11. Hani bermonolog

"Menikah bukan hanya sekedar dia yang mau menikahi atau dinikahi oleh kita. Bukan hanya sekedar "lu mau kan nikah sama gue". Tapi pernikahan itu keputusan yang sangat penting dalam hidup. Kita akan menghabiskan lebih dari setengah hidup kita bersama dia yang tadinya bukan siapa-siapa, bersama dia orang asing. Bagi wanita, ia akan mengabdi kepada orang yang sebelumnya asing dalam hidupnya. Dan bagi laki-laki, ia akan menghidupi orang lain yang awalnya bukan siapa-siapa pula. Pilihlah dia yang mau saling menerima bukan hanya menerima di awal, namun dia yang akan menerimamu dari awal sampai akhirnya kalian dipisahkan oleh-Nya dan hingga dipertemukan kembali di Jannah-Nya." ~heartenlyid~devio

Dirumah sendirian Hani mencoba menenangkan dirinya dengan berpikir bahwa Alfian hanya emosi sesaat saja. Ia yakin Alfian tidak serius dengan ucapannya yang menjelek-jelekkan dirinya. Alfian pasti punya alasan kenapa sampai setega itu berucap padanya. Hani tahu Alfian juga sangat mencintainya.

"Kami saling mencintai." Gumam Hani dalam hatinya. Ia berpikir bahwa mungkin karena Alfian masih belum dewasa dalam berpikir.

Hani berusaha berpikir positif, ia mencoba Googling di HP nya kata-kata motivasi yang siapa tahu dapat membantu menguatkan dirinya. Tiba-tiba Hani menemukan tulisan dengan judul "Jangan Menyerah Meraih Cinta dan Bahagiamu"-Kompasiana.com. Sesaat Hani terpaku dengan judulnya karena sangat cocok sekali dengan situasi yang ia rasakan sekarang, kemudian Hani lanjut membaca isi tulisan dari M.D Ramadhan tersebut.

"Sahabatku yang budiman,

JODOH memang misteri. Terkadang apa yang mati-matian kita perjuangkan harus GAGAL, atau suatu hubungan pernikahan yang telah bertahun-tahun kita jaga dan pertahankan, harus BERHENTI BUBAR ditengah jalan." Hani tersentak memahami kata-kata tersebut. Pernikahannya belum hitungan tahun, tentunya ia tak mau pernikahannya kandas begitu saja. Apalagi ia yang keras ingin menikah dengan Alfian.

Hani mencoba melanjutkan membaca.

"Namun sebelum memutuskan untuk menyerah, bukankah kita harus berjuang dulu? Berjuang habis-habisan hingga kita mendapat jawaban apakah ini semua masih bisa DITERUSKAN atau TIDAK."

"Ya, aku harus berjuang dulu," gumam Hani.

 

"Jikalau kelak akhirnya tetap TIDAK, setidaknya kamu sudah berusaha dan tidak ada yang perlu disesali akibat PERPISAHAN. Dan bila akhirnya mampu DITERUSKAN, maka kamu dan dia akan bergandengan tangan di ujung jalan ini. Dengan perasaan lega dan bangga serta senyum bahagia yang tersisa. Mengingat setiap tangis dan tawa yang mewarnai perjuangan bersama."

"Aku sangat berharap pernikahan kami bisa diteruskan, hingga nanti aku akan merasakan bahagia bersamamu bang Alfian." Gumam Hani kembali setelah membaca penggalan kalimat demi kalimat tersebut.

Hani meraba pipinya yang terasa perih, seketika ia menjadi ragu kembali, apa mungkin nanti ia bisa bahagia dengan suami yang tega main fisik. "Hufft ya Allah..." Desahnya. Ia kembali membaca tulisan itu.

 

"Tak seperti dalam kisah dongeng yang memberikan gambaran pria sempurna berpasangan dengan perempuan yang juga sempurna, di dunia nyata kita harus berdamai bahwa PASANGAN KITA adalah manusia juga, yang punya kekurangan dan kelebihan."

"Eit tunggu, tunggu, sepertinya aku harus mengenal lebih dalam lagi akan sifat suamiku, siapa tahu tersimpan kelebihan yang belum aku ketahui. Ya, itu konsekuensi yang harus aku tanggung karena dulu aku udah tahu ia itu orangnya emosian, dan egois. Aku tetap saja kan menerima kekurangannya itu dan mencintainya." Hani kembali bergumam dan melanjutkan membaca kembali.

 

"Ada perbedaan PANDANGAN dan TUJUAN antara kamu dan dia yang terkadang membuat segalanya jadi sulit. Ada ego yang tersentil sehingga terkadang terpikir untuk saling membenci. Ada rasa jengkel yang membuat masing-masing enggan berkomunikasi untuk sementara waktu. Sementara terkadang rasa bosan dan jenuh membuat hubungan jadi semakin hambar. JANGAN MENYERAH di sini. Kamu dan dia sedang dalam perjalanan menjadi lebih dewasa dan bijak. Sama-sama saling belajar, bukan untuk menjadi sosok sempurna, melainkan menyikapi segala ketidak-sempurnaan dengan dewasa." Hani pun manggut-manggut, ia seperti mendapatkan secercah harapan. Lalu ia kembali membaca,

 

"Jadikan suka duka sebagai alasan untuk bertahan. Sebuah hubungan MUSTAHIL bebas dari masalah. Cekcok dan perdebatan adalah hal yang biasa. Namun seberat apapun masalah yang dihadapi, kamu dan dia harus bisa menjaga dan mempertahankan cinta yang kalian miliki. Meski berat, cinta memang butuh PERJUANGAN. Sebuah kerja sama yang apik antara dua orang untuk saling mengesampingkan ego, dan berjalan beriringan dengan perbedaan."

 

"PERBEDAAN bukan alasan untuk menyerah di tengah jalan. Sebab jika kamu sungguh-sungguh mencintai dia maka yang dibutuhkan adalah PENGERTIAN, bukan KEHARUSAN, Perbedaan-perbedaan itu akan selalu ada, dengan siapapun kamu menjalin hubungan. Cinta butuh pengertian, tapi tidak butuh keharusan. Sebab cinta disusun oleh kasih sayang, yang seharusnya tak membuat satu orang hilang atas nama kesepakatan hanya agar hubungan tetap berjalan."

 

"Tidak ada cinta yang mudah, Tidak ada KEBAHAGIAAN yang diperoleh dengan cara yang instan, semakin berat perjuangannya, justru akan bertambah makna dari hubungan yang sedang kalian jalani. Ingatlah,! ada CITA-CITA dan HARAPAN Bahagia bersama saat kalian memutuskan untuk menjalin hubungan dan hidup bersama, maka JANGAN MENYERAH meraih CINTA dan BAHAGIAMU."

Hani selesai membaca tulisan itu sampai akhir.

"Ya aku jangan menyerah meraih cinta dan bahagiaku. Terimakasih yang terdalam untuk kreator tulisan ini, Alhamdulillah..." Ucap Hani seketika dengan lantang. Ia seperti punya kekuatan kembali.

"Aku harus meminta maaf pada suamiku, siapa tahu ia seperti itu karena kekurangan, kekhilafan atau kelalaian aku sendiri." Ucap Hani memantapkan hatinya.

"Tapi bang Alfian pergi kemana... Bang Alfian pulang ya, Hani menunggu dirimu bang.." Gumam Hani sedih karena semenjak kejadian dua hari lalu, Alfian belum kembali. Hani tak berani mencari tahu keberadaan Alfian karena Papanya dan adiknya Darma seolah-olah mewanti-wanti dengan keras agar Hani tidak menemui suaminya itu. Apalagi Darma, ia tidak terima kakaknya diperlukan kasar oleh abang iparnya. Darma sangat menyayangi kakaknya itu, ia sendiri tak pernah berlaku kasar pada kakaknya. Mereka selalu akur dan saling berbagi sedari kecil.

"Pokoknya kakak jangan coba-coba datang menemuinya, biarkan ia mengakui kesalahannya terlebih dahulu dengan ia yang lebih dahulu mencari kakak, dan berjanji tidak main fisik lagi." Kata-kata Darma tegas saat itu setelah ia diberi tahu akan kejadian menimpa kakaknya oleh Mamanya saat mereka makan malam.

Darma melihat wajah kakaknya pucat dan ada memar di pipinya, sehingga Darma bertanya langsung pada Mamanya, karena Hani seperti mengelak ketika Darma ingin bertanya padanya.

***

"Aku tidak akan mengenal sabar, jikalau cobaan tak kurasakan." (Tausiyah Cinta)

 

Terpopuler

Comments

Krystal Zu

Krystal Zu

hadehh Hani hani

2023-02-06

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 51 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!