai di tempat les" Jawab Varro tersenyum membuat Chanwoo menghela nafasnya.
"Baiklah... Ayo, biar paman antar" Ucap Chanwoo diangguki Varro.
Di tempat Les1 Varro,
Cklek.....
Varro membuka ruang lesnya perlahan dan....
"Argh... Musiknya terlalu keras!!! "Kesal Varro menatap perempuan yang duduk membelakanginya dengan menyalakan musik keras... Perempuan itu ikut bernyanyi dan...
" CAUSE I AM HARD TO LOVEM...FIND IT HARD TO TRUST WHEN IT FEELS TO GOOD I AM JUST **** IT UP!!! "
"Tunggu....Suaranya.. "Lirih Varro mengernyitkan dahinya dan mendekat.
"Aku seperti mengenalnya... "Ucap Varro...
"Permisi anda sia....Sella!!!!....I MISS YOU.... I LOVE YOU!!! " Teriak Varro tiba-tiba ketika perempuan itu membalikkan badan dan Varro langsung saja memeluknya.
Sella yang di peluk Varro hanya terdiam dan...
Brugh...
Sella mendorong Varro dan...
"VARRO GILA!!!!... NOOO!!!"Teriak Sella berlari membuat Varro tersenyum dan mengejarnya..
"I MISS YOU!!!!" Teriak Varro kencang... Sella tersenyum dan berhenti berlari.
"VARRO GILA!!! "Teriak Sella tepat di samping telinga Varro membuat Varro langsung saja menutupi kedua telinganya.
"BERISIK!! "
"BIAR!! "
"ANEH!! "
"KAU JUGA!!! "
"I MISS YOU"
"AKU JU... DASAR!! " Varro tersenyum ketika membuat sahabatnya itu terdiam dan tersipu....Entahlah, ia bersyukur karena tadi pagi semuanya adalah mimpi dan sahabatnya ini tidak membencinya sama sekali.
"Les 2 libur... Mau ke taman? "
"Basket?.....AYO BERMAIN BASKET!!!"
"Setidaknya satu hari bebas sebelum memeberikan diriku beban berat.... Maaf Kak... Jika Varro ketahuan, kakak bisa menghukum Varro apapun itu..... Varro ingin merasakan kebebasan.... Juga melihat senyuman... Rosella Cassandra... Sahabatku"
Jangan lupa vote, like, and comment!!! :)
Rabu, 15-02-23
Kim_na
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments