"Ini loh dek, ibu, ibu aneh." Ucap Becca.
Terlihat jelas oleh Dion raut wajah sang kakak yang sangat panik dan berubah menjadi pucat.
"Mbak cerita aja, gausah di pendam mbak. Ibu kenapa??" tanya Dion.
Becca pun menceritakan apa yang sudah dia alami saat pertama kali melihat ibunya sadar.
"Tadi waktu ibu sadar, ibu ngomong haus ke mbak. Mbak kasih sesendok air hangat tapi tetap aja ibu bilang haus terus. Begitu suster datang, suster pesan ke mbak jangan kasih ibu apa-apa dulu sebelum dokter datang untuk memeriksa keadaan ibu. Mbak gak kasih minum lagi ke ibu walaupun ibu terus bilang haus. Tapi tiba-tiba ibu cengkram tangan mbak kencang banget sampe sakit trus suara ibu berubah jadi kayak bapak-bapak serak gitu ibu bilang haus ke mbak, "haus bocah" gitu kata ibu. Mbak kaget trus narik tangan mbak perlahan tapi jadinya tangan mbak gini." Ucap Becca sembari menunjukkan tangannya yang sudah memar berbentuk cengkram tangan yang cukup besar.
Dion yang melihat tangan mbaknya mulai membiru hanya menghela nafas panjang.
"Kita obati dulu ya mbak, kita bilang ke suster." Ucap Dion.
"Enggak dek, gak usah nanti saja di rumah mbak kompres sendiri." Jawab Becca.
"Mbak aja gak pulang-pulang ke rumah, yaudah kalau gitu tunggu dokter keluar kita kompres disini aja." Ucap Dion.
"Baiklah." Jawab Becca.
Mereka berdua duduk di luar Sembari menunggu dokter keluar dari ruangan sang ibu. Dion yang tadinya ingin berpikir logis, namun mulai hari itu pikiran logisnya tidak bertahan. Dion mulai mencari tahu mengenai dunia gaib yang selama ini di tepis ayahnya. Dion juga mulai bercerita dengan teman-teman tongkrongannya yang sering bercerita hal mistis. Dengan harapan teman-teman yang sangat percaya mistis itu dapat membantunya menemukan jawaban atas apa yang sedang terjadi dalam keluarganya saat ini.
Dokter pun keluar dari ruangan, Dion dan Becca masuk ke dalam ruangan ibunya. Johan melihat lengan putrinya memar pun bertanya.
"Kak, tangan kamu kenapa??" tanya Johan ayah Becca.
"Anu yah, kena pentok kayaknya yah." Jawab Becca.
"Kamu tuh dari kecil gak bisa bohong, jadi jangan bohong ke ayah. Ayo ceritakan kenapa tangan kamu seperti itu." Ucap Johan.
Becca pun mengajak ayahnya bicara di luar ruangan, Becca takut sang ibu yang sudah sadar dengan normal malah mendengar perkataan mereka. Becca takut ibunya jadi takut dan akhirnya sakit kembali.
Becca pun menceritakan kepada Johan tentang apa yang dia alami sebelum Dion dan Johan datang. Johan ayah Becca, sangat kaget mendengar perkataan putrinya. Pernyataan putrinya semakin menguatkan Johan untuk menemui Kiai yang dapat mengerti mengenai hal gaib.
Setelah ibunya sadar, keadaan ibunya di rumah sakit semakin membaik yang akhirnya dapat diputuskan boleh pulang ke rumah besok pagi. Hanum pun terlihat cerah dan sehat seperti sedia kala, walaupun belum pulih sepenuhnya tapi perkembangan Hanum yang baik membuat suami dan anak-anaknya sedikit bernafas lega.
Malam itu pukul tujuh malam, Johan di kejutkan dengan kedatangan Rasty dan ibunya yang berkunjung ke rumah sakit. Rasty dan ibunya datang dengan mengucapkan salam yang di sambut oleh mereka yang berada di ruangan.
Ternyata kedatangan Rasty dan ibunya membuat Becca dan Hanum ibu Becca sangat bahagia. Karena memang mereka sangat dekat dan sudah lama tidak bertemu.
Rasty dan ibunya memeluk Hanum ibu Becca yang duduk di atas kasur rumah sakit.
"Kamu kenapa sih han, kok gak ada kabar tiba-tiba ada di rumah sakit. Malah Becca gadak cerita apa-apa lagi ke Rasty. Ini aja kita tau karena tadi sore ke rumah kalian dan kata tetangga kalian ke rumah sakit. Padahal kita juga tetanggaan loh tapi saya kok gak tau apa-apa." Ucap Isna ibu Rasty.
"Alah Is, aku sakit biasa loh kecapean. Besok pagi juga udah pulang cuma dua hari satu malam kok aku di rumah sakit. Kamu taulah ya kalau kita ibu rumah tangga kerjaan gadak habisnya." Jawab Hanum ibu Becca.
"Udah bisa kamu pake pembantu Han, gimana sih ini Johan kasih dong pembantu untuk istrimu." Ucap Isna.
"Dia yang gak mau mbak Is, katanya masih sanggup ngapain bayar orang." Jawab Johan.
"Kamu tuh Han gak berubah ya, jangan sok bisa sendiri kita itu udah tua." Ucap Isna menasehati Hanum.
Mereka mengobrol saling melepas rindu, karena kesusksesan keduanya membuat mereka sudah tidak pernah lagi berkumpul seperti dulu. Momen terakhir kebersamaan mereka sebelum Becca berangkat merantau. Setelahnya mereka bertemu hanya karena tanpa sengaja atau di undangan tetangga, selebihnya mereka sama sekali tidak pernah bertemu karena pekerjaan dan kesibukan masing-masing.
...****************...
Pagi ini Hanum pulang ke rumahnya, namun karena pengurusan administrasi dan lainnya mereka dapat meninggalkan rumah sakit setelah makan siang. Karena waktu yang mepet, Dion dan Johan tidak pulang memasak, mereka lebih memilih membeli makanan yang tidak jauh dari rumah sakit untuk sarapan dan makan siang.
Keadaan Hanum dianggap pihak rumah sakit sudah pulih dan normal, terlihat juga dari wajah Hanum yang sudah semakin cerah. Hal ini membuat Dion, Johan dan Becca melupakan kejadian-kejadian ganjil yang pernah mereka rasakan.
Kini Johan menganggap bahwa selama ini istrinya sakit karena mental yang terlalu lelah karena jauh dari Becca dan selalu menyendiri di rumah. Melihat keadaan Hanum yang sudah ceria seperti dulu sejak sudah terus mengobrol dengan Becca dan Isna teman lamanya membuat Johan tidak lagi memikirkan hal gaib. Begitu juga dengan Dion dan Becca, mereka seperti tersihir dan melupakan hal yang mereka curigai.
Tanpa terasa sebulan berlalu sejak Hanum keluar dari rumah sakit, keakraban Becca dan Rasty pun sudah terjalin kembali. Becca sering main ke pabrik dan restoran Rasty, Rasty pun semakin sering menginap di rumah Becca.
Isna yang dulu tidak pernah datang ke rumah Becca lagi menemui Hanum ibu Becca kini kembali seperti dulu. Bahkan mereka sudah mulai ke pasar bersama setiap pagi dengan mengendarai sepeda motor.
Namun tidak dengan Johan dan Robert yang memang sibuk di pabriknya masing-masing. Mereka semakin jauh dan terasa seperti orang asing, kalau pun saling bertemu bersama istri dan anak-anak mereka. Johan dan Robert lebih banyak diam dari pada saling berbicara, entah apa yang membuat kedua sahabat ini jadi dingin. Namun anak-anak dan istri mereka mencoba terus mempertahankan persahabatan yang sudah terjalin lama itu.
Mereka berharap suatu saat Johan dan Robert dapat kembali seperti dulu. Bahkan istri-istri mereka tidak tau apa yang membuat kedua sahabat ini menjadi renggang.
Kira-kira apa yang sudah terjadi, apakah karena saingan usaha ataukah hal lainnya?? Ikuti terus ceritanya ya teman-teman.
Bersambung..
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah singgah ke cerita saya, semoga cerita saya dapat menghibur teman-teman semua. Love you all ❤️.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Omar Diba Alkatiri
bodohnya orang model gini biasanya kejadian dulu baru percaya ..padahal dah jelas di firman Allah kalo gaib itu ada
2024-07-19
0