Pov: Bella
Sudah berjam - jam aku duduk di trotoar seberang jalan rumah mewah yang ditempati Ibuku, mataku tak pernah lepas memandangi gerbang tinggi yang menjulang berharap Ibu akan melewati gerbang itu, melihat wajahku dan timbul rasa Iba di hatinya lalu memelukku erat dan menyayangiku kembali
Jika itu terjadi, aku berjanji pada Ibu dan pada diriku sendiri kalau aku akan membahagiakan Ibu semampuku, aku rela bekerja keras demi membuat Ibu senang, jangankan hanya meninggalkan kuliah, bahkan aku rela meninggalkan kebahagiaanku untuk Ibu
“Ini aku Bu, aku disini” gumamku penuh harap pada orang yang telah melahirkanku
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siang ini Adam benar - benar tak bisa konsentrasi mengerjakan apa pun di kantornya, pikirannya terus saja berlayar pada Bella dan Justin, Adam sepenasaran itu ingin tahu apa hubungan antara mereka, karena dari pantauan Adam beberapa hari ini Bella selalu saja dijemput oleh Justin dari kampus, setelah itu mereka berdua akan berangkat ke rumah Justin
Ya, beberapa hari ini Adam memang mengikuti Bella hingga ke rumah Justin, Adam rela selalu pulang lebih cepat dari kantornya dan meninggalkan masih banyak pekerjaan demi mengetahui ada apa antara Justin dan Bella, Adam bisa saja memerintahkan asistennya untuk menguntit Bella, tapi Adam tak mau ada anak buahnya yang sampai menghembuskan skandal kedekatan istrinya dengan pria lain
“Ini akhir pekan, seharusnya Bella tidak ada kegiatan apa pun di kampusnya kan?” Gumam Adam, Adam mengulum senyumnya membayangkan mungkin sore ini ia dan Bella bisa berbicara, memperbaiki hubungan mereka yang diawali dengan kesalah pahaman, bagaimana pun sebagai seorang manusia Adam merasa iba pada nasib Bella, ia ingin menebus kesalahannya, ia juga ingin mencari tahu mengenai hubungan Bella dan Justin
** Sudah sore ketika Adam sampai di rumahnya, Miranda sampai dibuat kaget karena tak pernah - pernahnya Adam pulang pada sore hari
“Apa terjadi sesuatu, Adam? Kenapa kau sudah pulang?” Tanya Miranda panik
“Semua baik - baik saja Mom, jangan khawatir, aku hanya ingin pulang tepat waktu dan makan malam di rumah” sahut Adam, ia lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah, “dimana Bella Mom? Apa dia di kamar?”
“Bella? Apa kau tidak tahu kalau Bella ke kampus hari ini? Dia pergi tak lama setelah kau berangkat ke kantor tadi pagi” sahut Miranda
Adam menghela napasnya, dimana Bella sekarang? Tadi ia melewati kampus Bella dan jelas - jelas kampus itu tutup
“Kau mencari - cari Bella, apa kau sudah mulai merindukannya Adam?” Goda Miranda, Adam tak menyahut ia sibuk memikirkan dimana Bella sekarang
“Adam, apa kau sudah mencari tahu tentang rumah yang kau belikan untuk Bella? Apa memang dia yang memintanya?” Tanya Miranda lagi
“Nanti akan kuceritakan Mom, aku ke kamar dulu” sahut Adam membuat Miranda kesal
“Sudah menikah pun kau tetap saja misterius Adam Anderson!” Gerutu Miranda
Di dalam kamarnya, Adam membuka jas dan melonggarkan dasinya, pria tampan itu baru saja hendak menyegarkan tubuhnya dengan mandi namun urung saat ia melewati jejeran lemari yang berada di walk in closet, tepat di bagian ujung walk in closet tersebut ada satu lemari yang berisi baju - baju dan barang - barang Bella, entah apa yang sedang terjadi pada Adam, tapi tiba - tiba saja pria itu berkeinginan kuat untuk melihat barang - barang istrinya itu
Jari - jari Adam menyusuri baju - baju Bella yang dilipat dan tersusun rapi, tak seperti ratusan baju mahal Adam yang digantung dan disusun berdasarkan warna atau corak, baju - baju Bella dan Adam tampak kontras sekali perbedaannya
“Jadi alasanmu selalu menggunakan baju - baju lusuh ini karena kau memang tidak pernah menerima uangku Bella?” Gumam Adam prihatin, pria itu lalu mengambil sehelai dress bermotif floral yang pernah Bella pakai saat sarapan pertama bersama keluarganya
“Kau bahkan masih memakai baju yang sudah sobek” gumam Adam lagi sendu sambil memperhatikan bagian pinggang dress Bella yang sudah sobek, sekilas hampir tak terlihat jika tak melihatnya dari dekat
Pandangan Adam lalu tersita pada sebuah amplop coklat yang mengintip di bawah tumpukan baju Bella, Adam awalnya agak ragu untuk melihat isi amplop itu, tapi lagi - lagi rasa penasaran menguasainya hingga Adam perlahan membuka amplop tersebut
Di dalam amplop tersebut Adam hanya menemukan selembar kertas berisi tagihan biaya kuliah Bella
“Apa kau belum membayar biaya kuliahmu Bella?” Gumam Adam lagi, namun sorot mata Adam berubah tajam saat ia melihat secarik kertas tanda terima pembayaran dengan tanda tangan dan nama Justin yang tercantum sebagai orang yang membayarnya
“Justin bahkan sampai membayar uang kuliahmu? Jadi kalian memang memiliki hubungan?” Geram Adam
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari menjelang malam ketika Bella sampai di rumah kediaman Anderson yang sudah sepi, seluruh anggota keluarga Anderson telah berada di peraduannya masing - masing
Bella mengusap - usap tengkuknya yang pegal, malam ini dia memperpanjang waktu les Jessy karena Jessy sedang mempersiapkan ujian akhirnya, rasa kantuk dan lelah Bella membuatnya ingin segera membaringkan diri, duduk berjam - jam di bawah sengat matahari saat menunggu Ibunya dan mengajari Jessy membuat badannya tak karuan
“Semoga Adam sudah tidur” rapal Bella sesaat sebelum ia memasuki kamar Adam, Adam memang sudah berhari - hari tidak meminta Bella untuk melayaninya, tapi justru itu yang Bella khawatir kan, ia cemas kalau kapan saja Adam akan meminta haknya
“Kau baru pulang?” Tanya Adam pada Bella, Bella menghela napasnya, sumpah demi apa pun ia sedang tidak ingin berhadapan dengan Adam
Bella membalik badannya menghadap Adam, “apa kau sedang menginginkanku?” Tanya Bella lesu
“Kau darimana Bella?” Cecar Adam
“Aku dari kampus” bohong Bella, wajahnya tertunduk, jengah jika harus melihat wajah Adam
Adam tersenyum sinis, “Bagaimana caranya kau masuk ke kampus yang bahkan pintu gerbangnya tertutup dan terkunci rapat?”
Bella mendongak, menatap Adam penuh tanya, “kau ke kampusku?” Cecar Bella
“Aku hanya memastikan kau tidak selalu beralasan ke kampus setiap kali kau keluar dari rumah ini” Tandas Adam
“Apa maksudmu? Kau mulai ikut campur dalam kehidupanku? Bukannya kau sendiri yang bilang kalau kau tak tertarik dengan kehidupanku selain masalah ranjang?” Cecar Bella lagi
Mata Adam tajam menatap Bella, sementara ingatannya tak lepas dari bukti Justin membayar uang kuliah Bella, “aku hanya ingin memastikan agar kau tak bertindak gegabah, bagaimana pun kau istriku Bella, dan kau adalah menantu di keluarga Anderson!” Tandas Adam
“Gegabah? Memangnya apa yang aku lakukan Adam?” Cecar Bella
Adam mendengus, haruskah ia menceritakan pada Bella kalau ia menemukan bukti pembayaran tadi?
“Tidak bisakah kau menjaga jarak dengan Takanawa itu?”
“Justin maksudmu? Kenapa aku harus menjaga jarak dengannya Adam? Apa masalahmu dengan itu? Kau hanya perlu aku di atas ranjang agar kau bisa segera punya anak kan? bukannya aku cuma wanita licik dan serakah? Jadi jangan buang - buang waktumu dengan mengurus hidupku Adam!” Sengit Bella
Adam menggeram, semakin besar saja kecurigaannya jika memang Bella berhubungan dengan Justin, ia juga yakin jika Bella baru saja pulang dari rumah pria itu, entah apa yang Bella lakukan di rumah itu bersama Justin hingga ia pulang nyaris tengah malam, “justru karena kau calon Ibu anakku nanti aku minta kau menjaga harga dirimu, aku tidak mau kau tersentuh pria lain!” Sengit Adam
Bella terhenyak kaget, “Tersentuh? Apa dia berpikir aku berbuat macam - macam dengan Justin? Apa sehina itu aku dimatanya? Kau sangat berengsek Adam Anderson!” Batin Bella
“Jangan ikut campur urusanku Adam! kewajibanku hanya di ranjang itu agar bisa memberikanmu anak! Jadi jangan atur hidupku Adam Anderson!” Sentak Bella berapi - api, harga dirinya kembali dilukai entah untuk ke berapa kali oleh Adam
Adam memilih untuk keluar kamar demi meredakan emosinya yang semakin tersulut, ia tak ingin sampai berbuat semena - mena lagi pada Bella, bagaimana pun nasib Bella sangat mengenaskan, melampiaskan kemarahannya pada Bella hanya akan menambah rasa penyesalannya pada Bella meskipun Adam merasa harga dirinya sedang terinjak - injak sekarang
Adam mendudukkan diri di kursi ruangan kerjanya, bayangan kedekatan Bella dan Justin bergelayut di benaknya membuatnya semakin gusar
“Aaaaarrgghhhhh!!” Pekik Adam sambil menyugar rambutnya frustasi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Semenjak pembicaraan mereka malam itu, Adam sama sekali tidak pernah bicara pada Bella lagi beberapa hari belakangan ini, sikap Adam semakin dingin meskipun tak pernah lagi ada kata - kata kasar yang terlontar dari mulutnya untuk Bella
“Apa hari ini kau masih ada kegiatan di kampus Bella? Bukannya semua ujianmu sudah selesai?” Tanya Miranda yang melihat menantunya itu telah bersiap setelah mereka sarapan bersama
“Masih ada kegiatan yang harus aku ikuti di kampus Mom, dan sepertinya hari ini aku akan pulang malam” bohong Bella pada Miranda, padahal sepanjang hari ini ia akan memberikan les untuk Jessy, dalam beberapa hari ke depan Jessy akan menghadapi ujian kelulusannya
“Baiklah, tapi berjanjilah pada Mommy kalau kau akan menjaga kesehatanmu” sahut Miranda
“Jangan khawatir Mom, baiklah aku berangkat dulu” ucap Bella, ia lalu beranjak tergesa agar tak bertemu dengan Adam yang masih bersiap di kamarnya
Tak lama Adam yang sudah rapi mengenakan setelan jasnya menghampiri Miranda yang masih terpaku memandangi punggung Bella yang kini sudah tak terlihat lagi
Miranda terlihat sedih saat Adam menghampiri dan mencium pipinya, “Kapan kalian akan punya anak kalau kalian sama - sama sibuk begini?” Keluh Miranda
“Apa Bella keluar rumah lagi Mom?” Tanya Adam
“Dia baru saja berangkat, dia bilang hari ini ada kegiatan di kampusnya” sahut Miranda sedikit kesal, Miranda lalu menatap intens anaknya, “Adam dengar, kau dan Bella harus segera mempunyai anak, kau tidak boleh menundanya lagi Adam, segera konsultasikan pada Erick! Mama tidak mau kalau Adrian dan Brianna yang lebih dulu memberikan Mommy cucu dan akhirnya perusahaan jatuh ke tangan mereka, ingat Adam banyak yang sudah kau korbankan agar kau bisa memimpin perusahaan! Daddy dan Mommy juga sudah kehabisan akal untuk menjegal Adrian, kau mengerti?” Tutur Miranda setengah berbisik
Adam menghela napasnya ketika menyadari kalau semua perkataan Ibunya benar, belakangan ini ia hampir saja kehilangan tujuannya untuk menjegal Adrian karena pikirannya terfokus pada Justin dengan Bella
“Baiklah Mom, kau jangan khawatir! Aku akan menyeselaikan semuanya” ujar Adam sambil mencium sayang kening Miranda, Adam lalu berlalu menuju kantornya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Emily melajukan kursi rodanya menuju ruang belajar Jessy yang kini sedang dihuni oleh Jessy dan Bella, Jessy tampak sedang serius mengerjakan soal - soal yang diberikan Bella, sementara Bella tak berkedip dari buku yang sedang dibacanya, “Bella, ini sudah hampir jam 9 malam, apa tidak apa - apa kalau kau pulang malam lagi hari ini?” Tanya Emily khawatir
Bella melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, hari memang sudah semakin malam tapi mau bagaimana lagi, masih banyak materi yang harus ia berikan untuk Jessy
“Sebentar lagi saya pulang Nyonya, masih ada materi yang harus saya berikan untuk Jessy” sahut Bella sopan
“Baiklah, aku akan meminta pelayan menyiapkan teh hangat dan makanan ringan untuk kalian” ucap Miranda lembut, baru saja Miranda hendak melajukan kursi rodanya kembali ketika ia mendengar suara suaminya memanggil
“Sepertinya Papamu sudah pulang Jessy, kalian teruskanlah belajar, Papamu akan sangat senang melihat kau belajar dengan giat” ucap Emily menyemangati anaknya, Jessy menggerutu ketika Ibunya itu keluar dari kamar
“Ini akibatnya kalau memiliki seorang Kakak yang jenius, aku akan selalu dibanding - bandingkan dengan Kak Justin, menyebalkan!” Sewot Jessy
Bella tersenyum lalu mengusap punggung Jessy dengan lembut, “semangatlah, kau tenang saja, aku yakin kau akan lulus dengan nilai yang bagus” ujar Bella memotivasi, Jessy mengangguk antusias lalu melanjutkan belajarnya
Di ruang tamu, Tuan Takanawa tak sabaran menunggu istrinya, Tuan Takanawa tak lupa meminta para pelayannya menyajikan teh untuk tamu istimewanya malam ini
“Sayang, lihatlah siapa yang datang!” Ujar Takanawa begitu istrinya datang menghampiri, Emily memicingkan matanya tatkala ia melihat sosok pria tampan di depannya itu
“Oh ya Tuhan, bukankah anda Adam Anderson, anak sulung dari keluarga Anderson?” Tanya Emily terkejut, entah ada angin apa sampai seorang keluarga Anderson datang ke rumahnya
“Adam datang ke pesta penggalangan dana menggantikan Ayahnya tadi, dan ternyata pembicaraan kami tidak bisa diselesaikan disana, jadi aku mengundangnya kesini” ucap Takanawa sambil tergelak menyadari kalau tak cukup waktu bahkan sampai berjam - jam untuk bicara dengan Adam, Adam yang cerdas membuat Takanawa betah berlama - lama bicara dengannya
Adam mengangguk hormat, menghampiri Emily, meraih tangannya dan mengecupnya lembut, “senang bertemu dengan anda Nyonya” ucap Adam sopan
“Ahahaha.. selain sangat tampan kau juga sangat sopan Adam, tak heran kenapa William selalu membicarakanmu setiap kali kami bertemu” tutur Emily
Adam tersenyum puas, ia lega karena rencananya untuk masuk ke rumah keluarga Takanawa berjalan mulus, Adam memang sengaja mengajukan diri menggantikan Ayahnya untuk datang ke pesta yang diadakan oleh Takanawa, malam ini Adam bertekad untuk memberitahu pada keluarga Takanawa kalau Bella adalah istrinya, karena Adam yakin Bella tak membuka identitasnya di rumah itu
Adam mengedarkan pandangannya pada rumah mewah Takanawa ketika para pelayan sedang menyajikan teh, ia mencari - cari keberadaan Bella atau Justin yang tak terlihat batang hidungnya
“Bukankah anda memiliki seorang putra, Tuan Takanawa?” Pancing Adam
Takanawa meletakkan cangkir teh yang baru ia sesap, “Iya betul sekali, namanya Justin”, Takanawa lalu menoleh pada istrinya, “dimana Justin sekarang sayang?” Tanya Takanawa pada Emily
“Justin masih berada di rumah sakit, beberapa hari ini dia berada disana dari pagi sampai malam hari untuk mempersiapkan ujiannya sebagai calon dokter spesialis, sangat disayangkan sekali kalian tidak bisa bertemu” sahut Emily
Adam terkejut, jadi selama beberapa hari ini Bella dan Justin tidak bersama? Lalu untuk apa Bella berada di rumah itu? Batin Adam
“Bagaimana dengan Jessy sayang? Apa dia sudah tidur?” Tanya Takanawa lagi pada Emily
“Jessy masih belajar bersama Bella Pa, tampaknya Bella lebih banyak memberikan materi les untuk Jessy berhubung hari Senin ini Jessy sudah mulai ujian kelulusan” sahut Emily
Adam kembali terhenyak, “Bella? Les?” Refleks Adam
“Iya, Bella.. itu nama guru les anak kami Jessy, sebentar lagi Jessy akan menghadapi ujian kelulusan, beruntung ada Bella yang mengajarinya, Bella adalah mahasiswa berprestasi di kampus yang sama dengan Justin, sudah beberapa minggu dia memberikan les tambahan untuk Jessy, dan pekerjaannya sangat memuaskan, nilai - nilai Jessy terus meningkat di tangannya” tutur Takanawa dengan senyum bangga
Deg…
Adam seperti mendapat tamparan telak, jadi selama ini Bella berada di rumah itu untuk bekerja sebagai guru les? Ya Tuhan lagi - lagi ia salah paham pada Bella, Adam memijit pelipisnya, sumpah demi apa pun ia merasa sangat malu sekaligus. bersalah pada Bella sekarang
“Apa kau baik - baik saja, Adam?” Tanya Takanawa khawatir saat melihat Adam yang kini terduduk lesu
“Saya baik - baik saja, terima kasih. Jadi Bella itu, bagaimana orangnya tadi?” Tanya Adam, membuat Takanawa dan Emily saling tatap, bingung karena Adam terlihat sangat tertarik membicarakan tentang Bella
“Bella itu pekerja keras, setiap hari ia belajar di kampusnya dari pagi hari, sore harinya ia bekerja di perpustakaan kampus, dan pada malam harinya ia datang kesini untuk mengajari Jessy, sangat jarang ada wanita muda yang cantik seperti dia mau bersusah payah seperti itu” ucap Takanawa penuh kekaguman
Adam terdiam, dalam diamnya ia semakin menyesali semua perbuatannya pada Bella
“Ya Tuhan apa yang telah ku lakukan?” Batin Adam
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
sihat dan kaya
hehh
2024-08-28
0
sihat dan kaya
lahaiiii... belajar dr kesilapan la Dam.... selidik laaa dulu
2024-08-28
0
Rahmi Hasibuan
nah tau rasa kan adam
2023-10-25
0