Sari lega Vina akhirnya pulang sendiri ke rumah. Menurut Sari Vina telah hilang dari rumah selama 3 hari, tetapi menurut Vina dirinya hanya bermalam selama 1 malam saja di hutan yang asing.
"Vin, Kemana kamu pergi selama ini?", tanya Sari penasaran melihat kondisi pakaian yang dikenakan Vina saat tiba di rumah.
"Aku tidak tahu daerah itu kak, yang pasti terasa asing tidak pernah kulihat sebelumnya. Rumah-rumah di daerah itu juga masih terbuat dari kayu, rumah panggung yang atapnya menjulang tinggi. dan seluruh warga memakai pakaian seperti yang aku kenakan ketika tiba tadi!", Vina menjelaskan dengan antusias.
"Aku juga lupa bahasa yang mereka ucapkan, tetapi saat aku disana aku seolah-olah mengerti apa yang mereka ucapkan. Tidak ada percakapan atau tegur sapa antara aku dan warga.
Aku hanya diarahkan dan menurut saja", ingatan Vina mendadak lupa setelah sampai ke dunia nyata.
"Mengapa kamu bisa sampai ke hutan?", tanya Sari bingung
"Aku juga tidak tahu kak, mengapa aku tiba-tiba sampai di hutan. Padahal rute yang kujalani adalah rute biasa yang kulalui bila berangkat ke sekolah.
Lama berjalan tanpa kusadari aku sudah sampai saja di hutan. Akupun sangat panik dan ketakutan begitu menyadari nya", Sari bergidik mendengar penjelasan Vina.
"Mengapa kamu bisa berpakaian aneh seperti itu", tanya Sari kembali dengan penuh penasaran.
"Karena pakaian mereka seperti yang kukenakan itu kak. Itu adalah pakaian untuk rakyat biasa, selain raja dan ratu. Mungkin pakaian ku terasa asing mengenakan seragam sekolah, sehingga aku disuruh untuk mengganti pakaian sesuai yang mereka kenakan", jawab Vina seadanya.
"Pakaian seragam sekolah mu kamu kemana in?", teringat kalau Vina tidak membawa sesuatu apapun.
"Tas dan pakaian seragamku tertinggal ketika aku berganti pakaian. Aku terlalu asik untuk melihat-lihat kesekeliling ku saat itu", Vina menyadari kalau tidak membawa tasnya lagi.
"Oh iya kak, disana aku ketemu dengan ibu", Vina bercerita dengan senang dan penuh semangat.
"Gimana kamu bisa tahu itu ibu. Kamu saja tidak tahu wajah ibu bagaimana", ledek Sari.
"Aku memang tidak mengenal wajah ibu sebelum nya. Tetapi di negeri asing itu, seolah pikiran ku mengatakan kalau itu ibu.
Oh ya. Ternyata ibu meninggal dalam keadaan hamil muda dan membeli bibit ikan mas untuk dipelihara.
Karena di negeri yang asing itu aku bertemu ibu dengan anak laki-laki sedang bermain dengan ikan mas peliharaan nya", Vina menceritakan penglihatannya ketika di negeri asing.
"Bagaimana dengan pakaian asing yang kamu bawa ini. apakah kamu akan membuangnya?", tanya Sari ketakutan.
"Aku akan menyimpannya kak, biarlah itu menjadi kenang-kenangan bagiku. Bahwa aku pernah pergi ke negeri yang sangat asing bagiku", Vina melipat dan menyimpan pakaian itu di lemarinya.
"Sudahlah, Mari kita tidur saja. Lama-lama aku menjadi ketakutan dan bergidik mendengar ceritamu", Sari segera memasang selimutnya menutupi seluruh tubuhnya, karena mendengar cerita Vina seperti berbau mistis dan horor sepertinya.
Vina merasa biasa saja. Dan segera mengikuti Sari kakaknya untuk segera tidur dan beristirahat dengan tenang.
Beberapa jam berlalu. Tiba-tiba Vina berteriak, "Ahh, jangan dekati aku. pergi......pergi sana..pergi...".
Sari mendengar teriakan Vina, Sari pikir ada seseorang yang datang ke rumah. Ternyata Vina bermimpi, Sari pun langsung membangunkan dan menggoyang-goyang kan tubuh Vina, "Vin..bangun, bangun Vina", Vina pun langsung tersentak bangun karena di goyang-goyang kan Sari.
"Kamu kenapa?, sampai teriak kencang begitu, kaget aku", Sari kelihatan bingung.
"Entah lah, kak. Seolah-olah seperti nyata. Aku seperti di dekati perempuan yang wajahnya sangat menakutkan seperti terlindas truk dan hendak mengatakan sesuatu kepada ku. Aku sangat ketakutan melihat wajahnya", Vina menceritakan mimpinya.
"Biarkan saja ia mengatakan apa keinginannya. Mungkin saja ada yang harus ia katakan", Sari sedikit bergidik ketakutan mendengar mimpi Vina.
"Sekarang kamu tidur lah lagi, mungkin itu hanya sebagai bunga tidur saja. Mudah-mudahan tidak mimpi aneh seperti itu lagi", Sari menyemangati Vina.
Rasa kantuk Sari tidak terbendung, merasa terganggu dengan teriak Vina tadi. Sari kembali tidur dan langsung terlelap. Vina mencoba kembali tidur dengan perasaan ketakutan dan penuh cemas, takut mimpi itu datang lagi. Dan karena kantuk, Vina pun kembali terlelap.
Tidak beberapa lama, Vina gelisah, kembali berteriak "Pergi...pergi sana... tidak jangan aku, ...pergi", teriak Vina tetapi tidak membuat Vina sampai terbangun. Vina kembali terlelap dengan tenang hingga pagi.
Ku...ku...ru...yuukkk.
Bunyi ayam berkokok membangunkan tidur Vina. Vina terbangun mencoba beraktifitas dan melakukan rutinitas nya sehari-hari sebelum berangkat ke sekolah. Selesai melakukan aktifitas nya. Vina pun segera bersiap-siap mempersiapkan dirinya untuk berangkat ke sekolah.
Dimulai dengan mandi, berpakaian seragam sekolah, untung hari ini memakai pakaian olahraga, karena pakaian putih abu-abu nya telah tertinggal di negeri asing, jadi belum sempat untuk membelinya.
Vina pun menyusun jawaban-jawaban yang nantinya di lontarkan oleh guru maupun teman-temannya, kemanakah Vina selama 3 hari ini menghilang?.
"Kemana aku pergi ya, bila guru atau teman-teman menanyakan pertanyaan seperti itu", pikir Vina dalam benaknya. "Bila mengatakan mimpi yang sebenarnya, ke negeri yang sangat asing, takut teman-temannya mengira kalau aku berbohong", pikir Vina menambahi.
Vina pun merasa bingung dan pusing apa yang harus dijawabnya bila temannya dan guru wali kelasnya menanyakan perihal kemana dirinya pergi.
"Ya sudahlah, aku akan menjawab yang sebenarnya saja, memang kenyataannya seperti itu. Kalau mereka tidak percaya silahkan saja mereka melihat pakaian yang telah ku kenakan sepulang dari negeri asing tersebut", pikir Vina dalam benaknya tidak peduli bagaimana tanggapan temannya.
"Mengapa sepertinya kamu gelisah, bagaimana tidur mu, apakah kamu nyenyak setelah mimpi buruk semalam?", tanya Sari penasaran.
"Iya kak, aku mimpi yang sama lagi dan orang yang sama. Aku teringat pesan kakak untuk menanyakan keinginannya.
Perempuan itu mengatakan kalau Ia terlebih dahulu di perkosa oleh orang lain sebelum akhirnya tertabrak motor yang melaju kencang karena telah berlari dari rombongan orang yang terus mengejarnya untuk kembali memperkosanya.
Perempuan itu ingin aku mengatakan itu kepada keluarganya", Vina menceritakan perihal mimpinya kepada Sari.
Sari ketakutan mendengar perihal mimpi Vina, "Ahh kamu ini ada-ada saja. Terus kamu ingin menyampaikan itu kepada keluarganya?", tanya Sari penasaran.
"Aku hanya mengiyakan saja, dan menyuruhnya untuk segera meninggalkan ku. Perempuan itu pun segera pergi dan aku bisa kembali terlelap tidur", Vina santai menjawab.
"Mudah-mudahan perempuan itu tidak menggangu mu kembali dalam tidur mu", Sari berharap
"Mudah-mudahan saja kak" Vina segera meninggalkan Sari dan segera mengambil tas ranselnya.
"Kak, aku pergi ya", Vina pamit pergi ke sekolah sambil menutup kembali pintu rumah dan berlalu meninggalkan Sari.
"Iya, hati-hati di jalan ya. Jangan melamun, dan pikiran kemana-mana", Sari teriak memberi nasihat ke arah Vina yang telah berlalu meninggalkan rumah melalui jendela yang terbuka lebar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Daliffa
mampir baca 🙏
2025-01-22
1