Suara merdu yang terdengar dari mesjid terdekat berkumandang mengingatkan seluruh umat nya untuk segera melaksanakan sholat.
Vina pun tersadar dan segera bangun dari tidurnya. Ia ingat pesan pemilik restoran untuk segera meninggalkan ruang sholat karena akan di pakai untuk sholat bagi pegawai dan penumpang bus yang sedari semalam menginap di restoran.
Sebelum meninggalkan ruang sholat tersebut tidak lupa Vina terlebih dahulu membersihkan nya dan segera mengemasi barang-barang nya selanjutnya akan melapor ke Polsek terdekat perihal bus yang ditumpangi nya yang tiba-tiba meninggalkan nya.
"Pak, Terimakasih atas kebaikan bapak yang telah memberikan tumpangan agar saya bisa istirahat dengan tenang", ucap Vina kepada pemilik restoran.
"Iya ibu, tidak apa-apa. Itu karena ibu adalah seorang perempuan. Tidak mungkin juga saya biarkan kalau ibu tidur di antara para lelaki", pemilik warung menegaskan.
"Iya pak, saya sangat menghargai dan berterimakasih atas pengertian bapak, sekalian saya pamit pak, saya akan mencoba bertanya ke kantor Polsek terdekat perihal bus yang saya tumpangi", Vina memberitahu rencana selanjutnya, Pemilik warung mengangguk.
Vina pun segera meninggalkan warung dan bergerak ke arah sesuai yang diarahkan pemilik warung mengenai letak kantor Polsek terdekat.
Vina berjalan ke arah depan jalan dan memang dari kejauhan kantor Polsek tersebut sudah terlihat, selain jaraknya yang tidak terlalu jauh. Bangunan kantor Polsek tersebut lumayan besar dengan halaman yang luas dan ada tertulis Polsek di bagian atap bangunan, sehingga terlihat dari jauh.
Tidak beberapa lama berjalan sampailah Vina di kantor Polsek tersebut. Vina langsung di tanyai oleh petugas polisi yang sedang berjaga di gerbang depan.
"Selamat pagi dek, ada keperluan apa dan hendak kemana?", sapa pak polisi ramah.
"Selamat pagi juga pak, saya ingin menanyakan beberapa informasi mengenai bus yang saya tumpangi tiba-tiba meninggalkan saya di restoran dan barang-barang saya juga masih ada tertinggal di dalam Bu", Sari memberitahu kondisinya.
"Oh begitu, silahkan adek masuk dan temui polisi yang ada di ruangan depan tersebut", polisi mengarahkan Vina dan menunjukkan arah Vina akan melapor dan bertanya perihal masalah yang di alami Vina.
"Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu ya pak", Vina pun meninggalkan polisi yang berjaga di depan gerbang.
Vina pun melanjutkan perjalanannya menuju ruangan yang dimaksud polisi jaga di gerbang depan.
Ternyata benar ada beberapa orang polisi yang sedang berjaga di ruangan tersebut.
"Selamat pagi dek, mau kemana dan. ada kepentingan apa datang kemari", sapa nya dengan ramah.
"Selamat pagi juga Pak, saya ingin melapor mengenai bus yang saya tumpangi semalam tiba-tiba meninggalkan saya, secara barang-barang saya masih tertinggal di dalam bus. Dan anehnya pak", Vina terdiam sesaat tidak melanjutkan perkataannya.
Pak polisi saling menatap satu dengan yang lain sembari kebingungan. "Aneh bagaimana maksud nya Bu", serentak beberapa polisi berkata.
"Anehnya, semua orang yang berada di restoran tidak satupun, yang melihat bahwa bus tersebut parkir di halaman restoran tepatnya di depan pintu masuk.
Padahal saya yakin sekali bus itu parkir pas di depan pintu masuk restoran, karena ketika turun saya perhatikan sekilas posisi parkir bus.
Maksudnya agar saya bisa cepat mengetahui letak bus yang saya tumpangi tidak meninggalkan saya.
Saya pun langsung turun dari bus, karena merasa sudah kebelet untuk cepat cepat ke toilet. Setelah pulang dari toilet saya sadar dan melihat kalau bus yang saya tumpangi tidak ada lagi di lokasi parkir.
Saya pun bertanya kepada beberapa orang yang sedang duduk di sekitar pintu masuk restoran, tetapi tidak satupun mereka melihat kalau sedari tadi tidak ada bus yang masuk ke halaman restoran", Vina menjelaskan secara mendetail pengalamannya semalam.
Pak Polisi yang mendengarkan penjelasan Vina mencoba tenang dan biasa tidak menunjukkan sikap takut. "Begini Dek, kalau adek merasa yakin bus yang ditumpangi telah meninggalkan adek, coba beritahu kami nama Bus nya dan berapa plat nomor bus tersebut", Pak Polisi mencoba menggali kebenaran informasi yang Vina berikan.
"Nama bus yang saya tumpangi bernama Bus Merpati, dan platnya B 3456Ad", Vina menyakinkan petugas kepolisian, karena mereka menganggap Vina seperti memberitahu berita bohong.
Salah satu petugas mencoba meninggalkan ruangan dan pergi mencari informasi perihal permasalahan Vina.
"Sebentar ya Dek, teman saya mencoba mencari informasi", ucap salah satu petugas yang masih tinggal di tempat Vina menunggu.
"Iya pak", Vina mengangguk sambil bersabar menunggu informasi selanjutnya dari petugas.
Lumayan lama Vina menunggu. Hampir saja Vina putus asa. "Mungkin tidak ada gunanya melaporkan masalah ini", gumam Vina dalam hatinya, "Paling-paling Vina hanya bisa ikhlas barang-barang nya tidak mungkin bisa kembali lagi.
Dan Vina pun harus menunggu angkutan bus selanjutnya untuk kembali melanjutkan perjalanan nya ke Selok kampungnya", Vina menambahi dalam hatinya.
Tidak beberapa lama petugas yang tadinya pergi ke ruangan sebelah untuk mencari keterangan atau informasi dari dokumen atau sesama petugas kepolisian yang lain. Datang menghampiri Vina.
"Begini Dek, berdasarkan informasi dari data yang kami peroleh, bahwa Bus Merpati dengan plat B 3456Ad yang adek beritahu kan.
Bus Merpati tersebut 3 hari yang lalu jatuh ke jurang letaknya kira-kira 100 m kedepan dari Polsek ini. Di depan itu ada tikungan dan jurang yang dalamnya sekitar 20 m kedalam.
Seluruh penumpang dinyatakan tewas. Kami sudah mengevakuasi penumpang dan Bus tersebut. Dan bangkai bus tersebut sudah di ambil pihak angkutan", petugas memberitahukan Vina dengan pelan dan sangat hati-hati takut Vina terkejut dan merasa shock atas apa yang di alaminya.
Vina pun hanya bisa diam "Pantas saja tidak ada satu orang pun di restoran yang melihat kalau bus tersebut parkir di halaman restoran " ucap Vina kepada petugas.
Petugas pun bergidik dan merasa percaya atau tidak percaya atas apa yang dialami Vina. Tidak percaya tetapi Vina tahu platnya dan nama busnya dan Vina telah menjadi penumpang dari bus astral tersebut.
"Bagaimana bisa bus yang sudah jatuh ke jurang 3 hari yang lalu, bahkan seluruh penumpang sudah dinyatakan tewas dan bus tersebut pun masih kondisi rengsek tidak mungkin langsung beroperasi dan anehnya Vina menjadi salah satu penumpangnya", pertanyaan itu masing-masing ada dalam pikiran Vina dan termasuk para petugas yang lain.
Vina shock dan lemas, bahwa dirinya telah menaiki bus yang secara kasad mata tidak bisa di lihat mata.
Para petugas pun masih terduduk diam, mencoba mendalami apa yang sedang Vina alami. Sungguh sangat di luar nalar manusia. Tetapi kenyataannya memang benar-benar terjadi.
Vina pun mengambil pelajaran dari yang dialaminya saat ini. Kiranya di jauhkan dari mara bahaya dan Mohon lindungan dari Sang Pencipta, hanya Tuhan lah yang tahu atas apa yang sedang terjadi dan maksud dari kejadian ini.
Mungkin memang ada makhluk lain di dunia lain sana. Intinya kita pun harus menghormati keberadaan mereka.
Vina pasrah atas barang-barang nya yang tertinggal di dalam bus. Sekarang Vina pun harus menunggu bus jurusan ke desanya desa Solok. Untung saja Vina selalu memangku tas tempat menyimpan sisa ongkos yang diberikan Sari dan Beberapa pakaian.
Vina pun pamit kepada petugas kepolisian "Pak, saya pamit untuk pulang. Terimakasih bapak sudah memberikan informasi",
"Oh, tidak apa-apa dek. Ini memang tugas kami untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Oh iya, Apakah adik akan melanjutkan perjalanan atau balik ke arah keberangkatan bus Merpati sebelumnya", salah satu petugas bertanya kepada Vina, karena kasihan Vina yang sedari tadi tampak bingung dan shock.
"Saya akan melanjutkan perjalanan ke desa Solok pak. Karena kan memang jaraknya tidak terlalu jauh, hanya kira-kira 2 jam perjalanan lagi", Vina berusaha tegar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments