Tak Seperti Yang Adam Pikirkan

Pagi ini Bella mau tak mau harus ikut acara sarapan bersama dengan keluarga Anderson atas permintaan mertuanya, Bella menahan rasa muaknya ketika harus satu meja dengan Adam, Adrian, serta Brianna

“Kau sudah berhari - hari tidak ikut sarapan bersama kami Bella, apa kau sarapan di kampus?” Tanya Miranda

“Iya Mom, maaf aku harus berangkat lebih pagi untuk mempersiapkan materi kuliah karena sekarang sedang musim ujian” sahut Bella

“Tidak apa - apa Bella, Mommy hanya khawatir pada kondisi kesehatanmu, kau terlihat lelah dan lesu, apa kau sehat?” Khawatir Miranda

William meletakkan alat makannya, lalu ikut memperhatikan Bella bersamaan dengan Adam yang sedari tadi tak sedikit pun melepas pandangannya dari Bella

”Mungkin karena belakangan ini aku kurang tidur dan sedikit stress karena ujian, tapi aku sehat Mom, terima kasih” sahut Bella sopan

“Daddy perhatikan kau memang pekerja keras Bella, tiap hari kau berangkat kuliah pagi sekali dan pulang pada malam hari setelah kau selesai bekerja, tapi kau tetap harus memperhatikan kesehatanmu Bella, apalagi jika kau dan Adam sedang berusaha untuk mempunyai anak” tutur William, Adrian dan Brianna yang mendengar perhatian Ayahnya pada Bella saling pandang, sedikit rasa cemas jika Bella bisa lebih mengambil hati William muncul di hati Adrian dan Brianna

Sedang Adam, pikirannya kembali mengingat saat Bella bersama dengan Justin kemarin, Adam kini menduga - duga jika Bella lebih lama di kampus untuk menghabiskan waktunya bersama Justin

“Dad, apa kau kenal Tuan Takanawa?” Tanya Adam membuka suara, ia kini bertatapan dengan Bella lalu tersenyum sinis penuh cemoohan

“Tentu saja, Daddy beberapa kali bertemu dengannya saat pesta penggalanan dana, apa kau ada proyek dengan Tuan Takanawa?” Sahut William

Adam kembali tersenyum sinis, “Jika kau bertemu dengan Tuan Takanawa lagi, maukah kau memberi tahunya kalau anak sulungnya sedang didekati oleh perempuan licik pencari harta, Dad?” Sindir Adam pada Bella

Bella menatap Adam penuh kebencian, entah apa maunya pria arogan itu, bukannya dia sendiri yang bilang kalau dia tak peduli pada kehidupan Bella kecuali masalah ranjang? Lalu apa ini?

“Maksudmu Justin Takanawa? Ya Tuhan Adam, sangat pantas kalau banyak wanita mendekati Justin, yang Mommy dengar selain tampan dan seorang dokter yang cerdas, Justin juga sangat sopan dan baik, Mommy juga tidak heran kalau dia di dekati karena uangnya, keluarga Justin memang sangat kaya, betul kan sayang?” Tanya Miranda pada William, William menggangguk - angguk menyetujui

Bella menahan tawanya melihat raut wajah murka Adam ketika mendengar bagaiman Miranda memuji - muji sosok Justin

“Aku buru - buru” ucap Adam sambil bangkit dari duduknya dengan kesal

“Matilah kau Adam” ucap Bella dalam hatinya

...----------------...

“Bella apa kau suka dengan furnitur yang Mommy kirimkan ke rumah barumu?” Tanya Miranda ketika Bella hendak berangkat ke kampus

Kening Bella berkerut, “rumah baruku?” Tanya Bella memastikan jika ia tak salah dengar

“Iya rumah yang Adam belikan sebelum kalian menikah, kemarin Mommy mengirimkan furnitur kesana, Ibumu bilang kau yang memintanya” sahut Miranda

Deg..

Bella terkesiap, rumah baru? Apa Ibu tinggal di rumah baru itu sekarang? Batin Bella

“Mom, apa aku boleh minta alamat rumah barunya? maaf aku benar - benar lupa alamatnya Mom” bohong Bella, ia yakin Ibunya berada disana sekarang, ia harus bertemu dengan Ibunya agar semuanya jelas

Kali ini Miranda yang bingung, “kau lupa alamat rumahmu sendiri Bella?” Heran Miranda

“Iya Mom, maaf” sahut Bella

Miranda tersenyum hangat, “sebentar” ucapnya, Miranda lalu masuk ke dalam rumah, tak lama ia kembali dengan membawa secarik kertas dan menyodorkannya pada Bella, “ini alamatnya, Mommy harap kau suka semua yang Mommy kirimkan untukmu” tutur Miranda

“Terima kasih” ucap Bella sopan, “Baiklah aku harus berangkat dulu ke kampus, sampai nanti Mom” tutur Bella sambil beranjak meninggalkan mertuanya

Miranda melambaikan tangannya pada Bella, menunggu hingga punggung menantunya itu tak terlihat lagi lalu meraih ponselnya untuk menghubungi Adam

“Adam, apa kau sudah di kantor?” Tanya Miranda ketika Adam menjawab panggilannya

“Baru saja sampai, ada apa Mom? Apa Mommy baik - baik saja?” Tanya Adam cemas, tak biasanya Ibunya menghubunginya padahal ia baru saja meninggalkan rumah dan sampai di kantor

“Adam, sepertinya ada yang aneh, Mommy merasa sepertinya Bella tak mengetahui tentang rumah baru yang kau belikan untuknya” ujar Miranda

Adam menghela napasnya, “Itu tidak mungkin Mom, bukankah dia sendiri yang memintanya lewat Ibunya? Mungkin dia hanya pura - pura saja Mom” ucap Adam jengah, ia yakin Bella hanya bersandiwara saja di depan Ibunya

“Itu tidak mungkin Adam, Mommy yakin dia tak mengetahui soal rumah barunya karena tadi dia bahkan meminta alamatnya pada Mommy padahal rumahnya itu tak jauh dari kampusnya, mana mungkin ia bisa lupa? kau selidikilah Adam! Mommy ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi!” Titah Miranda pada Adam

Napas Adam terdengar berat, jelas itu benar - benar akan membuang waktunya, untuk apa ia mencari tahu tentang Bella yang sudah pasti adalah seorang wanita licik dan serakah

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hari masih sore tapi Adam sudah keluar dari kantornya seperti kemarin, entah kenapa Adam yang dulu fokus hidupnya hanya untuk perusahaan kini mulai terusik oleh masalah - masalah lain, apalagi kalau bukan soal Bella, sore ini ia ingin membuktikan dugaannya kalau Bella berangkat lebih awal dan pulang malam karena ingin menghabiskan waktu bersama Justin

Adam baru saja berniat untuk mengitari kampus Bella menuju taman belakang ketika ia melihat Bella tengah menghentikan sebuah taxi

“Mau kemana dia? Apa dia akan ke rumah Justin?” Gumam Adam, Adam pelan mengikuti taxi yang ditumpangi Bella, hingga Bella masuk ke dalam kawasan rumah mewah

“Bukannya ini kawasan rumah yang aku belikan untuknya?” Gumam Adam lagi, “sudah aku duga, dia hanya berpura - pura tidak tahu pada Mommy, dasar wanita licik!” Sinis Adam lagi

Adam menghentikan mobilnya tiba - tiba saat melihat taxi di depannya berhenti di sebuah rumah mewah dengan halaman yang luas berpagar tinggi, Bella tampak keluar dari taxinya dengan membawa secarik kertas lalu menghampiri pos penjaga keamanan depan gerbang rumah tesebut

“Untuk apa dia kesini? Ini bukan rumahnya!” Sewot Adam

Bella menghela napas saat penjaga keamanan rumah itu berkata bahwa itu bukanlah alamat yang ia cari, Bella kemudian masuk lagi ke dalam taxinya, lalu melanjutkan perjalanannya, seperti sebelumya Bella beberapa kali turun dari taxi untuk bertanya tentang alamat yang ia cari, rumah di kawasan elit itu memang memiliki halaman yang luas dengan penjaga keamanan di depan rumahnya, tak ada Nomor rumah atau petunjuk jalan yang mempermudah pencarian Bella, sepertinya kawasan itu memang khusus untuk kalangan tertentu saja

“Apa dia memang benar - benar tidak tahu alamat rumah yang kuberikan padanya?” Adam mulai meragukan keyakinannya tentang Bella, dengan hati yang penuh tanya Adam mengikuti Bella hingga sampai ke alamat yang Bella cari - cari, rumah yang kini ditempati oleh Ibunya

Seperti tadi, Bella menghampiri keamanan rumah yang sedang berjaga lalu menunjukkan secarik kertas yang ia bawa - bawa, senyum Bella terbit saat petugas keamanan mengiyakan bahwa rumah itu adalah benar alamat yang dimaksud

“Apa Ibu saya ada, Tuan? Saya putrinya Nyonya Pamela” tutur Bella, petugas keamanan itu menatap Bella dari ujung kaki sampai ujung kepala, keraguan tampak di matanya

“Putri siapa maksud anda Nona?” Tanya petugas keamanan itu

“Nyonya Pamela, Tuan! Ibu saya tinggal disini kan?” Cecar Bella

Petugas keamanan itu semakin mencurigai Bella, melihat dari penampilannya saja tak mungkin jika Bella adalah anak dari Nyonya besar yang tinggal di rumah itu, “Nyonya Pamela memang tinggal disini, tapi Nyonya sedang keluar, jika ada keperluan, anda bisa menunggu diluar Nona” tuturnya

Bella mengangguk pasrah, paling tidak ia sudah tahu kalau Ibunya tinggal disitu, Bella lalu menghampiri taxinya tadi dan membayarnya, Bella memutuskan untuk menunggu hingga Ibunya pulang, semua harus jelas hari ini juga

Adam semakin gelisah saja di mobilnya, jika melihat Bella yang kini duduk di trotoar depan gerbang rumahnya, sudah bisa dipastikan kalau penjaga keamanan itu tak mengenali Bella, apa memang benar Bella tak mengetahui tentang rumah itu? Apa Pamela berbohong dengan mengatakan kalau Bella yang meminta rumah itu?

Tak berselang lama ketika sebuah mobil mewah melintas di depan Bella dan berbelok hendak masuk ke rumah tersebut, Bella sigap berdiri dan mengikuti mobil tersebut, ia bisa melihat lewat kaca mobil bahwa Ibunyalah yang duduk di kursi penumpang, bersamaan dengan itu Adam turun dari mobilnya, lalu berjalan pelan mencari tempat agar ia tidak terlihat oleh Bella, Adam kini berdiri dibalik tembok pos penjaga keamanan, mengamati pergerakan Bella

“Ibu!” Panggil Bella, saat mobil tersebut berhenti sebentar menunggu penjaga keamanan membuka gerbang tinggi, Bella mempercepat langkahnya, setengah berlari ia mengejar mobil yang kini melaju pelan memasuki halaman

“Berhenti disitu Nona! Tadi saya sudah menyampaikan kalau ada Nona disini, dan Nyonya bilang Nyonya tidak punya putri selain Nona Brianna! Jadi jangan berani - berani masuk atau saya akan mengamankan anda Nona!” Tegas petugas keamanan tersebut sambil menutup kembali gerbangnya dan menguncinya

Deg..

Bella melemas, kenapa Ibunya tak mengakuinya sebagai anak? Kenapa Ibunya setega itu?

Sedang Adam, dia tersentak hebat, apa maksud Pamela? Kenapa dia tak mengakui Bella? Ada apa ini?

“Ibu! Ibu!” Pekik Bella lagi dari balik teralis gerbang dengan air mata yang berlinang, “Ibu!” Pekik Bella lebih keras, petugas keamanan hendak menghalau Bella namun ia berhenti saat melihat mobil Pamela berhenti lalu Pamela turun dari mobilnya

Pamela dengan berkaca mata hitam, menenteng tas mewah, menggunakan perhiasan mahal, dan baju dengan harga selangit berjalan pelan dan angkuh menuju Bella yang berdiri di luar gerbang rumahnya

“Maaf Nyonya, saya sudah mencoba mengusir Nona ini, tapi dia tak mau pergi” ucap petugas keamanan itu

“Kau pergilah, biar aku yang urus!” Titah Pamela pada penjaga keamanan yang langsung patuh dan beranjak dari tempat itu

Pamela semakin mendekati Bella yang kini berdiri dengan berpegangan pada teralis gerbang

“Bu” panggil Bella lirih

“Ada apa kau kesini?” Tanya Pamela dingin

“Kenapa kau lakukan semua ini, Bu? Apa salahku?” Tanya Bella sambil mengusap air matanya

“Memangnya apa yang aku sudah lakukan, hah?” Sentak Pamela

“Kau tak mengakui aku sebagai putrimu pada penjaga keamanan itu, kau juga bilang pada Kak Brianna kalau kau membenciku, dan yang paling mengerikan kau sudah menjualku pada Adam Bu!” Sengit Bella

Deg…

Jantung Adam seakan lepas dari tempatnya, ya Tuhan apa yang ia dengar ini? Pamela menjual Bella pada dirinya?

“Menjualmu?!” Sentak Pamela, “kau harusnya bersyukur aku menikahkanmu dengan Adam! Kau pikir kau siapa sampai berpikir kalau kau bisa mendapatkan Adam kalau bukan karena aku?!” Sengitnya berapi - api

“Kau meminta uang dan kemewahan pada Adam atas namaku Bu! Apa kau tahu bagaimana dia memperlakukanku Bu?” Lirih Bella

“Aku tak peduli Bella! Kau harusnya senang melihat Ibumu hidup bahagia sekarang, apa salahnya jika Ibu meminta uang pada mereka, apa yang mereka berikan padaku tak seberapa dibanding harta yang mereka miliki!”

“Tapi kau menjualku Bu, kau menjualku! Apa salahku padamu Bu? Apa? Aku anak kandungmu Bu, anak yang lahir dari rahimmu!” Sengit Bella lagi

Pamela menatap nyalang pada anak bungsunya itu, “karena aku membencimu Bella!” Sentaknya

Deg..

Bukan hanya Bella yang bak tersambar petir, Adam pun sama, dibalik tembok itu Adam tergugu tak percaya dengan apa yang dia dengar

“Ibu membenciku? Kenapa Bu? Kalau karena masalah uang aku berjanji Bu aku akan bekerja keras, aku bahkan tak peduli jika aku harus bekerja 24 jam untuk Ibu, aku juga akan berhenti kuliah Bu, tapi tolong Bu, jangan benci aku!” Bella memohon dengan menangkupkan tangan di depan tangannya, wajahnya tertunduk demi air mata yang jatuh bercucuran

Adam nyaris tak kuat lagi mendengarnya, “Ya Tuhan Bella” gumamnya sendu

Pamela tersenyum sinis, “Kau pikir ini hanya karena masalah uang Bella? Kau mau tahu kenapa aku begitu membencimu meskipun aku yang melahirkanmu?”

Bella pelan mendongak memandang wajah Ibunya dengan tatapan memelas

“Karena Ayahmu bilang kalau kau sangat mirip dengan mantan istrinya yang maha sempurna dan begitu ia cintai itu! Wajahmu, cara bicaramu, bahkan cara tertawamu sangat mirip dengannya! sejak hari itu setiap kali aku melihatmu aku mengingatnya, dan semakin tumbuh juga kebencianku padamu!” Sengit Pamela

Remuk redamlah sudah hati Bella, “lalu apa salahku dalam hal ini Bu?” Tanya Bella, suaranya tersendat karena dada yang semakin sesak

“Pergi kau dari sini Bella! Jangan kau berani - berani mengadukan hal ini pada Adam! Kalau kau memang menyayangiku dan berterima kasih karena aku telah melahirkanmu, jangan pernah meminta aku untuk mengembalikan uang yang Adam berikan, Kau mengerti?” Sentak Pamela sambil berbalik badan meninggalkan Bella yang berdiri gemetaran di depan gerbang, kedua tangan Bella memegang teralis gerbang dengan kuat menahan agar ia tak limbung

“Ibu!” Panggil Bella, tapi Pamela tak peduli ia tetap melangkah pergi

“Ibu! Apa salahku Bu? Apa?” Pekik Bella, kini ia terduduk lemas di aspal, tangisnya pecah, Bella menangis tersedu - sedu melepaskan sesak di batinnya

Adam, sang pria dingin dan arogan tak mampu berkata apa pun, ia menyandarkan diri di tembok, wajahnya menengadah ke langit menahan air mata yang hendak tumpah, ia tak menyangka bahwa nasib Bella seburuk itu

Mungkin alam ikut merasakan sakitnya Bella, sore itu hujan turun, berlomba dengan air mata Bella yang semakin deras, tak Bella pedulikan badannya yang basah kuyup, ia hanya ingin menangis mencurahkan semua bebannya

Adam ingin sekali memeluk Bella, menenangkan Bella, menjadi penawar untuk lukanya, tapi bagaimana bisa? Mungkin justru dia lah penyebab luka Bella yang terbesar. Adam yang juga sudah basah kuyup memandangi Bella dari balik tembok, wanita malang itu kini bangun dari duduknya dengan sedikit terhuyung, ia lalu berjalan perlahan menyusuri trotoar sambil memeluk dirinya sendiri, air mata tak juga berhenti mengalir di pipinya yang sudah basah, sementara matanya menatap nanar jalanan yang ia lalui, entah kemana dan kepada siapa ia harus mengadu akan rasa sakit yang dipikulnya.

Terpopuler

Comments

Alvis Kumara

Alvis Kumara

😂😂😂

2024-08-23

0

Lia Ernia

Lia Ernia

hati ku skittt thorrr knoa ad ibuk setega it ya thorrr😥😥😥😭😭😭

2023-05-12

0

Endang Priya

Endang Priya

berapa kilo bawang yg othor kasih di bab ini sih.

2023-03-31

0

lihat semua
Episodes
1 Pengkhianatan Semua Orang
2 Menikah Dengan Adam, Atau Ibu Akan Mati!
3 Adam
4 Saling Menguntungkan
5 Kau menikmati, Adam?
6 Antara Butuh Dan Ketagihan
7 Ada Aku, Jangan Khawatir
8 Sebuah Bakti Dari Anak Yang Tak Pernah Ibu Anggap
9 Kau Tak Sendiri
10 Tak Seperti Yang Adam Pikirkan
11 Aku Ingin Menjagamu, Bella
12 Jangan Atur Hidupku, Adam!
13 Malam itu…..
14 Gara - Gara Kemeja Adam
15 Kau Sakiti Aku, Aku Pastikan Karmamu Datang!
16 Jika Kau Anak Kesayangan Ibu, Maka Aku Menantu Kebanggaan Mertua
17 Pengorbanan, Cinta, Balas Dendam
18 Permulaan
19 Perang Dimulai
20 Pengikat
21 Ketika Adam Jatuh Cinta
22 Kedatangan Pamela
23 Kesayangan Adam
24 Perjuangan Bella dan Perasaan Brianna
25 Berpaling
26 Siapa Yang Harus Aku Celakai Dulu?
27 Ambil Suami Adikmu!
28 Topeng
29 Ketika Justin Bertindak
30 Kenapa Adam yang Mendapatkan Segalanya?
31 Cinta Masa Lalu
32 Ketika Rahasia Terbongkar
33 Rencana Jahat
34 Sang Pewaris
35 Patah Hati
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Pengumuman Karya Baru
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Pengkhianatan Semua Orang
2
Menikah Dengan Adam, Atau Ibu Akan Mati!
3
Adam
4
Saling Menguntungkan
5
Kau menikmati, Adam?
6
Antara Butuh Dan Ketagihan
7
Ada Aku, Jangan Khawatir
8
Sebuah Bakti Dari Anak Yang Tak Pernah Ibu Anggap
9
Kau Tak Sendiri
10
Tak Seperti Yang Adam Pikirkan
11
Aku Ingin Menjagamu, Bella
12
Jangan Atur Hidupku, Adam!
13
Malam itu…..
14
Gara - Gara Kemeja Adam
15
Kau Sakiti Aku, Aku Pastikan Karmamu Datang!
16
Jika Kau Anak Kesayangan Ibu, Maka Aku Menantu Kebanggaan Mertua
17
Pengorbanan, Cinta, Balas Dendam
18
Permulaan
19
Perang Dimulai
20
Pengikat
21
Ketika Adam Jatuh Cinta
22
Kedatangan Pamela
23
Kesayangan Adam
24
Perjuangan Bella dan Perasaan Brianna
25
Berpaling
26
Siapa Yang Harus Aku Celakai Dulu?
27
Ambil Suami Adikmu!
28
Topeng
29
Ketika Justin Bertindak
30
Kenapa Adam yang Mendapatkan Segalanya?
31
Cinta Masa Lalu
32
Ketika Rahasia Terbongkar
33
Rencana Jahat
34
Sang Pewaris
35
Patah Hati
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Pengumuman Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!