"Aku pamit ya, kak. Jaga diri kakak baik-baik", Vina berpamitan kepada Sari.
"Iya. Kamu juga hati-hati, perhatikan sekeliling dan barang-barang bawaan kamu jangan sampai ada yang tertinggal ketika hendak turun dari bus.
Dan satu lagi yang terpenting jangan kebanyakan melamun", Sari menasihati Vina, maklum Vina pernah tiba-tiba ke negeri asing. Mungkin Vina kebanyakan melamun nya sehingga pikiran kosong.
Vina pun hanya tersenyum menanggapi perkataan kakaknya "Iya kak", ucap nya menyakinkan Sari sambil mengacungkan jempolnya.
Vina langsung berangkat ke terminal mengunakan angkutan ojek. Tiga puluh menit dalam perjalanan sampailah Vina di terminal.
Tidak beberapa lama menunggu, bus keberangkatan melewati desa Selok tiba di terminal. Seluruh penumpang bus sudah terisi dari kota lain, karena bus tersebut tujuannya adalah antar kota, ada beberapa penumpang yang sudah berhari-hari di dalam Bus.
Bus singgah di terminal hanya sebentar saja mencari penumpang karena masih ada bangku yang kosong.
Vina naik dan masuk ke dalam bus, memperhatikan bangku-bangku penumpang yang masih kosong. Sari pun duduk di bagian tengah di sisi sebelah kanan bus.
Vina melihat seluruh penumpang telungkup ke arah bangku depan seperti posisi tertidur. Tidak banyak yang bisa Sari perhatikan, termasuk wajah-wajah dari seluruh penumpang yang lain, ketika hendak duduk di bangku penumpang.
Begitu Vina melihat ada bangku yang kosong Vina langsung mendudukinya.
Bus langsung melaju ketika penumpang sudah naik. Seperti terburu-buru untuk melanjutkannya perjalanan selanjutnya.
Entah mengapa Vina merasa mengantuk dan lelah. Vina langsung tertidur lelap. Tidak beberapa lama tiba-tiba bus berhenti, "Makan...minum .. makan....minum...", begitu informasi dari kondektur bus.
Vina pun segera turun bermaksud untuk sekedar menyegarkan pandangan mata, membuang air kecil dan meregangkan otot-otot kaki yang kaku karena terlalu lama duduk.
Setahu Vina bus parkir pas di depan restoran, karena terlalu kebelet Vina langsung turun mencari arah penunjukan toilet yang ada di restoran tersebut.
Vina pun segera memesan teh hangat dan mie goreng setelah keluar dari toilet.
"Teh manis hangat mbak 1 gelas dan mie goreng Indomie 1 porsi", pesan Vina pada pemilik warung lalu berlalu meninggalkan pemilik warung untuk mencari tempat duduk yang suasananya nyaman dan enak. Juga bisa memandang ke arah dimana bus yang ditumpangi nya parkir, karena takut nanti malah enak-enak makan malah ditinggal pergi oleh supirnya.
Lumayan ramai penumpang yang makan di restoran tersebut karena memang cuaca pada malam itupun terasa sangat dingin hingga menusuk ke tulang-tulang. Maklum badan Vina sangat kurus sehingga dinginnya malam begitu terasa baginya.
Setelah menemukan tempat yang pas dan cocok untuk diduduki sambil menunggu pesanan datang. Betapa terkejutnya Vina, bahwa bus yang ditumpangi nya sudah tidak ada. Vina berlari ke luar menuju pintu depan dan terus mencari-cari apakah bus itu berpindah tempat.
Tetapi setelah bolak-balik memperhatikan keseluruhan lokasi parkir. Ternyata Bus Merpati yang di tumpangi Vina tidak ada di halaman restoran. Vina merasa panik dan bingung.
"Aku tadi merasa yakin kalau bus itu posisinya di depan pintu masuk restoran, tetapi sekarang dimana bus itu berada", Vina merasa panik dan gusar.
"Apakah mungkin bus itu telah meninggalkan aku", kembali Vina merasa bingung dan terkejut.
"Tidak mungkin pergi secepat itu, padahal aku tadi cuma sebentar di kamar mandi, belum juga makan, apa iya busnya langsung pergi tidak jadi beristirahat. Seharusnya supir nya menanyakan kepada penumpang lain apa masih ada penumpang yang belum naik", gumam Vina tidak habis pikir.
Dengan panik Vina langsung menanyakan kepada orang-orang yang ada di restoran.
"Pak, kemana bus yang barusan parkir disini?", tanya Vina kepada pengunjung restoran yang duduknya pas di depan pintu masuk.
"Tidak ada bus yang masuk sedari tadi mbak!", ucapnya tegas.
"Lho. Tidak mungkin tidak ada Pak, saya adalah salah satu penumpang dari bus tersebut", Vina menyakinkan pernyataan nya.
"Saya sudah satu jam duduk di sini. Menurut saya tidak ada bus yang parkir di depan ini. Saya dari tadi duduk disini mbak", ucapnya dengan nada agak meninggi, karena Vina pun bertanya dan merasa yakin dengan pernyataan nya.
Takut orang yang ditanyai Vina kembali marah karena Vina pun bingung kemana bus yang ditumpangi nya sekarang berada.
Vina tidak kehilangan akal, Vina mencoba bertanya kepada pengunjung lain yang ada disebelah meja si bapak tadi.
"Pak, bapak tadi lihat kan. Bus ada parkir tepat di depan restoran ini?", Vina bertanya kepada pengunjung lain.
"Tidak ada Bu, bus parkir disini sejak 1 jam terakhir ini", ucap nya dengan tegas, karena dari tadi ia sudah mendengar percakapannya dengan bapak yang pertama yang ditanyai Vina.
Vina pun merasa lemas dan bingung apa sesungguhnya yang sedang terjadi. Mencoba duduk sekedar melepas lelah dan kebingungan nya.
Datang pemilik restoran mengantar pesanan nya berupa 1 gelas teh manis hangat dan seporsi Indomie goreng.
"Ibu mau kemana dan naik bus apa tadi?", pemilik warung bertanya dan sambil meletakkan pesanan Vina. Pemilik restoran pun agaknya sudah tahu dengan permasalahan Vina.
"Saya mau ke Selok Pak, dan Bus yang saya tumpangi tadi adalah Bus Merpati yang datang dari Jakarta menuju Medan.
Saya berangkat dari Pekan baru ke Indra pura desa Selok sebelum Medan. Karena tadi berangkat dari Pekan Baru sudah malam dan kebetulan di terminal tadi bus yang saya tumpangi berhenti.
Saya pun memutuskan untuk naik, saya pikir desa Selok pastilah di lalui Bus Merpati yang saya tumpangi", Vina memberi penjelasan mengenai keberangkatan nya dari terminal.
"Bu, memang sedari tadi. Saya tidak melihat ada Bus Merpati parkir disini Bu", pemilik warung menyakinkan Vina.
Vina merasa shock. Selain tidak enak di kira orang lain dirinya orang gila. Vina pun bingung harus naik apa pulang ke kampung. Vina merasa asing dengan daerah ini. "Dimana aku akan menginap, secara seluruh orang yang ada di warung adalah kaum pria", Vina merasa takut dan ingin menangis.
"Pak, saya tidak bohong kalau saya tadi naik Bus Merpati, saya juga masih ingat platnya, kalau tidak salah B 3456Ad. Apa yang harus saya lakukan pak, secara kampung saya masih jauh, saya tidak ada saudara untuk menginap di daerah ini", Vina mengutarakan ketakutan nya.
"Oh, kalau ibu mau. Ibu boleh beristirahat di tempat ruang sholat. Ada ruang disana yang boleh di kunci dari dalam, nanti ketika sudah waktunya sholat subuh ibu harus segera bangun.
Karena seluruh pegawai dan penumpang bus luar kota akan menyempatkan waktunya untuk sholat subuh. Restoran ini kebetulan buka 24 jam.
Kalau untuk masalah Bus Merpati yang ibu pikir telah meninggalkan ibu, ibu boleh tanya besok pagi ke kantor Kapolsek terdekat. Tidak jauh kok Bu, hanya beberapa meter kedepan", pemilik restoran memberi solusi.
"Baik pak, terima kasih banyak telah menolong saya", Vina pun segera menuju ruang sholat yang diberitahukan pemilik warung.
"Syukurlah pemilik warung mau menunjukkan tempat ini, karena Vina merasa takut, karena semua pengunjung adalah kaum laki-laki, secara ini sudah larut malam. Dan lokasi restoran ini pun jauh dari pemukiman penduduk. Lumayan bisa melepas lelah dan penat", gumam Vina dalam hatinya.
Vina mencoba memejamkan matanya untuk bisa terlelap tidur. Tetapi sulit sekali, maklum tempat ini baru pertama di datangi Vina, dan mengingat kejadian tadi yang di luar nalar, Vina masih merasa shock dan bingung, apa yang sebenarnya terjadi kepadanya.
Vina pun akhirnya bisa terlelap tidur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Daliffa
naik bus setan
2025-01-22
1