Ternyata benar dugaan Vina sesampainya di sekolah Vina langsung dikerumuni oleh teman-temannya.
"Hai, Vin. Syukurlah lah kamu sudah kembali.
Bagaimana ceritanya kamu menghilang 3 hari lamanya?, Apakah kamu ditemukan pihak berwajib atau kamu pulang sendiri?", tanya temannnya bertubi-tubi dan tidak sabaran untuk segera tahu jawaban Vina seperti wawancara seorang detektif.
"Aku pulang sendiri ke rumah", jawab Vina datar.
"Memangnya kamu pergi kemana?, sampai 3 hari tidak pulang-pulang", tanya teman Vina yang lain.
"Entahlah aku tidak tahu tempat nya. Apakah aku harus bercerita?, aku takut kalian mengira aku berbohong", Vina ragu menceritakan pengalamannya.
"Cerita dong, kami akan mendengarkannya", ucap salah satu teman Vina tidak sabaran.
"Kemarin itu aku sebenarnya hendak pergi ke sekolah, perasaan ku biasa saja tidak ada mendengar suara-suara atau bisikan-bisikan.
Aku berjalan dari rumah menuju sekolah berjalan sesuai rute ku ke sekolah sehari-hari melalui jalan yang sama.
Terus berjalan dan terus berjalan tanpa kusadari aku sudah sampai di sebuah hutan. Tentu saja aku merasa panik dan ketakutan, kala itu matahari sudah hampir tenggelam.
Aku terus berjalan berharap ada rumah untuk kusinggahi. Karna tidak mungkin aku tidur di hutan dan kedinginan, aku takut dimakan hewan buas.
Singkat cerita Ketemulah aku dengan pemukiman penduduk. Ketika di sana seolah-olah aku mengerti bahasanya, aku tidak ingat bahasa apa yang digunakan, aku disuruh mengganti pakaian seragam sekolah ku dengan pakaian kebiasaan mereka.
Aku juga menemukan ibu dan saudara laki-laki yang sudah meninggal dunia disana. Bermaksud melihat-lihat aktifitas kehidupan warga disana, aku terus berjalan berkeliling kampung.
Terus berjalan tanpa kusadari aku berjalan ke rute biasa jalan pulang ke rumah, dan akhirnya aku sampai lah di rumah", Vina bercerita panjang lebar mengenai pengalaman nya, teman-temannya semua berteriak "Iiih serem, mungkin kamu tinggal di negeri asing yang semua warga nya sudah pada meninggal dunia, membentuk suatu kerajaan", salah satu teman Vina berpendapat.
"Iya bisa saja Vina", ucap salah satu teman dekat Vina, Merci.
Sebagian teman-teman yang lain pada bubar, "Iih takut, nggak mau ah dengar cerita Vina serem", meninggal Vina dan yang lainnya.
Tinggal hanya Vina, Merci, Yani dan Yenti yang tetap setia mendengarkan cerita Vina.
"Tahu nggak, setelah aku ke negeri yang asing ini, aku semalam mimpi di hampiri wanita yang mukanya jelek banget, separuh wajahnya kelindas truk. Awalnya aku ketakutan dihampiri sampai teriak-teriak saat tidur dan terhentak bangun. Anehnya setelah tidur kembali dia datang lagi menghampiri ku dan bercerita.
Keluarganya tahunya dia meninggal karena kecelakaan sepeda motor yang melaju kencang hingga terjatuh, akhirnya di Lindas truk.
Tetapi dalam mimpiku perempuan itu ingin aku menceritakan kepada keluarganya kalau sebelum ditabrak perempuan itu terlebih dahulu diperkosa oleh segerombolan lelaki mabuk, karena berlari menghindari kejaran para lelaki itu, makanya ia ketabrak dan akhirnya terlindas truk", Vina bercerita perihal mimpi buruknya semalam.
"Iih takut. Terus kamu akan menceritakannya kepada keluarganya?, Apa kamu tahu keluarganya?", tanya Yenti penasaran.
"Aku belum tanya keluarga nya, Aku hanya berjanji memberitahu keluarganya dan langsung menyuruh nya pergi. Dan perempuan itupun pergi, sehingga aku bisa kembali tidur lelap", Vina menjawab seadanya.
"Aku pikir, pasti perempuan itu datang lagi dan memaksamu untuk memberitahu keluarga", Yani memberikan pendapat.
"Iya benar, Vin. Pasti perempuan itu datang lagi dalam mimpimu", Merci mendukung pendapat Yani.
"Sudah lah, masalah ku banyak. Masa aku harus mengurusi masalah roh yang gentayangan sih. Apa untungnya bagi ku. Mending aku dibayar dengan upah, kan lumayan nambah-nambah uang jajan", Vina kesal.
"Kamu dibayar pake apa, daun!", ucap Merci sambil tertawa ngakak. Seluruh teman-teman yang lain pun ikut tertawa terbahak-bahak.
"Suut, sudah diam ibu wali kelas datang tu", Yenti berusaha mengingatkan teman-temannya kalau ibu wali kelas akan segera masuk ke ruangan kelas, spontan semua siswa dalam ruangan diam membisu.
****
Setelah pulang sekolah, Vina segera mengganti pakaian seragam nya dengan pakaian rumah dan segera makan siang dan membereskan beberapa pekerjaan rumah.
Vina pun bermaksud untuk tidur siang dan langsung terlelap tidur karena lelah di sekolah ada pelajaran olahraga memainkan permainan bola voli.
Dalam tidurnya Vina terlihat gelisah. Vina bermimpi bertemu dengan wanita yang sebelumnya selalu datang ke mimpi Vina. Sebelum Vina melakukan keinginan nya, perempuan itu terus mendatangi Vina dalam mimpinya.
Vina pun harus ikhlas menuruti kemauan dari perempuan itu. "Daripada di teror terus dalam mimpi, bahkan dalam tidur siang Vina pun selalu datang", pikir Vina dalam benaknya.
Vina menanyakan alamat dari keluarganya, ternyata perempuan itu tinggal tidak jauh dari rumah Vina. Vina pun akan berjanji untuk memberitahukan kemauan perempuan itu kepada keluarganya. Terlebih dahulu Vina menanyakan nama perempuan itu, agar keluarga bisa yakin atas cerita Vina. Ternyata perempuan itu bernama Cindy.
Vina pun berjanji akan memberitahukan kepada keluarga Cindy mengenai keadaan sebelum meninggal, tetapi Vina berharap setelah memberitahukan kepada keluarga Cindy. Cindy tidak datang lagi ke mimpi Vina. Cindy pun menyanggupi permintaan Vina.
Vina tersentak bangun dari tidur siangnya dengan keringat yang bercucuran sehingga membasahi kaos yang dikenakannya saat ini.
Vina langsung menuju alamat yang dikatakan Cindy dalam mimpinya, karena Vina merasa alamat itu tidak jauh dari tempat tinggal Vina hanya sejauh 2 simpang jalan saja.
Sampailah Vina pada alamat yang diberitahukan Cindy.
Rumah yang kelihatan sederhana dengan pagar dari kawat yang sudah hampir berkarat dengan halaman yang sangat luas.
Vina kewalahan untuk memanggil pemilik rumah, Vina memutuskan untuk membuka sendiri pagar dan masuk hingga sampai pintu rumah. Lalu Vina mengetuk pintu.
tok..tok..tok..
"Permisi. Apakah ada orang", teriak Vina sambil memanggil-manggil pemilik rumah.
Tidak lama menunggu datang ibu paruh baya membuka pintu.
"Ada apa, nak?. Mau mencari Siapa?", tanya ibu paruh baya itu menjawab.
"Apakah ibu, Ibunya Cindy?", tanya Vina pelan dan sedikit ragu.
"Iya betul saya ibunya Cindy!, Kamu temannya Cindy?", tanya Ibu Cindy balik.
"Iya saya temannya Cindy, ada yang ingin saya sampaikan Bu", Vina meminta untuk diperbolehkan duduk, agar Vina enak menceritakan maksud dan tujuan Vina.
Ibu Cindy pun mempersilahkan Vina segera duduk, setelah kode yang diberikan Vina.
"Begini Bu, saya sebelumnya tidak mengenal Cindy. Tetapi dalam mimpi saya sudah 3 kali Cindy datang dan ingin menyampaikan kepada ibu perihal Cindy meninggal.
Terlebih dahulu Cindy di perkosa para lelaki mabuk yang ingin kembali memperkosanya, Cindy berlari dari kejaran para lelaki mabuk itu. Sehingga Cindy tertabrak pesepeda motor yang melaju kencang yang membuat Cindy terjatuh sehingga terlindas oleh truk", Vina menceritakan perihal meninggal nya Cindy.
Ibu Cindy menangis terisak-isak mendengar cerita Vina, tidak menyangka putrinya meninggal karena telah di perkosa, dan berusaha berlari menghindari para lelaki pemabuk itu sehingga tertabrak dan meninggal.
"Ibu yang sabar ya, Cindy mungkin merasa ibu sangat bersedih karena kehilangan nya. Ibu ikhlaskan dan berdoa lah di makam Cindy, agar Cindy tenang dan ikhlas atas kematiannya", Vina sedikit memberikan saran, ibu Cindy hanya mengangguk dan terus menangis.
"Ibu bolehkah saya ikut berziarah ke makam Cindy dan berdoa di makam nya?", Vina mengajak ibu Cindy berziarah.
"Boleh, mari kita ke makam Cindy. Makam nya juga tidak jauh dari sini", Ibu Cindy langsung bergerak bersiap untuk pergi ziarah.
Sampailah Ibu Cindy dan Vina di makam Cindy. mereka pun berdoa agar Cindy tenang dan bahagia di alam sana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments