15. Cek Kandungan

Siangnya, Alfian memenuhi janjinya untuk menemani Hani pergi ke Dokter Kandungan. Di ruang pemeriksaan sang Dokter pun memberi selamat setelah melihat janin dalam perut Hani melalui alat USG 4 dimensi.

"Selamat ya Bu Hani dan Bapak, rezeki yang luar biasa ini bu, calon anak kalian kembar, coba perhatikan kantongnya ada tiga."

"Beneran dok, calon anak kami ada tiga." Ucap Hani seakan tak percaya melihat apa yang ditampilkan layar monitor.

"Iya bu Hani, namun untuk jenis kelamin masih belum terlihat jelas mengingat usianya masih 17 minggu." Ucap sang Dokter yang tentunya mengenali Hani karena masih bekerja di satu Instansi yang sama hanya beda profesi saja. Hani bekerja di bagian administrasi Rumah Sakit. Di hari libur ini adalah jadwal Dokter Dila praktek di rumahnya.

"Alhamdulillah..." Ucap Hani penuh syukur, perkiraan Dokter melenceng seminggu dari perkiraan Hani. Perkiraan Hani seharusnya usia kehamilannya sudah memasuki usia 18 minggu.

Sang suami, tidak menampakkan ekspresi bahagia sedikitpun, ia tidak seperti kebanyakan para calon ayah yang bahagia menantikan moment-moment tersebut. Alfian malah mendengus kesal.

"Satu aja udah bikin susah apalagi ini langsung ada tiga, nggak nggak aku nggak mau." Gumam Alfian kesal dalam hati.

"Alhamdulillah perkembangannya cukup bagus, namun berat masing-masing janin masih kurang dari usianya seharusnya, jadi usahakan banyak makan makanan bergizi serta minum susu buat penunjangnya dan tentunya harus hindari stress ya bu, apalagi calon anak ibu Hani ada tiga, nanti saya resepkan beberapa vitamin untuk ibu." Terang sang Dokter dengan ramah.

"Baik Dokter Dila, terimakasih banyak."

"Sama-sama.. oya satu lagi, hindari kontak dengan asap rokok ya Bu Hani."

"Insyaallah Dokter." Hani melirik suaminya sambil tersenyum, namun hanya tatapan tajam yang ia dapat dari sang suami. Hani kembali mengulum senyumnya.

"Karena begini bu Hani dan Bapak Alfian, dalam sebuah penelitian menyebutkan bahwa paparan asap rokok merupakan paparan asap yang dihirup oleh seseorang yang bukan perokok atau disebut juga dengan perokok pasif." Ucap Dokter memulai penjelasannya sambil melirik dan tersenyum ke arah Alfian.

"Asap rokok lebih berbahaya terhadap perokok pasif daripada perokok aktif. Asap rokok yang dihembuskan oleh perokok aktif dan terhirup oleh perokok pasif, lima kali lebih banyak mengandung karbon monoksida, empat kali lebih banyak mengandung tar dan nikotin." Terang Dokter Dila yang pandangan nya hampir tak lepas dari Alfian, Hani berprasangka baik saja melihat tingkah Dokter tersebut, mungkin ia ingin menasehati suaminya secara tak langsung, mengingat sang suami adalah perokok berat. Dokter Dila melanjutkan bicaranya.

"Wanita yang terpapar asap rokok cenderung lebih sering mengalami gangguan pada kehamilannya karena kandungan zat kimia pada perokok pasif lebih tinggi dibandingkan perokok aktif. Merokok di ruangan tertutup akan meningkatkan konsentrasi partikel asap rokok sebagian diantaranya toksik (racun). Menurut penelitian asap rokok dapat tertinggal lama dalam suatu ruangan, toksin yang terkandung dari asap rokok melekat pada pakaian, tertinggal dalam ruangan, pintu dan perabotan yang ada di sekitarnya selama beberapa minggu dan bulan setelah digunakan untuk merokok. Pada saat pintu dan jendela dibuka atau kipas angin dinyalakan maka toksin akan kembali ke udara di sekitarnya."

"Sebuah penelitian yang lain memaparkan bahwa pada kehamilan khususnya pada trimester kedua terjadi proses penyempurnaan organ janin yang ada di dalam kandungan, jika gas-gas berbahaya dalam rokok dihirup oleh ibu hamil dan beredar ke pembuluh darah dapat menyebabkan pertumbuhan janin di dalam kandungan menjadi terganggu. Bahkan, hal ini dapat menyebabkan terjadinya mutasi gen di dalam tubuh ibu hamil sehingga menimbulkan kelainan kongenital pada bayi. Jadi dalam penelitian ini seorang suami yang merokok di dalam rumah cenderung meningkatkan risiko terpaparnya asap rokok oleh ibu hamil, terutama pada trimester 2, masa dimana terjadinya proses penyempurnaan organ sehingga jika terpapar asap rokok dapat mengakibatkan gangguan pada kehamilannya."

"Menjadi perokok pasif merupakan hal yang berbahaya karena racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang tak dihisap. Bila ibu hamil yang berada dekat dengan suami atau keluarga bahkan orang lain yang sedang merokok setiap hari (perokok aktif), maka semakin berisiko mengalami gangguan kesehatan, terutama penyakit yang berhubungan dengan kehamilan. Racun rokok dalam tubuh perokok aktif terfilter melalui ujung rokok yang dihisap, hal ini sangat berbahaya terutama pada kondisi seorang ibu yang sedang hamil."

"Dampak dari terpaparnya asap rokok pada saat hamil ialah bayi lahir dengan berat lahir rendah atau kelahiran prematur, karena kandungan karbon monoksida dalam rokok yang dapat mengganggu kerja hemoglobin dalam mengikat oksigen yang diedarkan ke seluruh tubuh, sehingga janin dalam kandungan mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi, memperparah asma dan alergi pada bayi juga sindrom kematian bayi mendadak."

Terang Dokter Dila panjang lebar tentang bahayanya ibu hamil bila sering terpapar asap rokok atau menjadi perokok pasif.

"Mohon maaf ini bu Hani saya jadi nasehat panjang lebar, saya yakin bu Hani telah mengetahui dan memahami tentang ini sebelumnya." Ucap Dokter Dila dengan senyum manisnya.

"Iya dokter Dila, nggak apa-apa dok, terimakasih banyak sudah mengingatkan." Jawab Hani dengan santun.

"Sama-sama bu Hani, apa masih ada yang bisa saya bantu bu Hani." Ucap Dokter Dila masih dengan senyum manisnya, matanya kembali melirik Alfian. Alfian yang sedari tadi diam, dan menunduk pura-pura sibuk dengan ponselnya karena menahan rasa kesal dalam hatinya yang seolah ia tersindir dengan ucapan sang dokter. Alfian yang sudah tak tahan dengan kondisi tersebut ia ingin segera keluar dari ruangan itu. Namun pandangan mata mereka beradu. Alfian terpaku dan terkesima dengan mata indah dan senyuman manis sang dokter. "Sungguh indah" Gumam Alfian dalam hatinya.

"Nggak ada dok, terimakasih, kami permisi dulu." Ucap Hani kemudian berdiri dan menyentuh pundak suaminya. Alfian pun kaget kemudian ia cepat memalingkan pandangannya dari Dokter Dila. Dan mereka pun keluar ruangan diiringi oleh suster yang bekerja sebagai asisten Dokter tersebut.

Suster itupun membukakan pintu. "Hati-hati ya bu," ucapnya. Lalu ia kembali memanggil nomor antrian selanjutnya.

"Antrian nomor lima." Sahut sang suster sambil melihat ke sekeliling memastikan yang memiliki nomor antrian tersebut sudah berada di ruangan tunggu. Sang suster pun melihat seorang wanita tergesa-gesa dari pintu luar masuk keruang tunggu.

"Iya sus," sahut wanita itu dengan langkah cepat.

Ketika wanita itu berpas-pasan dengan Hani, tanpa sengaja ia menyenggol bahu Hani. Badan Hani sedikit terdorong ke belakang.

"Maaf, maaf dek, saya nggak sengaja, kamu nggak apa-apa kan?" Ucap wanita itu khawatir dan merasa bersalah, melihat Tubuh Hani yang agak terdorong ke belakang dengan kondisi hamil besar, begitu orang-orang menilai karena walau kandungan Hani masih jalan 4 bulanan, namun karena bayinya ada tiga jadi ukuran perut Hani seperti wanita yang sedang hamil besar.

"Iya tante, nggak apa-apa, saya baik-baik saja." Ucap Hani pada wanita tersebut, wanita yang ditaksir Hani umurnya masih dibawah 40 tahun itu ia panggil dengan sebutan tante.

Lanjut next chapter ya...

Happy reading sobat readers setia noveltoon, semoga menikmati... insyaallah akan ada kejutan demi kejutan setelah ini...

"Seandainya kita tahu seluas apa Nikmat Allah, niscaya tidak akan ada kesempitan hati dalam bersyukur." (Tausiyah Cinta)

Terpopuler

Comments

Assyfa Husna

Assyfa Husna

masyaallah hamil 3...

2024-01-27

0

Merry Dara santika

Merry Dara santika

wah hana Hamil anak 3.semoga aja Alfian bisa berubah

2023-05-26

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 51 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!