Pov: Bella
Sangat perlahan aku membuka pintu kamar mandi itu, enggan yang teramat menyergapku sekarang, sungguh aku tak ingin melakukannya
Aku melangkahkan kakiku yang masih saja gemetaran menghampiri pria yang dengan sangat dingin penuh benci menatap kehadiranku, sejenak aku terpaku di tempatku berdiri, aku bingung apa yang harus aku lakukan? Apa?
...“Tidak usah pura - pura, kau pasti tahu betul apa yang harus kau lakukan untuk melayani seorang pria” hinaan itu kembali meluncur dari bibir Adam, tapi apa yang aku tahu? Bahkan sampai detik ini membayangkan melakukannya pun aku belum pernah...
Saat tak ada reaksi yang kuberikan, aku bisa melihat dari ekor mataku kalau Adam bangkit berdiri dari sofa tempat duduknya, membuka kemeja yang melekat di tubuhnya dan menghempasnya begitu saja
“Naik ke atas tempat tidur!” Titah Adam, tapi aku tak serta merta menurutinya, aku sibuk dengan pemikiranku, setelah di tempat tidur nanti apa yang harus aku lakukan? Tidak kah Adam ingin memberi tahu aku harus bagaimana atau apa dulu yang harus aku lakukan? Sungguh aku tak mengerti
“Bella!” Sentak Adam padaku, jantungku yang sedari tadi bergerak tak normal semakin cepat debarannya, aku kembali menyeret kakiku yang tiba - tiba merasa tak berpijak. Saat di depan tempat tidur bisa ku rasakan aura dingin yang mencekam bercampur dengan rasa muak yang memuncak, deru napas Adam mewakili isi hatinya yang penuh amarah
...“Berbaringlah!” Perintah Adam lagi...
Aku mendongak, “berbaring?” Tanyaku ragu
“Iya berbaring atau kau lebih suka melakukannya dengan berdiri?” Sengit Adam lagi padaku, bisa kulihat seringai jijik di wajahnya, seketika badanku menegang, dadaku sesak, aku merasa diperlakukan seperti wanita tanpa arti
...“Bella!” Panggil Adam lagi penuh penekanan, mungkin kesabarannya sudah hampir habis padaku...
Takut bercampur bingung saat aku beringsut naik ke atas tempat tidur king sizenya, pelan aku membaringkan diri tepat di bawah Adam yang masih berdiri di tepi ranjang
“Ambil bantal itu dan tutupi mukamu!” Titahnya, aku tak menolak perintahnya, sebelah tanganku langsung meraih bantal dan menutup wajahku dengan bantal bersarung sutera itu
Aku susah payah menelan salivaku saat kini aku rasakan gerakan Adam yang mulai beringsut naik ke atas tempat tidur, aku juga bisa mendengar saat Adam mulai membuka ikat pingganggnya dan aku yakin barusan adalah suara benturan kepala ikat pinggang akibat Adam menghempas begitu saja celananya ke lantai
Jantungku seolah berhenti saat tangan besar itu membuka kancing piyamaku dengan kasar dan tergesa, sentuhan udara dingin dari pendingin ruangan aku rasakan saat bagian atas tubuhku kini tak terbungkus apa - apa
Aku yang sudah mulai sulit bernapas karena bantal besar menutupi akses oksigen untuk bisa kuhirup semakin sesak saat merasakan mulut Adam yang panas kini menghisap kedua bagian atas tubuhku, kasar dan menyakitkan karena terkadang dia menggigit kecil, aku yakin banyak bekas kemerahan disana sekarang
Belum cukup sampai disitu, aku memejamkan mata ketika kurasakan Adam melepas semua celana yang kupakai, refleks ku silangkan kakiku, sungguh rasanya aku tak rela dia mendapat kehormatanku dengan memperlakukanku layaknya seorang ******, jangankan mencumbu atau merayu, untuk bertatapan dengan mataku saja ia tak sudi
...“Buka kakimu dan tekuk, Bella!” Ucap Adam dengan napas yang memburu, entah karena amarahnya atau karena ia sudah mulai terbuai hasrat...
Dengan ragu aku mulai membuka kakiku, tapi Adam seperti tak sabaran, tangan besarnya menarik kakiku dan menekuknya, kalau saja semuanya terjadi secara normal entah sudah seperti apa malunya aku sekarang ketika pertama kalinya dalam hidupku seorang pria melihat bagian paling inti dari tubuhku
Di bawah bantal itu tangisku mulai pecah saat kurasakan Adam mulai membelah bagian inti tubuhku dengan benda besar dan keras, sekali lagi refleks aku miringkan kakiku menghindari serangannya, tapi Adam tak mau kalah, tangannya kini menahan kedua kakiku saat benda besar itu kini mulai membelah dan berusaha menerobos masuk
Bisa ku dengar napas Adam yang mulai terengah, tangannya yang menempel di kakiku sedikit basah, mungkin karena peluh akibat usahanya yang tak juga membuahkan hasil
Hingga aku nyaris menjerit, jantungku serasa berhenti seketika saat sakit di bagian inti itu menderaku dengan hebatnya bersamaan dengan harga diriku yang hancur berkeping - keping, Adam sukses merenggut kehormatanku
Adam berhenti sebentar tanpa melepaskan bendanya, entah untuk apa, “sial” umpat Adam, ia kemudian melanjutkan lagi aksinya menggerakan badannya membuat kesakitan di bagian inti tubuhku semakin terasa
”Ayah, tolong Bella” lirihku, sungguh aku tak sanggup lagi merasakan sakit yang teramat, bukan hanya bagian inti, tapi hati juga
Entah sudah berapa lama Adam melakukan aksinya yang tak kunjung tuntas, yang pasti bisa ku dengar suara ******* dan erangannya, apakah Adam menikmati?
Sedang aku, semakin merasakan sakit yang teramat di bagian intiku, kaki yang kebas, dada yang semakin sesak, aku pun yakin mataku kian membengkak karena tangis yang tak kunjung berhenti, sungguh aku tak kuat lagi terutama karena aku semakin kekurangan oksigen, hingga setelah itu aku tak dapat mengingat apa - apa lagi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Berapa lama kau melakukannya sampai istrimu pingsan, Adam?” Cecar dokter Erick, sahabat sekaligus dokter kepercayaan Adam
“Tidak lama, mungkin sekitar dua jam” sahut Adam sedikit panik, sebentar - sebentar ia melihat Bella yang masih tak sadarkan diri
“Dua jam? Untuk pertama kalinya kau menggaulinya selama dua jam? Kau gila Adam!” Sengit Erick
“Aku membayarmu untuk memeriksanya Erick, bukan untuk menceramahiku!” Protes Adam
“Justru karena kau membayarku makanya aku memberikanmu nasihat profesional, kau bilang tadi dia masih perawan kan Adam? Artinya dia belum pernah melakukannya dengan siapa pun, harusnya kau bisa membiarkannya beradaptasi dulu, tunggu.. kau tadi melakukan pemanasan dulu kan Adam?” Selidik Erick lagi, Adam tak menyahut membuat Erick mengerti apa yang sebenarnya terjadi
Erick menghela kasar napasnya, “Apa kau tidak kasihan saat dia kesakitan akibat seranganmu yang brutal dan tanpa pemanasan Adam?”
“Entahlah, aku tak tahu, selama kami melakukannya aku meminta dia untuk menutupi wajahnya dengan bantal” sahut Adam
“Kau!” Pekik Erick frustasi, dokter muda itu lalu menyugar rambutnya frustasi, “pantas saja dia sampai pingsan Adam, selain sakit yang luar biasa dia juga kehabisan oksigen! Kau benar - benar sinting Adam!” Cerocos Erick penuh amarah
“Sudahlah Erick, kau tahu persis kenapa aku sampai menggaulinya, tujuanku hanya satu, aku ingin segera mendapat keturunan, tak penting bagaimana proses, sakitnya, atau apa pun itu!” Sanggah Adam membela diri
“Tapi kau menikmatinya kan Adam? Kalau kau hanya menginginkan Bella untuk hamil kau bisa melakukannya hanya dalam hitungan menit, tapi ini dua jam! Dua jam Adam! Itu artinya kau menikmatinya!” Sengit Erick
“Diam kau Erick! aku tak mungkin menikmati hubungan dengan wanita licik dan serakah seperti dia, haaahhh sudahlah, cukup kau berikan obat dan vitamin yang bisa membuat dia cepat hamil, setelah itu pergilah dari sini Erick, aku tak butuh kuliahmu!”
“Wah Tuan Adam Anderson, setelah anda memanggil saya di tengah malam buta dan kini anda mengusir saya begitu saja? Jangan bilang kalau kau ingin melanjutkan lagi aksimu dengan Bella, heemm?” Goda Erick sambil mengeluarkan berbagai macam obat dari dalam tas prakteknya
Adam menatap dingin sahabatnya itu, “Kau hapal dimana pintu keluar kan Erick? Segeralah pulang sebelum Mommy dan Daddy tahu kalau kau kesini, aku tidak mau mereka curiga dan akhirnya tahu apa yang terjadi pada Bella!” Titah Adam
Erick mengerucutkan bibirnya, “Baiklah .. baiklah, tapi sebagai satu - satunya sahabatmu sekaligus dokter pribadimu, aku sarankan dengan tegas agar melakukan pemanasan dulu sebelum menggauli Bella lagi, dan pastikan dia tidak stress! Apa kau tidak tahu kalau stress bisa membuat dia sulit hamil nantinya?” Tutur Erick panjang lebar
Saat Adam termenung mencerna omongan Erick, dokter muda itu melangkahkan kakinya keluar dari kamar Adam.
Sisi kemanusiaan Adam sedikit terusik melihat bagaimana tubuh ringkih Bella yang kini masih terbaring tak berdaya, tapi ingatannya tentang jumlah uang dan berbagai hal yang diminta Bella melalui Ibunya membuat Adam murka kembali
“Sialan!” Ucap Adam penuh kebencian
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Endang Priya
cuma karna di janjikan kompensasi besar dr sang daddy. secara tidak langsung adam bersudara berebut warisan ya.
2023-03-31
0
Arie
si Adam CEO tpi bego😠😠😠😠😠😠😠😠😠
2023-01-16
1
Sri Ayudesrisya46
sungguh malang nasib mu Bella. kenapa ibu mu jahat banget? menjual Bella utk uang, apakah Bella bukan anak kandung? kok ibu nya hanya sayang sama Briana?
Adam semoga kamu bijak dan selidiki lagi tentang permintaan ibu nya Bella. Bella ga tau apapun tentang uang itu 😢
Semoga sisi kemanusiaam Adam keluar dan aq sumpahin kamu BUCIN sama Bella nanti!!!!!
2023-01-16
2