Mengantar Pulang

Sore hari Naina pulang dengan tergesa-gesa karena ia ingin segera menemukan Jono. Seharian ini ia bekerja dengan tidak tenang karena khawatir jika laki-laki itu sudah mengetahui identitasnya dan melaporkannya pada Jack dan juga Johan. Saat menunggu angkot yang biasa dinaikinya, tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti di depan Naina yang membuat gadis itu terkejut. Dan saat kaca jendela mobil itu dibuka, tampak Adrian yang duduk di kursi penumpang.

"Naina... kamu mau pulang?" tanya Adrian basa basi.

"Iya tuan..." sahut Naina singkat dengan rasa kikuk.

"Kalau begitu masuklah... biar aku antar" kata Adrian sambil membuka pintu dari dalam agar Naina bisa masuk dan duduk disampingnya.

"Tidak usah tuan... biar saya naik angkot saja..." tolak Naina halus.

"Ayolah... itung-itung ini sebagai ucapan terima kasihku karena tadi kamu sudah membantuku masalah tikus tadi..." bujuk Adrian.

Naina tampak berfikir sejenak hingga akhirnya ia pun mengangguk setuju dan masuk ke dalam mobil Adrian.

"Jalan pak!" titah Adrian pada sang sopir saat Naina sudah masuk ke dalam mobil.

"Alamat rumahmu dimana?" tanya Adrian.

Naina pun menyebutkan alamat kosannya. Adrian pun lalu menyuruh sopirnya untuk pergi ke alamat Naina terlebih dahulu. Setelahnya suasana canggung tiba-tiba terjadi diantara keduanya. Naina yang merasa tidak enak telah merepotkan atasannya, sedang Adrian bingung ingin mengajak ngobrol apa agar ia bisa lebih akrab dengan gadis itu. Sementara Naina mencoba menghilangkan rasa gugupnya duduk berdua saja bersama Adrian dengan memandang ke arah luar jendela mobil.

Saat itulah ia melihat Jono tengah markirkan motornya di sebuah mini market. Dengan cepat ia pun meminta sopir untuk menghentikan mobilnya membuat Adrian terkejut.

"Maaf tuan... saya baru ingat saya harus membeli sesuatu di mini market itu..." tunjuk Naina.

"Ah iya... tidak apa-apa... biar saya tunggu..." sahut Adrian.

"Tidak usah tuan... nanti malah akan merepotkan..."

"Tidak apa-apa... bukankah aku sudah bilang akan mengantarkanmu pulang? jadi pergilah... kami akan menunggumu lalu mengantarkanmu pulang" kata Adrian tak ingin dibantah.

Naina pun tidak bisa lagi menolak dan akhirnya gadis itu pun segera turun dari dalam mobil dan bergegas menuju ke dalam mini market. Untung saja ia melihat Jono masih belum keluar dari dalan mini market dan terlihat tengah sibuk membeli beberapa barang. Naina segera mencari tempat untuk mengawasi apa yang dilakukan oleh Jono. Agar tidak mencurigakan ia pun berpura-pura sedang memilih beberapa barang sambil menyembunyika wajahnya agar tidak dikenali oleh Jono.

Saat melihat laki-laki itu selesai berbelanja dan berjalan ke arah kasir, Naina pun mengambil beberapa barang yang ada dihadapannya secara asal. Kemudian ia pun turut membayar ke kasir. Keadaan mini market yang sepi membuat Naina mengantri tepat dibelakang Jono. Namun laki-laki itu sama sekali tidak menyadari kehadiran Naina karena sibuk dengan belanjaannya. Setelah selesai, Jono pun segera keluar dari mini market. Naina yang hanya membeli dua macam barang pun dengan segera menyusul keluar.

Untung saja Jono tidak langsung pergi dengan motornya dari sana karena ia terlihat tengah menerima telfon dari ponselnya. Entah kebetulan atau keberuntungan, tiba-tiba seekor kucing liar mengeong dan mengusakkan tubuhnya di kaki Naina. Tampaknya kucing itu tengah kelaparan. Naina yang tadi tidak sengaja membeli satu bungkus makanan kucing pun segera mengambil makanan kucing yang ada di dalam kantong plastik dan memberikannya pada kucing itu. Dengan posisi jongkok ia memberi kucing itu makan. Dan dengan demikian posisinya tidak terlihat oleh Jono, malah sebaliknya kini Naina bisa leluasa mengawasi laki-laki itu.

"Apa kau ingin mengawasi laki-laki itu?" terdengar suara berkata padanya.

Naina terkejut... sebab jika yang ia dengar saat ini sebenarnya suara ngeongan si kucing yang tengah asyik menyantap makanannya. Namun entah mengapa ia bisa mengerti maksudnya.

"Kenapa terkejut? kau dan aku sebenarnya sama bukan? hanya saja saat ini roh kamu berada di dalam tubuh seorang manusia..." ucap kucing itu yang kini terlihat tengah menjilati cakarnya setelah semua makanan yang diberikan oleh Naina tandas.

"Baiklah... memang benar, aku ingin mengawasi orang itu karena dia sudah membunuh majikanku" ungkap Naina lirih.

"Baik... aku akan membantumu..." sahut sang kucing.

"Tunggu! bagaimana nanti kau akan memberi tahuku?" tanya Naina sebelum kucing itu berbalik untuk pergi.

"Kau tenang saja... aku akan mencarimu setelah mendapatkan informasi yang berguna untukmu... dan terima kasih atas makanannya... kau sama seperti majikanmu, dulu ia juga sering memberiku makan jika kami bertemu... anggap ini juga balas budiku padanya dengan membantumu..." terang kucing itu lalu berlalu pergi mengikuti Jono.

Tanpa sepengetahuan laki-laki itu, sang kucing sudah naik ke belakang jok saat ia tengah menyalakan motornya. Semua orang yang melihat itu mengira jika kucing itu peliharaan Jono yang imut. Setelah kepergian Jono dan kucing itu Naina pun kembali ke mobil Adrian. Sementara Adrian yang sejak tadi memperhatikan Naina dari dalam mobil tampak bertambah kagum pada gadis itu karena mau memberi makan pada kucing liar.

"Maaf tuan, jika menunggu lama..." kata Naina merasa tidak enak pada Adrian.

"Tidak apa-apa... lagi pula kamu pergi tidak terlalu lama..." sahut Adrian sambil tersenyum.

Lalu Adrian menyuruh pak sopir untuk melanjutkan perjalanan. Sepuluh menit kemudian mereka sampai di depan gang kosan Naina. Gadis itu pun turun disana karena tidak mungkin mobil itu memasuki jalan kampung yang cukup sempit.

"Sekali lagi terima kasih tuan, atas tumpangannya" ucap Naina tulus sebelum ia keluar dari dalam mobil Adrian.

"Sama-sama Nai... oh iya kalau bisa saat diluar kantor seperti ini jangan panggil aku tuan... rasanya sangat tidak nyaman..." kata Adrian sambil mengelus tengkuknya.

"A... jadi...saya harus memanggil apa?" tanya Naina bingung.

"Terserah... mau panggil nama boleh, panggil kakak juga boleh... yang penting jangan tuan... karena kesannya aku ini majikanmu saja..."

"Tapi kan memang anda majikan saya di kantor tuan..." sanggah Naina.

"Iya... tapi itu kan di kantor Nai... dan jika diluar kita ini sama..." kata Adrian tak ingin dibantah.

"Baiklah... kalau begitu lebih baik saya panggil kak Adrian saja bagaimana?"

"Boleh juga... aku suka..." sahut Adrian dengan wajah ceria.

"Baiklah... kak Adrian saya pamit dulu dan terima kasih atas tumpangannya..." ucap Naina.

"Iya sama-sama Nai..." ujar Adrian sambil tersenyum.

Naina pun segera turun dari dalam mobil dan berjalan masuk ke dalam gang menuju ke kosannya. Sementara Adrian tampak berbunga-bunga karena berhasil mengantar pulang Naina meski pun belum sampai didepan kediaman gadis itu. Adrian ingin melakukannya secara perlahan agar Naina merasa nyaman dan bisa menerima dirinya.

"Kita pulang sekarang pak!" kata Adrian pada sopirnya.

Dan sang sopir pun kembali menjalankan mobilnya menuju ke rumah Adrian. Sepanjang perjalanan Adrian tampak tersenyum-senyum sendiri membuat sang sopir yang memperhatikan dari tadi melalui kaca spion pun ikut tersenyum senang. Pasalnya baru kali ini ia melihat majikannya merasa senang setelah mengantarkan seorang gadis. Karena selama ini Adrian selalu saja uring-uringan saat harus menjemput dan mengantarkan Tasya yang merupakan tunangannya. Dan ia tahu itu semua karena Adrian terpaksa menerima perjodohan dari kedua orangtuanya.

"Semoga saja tuan Adrian berjodoh dengan gadis tadi..." do'a Maman sopir Adrian.

Maman memang sopir keluarga Adrian sejak lama, sehingga ia tahu betapa tertekannya pria itu saat harus menuruti perintah kedua orangtuanya untuk bertunangan dengan Tasya. Bukan karena lemah Adrian menuruti perintah orangtuanya, tapi karena jebakan ibunya yang berpura-pura sakit parah dan tengah meregang nyawa sehingga mau tidak mau Adrian pun menuruti keinginan terakhir mamanya. Tapi saat Adrian mengetahui kebenarannya ia sudah terlanjur bertunangan dengan Tasya. Sehingga sulit bagi Adrian untuk membatalkan pertunangannya dengan Tasya tanpa alasan yang kuat.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!