Setelah selesai mengerjakan tugas sekolah. Vina bermaksud untuk tidur malam. Aktifitas hari ini cukup menguras otak dan tenaga nya.
Sebelum tidur Sari masuk ke kamar Vina dan segera duduk di pinggir ranjang tempat tidur Vina.
"Vin, Apa rencana kamu besok hari?", tanya Sari ingin tahu.
Vina menatap Sari. "Tumben kak Sari menanyakan aktifitas ku", pikir Vina dalam hatinya.
"Memangnya kenapa kak, tumben sekali kakak menanyakan aktifitas ku", ucap Vina bingung.
"Tidak ada apa-apa, salah ya kakak menanyakan nya?", Sari memaksa.
"Tidak juga sih. Vina ingin menjalankan pesan si hantu Clara itu kak", Vina menceritakan rencana nya besok.
"Begini Vin. Tidak usahlah kamu mengurusi roh-roh yang gentayangan itu. Tidak ada untungnya juga bagimu.
Kamu disini kakak sekolahkan untuk belajar, maksudnya supaya kehidupan kamu kedepankan bisa lebih baik lagi.
Kamu belajar dengan fokus dan bagus. Bukan malah mengurusi yang tidak-tidak", suara Sari meninggi, Vina pun tahu kalau Sari kali ini bicara dengan serius dan sudah mulai marah dengan aktifitas Vina yang mengurusi mahkluk-mahkluk astral.
Vina pun hanya bisa diam dan menundukkan kepalanya mendengar baik-baik penjelasan Sari.
"Kamu mengerti kan maksud kakak?", Sari menambahi.
"Iya kak, Vina mengerti", Vina diam dan menunduk.
"Kak, Vina janji tidak akan mengurusi para roh-roh yang gentayangan itu. Tetapi ini yang terakhir si hantu Clara itu maksudku kak.
Aku sudah berjanji untuk melaksanakan apa yang diinginkannya. Kalau aku tidak melakukan apa yang di perintahkan nya pasti dia akan terus mengikutiku dan mengganggu ku.
Maksudnya besok aku akan menemui kekasihnya, philip dan selanjutnya aku tidak akan meladeni para mahkluk-mahkluk astral itu. Boleh Iya, kak?", Vina memohon.
"Baiklah kalau begitu, benar ya kamu janji untuk tidak mengurusi hal-hal begitu lagi. Kakak akan sangat marah bila kamu melanggar perintah kakak ", Sari tegas.
"Sekarang waktunya kita tidur, ini sudah pukul 10 malam. Besok kamu malah telat bangun!", Sari menambahi. Vina pun bergegas segera merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya, sedangkan Sari segera keluar dari kamar Vina.
****
Sepulang dari sekolah Vina mencari tahu jalan Cempaka 3, sebelumnya Vina juga telah bertanya ke beberapa teman-temannya letak jalan Cempaka. Sekarang Vina sudah mempunyai gambarannya dan tahu berjalan ke arah jalan yang di tuju.
Terus berjalan menyusuri jalan dan gang-gang karena Vina berjalan lewat jalan alternatif, agar cepat sampai.
Akhirnya tibalah Vina di jalan Cempaka 3. Rumah itu sangat sepi Vina pun langsung mengetuk pintu, karena Vina ingin masalah ini cepat selesai dan Vina tidak mau di sangka maling karena terlalu lama berdiri memandangi rumah yang dimaksudkan oleh si hantu Clara.
tok...tok...tok.
"Permisi...apakah ada orang?", Vina terus memanggil-manggil pemilik rumah.
Kembali Vina mengetuk.
tok...tok...tok...
"Permisi.....apakah ada orang", teriak Vina sambil mengintip ke arah jendela.
Kemudian ada gadis remaja berlari kearah pintu ingin membukakan pintu.
krek ....pintu di buka.
"Ada apa iya, mau mencari siapa?", tanya nya ramah bingung melihat Vina karena tidak pernah bertemu.
"Ada Philip?", tanya Vina menjawab kebingungannya.
"Bang Philip lagi di kamar, tidak bisa diganggu. Soalnya Bang Philip masih bersedih karena baru ditinggalkan kekasihnya", jawab perempuan itu yang ternyata adalah adik Philip.
Vina bingung harus bagaimana cara menyampaikannya. Mungkin saja adiknya Philip tidak percaya, kalau aku di utus oleh hantu Clara.
"Saya temannya Clara, ada yang ingin saya sampaikan kepada Philip. Tolong beritahu kepada Philip kalau saya ingin ketemu", pinta Vina kepada adik Philip agar menyuruh Philip ketemu dengan Vina.
Setelah bernegosiasi, lumayan lama vina menunggu. Akhirnya Philip keluar menemui Vina.
Begitu berantakan penampilan Philip, seperti putus asa tidak terurus dan tidak bersemangat.
Vina pun menjabat tangan Philip memperkenalkan dirinya.
"Vina", ucap Vina.
"Philip", balas nya.
"Ada apa mencari saya", tanya Philip memulai percakapan dan menanyakan maksud kedatangan Vina menemuinya.
"Mmmmmm. Begini. Saya sebenarnya tidak kenal Clara sebelumnya. Hantu Clara selalu mengikuti ku dan meminta bantuan agar saya menyampaikan sesuatu kepada kamu", Vina terdiam memberhentikan perkataan nya karena Philip hampir beranjak dari duduknya karena tidak percaya perkataan Vina.
"Tolong jangan membuang-buang waktu saya. Saya sedang tidak ingin bercanda dan tidak ingin diganggu", Philip mulai kesal.
"Tunggu sebentar, dengarkan dulu penjelasan saya. Saya lebih tidak mau mengurusi urusan orang. Tetapi karena Clara selalu mengikuti dan memohon kepada saya.
Makanya saya datang kesini. Ngapain juga saya repot-repot mengurusi urusan orang lain. Sebelumnya, saya juga tidak tahu nama dan alamat kamu.
Tetapi karena Clara yang memberitahu, makanya saya bisa mendatangi kamu ke alamat ini", Vina pun kembali membentak dengan suara tinggi dan mulai kesal.
Philip sadar Vina jadi marah. Philip memiliki perkataan Vina "Iya ya, darimana dia tahu nama Clara, nama saya, dan alamat saya karna saya juga tidak kenal kepadanya", gumam Philip dalam hatinya.
"Apa yang dikatakan Clara kepada mu'', Philip mulai melunak.
"Sebelumnya Clara mengatakan kalau dia meninggal karena di tabrak kereta api ketika naik sepeda motor seminggu sebelum pernikahan nya.
Clara melihat kamu terlalu sedih atas kepergiannya. Clara memohon tetap lah bersemangat dalam menjalani hidup.
Raihlah mimpi-mimpi kamu yang belum tercapai. Clara ihklas kamu menikah dengan orang lain. Bila kamu bahagia, Clara pun ikut bahagia melihat kamu", Vina menyampaikan pesan hantu Clara, Philip pun terisak menangis mendengar pesan Clara yang disampaikan Vina.
"Tidak Clara. Aku tidak bisa hidup tanpa kamu. Aku tidak sanggup menjalani nya. Aku ingin menyusul kamu, sehingga kita bisa berbahagia di alam sana selamanya", ucap Philip berontak.
Tanpa persetujuan Vina, Clara yang sedari tadi mengikuti Vina untuk menemui Philip. Memasuki tubuh Vina, sekarang tubuh Vina di pinjam oleh Clara untuk berbicara langsung kepada Philip.
"Sayang, kamu jangan begitu. Lihat papa dan mama kamu sangat sedih melihat kondisi kamu saat ini yang berantakan tidak terurus.
Mereka sudah bersusah payah menyekolahkan kamu sampai kamu menjadi seperti ini. Tolong hargai segala letih mereka.
Bersemangat lah dan menikahlah dengan perempuan lain, raihlah mimpimu yang belum kamu capai.
Kamu juga yang bertanggung-jawab atas biaya kuliah adik kamu. Apakah kamu ingin dia terlantar putus kuliah karena kamu berhenti dari kerja atau mengakhiri hidup kamu?.
Aku tidak bisa berlama-lama memakai tubuh Vina, karena Vina pasti lemas. Tolong setelah pertemuan kita ini kamu berjanji untuk lebih bersemangat lagi dalam menjalani hidup.
Jangan sia-siakan hidup kamu yang masih panjang, isi dengan hal-hal yang baik dan berguna buat orang lain", Clara mencium dan memeluk Philip dengan perantaraan tubuh Vina dan langsung keluar dari tubuh Vina.
Vina pun hampir terjatuh dan lemas karena dimasuki Clara tubuhnya.
Philip pun sadar tadi telah di datangi oleh Clara. "Memang betul Clara ada disini, tadi Clara memanggil ku dengan sebutan sayang", pikir Philip dalam benaknya.
"Baiklah Clara, aku akan melakukan apa yang kamu pesankan. Terimakasih telah terus menguatkan ku. Setelah ajalku nanti. Aku berharap kita akan bertemu lagi", ucap Philip, Philip merasa pasti Clara masih disekitar mereka dan mendengar percakapan mereka.
Vina masih lemas dan posisi terduduk, Vina tidak tahu telah mencium dan memeluk tubuh Philip tadi.
Menyadari Vina lemas karena dimasuki tubuhnya oleh Clara Philip menawarkan kan segelas air minum kepada Vina. "Terimakasih ya, kamu sudah menyampaikan pesan Clara. Maaf aku tadi sempat marah kepadamu".
Vina pun tersenyum dan langsung menenguk segelas air putih yang ditawarkan Philip.
"Baiklah kalau begitu, sekarang aku permisi pulang, aku senang kamu pun bisa menyadari mana yang terbaik untuk kamu", Vina pamit dan langsung balik badan meninggalkan rumah Philip.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments