#14. Tanggal pernikahan ditentukan

Seminggu berlalu, Deni pun tiba di Pekanbaru. Mengetahui Deni sudah di Pekanbaru, Radit dan orang tua Radit pun datang berkunjung ke rumah Bang Deni dan kak Sari. Tentunya tidak asing adalah untuk melihat dan mengenal Vina yang bakal jadi istri dari Radit sendiri.

"Jalan Asoka No. 108. Ini Alamat yang di berikan Bang Deni kepada ku, ayah. Mungkin ini adalah alamat rumah nya Bang Deni!", ucap Radit yakin, setelah membaca ulang alamat yang diberikan Deni kepada nya.

"Ayo ketuk pintunya, pasti mereka sudah menunggu kita", ucap Steven ayahnya Radit.

Tok...tok...tok...

Radit terus mengetuk sambil mengucapkan, "Bang...bang Deni"

Krek.... Deni membuka pintu, setelah mengetahui ada yang mengetuk pintu.

"Heh, Radit dan bapak, ibu. Silahkan masuk Pak, Bu.", sambil menyalami satu persatu Radit dan kedua orangtuanya. Begitu juga Sari menyalami dan mempersilahkan tamunya duduk di bangku.

"Bagaimana Pak, Bu. Susah ya mencari alamatnya?", tanya Deni basa-basi memulai pembicaraan.

"Oh, Gampang kok. Kebetulan ada saudara juga yang alamatnya nama-nama bunga dekat daerah sini. Saya sudah berpikir itu pasti dekatan dengan rumah saudara saya", Steven memberitahu bahwa, alamat rumah Deni dekat dengan rumah saudara Steven.

"Oh. Ada saudara rumahnya dekat sini. Tinggal di jalan apa mereka pak?", tanya Deni ingin tahu.

"Tinggal di jalan Matahari", jawab Steven dengan bersemangat.

"Oh matahari, iya dekat dengan simpang yang di jalan besar. Ada 3 jalan lagi dari sini", Deni menyakinkan Steven.

"Iya benar. Tadi kami sudah melewati nya. Kami memang belum memberitahu ke saudara saya tersebut bahwa kami akan datang ke rumah nak Deni. Nantilah, biar smua menjadi kejutan saja buat mereka", Steven memberi alasan.

Semua pun sontak tertawa dan mengangguk-angguk sambil senyum-senyum.

"Oh iya, mana yang bakal jadi calon menantu kami nantinya nak Deni?, sepertinya Radit sudah tidak sabar nih, ingin melihat calon istri nya",

Steven menggoda Radit, Radit pun menjadi terkejut dan malu-malu dirinya dijadikan kambing hitam oleh kedua orangtuanya.

Kembali semua tertawa dan senyum-senyum melihat pipi Radit memerah begitu, karena di goda terus oleh kedua orangtuanya.

Saripun langsung bergerak ke arah kamar untuk memanggil Vina yang sedang berada di kamar.

Sari mengetuk pintu sambil berucap, "Vin, buka pintu nya Vin",

"Iya kak, ada apa?", sambil mengusap-usap matanya.

"Radit dan kedua orangtuanya sedang ada di ruang tamu. Kamu keluar lah dan temui mereka. Mereka sudah tidak sabar ingin melihat kamu", Sari memberitahu, sontak Vina terkejut dan merasa panik dan pergi buru-buru ke kamar mandi untuk sekedar cuci muka dan langsung menemui Sari di kamarnya.

"Ayo keluar, tidak usah berdandan, kelamaan dikira kamu tidak mau menemui mereka. Tidak apa-apa begitu kamu tetap cantik kok", Sari menyemangati Vina.

"Vina malu kak", Vina sembunyi di belakang punggung Sari.

"Ini dia anaknya, baru bangun tidur", Sari memperkenalkan Vina.

Satu persatu Vina menyalami Radit, dan kedua orang tua Radit Steven dan Maria.

"Wah cantik, pantesan Radit langsung mau di jodohkan dengan Vina", kembali Steven menggoda Radit.

Radit pun langsung menyangkal, karena merasa malu terus digoda oleh orang tuanya.

"Radit belum pernah ketemu, ma sama Vina. Ini baru pertama bertemu", ucap Radit malu sambil terus melihat ke arah Vina.

Vina pun ikut malu mendengar namanya pertama kali disebut Radit.

"Ternyata Radit lumayan ganteng, tidak terlalu tua seperti yang diberitahukan Sari, bahwa Radit berumur 30 tahun" pikir Vina dalam benaknya.

"Pak, Bu, Vina permisi dulu sebentar ke dapur. Mau menyeduh teh", Vina permisi meninggalkan tamunya dan berjalan ke arah dapur.

"Oh iya, Tidak usah repot-repot Vina", ucap Maria basa-basi.

"Baiknya secepatnya saja kita langsungkan pernikahan Radit dan Maria. Karena kan Radit juga sudah lama menganggur di rumah.

Nanti setelah menikah Radit bisa langsung kerja lagi. Kan tidak enak berlama-lama menganggur, nanti pemilik perusahaan ekspedisi malah memecat Radit", Maria mengutarakan maksud kedatangannya.

"Oh baguslah kalau begitu rencananya. Saya pun juga seperti itu posisinya. Jangan terlalu lama menganggur kerjanya. Mau makan apa nanti", Deni membenarkan pendapat ibu Radit.

"Kita langsungkan resepsi pernikahan 3 hari kemudian. Nikahnya secara agama saja, adatnya nanti saja. Setelah Radit dan Vina mapan.

Resepsi pernikahan nya sederhana saja. Kami pun tidak mengundang banyak tamu hanya keluarga saja, begitu juga kiranya pihak keluarga Vina, kiranya hanya mengundang pihak keluarga saja", Maria secara tegas memberitahukan bagaimana konsep pernikahan Radit dan Vina nantinya.

"Oh iya, pernikahan dan resepsi pernikahan di adakan di Tanjung pinang, tepatnya di pihak mempelai pria", Maria menambahi.

Deni dan Sari hanya manggut-manggut.

"Kalau tidak ada pesta secara adat, berarti pihak mempelai pria tidak ada memberikan mahar kepada pihak mempelai perempuan", pikir Deni dalam hatinya setelah sadar tidak akan diberi mahar.

Deni dan Sari merasa kecewa, keluarga Radit begitu pelit dan itung-itungan. Tetapi karena Deni sudah memaksakan Vina untuk dijodohkan dengan Radit. Deni merasa malu untuk membatalkan perjodohan ini.

Dan memang orang tua Radit tidak ada sama sekali menyinggung mengenai mahar yang akan diberikan kepada Vina. Itung-itung sebagai pengganti pembelian baju pengantin dan ongkos keluarga pihak perempuan ke Tanjung pinang.

Mengingat jumlah uang yang akan Deni sediakan lumayan banyak. Deni mencoba berbicara secara terang-terangan, "Maaf pak, Bu.

Apa tidak ada mahar yang akan diberikan, itung-itung sebagai pengganti uang untuk pembelian baju pengantin dan ongkos pihak keluarga kami nanti ke Tanjung pinang", Deni berbicara dengan lembut.

"Tidak ada dong. Kan pesta adatnya nanti setelah Radit dan Vina mapan. Tidak perlu ongkos besar dong, karena kan tidak mengundang orang hanya keluarga saja", Maria merasa ngotot.

"Iya sih, tetapi Vina juga butuh baju pengantin. Kami memang bermaksud hanya mengundang keluarga saja. Tetapi kan butuh satu mobil mini bus juga kesana!", Deni tegas dan tidak mau kalah.

Melihat Deni bicara dengan tegas. Steven melirik kepada Maria, agar menyetujui apa yang diucapkan Deni.

"Baiklah kalau begitu, maharnya kami memberikan uang sebesar 3 juta. Hanya segitu yang bisa kami berikan", Maria tidak mau rugi dan langsung menyerahkan uang sebesar 3 juta sebagai pengganti mahar.

"Sebenarnya itu pas-pasan sekali, tetapi sudahlah. Daripada aku yang menutupi biayanya semua, pasti sangatlah sulit", pikir Deni dalam hatinya.

Dengan sangat terpaksa Deni menyetujui apa yang di ucapkan oleh ibu Radit. Deni juga tidak menyangka kalau orang tua Deni sangat pelit dan itung-itungan.

Sekilas Vina mendengar pembicaraan ibu Radit yang menyatakan hanya resepsi pernikahan saja tanpa adat.

Tunggu Radit dan Vina mapan. Pernikahan juga hanya di laksanakan secara agama tanpa adat dan hanya menggelar resepsi pernikahan yang sederhana dan mengundang hanya keluarga terdekat saja.

Dalam hati Vina berpikir, "Bukan kah, bang Deni mengatakan kalau Deni adalah anak orang kaya dan anak semata wayangny, mengapa hanya resepsi yang sederhana dan pesta tanpa adat".

Tetapi Vina tetap berpikiran positif saja. "Tidak apalah menikah secara sederhana. Bagus juga bisa berhemat daripada besar-besaran.

Toh jadinya seperti membuang-buang duit saja. Padahal sama saja kan sakralnya pesta kecil maupun pesta besar", pikir Vina dalam hatinya dan berusaha hanya mengambil hikmah yang terbaik saja tidak menanggapi yang aneh-aneh.

Vina langsung mengantar minuman yang telah diseduhnya. Satu persatu kelas di letakkan di depan masing-masing termasuk minuman Deni dan Sari.

"Silahkan di minum, minumannya pak, Bu", ucap Vina dengan lembut dan ramah.

"Wah, pas banget rasanya. Tidak kemanisan ataupun kurang gula. Ternyata Vina pintar ya, menyeduh tehnya", Maria memuji Vina.

Vina tersipu malu "Sifat ibu Radit ramah dan menyenangkan, apakah seperti ini sifat aslinya", Vina berusaha menebak dan mendalami sifat ibu Radit.

"Ternyata Radit pintar ya, cari istri. Sepertinya tidak boros, karena menyeduh tehnya pas tidak kemanisan", Maria kembali memuji Vina.

Vina hanya tersenyum sambil melirik ke arah ibu Radit. Vina merasa tidak enak di puji terus.

"Begini Vin, Tadi kami sudah berunding pernikahan kalian diadakan 3 hari lagi. Mengenai konsepnya ibu juga sudah membicarakan nya kepada Deni dan Sari. Apakah kamu keberatan Vina?", ucap Maria.

Vina bingung tidak tahu harus menjawab apa. "Aku kan tidak punya baju pengantin, bagaimana mungkin baju pengantin bisa selesai di jahit hanya dalam tempo 3 hari", gumam Vina dalam hati.

Tetapi melihat kak Sari mengangguk-anggukkan kepalanya. "Mungkin kak Sari sudah menyediakan pakaian pengantin untuk ku", pikir Vina dalam benaknya.

Keluarga Radit pun pamit untuk pulang.

"Kami permisi untuk pulang ya, Terimakasih untuk jamuannya dan kiranya sampai hari H nya nanti semuanya diberikan kelancaran dan kemudahan", Steven menutup pembicaraan untuk pertemuan ini.

Semua pun hanya manggut-manggut dan saling berjabat tangan. Keluarga Radit langsung beranjak meninggalkan rumah.

Episodes
1 #1. Vina bertransmigrasi ke negeri asing
2 #2. Vina kembali ke rumah.
3 #3. Vina mimpi buruk
4 #4. Vina menyampaikan pesan dalam mimpinya.
5 #5. Kembali Vina didatangi mahkluk astral.
6 #6. Vina menyampaikan pesan hantu Clara.
7 #7. Vina di jodohkan
8 #8. Vina bermaksud pulang kampung
9 #9. Bus yang ditumpangi Vina menghilang
10 #10. Ternyata Bus yang meninggalkan Vina telah jatuh ke jurang 3 hari yang lalu
11 Vina tiba di kampung
12 #12. Ayah Vina menyetujui perjodohannya
13 #13. Radit menyetujui perjodohannya
14 #14. Tanggal pernikahan ditentukan
15 #15. Sari memberikan banyak nasihat
16 #16. Sikap mertua tidak seperti yang Vina harapkan
17 #17. Radit memberi gajinya kepada ibu mertua.
18 #18. Ibu mertua selalu memperlakukan Radit seperti anak kecil
19 #19. Ada sosok mahkluk astral di rumah Radit
20 #20. Ternyata Maria terus saja membentak Vina.
21 #21. Maria selalu berprasangka buruk
22 #22. Vina mual-mual
23 #23. Vina positif hamil
24 #24. Steven mengetahui perbuatan jahat Maria
25 #25. Maria minta maaf
26 #26. Maria terus mengurung diri setelah Steven meninggal dunia
27 #27. Ternyata Maria berpura-pura sakit
28 #28. Maria berpura-pura baik dihadapan Radit
29 #29. Radit menolak kemauan Maria.
30 #30. Maria bersikap jahat ketika Radit tidak di rumah
31 #31. Maria mencuri uang simpanan vina
32 #32. Maria menyuruh Vina makan pakai garam
33 #33. Vina ingin hidup mandiri tidak serumah dengan Maria
34 #34. Maria menyetujui Vina dan Radit mengontrak rumah.
35 #35. Vina dan Radit tinggal di Jakarta
36 #36. Vina memulai hidup baru di kota besar.
37 #37. Radit begitu perhatian
38 #38. Radit tidak menemui Vina sudah 45 hari
39 #39. Radit tidak pernah kembali
40 #40. Vina kemalingan di dalam angkutan umum
41 #41. Vina ditolong oleh supir angkot
42 #42. Vina bekerja di pasar sebagai pengupas bawang.
43 #43. Kehidupan Vina berangsur lebih baik
44 #44. Vina berkenalan dengan Beni
45 #45. Vina bertemu dengan anak-anak Beni
46 #46. Vina menikah dengan Beni
47 #47. Clara mengetahui kalau dirinya bukan anak Beni.
48 #48. Clara mulai bekerja di Jakarta
49 #49. Clara berkenalan dengan Ilham
50 #50. Ilham dan Clara beda keyakinan
51 #51. Ilham ingin menanyakan perihal hubungan mereka
52 #52. Ilham menginginkan Clara pindah keyakinan.
53 #53. Clara bingung
54 #54. Clara mencoba menghindari Ilham
55 #55. Clara sakit
56 #56. Clara mengucapkan kalimat syahadat.
57 #57. Maria dan Radit menuai karma
58 #58. Orang-orang terdekat Vina di santet.
59 Menjadi Indigo Plus Mertua Kikir
Episodes

Updated 59 Episodes

1
#1. Vina bertransmigrasi ke negeri asing
2
#2. Vina kembali ke rumah.
3
#3. Vina mimpi buruk
4
#4. Vina menyampaikan pesan dalam mimpinya.
5
#5. Kembali Vina didatangi mahkluk astral.
6
#6. Vina menyampaikan pesan hantu Clara.
7
#7. Vina di jodohkan
8
#8. Vina bermaksud pulang kampung
9
#9. Bus yang ditumpangi Vina menghilang
10
#10. Ternyata Bus yang meninggalkan Vina telah jatuh ke jurang 3 hari yang lalu
11
Vina tiba di kampung
12
#12. Ayah Vina menyetujui perjodohannya
13
#13. Radit menyetujui perjodohannya
14
#14. Tanggal pernikahan ditentukan
15
#15. Sari memberikan banyak nasihat
16
#16. Sikap mertua tidak seperti yang Vina harapkan
17
#17. Radit memberi gajinya kepada ibu mertua.
18
#18. Ibu mertua selalu memperlakukan Radit seperti anak kecil
19
#19. Ada sosok mahkluk astral di rumah Radit
20
#20. Ternyata Maria terus saja membentak Vina.
21
#21. Maria selalu berprasangka buruk
22
#22. Vina mual-mual
23
#23. Vina positif hamil
24
#24. Steven mengetahui perbuatan jahat Maria
25
#25. Maria minta maaf
26
#26. Maria terus mengurung diri setelah Steven meninggal dunia
27
#27. Ternyata Maria berpura-pura sakit
28
#28. Maria berpura-pura baik dihadapan Radit
29
#29. Radit menolak kemauan Maria.
30
#30. Maria bersikap jahat ketika Radit tidak di rumah
31
#31. Maria mencuri uang simpanan vina
32
#32. Maria menyuruh Vina makan pakai garam
33
#33. Vina ingin hidup mandiri tidak serumah dengan Maria
34
#34. Maria menyetujui Vina dan Radit mengontrak rumah.
35
#35. Vina dan Radit tinggal di Jakarta
36
#36. Vina memulai hidup baru di kota besar.
37
#37. Radit begitu perhatian
38
#38. Radit tidak menemui Vina sudah 45 hari
39
#39. Radit tidak pernah kembali
40
#40. Vina kemalingan di dalam angkutan umum
41
#41. Vina ditolong oleh supir angkot
42
#42. Vina bekerja di pasar sebagai pengupas bawang.
43
#43. Kehidupan Vina berangsur lebih baik
44
#44. Vina berkenalan dengan Beni
45
#45. Vina bertemu dengan anak-anak Beni
46
#46. Vina menikah dengan Beni
47
#47. Clara mengetahui kalau dirinya bukan anak Beni.
48
#48. Clara mulai bekerja di Jakarta
49
#49. Clara berkenalan dengan Ilham
50
#50. Ilham dan Clara beda keyakinan
51
#51. Ilham ingin menanyakan perihal hubungan mereka
52
#52. Ilham menginginkan Clara pindah keyakinan.
53
#53. Clara bingung
54
#54. Clara mencoba menghindari Ilham
55
#55. Clara sakit
56
#56. Clara mengucapkan kalimat syahadat.
57
#57. Maria dan Radit menuai karma
58
#58. Orang-orang terdekat Vina di santet.
59
Menjadi Indigo Plus Mertua Kikir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!