Senyum Brianna lebar saat Adrian menyodorkan kotak beludru berwarna hitam, Brianna tahu kalau isinya adalah kalung berlian yang ia minta sebagai hadiah ulang tahunnya hari ini
“Aaahhh terima kasih sayang!” Sorak Brianna saat Adrian mengeluarkan kalung berharga fantastis itu, “bukankah ini kalung yang paling mahal itu?” Tanya Brianna sumringah saat Adrian memakaikan kalung yang gemerlapan di leher jenjangnya
“Kau suka?” Tanya Adrian sambil mengecup leher Brianna, “tadinya aku ingin membelikanmu kalung yang lebih mahal dari ini tapi sayang sekali kalung itu hanya ada satu - satunya dan sudah ada orang yang membelinya lebih dulu”
Brianna terhenyak, “ada yang lebih mahal dari ini? Padahal ini sudah sangat mahal dan hanya di produksi tiga buah saja, satu diantaranya dimiliki oleh seorang artis dunia dan satu lagi dimiliki oleh istri Perdana Menteri” ucap Brianna tak percaya
“Iya, kalung itu baru dipamerkan dua hari tapi sudah ada yang membelinya, katanya seorang pengusaha kaya tapi mereka tak bisa memberi tahukan padaku namanya” sahut Adrian, “maafkan aku, lain kali aku akan membelikanmu yang paling mahal” ucapnya menghibur Brianna yang tak seantusias tadi
Brianna menghela napasnya, sebenarnya ia tak ingin ada yang melebihi dirinya, tapi tak apalah, kalung yang melingkar di lehernya pun bukannya murahan, bahkan ia adalah salah satu dari tiga orang yang memilikinya, wajah Brianna kembali berseri saat melihat pantulan dirinya di cermin, ia tampak sempurna dalam balutan dress mahal dilengkapi dengan berlian yang berkilauan di lehernya, “aku memang ditakdirkan menjadi istri orang kaya, tak akan kubiarkan siapa pun menggeser posisiku” batinnya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Brianna benar - benar bahagia hari itu, saat ia turun dari kamarnya untuk makan siang, seluruh rumah sudah di dekorasi dengan berbagai bunga segar yang indah, jamuan berbagai macam makanan juga tengah dipersiapkan oleh para pelayan, Brianna yakin pasti Miranda yang mempersiapkan semuanya untuk merayakan hari ulang tahunnya
“Sayang, lihatlah!” Tunjuk Adrian pada sebuah mobil Mercedes Benz GT abu - abu terbaru yang terparkir di halaman rumah, mobil itu dihiasi pita besar berwarna merah pertanda kalau mobil tersebut adalah hadiah
“Ya Tuhan, itu pasti untukku kan?” Pekik Brianna girang, Adrian mengangguk dengan senyuman lebar, “tentu saja untukmu, untuk siapa lagi? Kau lah yang berulang tahun hari ini!” Sahut Adrian ikut senang karena ternyata orang tuanya mempersiapkan hadiah untuk Brianna juga
Brianna menunggu dengan tak sabaran semua anggota keluarga hingga semuanya berkumpul di meja makan, hari itu terasa sangat spesial, selain hadiah - hadiah mahal dan jamuan mewah, semua orang juga ikut berkumpul termasuk Adam, Adam bahkan terlihat lebih ramah dibanding biasanya, wajahnya berseri bahagia, Brianna jelas tersanjung, seorang Adam bersedia menyisihkan waktu untuk merayakan ulang tahunnya merupakan bukti lain kalau ia diperhitungkan di rumah itu
“Kau cantik sekali Brianna, dan kalungmu itu sangat cocok untukmu! Bukankah itu kalung berlian terbaru?” Cerocos Miranda, Brianna tersipu malu dengan pujian mertuanya, “Adrian yang memberikannya untukku sebagai hadiah” sahut Brianna, sedang hatinya berdebar - debar tak sabar menunggu mertuanya itu menyerahkan hadiah mobil mewahnya, bisa ia bayangkan bagaimana tatapan kagum teman - temannya dan Pamela saat ia mengendarai mobil itu
“Ngomong - ngomong soal hadiah, dimana Bella sekarang? Apa dia belum turun?” Tanya William dengan pandangan mengedar mencari sosok Bella yang belum terlihat
“Bella masih bersiap Dad, dia bilang ingin terlihat spesial hari ini, mungkin sebentar lagi dia turun” sahut Adam ceria, pria dingin itu seolah mencari hari ini
Brianna tersenyum sinis, untuk apa Bella berpenampilan istimewa di hari ulang tahun Brianna? Apa dia mencoba mencari perhatian semua orang? Coba saja kalau dia bisa, hari ini Brianna akan memperlihatkan pada Bella bagaimana istimewanya ia di mata keluarga Anderson, lihatlah semua kejutan dan hadiah itu, Batin Brianna
“Wah bukankah hal yang sangat menyenangkan sekali ketika bisa berkumpul untuk merayakan hari bahagia ini?” Ucap Miranda, “nah itu Bella datang” tunjuk Miranda pada Bella yang baru saja turun
“Ya Tuhan, kamu cantik sekali Bella!” Puji Miranda ketika melihat bagaimana menantunya itu tampak menawan dalam balutan dress pendek berwarna biru muda, riasannya tipis saja tapi membuat kulit wajahnya yang putih bersih terlihat alami, rambutnya yang berwarna coklat dan sedikit ikal ia biarkan tergerai, kakinya yang jenjang menapaki sepatu heels tinggi berwarna senada dengan dressnya
Adam nyaris tak berkedip melihat wajah istrinya, ya Bella memang cantik, matanya bulat dengan iris berwarna coklat terang yang meneduhkan, hidung yang tinggi, bibir merah muda sensual yang selalu lembab, meski agak sedikit kurus tapi tubuh Bella tetap terlihat sexy
“Sialan kau Bella, lagi - lagi kau memakai baju yang ingin sekali ku beli, bisa - bisanya kau memakai baju lebih bagus dariku yang sedang berulang tahun! Benar - benar tidak tahu diri!” Geram Brianna iri, Brianna tak terima melihat Bella yang tampil lebih cantik darinya, apalagi Bella berhasil menyita perhatian semua orang termasuk para pelayan yang sibuk berbisik - bisik kagum
“Duduklah Bella, kami semua sudah menunggumu!” Ujar William, Bella mengangguk patuh lalu berjalan menghampiri Adam yang telah menyiapkan kursi untuknya
“Kau cantik sekali” bisik Adam, Bella tersipu, benarkah? Aku berdandan untukmu Adam” goda Bella, ia senang melihat wajah Adam yang memerah malu - malu seperti sekarang, Adam semakin terlihat tampan apalagi siang ini ia memakai tuxedo berwarna hitam yang melekat pas di tubuh atletisnya
“Ahahaha.. lihatlah mereka! Astaga, bisakah kalian menunggu sampai nanti ketika kalian berada di kamar?” Seloroh William, yang ditimpali tawa renyah Miranda
Adrian mendengus, entah kenapa ia sangat tidak suka melihat kemesraan Adam dan Bella
William berdehem, “Baiklah, karena kita semua sudah berkumpul, kita akan memulai acaranya” ucap William, senyum Brianna semakin lebar, otaknya mulai merangkai kata - kata ucapan terima kasih yang akan ia sampaikan atas hadiah mobil untuknya, Brianna bahkan tanpa sadar sesekali menoleh pada mobil yang teparkir rapi di halaman rumah, tak sabar ingin memamerkannya pada Pamela dan teman - temannya
“Daddy dan Mommy sengaja membuat jamuan siang ini untuk merayakan kelulusan kuliah Bella dengan nilai yang sangat baik, nyaris sempurna! Selamat Bella, kau benar - benar membuat kami bangga!” tutur William penuh suka cita
Deg…
Hati Brianna bak di godam, apa? Jadi jamuan makan ini bukan untuknya melainkan untuk Bella?
“Jadi acara ini disiapkan untuk Bella?” Tanya Adrian spontan, ia sama terkejutnya dengan Brianna
Miranda mengangguk, “iya, bukankah Brianna sudah diberi tahu oleh Bella? Itu makanya kalian bergabung makan siang dengan kami kan? Kita semua merayakan prestasi Bella” sahut Miranda
Brianna dengan dada bergemuruh hebat menjatuhkan pandangannya pada Bella yang tengah menatapnya dan menyeringai, “uuupppss” ucap Bella puas, Adrian mengelus punggung istrinya yang gemetaran untuk membesarkan hatinya
“Tapi mobil mewah itu untuk Brianna kan?” Tanya Adrian sambil menunjuk mobil yang dari tadi sudah menyita perhatian Brianna dan dirinya
“Ah mobil itu?” Tunjuk William, “tentu saja itu untuk Bella, dia pantas menerimanya, apa kau tahu kalau Bella adalah lulusan terbaik di kampusnya?” Sahut William lagi - lagi dengan penuh kebanggaan
Mata Brianna membulat sempurna, kepalanya menggeleng - geleng tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, sedang Adrian di sebelahnya ikut meradang
“Ya Tuhan Daddy, apa benar mobil itu untukku?” Tanya Bella terkesiap, ekor mata Bella bisa melihat Brianna yang terduduk lemas
“Tentu saja buatmu! Brianna sudah kami belikan mobil lebih dulu, jadi sekarang waktunya buatmu untuk memiliki mobil sendiri” sahut Willam, Brianna memang telah mendapatkan mobil Mercy dari William sebagai hadiah pernikahan, tapi tetap saja mobil itu tak semahal mobil yang diberikan untuk Bella
“Terima kasih, Mommy, Daddy! Kalian tahu, aku sangat bahagia sekarang” ucap Bella bersungguh - sungguh, meskipun agak sedikit ia lebih - lebihkan untuk memanas - manasi Brianna
Rahang Adrian mengeras, “Lalu kejutan apa yang kalian siapkan untuk Brianna, ini hari ulang tahunnya” Tandas Adrian menahan kesal
William dan Miranda saling tatap, “kejutan? Kami memang sudah merencanakan kejutan dan hadiah untuk Brianna, tapi saat kami menanyakan pada Bella tentang apa yang Brianna sukai, Bella bilang Brianna tidak suka kejutan dan hadiah di hari ulang tahunnya, itu makanya kami tak menyiapkan apa - apa” sahut Miranda kebingungan
Bagai terbakar api yang sangat panas, hati Brianna seketika membara, matanya nyalang kala menatap adiknya yang sedang tersenyum penuh ejek, “berengsek kau Bella! Berengsek!” Makinya dalam hati, Adrian paham apa yang Brianna rasakan saat istrinya itu mengepalkan tinjunya, Adrian pun sangat murka pada Bella tapi melampiaskannya sekarang hanya akan membuat penilaian buruk di mata orang tuanya
“Bukankah memang Kak Brianna dari dulu tidak suka kejutan dan hadiah ulang tahun?” Bohong Bella penuh cemoohan pada Brianna, Bella sengaja mengatakan kalau Brianna tak menyukai hadiah dan kejutan ulang tahun pada Miranda agar Brianna tak mendapat apa pun di hari ulang tahunnya, gigi Brianna gemerutuk menahan murka yang siap meledak seandainya saja Adrian tak menggenggam tangannya untuk menahan kemarahan Brianna
“Oh ya Adam, bukankah kau juga akan memberikan Bella hadiah?” Pancing Miranda, Adam memang meminta bantuan Miranda untuk memilih hadiah terbaik yang akan ia berikan pada Bella, maklumlah Adam tak punya pengalaman apa pun soal itu
Bella semakin puas saja, “sayang, kau juga menyiapkan hadiah untukku?” Tanya Bella manja, Adam mengangguk, senyumnya lebar ketika ia mengeluarkan kotak beludru warna hitam sama persis dengan kotak perhiasan yang diberikan Adrian pada Brianna tadi
“Kotak itu! Jangan - jangan.. “ gumam Adrian cemas, dan benar saja Adam mengeluarkan kalung berlian termahal yang Adrian ceritakan pada Brianna tadi, jadi Adamlah yang membeli kalung termahal itu? Adam lah pengusaha sukses yang membeli kalung termahal dan hanya satu - satunya di dunia itu? Dan itu untuk Bella?! Adrian nyaris tak percaya dengan apa yang dilihatnya, wanita yang ia buang dulu diperlakukan bak seorang ratu oleh Adam, sementara Brianna hampir tak bisa bernapas melihat Adam mengalungkan berlian itu di leher putih Bella
“K - kalung itu! Jangan katakan kalau itu kalung yang kamu maksud Adrian!” bisik Brianna, Adrian tak mampu berkata apa - apa selain menganggukan kepalanya, Brianna terhenyak kaget, mulutnya yang terbuka lebar ia tutup dengan tangannya, kubangan bening sudah mulai menggelayut di pelupuk matanya, dia yang berulang tahun tapi kenapa semua kejutan dan hadiah yang dia inginkan justru di dapatkan oleh Bella?
“Astaga sayang, ini terlalu mahal untukku, bahkan ini lebih mahal dari milik Kak Brianna kan?” Sindir Bella pada Brianna, ia seolah belum puas menyakiti hati Brianna yang sedang tergugu tak berdaya
“Kau yang paling pantas memakai ini, ini hanya ada satu di dunia, tidak ada orang lain yang akan memakainya selain kamu” sahut Adam begitu lembutnya
“Terima kasih sayang” ucap Bella bahagia sambil memeluk Adam dengan eratnya, ya Bella memang sangat bahagia, tapi bukan karena berlian atau perhatian Adam, Miranda, atau Willam, tapi karena Bella bisa melihat jelas wajah kecewa Brianna dan Adrian, Bella puas karena bisa membuktikan pada Adrian bahwa ia dulu yang dulu dibuang, dihina, dan dipermainkan oleh Adrian tapi kini Bella diperlakukan dengan sangat istimewa oleh Adam, Kakak sekaligus saingan Adrian, dan Bella juga bisa menunjukkan pada Brianna kalau William dan Miranda lebih memperhatikan Bella dibanding Brianna
Meskipun dengan hati yang remuk redam dan penuh amarah, Brianna serta Adrian terpaksa mengikuti jamuan makan siang untuk merayakan kelulusan Bella, makanan yang tadinya menggugah selera itu terasa hambar di lidah mereka berdua. Hari ini mungkin hari yang paling sial untuk Brianna.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu telah beranjak malam ketika Bella turun dari kamarnya menuju ke dapur, ia ingin membuatkan secangkir teh hangat untuk Adam yang sedang berjibaku dengan pekerjaannya setelah seharian penuh ia menghabiskan waktunya bersama Bella
Bella dengan sangat hati - hati membawa teh yang masih mengepul itu menuju kamarnya, namun tiba - tiba tangan Bella ditarik kasar, teh yang masih panas itu seketika tumpah mengenai tangan Bella, Bella meringis merasakan panas yang menjalar di kulitnya
“Apa - apaan kau Kak!” Sentak Bella pada Brianna yang sedang berdiri congkak di depannya, Brianna sengaja menarik Bella menuju koridor sepi agar tak ada yang bisa melihat mereka berdua
“Kau yang apa - apaan?! Apa maksudmu dengan mengatakan kalau aku tak menyukai hadiah dan kejutan pada Mommy, hah?” Sengit Brianna dengan mata menyalang penuh kemarahan
“Kau memang tak menyukai kejutan kan? Bukannya kau selalu meminta sesuatu untuk hadiah ulang tahunmu? kau tak suka kejutan karena kau khawatir hadiahnya tak sesuai dengan keingianmu kan?” Sahut Bella nyalang
Brianna mengepalkan tangannya, “Kau sengaja melakukannya agar aku tak mendapat apa pun di hari ulang tahunku! Kau benar - benar berengsek Bella!” Sentaknya
“Ahahaha.. bukannya Adrian sudah memberikan semua yang kau inginkan? Untuk apa kau mengharapkan hadiah dari orang lain?” Cemooh Bella tak mau kalah, membuat Brianna semakin meradang. Brianna sudah tak dapat mengontrol emosinya lagi ketika ia melihat kalung berlian yang gemerlapan di leher Bella, seketika ia mendorong Bella dengan sangat kuat membuat tubuh Bella terhentak ke belakang, kepalanya terbentur kasar di tembok, untuk kedua kalinya Bella meringis karena perbuatan Brianna
“Kau yang memulai perang ini Bella! Kau akan merasakan pembalasanku, kau lihat saja nanti!” Ancam Brianna, wajahnya sarat kemarahan yang membuncah
Bella tersenyum sinis, “kau yang memulai perang ini Brianna! Kau yang berniat membunuhku dengan melepaskan anjing gilamu!” Sentak Bella berapi - api, Bella kemudian maju mendekati Brianna, “Kau pikir aku akan takut dengan ancamanmu Brianna? Kau pikir aku selemah itu? Balaslah aku Brianna, dan akan ku pastikan kau mendapat balasan yang jauh lebih mengerikan!”
Bella tak lagi menunggu Brianna mengucap satu patah kata pun, ia beranjak dari situ meninggalkan Brianna yang semakin meradang, Brianna bahkan sampai menghentak - hentakan kakinya karena frustasi
Bella mengatur napasnya sebelum masuk ke dalam kamar, ia membentuk senyum terbaiknya seolah tak terjadi apa - apa meskipun tangannya memerah karena tersiram teh panas dan kepalanya berdenyut sakit akibat benturan keras tadi
Adam yang tengah fokus pada layar laptopnya menoleh pada Bella yang masuk ke dalam kamar, matanya seketika memicing melihat tangan Bella yang kemerahan, Adam seketika bangkit dari duduknya dan memburu Bella
“Kau kenapa?” Tanya Adam, matanya menuju pada kulit tangan Bella yang memerah
“Aku tak sengaja menumpahkan teh yang aku buatkan untukmu tadi, maafkan aku Adam, aku kurang berhati - hati” sahut Bella sambil meringis menahan perih
“Untuk apa kau repot - repot membuatkanku teh Bella? Ada banyak pelayan yang bisa kau suruh! Lihatlah apa yang terjadi padamu!” Sewot Adam cemas, “sebentar!” Ucap Adam, ia lalu beranjak menuju kamar mandi, dan keluar dengan membawa kotak obat, Adam lalu memapah Bella untuk duduk di samping ranjang, ia lalu meraih salep luka bakar dan mengoleskannya dengan sangat lembut di tangan Bella, sesekali mulutnya meniup - niup luka Bella, memastikan agar Bella merasa lebih baik
“Sudah lebih baik?” Tanya Adam, Bella mengangguk, “sudah tidak terasa panas lagi” sahut Bella sambil tersenyum
Adam mengelus lembut rambut Bella, “Kau harus lebih berhati - hati Bella, aku tak mau kau kenapa - kenapa” ucapnya
Bella menatap Adam, menelisik iris mata berwarna hazel itu, Bella sungguh tak mengerti apa yang membuat pria itu bisa berubah drastis, Adam yang dulu sangat kasar berubah lemah lembut padanya, Bella bahkan masih bisa merasakan cekikan tangan besarnya di leher Bella, cacian dan makian pun masih terngiang jelas di telinganya, tapi kini lihatlah pria itu, Bella berpikir keras, tak mungkin Adam jatuh cinta dengan mudah pada dirinya, tak mungkin juga Adam berhenti membencinya, karena Bella yakin kalau Adam belum mengetahui kalau Bella adalah korban Pamela, lantas apa yang membuat Adam begini?
Deg..
Bella terhenyak dengan pemikirannya sendiri bahwa Adam sama seperti dirinya, berpura - pura mencintai agar ia bisa mendapatkan anak dari Bella.
“Baiklah Adam, kita akan sama - sama bersandiwara untuk tujuan kita, aku akan memberikanmu anak, dan kau akan memberikanku fasilitas untuk membalaskan dendamku, setelah itu kita akan berpisah, aku akan pergi jauh darimu” ucap Bella dalam hatinya, Bella kemudian menatap Adam lekat - lekat, menikmati keindahan pahatan Tuhan yang nyaris tanpa cela
“Adam” panggil Bella lembut
“Ya?” sahut Adam, Bella menangkup rahang tegas yang sedang tertunduk memperhatikan lukanya itu, wajah tampan itu mendongak, melihat Bella dengan sejuta kasih
Bella mendekatkan wajahnya, menipiskan jarak antara mereka, hingga kini Bella bisa merasakan hembusan napas Adam dan bau mint yang menguar dari mulutnya, Bella lalu memiringkan wajahnya, mengecup lembut bibir Adam, “Astaga kenapa semanis ini?” Puji Bella dalam hatinya, Adam tersenyum saat merasakan sentuhan bibir Bella di bibirnya, Adam memutuskan untuk membiarkan Bella melakukan yang diinginkannya termasuk saat Bella mulai menghisap dan mengulum bibirnya, Adam memejamkan matanya saat ciuman Bella semakin intens dan menuntut, hanya tangan Adam yang mengelus - elus lembut rambut Bella. Bella terhanyut pada rasa yang diciptakan nya sendiri, rasa bibir Adam membuatnya tak ingin berhenti, manis, lembut, hangat, membuat Bella agresif menciuminya bertubi - tubi, Bella mungkin tak menyadari kalau ia sudah mulai ketagihan ciuman dan sentuhan Adam, rasa dendam menutupi kesadaran dan segala indra perasanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
sihat dan kaya
kahkahkah
2024-08-28
0
💜🌷halunya jimin n suga🌷💜
adrian disuruh menampilkan kinerjaya biar maju perusahny malahn buang buang duit adehhh
2024-01-09
0
Lia Suryani
lanjutan
2023-02-02
0