"Dari mana kamu, Vin?. Kok kakak tidak tahu kamu permisi keluar rumah!", tanya Sari sedikit kesal.
"Maaf kak, Vina tidak permisi terlebih dahulu. Soalnya Vina tadi terburu-buru pergi takut matahari keburu tenggelam!", Vina memberi alasan.
"Sepenting apa sih urusan kamu itu sehingga harus cepat-cepat dilakukan?", tanya Sari tegas.
"Perempuan yang sering datang ke mimpi Vina itu kak, datang lagi ketika Vina tidur siang.
Vina pikir perempuan itu akan terus datang ke mimpi Vina sebelum keinginannya dipenuhi.
Makanya di mimpi Vina tadi, Vina tanya alamat orang tua nya dan nama perempuan itu.
Ternyata alamat nya tidak jauh dari rumah kita, hanya 2 simpang saja. Vina pun langsung pergi mencari alamat itu dan segera menyampaikan pesan Cindy kepada orangtuanya.
Setelah itu kami pun berziarah dan berdoa di makam Cindy. Mudah-mudahan setelah ini Cindy tidak datang lagi dalam mimpi Vina.
Vina juga melihat kak Sari lagi nyenyak tidur, Vina takut mengganggu tidur kakak", Vina menjelaskan panjang lebar tentang kepergiannya sampai tidak Permisi pergi kepada Sari.
"Baiklah kalau begitu kenyataannya, lain kali kamu permisi ya sama kakak. Karena kakak sangat khawatir sekali, setelah kamu menghilang kemarin", Sari memaklumi perasaan Vina.
"Baik kak", Vina langsung segera mengambil handuknya dan bergegas untuk segera mandi.
*****
Ketika Vina hampir mendekati pintu kamar mandi ada sosok perempuan berdiri di pintu kamar mandi. Perempuan itu menatap sedih kepada Vina. Karena sudah terbiasa melihat hantu Vina merasa biasa saja dan tidak merasa takut lagi. Disapa nya hantu perempuan tersebut.
"Mengapa kamu bersedih?", tanya Vina karena sedari tadi tatapan nya begitu kosong dan seperti minta dikasihani oleh Vina.
"Boleh kah Aku minta tolong sama kamu?", tanya hantu perempuan itu.
"Sebelum kamu meminta permohonan kamu. Aku ingin tahu mengapa kamu minta tolong sama aku?, apa kamu yakin kalau aku bisa membantu mu?", Vina bingung kenapa para hantu tahu kalau dirinya bisa melihat hantu.
"Karena kami tahu kamu punya aura bisa melihat mahkluk astral seperti kami", jawab hantu perempuan itu seadanya.
Vina hanya terdiam, Sesungguhnya Vina malas dan tidak suka atas kemampuan nya ini. Sebelumya Vina tidak pernah bisa melihat mahkluk astral. Entah kenapa setelah bertransmigrasi ke dunia lain. Vina menjadi mempunyai kemampuan untuk melihat mahkluk astral.
Sebenarnya Vina awalnya menolak mencoba tidak peduli. Tetapi mahkluk astral itu selalu mengikuti dan selalu hadir dalam mimpi Vina. Dan untuk kali ini Vina akan menolaknya. Agar tidak terus menerus di ganggu oleh mahkluk astral.
"Maaf ya, Aku sangat lelah. Aku sebenarnya tidak suka dan tidak mau tahu akan urusan orang lain. Pilih saja orang lain untuk kamu mintai bantuan", Vina memelas, merasa capek mengurusi roh-roh yang gentayangan.
"Tolong bantu aku, setelah kamu melakukan apa yang kupesankan, aku berjanji tidak akan mengikuti mu bahkan menampakkan diri di hadapan mu. Aku memang sudah ihklas atas kematian ku. Tolonglah sampaikan pesan ku ini kepada kekasih ku yang masih hidup", hantu perempuan itu memohon.
"Oh iya, kalau boleh tahu kamu meninggal karena apa?", tanya Vina penasaran dan ingin tahu.
"Aku meninggal dunia karena di tabrak kereta api. Padahal pernikahan ku akan dilangsungkan seminggu lagi.
Kala itu aku sedang mengantar undangan pernikahan ku dengan mengendarai
Sepeda motor.
Entah karena aku kelelahan atau aku yang kurang fokus ketika berkendara aku tidak memperhatikan kereta api yang melaju kencang.
Penjaga pintu perlintasan kereta api tidak ada saat itu dan palang pintu nya sedang rusak. Aku langsung menerobos jalan, padahal kereta api sudah dekat berjalan kearah ku", hantu perempuan itu menjelaskan kronologi kejadian peristiwa kecelakaan dirinya.
Vina iba dan sedih mendengar cerita hantu perempuan itu. Dan merasa kasihan dan berkenan untuk membantunya.
"Apa yang kamu ingin aku lakukan?", tanya Vina bermaksud menyanggupi dan mau membantu.
"Mengatakan kepada kekasih ku yang masih hidup untuk jangan bersedih. Hidupnya masih panjang, tidak apa-apa kekasih ku itu menikah dengan perempuan lain.
Bila kekasih ku bahagia aku pun turut bahagia, aku tidak ingin dia berputus asa.
Dia harus semangat dan melanjutkan hidupnya meraih semua mimpi-mimpi yang belum di capai nya", hantu perempuan itu ihklas merelakan kekasih nya yang masih hidup terus melanjutkan mimpinya bersama perempuan lain, tidak usah memikirkan dirinya yang sudah meninggal dunia.
"Oh ya, nama kamu siapa?", tanya Vina ingin tahu.
"Nama ku Clara", hantu perempuan itu menyebutkan namanya.
"Clara, aku panggil hantu Clara ya?", Vina asal, bermaksud untuk bercanda.
"Terserah kamu saja memanggil ku apa, asal kamu melakukan apa yang kupesankan. Aku tidak marah di panggil hantu Clara", ucap hantu Clara pasrah.
"Baiklah, Dimana rumah kekasih mu itu dan siapa nama kekasih mu itu?", Vina ingin tahu supaya bisa menyampaikan pesan hantu Clara kepada kekasihnya.
"Rumah kekasihku di Jalan Cempaka 3 dan namanya adalah Philip", hantu Clara memberitahu.
"Oh, Baiklah besok aku akan mencari alamatnya dan sekalian bicara dengan Philip", Vina menyanggupi.
"Sekarang kamu boleh pergi aku mau mandi dan bisa-bisa aku dikira gila oleh kak Sari, karena bicara sendirian", Vina menambahi, hantu Clara pun segera pergi meninggalkan Vina.
Vina pun melanjutkan aktifitas nya untuk segera mandi.
Setelah mandi Vina pun segera menyiapkan makanan untuk makan malam bersama Sari.
"Lama sekali kamu mandi, kakak sudah hampir ketiduran menunggu kamu selesai mandi", Sari protes Vina lama di kamar mandi.
Vina gelagapan tidak tahu mau bicara jujur atau menyembunyikan perihal si hantu Clara.
"Mmmmm...aaa..iya tadi aku sambil BAB makanya lama", Vina mencoba mencari alasan.
"Tidak usah membohongi kakak, tadi kakak dengar kamu bicara dengan seseorang", Sari ingin Vina jujur dan mengatakan yang sebenarnya.
"Mmmmm... iya kak, tadi aku bicara dengan mahkluk astral lagi. hantu Clara namanya. Iya ingin aku bicara dengan kekasih nya yang masih hidup untuk terus semangat dan menikah dengan orang lain", Vina menceritakan keinginan si hantu Clara.
"Meninggal gara-gara apa pula si hantu Clara itu?", Sari ingin tahu.
"Seminggu sebelum pernikahan nya ketika ia bersepeda motor ingin mengantar undangan pernikahannya. Tiba-tiba si hantu Clara di tabrak oleh kereta api", Vina menjelaskan akibat meninggal nya si hantu Clara.
Sejenak Sari pun diam dan kemudian berkata. "Sudah dulu bicaranya, mari kita makan dulu. Tidak baik bicara sambil makan", Sari menasihati.
Vina pun mengangguk-anggukkan kepalanya dan segera menghabiskan makanannya. Hingga makanan habis tidak bersisa di dalam piring. Baik Vina dan Sari tidak ada saling berbicara.
Vina pun segera membereskan meja makan. Menyimpan sisa makanan di lemari, karena besok bisa untuk sarapan Vina sebelum berangkat ke sekolah.
Vina pun lanjut mencuci piring agar besok pagi tidak terlalu repot karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sehingga ke sekolah tidak terlambat bisa berangkat sesuai waktunya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments