Rika tampak tengah mengerjakan tugasnya membersihkan ruang rapat setelah tadi baru saja selesai digunakan. Wanita itu tampak mengerjakan tugasnya sambil mengomel. Bukan tanpa alasan, sebab baru kali ini ia harus mengerjakan semuanya sendiri. Karena biasanya untuk melakukan tugas itu paling tidak dikerjakan oleh dua orang. Tapi karena yang lainnya sedang mendapatkan tugas lain, mau tidak mau Rika harus mengerjakannya sendiri. Tanpa ia ketahui jika saat ini ada seseorang yang tengah mengamati kegiatannya.
Saat Rika tengah sibuk menyelesaikan pekerjaannya tiba-tiba lampu ruangan itu padam. Rika menjerit kaget dan langsung histeris. Apa lagi saat ia berusaha untuk mencapai pintu ia malah terbentur meja dan kursi yang ada didalam ruangan itu. Tak ada seorang pun yang tahu jika ternyata dia itu fobia gelap. Sementara seseorang yang berbuat ulah tampak tersenyum miring.
"Ternyata kau takut gelap... ck... ini hanya awalnya saja... lihat saja nanti, aku akan membuatmu jantungan hingga tidak akan pernah lagi sok kuasa..." gumam orang itu.
Kemudian ia pun pergi dari tempat itu dan tak lama lampu di ruang rapat itu pun kembali menyala. Tapi Rika sudah dalam keadaan tidak baik-baik saja, karena wanita itu tampak syok dan meringkuk diantara meja kursi yang jatuh berserakan akibat tersenggol olehnya tadi. Hampir 15 menit Rika dalam keadaan seperti itu hingga sesama OG menemukannya. Kejadian yang menimpa Rika cukup membuat heboh para rekannya. Pasalnya yang selama ini mereka tahu Rika adalah sosok wanita yang tangguh dan bahkan sering membully orang sekitarnya tak perduli jika orang itu lebih tua darinya.
Kejadian yang menimpa Rika juga terekam cctv yang ada di dalam ruangan, namun tidak ada yang mencurigakan karenanya mereka menganggap itu hanya gangguan listrik biasa. Dan akibat kejadian itu kelemahan Rika jadi diketahui oleh semua orang. Meski ada yang iba, namun tidak sedikit yang malah menganggap itu karma untuk Rika karena selalu berbuat semena-mena. Bahkan menurut mereka kejadian itu hanya secuil sebagai balasan atas perbuatannya selama ini.
Naina pulang ke kosan setelah sempat membeli makanan untuk makan malam. Setelah membersihkan diri, ia pun makan malam sambil menonton televisi. Dan kali ini ia pun kembali tersenyum saat disana diberitakan jika Miko sudah ditemukan dalam keadaan tewas didalam rumahnya. Penyebab utama meninggalnya pria itu sama dengan yang terjadi pada Beni. Ya... keduanya maeninggal karena terkena racun. Tapi sampai saat ini pihak kepolisian belum mengetahui racun apa yang sudah menewaskan keduanya.
Apa lagi bukti cakaran yang semakin membuat polisi semakin kebingungan. Sebab jika racun yang menewaskan Beni dan Miko itu karena serangan binatang buas, maka seharusnya ada bekas gigitan yang menjadi tandanya. Namun ditubuh keduanya hanya ada luka carakan dan selebihnya hanya luka lebam. Meski ditubuh Miko ada luka gigitan, namun luka itu seperti tanda bekas gigitan manusia yang tak mungkin memiliki racun di dalam tubuhnya. Akhirnya polisi memutuskan jika itu gigitan seseorang yang mempertahankan diri dari Miko. Karena menurut ahli forensik bisa diduga jika bekas gigitan itu milik seorang wanita.
Karena trek record Miko yang seorang kriminal yang sudah beberapa kali keluar masuk penjara, mereka menyimpulkan jika bisa saja Miko yang dalam keadaan mabuk telah memaksa seorang wanita sebelum ia tewas. Hal ini kuatkan dengan ditemukannya kandungan alkohol pada tubuh Miko. Kemungkinan wanita itu berhasil melarikan diri dan kemudian terjadilah peristiwa yang menyebabkan pria itu tewas. Dengan bukti ini pihak kepolisian harus berusaha mencari wanita itu. Karena racun pada tubuh Miko berawal dari luka cakaran yang ada pada tubuhnya. Begitu juga dengan Beni yang juga mengalamai hal yang sama.
Tapi yang paling membuat polisi bingung adalah bekas cakaran itu mirip dengan cakaran manusia. Lagi-lagi polisi berasumsi jika itu cakaran milik seorang wanita. Tapi mengapa bekas cakaran itu memiliki sisa racun yang membuktikan jika kuku yang mencakar keduanya beracun. Tapi di dunia ini mana ada manusia yang memiliki kuku beracun?
Naina yang melihat berita itu pun hanya tersenyum miring. Kemudian ia pun memandangi kuku-kuku yang ada pada jemari tangannya. Terlihat biasa seperti milik manusia pada umumnya. Tapi ada satu keanehan disana, yaitu jika ia tengah marah makan kuku-kuku miliknya itu akan memanjang dan runcing. Mirip dengan kukunya saat menjadi sekor kucing. Dan kukunya itu juga memiliki racun yang ganas mirip dengan racun milik king cobra.
Setelah menghabiskan makanannya ia pun segera bersiap untuk tidur. Entah kenapa hari ini ia merasa cukup lelah, oleh karenanya ia memutuskan untuk tidak pergi keluar malam ini. Lagi pula ia harus mencari keberadaan ketiga orang lainnya dulu sebelum membuat mereka menyusul Miko dan Beni.
Keesokan harinya...
Di sebuah gudang yang berada di pinggiran kota tampak tiga orang tengah berkumpul. Mereka adalah Regi, Jono dan Jack. Ditemukannya mayat Miko dan Beni membuat ketiganya merasa khawatir. Terutama Regi yang diantara mereka merupakan yang paling penakut dan percaya dengan hal-hal tahayul.
"Bagaimana? apa kalian sudah bisa menerka siapa orang yang sekiranya bisa menghabisi Beni dan Miko?" tanya Jack setelah membuang asap rokok dari dalam mulutnya.
"Banyak bos... rata-rata mereka adalah saingan bisnis kita... tapi sepertinya bukan mereka... sebab jika mereka yang melakukannya pasti menggunakan senjata untuk menghabisi Beni dan Miko. Bukannya dengan racun yang ditempelkan pada kuku manusia..." ungkap Jono.
"Kau benar... itu berarti ada orang baru yang hendak bermain-main dengan kita..." sahut Jack.
Sementara Regi tampak terdiam. Kematian Miko dan Beni cukup membuatmya syok. Meski ia juga pernah membunuh orang, tapi melihat nasib kedua orang temannya yang mati terbunuh membuatnya tidak ingin mengalami nasib yang sama.
"Heh! kenapa sedari tadi kau diam saja Gi? apa kau sudah mulai ketakutan hah?" tanya Jono yang melihat Regi dengan kesal.
"Ti... tidak... aku hanya sedang berfikir siapa orang yang mungkin saja melakukan itu pada Miko dan Beni..." sahut Regi mengelak.
Ketiganya pun terdiam, dan larut dalam fikiran mereka masing-masing. Tiba-tiba Regi teringat pada peristiwa malam itu. Saat mereka menghabisi gadis muda atas suruhan Johan. Ia teringat jika saat peristiwa itu terjadi, malam itu bulan purnama. Dan gadis itu sebelum meregang nyawa ditangan Jack juga dibantu oleh seekor kucing hitam. Sejenak ada perasaan tidak enak di dalam hatinya mengingat betapa kucing hitam itu sangat ganas saat berusaha menyelamatkan gadis itu. Bahkan saat meninggalkan tempat kejadian, ia masih sempat mendengar suara ngeongan kucing yang hingga saat ini ia masih bisa mengingatnya dan selalu saja membuatnya merasa takut.
"Apa kucing dan gadis itu berubah menjadi hantu dan berusaha untuk membalaskan dendam?" batin Regi dengan wajah yang mulai pucat dan bulu kuduknya pun ikut berdiri.
"Tapi apa mungkin?" gumamnya pelan sambil menggelengkan kepalanya.
"Heh... kau kenapa?" tanya Jack tiba-tiba yang membuat Regi terkejut dan sedikit terlonjak.
"Ti... tidak apa-apa bos..."
Jack hanya mendengus mendengar jawaban Regi. Fikirannya saat ini juga masih kalut. Miko dan Beni merupakan anak buahnya yang terpercaya dan memiliki kemampuan bela diri yang cukup tangguh. Mungkinkah karena itu orang yang menyerang mereka berdua menggunakan racun? Karena tak menemukan solusi akhirnya Jack menyuruh kedua anak buahnya yang tersisa itu untuk mulai merekrut anggota baru. Karena tidak mungkin mereka melanjutkan bisnis mereka tanpa tambahan tenaga.
Setelah memberikan perintah pada Regi dan Jono, ia pun segera pergi dari tempat itu untuk menemui seseorang yang ia percaya bisa membantunya untuk mencari pembunuh Miko dan Beni. Sementara Regi dan Jono pun pergi ke tempat dimana mereka bisa menemukan orang baru yang bisa mereka rekrut sebagai anggota. Tempat itu tidak lain adalah club murahan yang ada didaerah pinggiran kota. Dimana disana banyak terdapat preman yang berkumpul untuk sekedar minum atau pun mencari peluang pekerjaan.
Club murah itu sebenarnya adalah warung remang-remang yang buka 24 jam. Di sana banyak preman rendahan yang berminat untuk bisa masuk ke dalam bisnis yang lebih besar. Jika pada kehidupan orang biasa maka tempat itu mirip dengan tempat penyalur tenaga kerja. Tapi ini khusus untuk dunia hitam.
Tak butuh waktu lama, Regi dan Jono sudah berhasil mendapatkan sepuluh orang baru yang nantinya akan diseleksi langsung oleh Jack agar bisa menjadi anggota. Sesudahnya mereka pun menghubungi bos mereka itu untuk melaporkan hasil kerja mereka. Jack yang menerima laporan dari anak buahnya itu pun merasa sedikit tenang karena sudah ada kandidat yang akan mengganti posisi Miko dan Beni. Ia juga berencana untuk menambah jumlah anggotanya setelah orang yang ia temui tadi mengatakan jika kemungkinan orang yang membunuh Beni dan Miko adalah bukan orang sembarangan. Jadi ia perlu tambahan orang untuk melawan.
Di tempat lain...
Naina ditugaskan oleh bu Hana untuk mengantarkan pesanan minuman salah satu karyawan di lantai 8. Lantai dimana tempat ruangan Johan juga berada. Setelah selesai, tanpa ia duga Johan memanggilnya dari dalam ruangannya yang pintunya terbuka. Mungkin pria itu hendak menyuruh Naina melakukan sesuatu saat melihat gadis itu melintas di depan ruangannya.
Dengan hati berdebar Naina berbalik dan berjalan ke ruangan Johan. Tampak pria itu tengah fokus pada dokumen yang ada dihadapannya.
"Tolong kamu buatkan saya kopi hitam, dan antarkan juga ini pada bu Risma di bagian keuangan!" perintahnya sambil menyerahkan map berisi dokumen kepada Naina.
Gadis itu tampak terkejut mendapatkan tugas tersebut. Pasalnya itu bukan tugasnya untuk mengantarkan dokumen penting seperti itu. Bukankah biasanya sekretaris atau pun asisten yang biasa melakukannya? karena Naina yakin dokumen itu tidak bisa sembarang orang melihatnya.
"Heh! kenapa malah bengong? cepat antarkan dokumen ini segera lalu buatkan saya kopi!"
"Baik pak..." sahut Naina kemudian mengambil dokumen yang dimaksud oleh Johan.
Setelah itu gadis itu pun langsung buru-buru pergi dari ruangan Johan. Sampai di luar Naina menghembuskan nafasnya lega karena Johan benar-benar tidak mengenalinya. Tapi ia juga penasaran mengapa ia yang disuruh mengantarkan dokumen itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments