Permulaan

Hari demi hari berlalu, luka di kaki Bella sudah tak lagi terasa sakit dan hanya meninggalkan bekas, namun luka di hati Bella tak juga sembuh, malah semakin menganga apalagi ketika pagi ini ia melihat Brianna di meja makan, seolah tak terjadi apa - apa Brianna dan Adrian yang kembali pulang ke kediaman Anderson justru asyik bercengkrama dengan Adrian, Miranda dan William, bahkan pertikaian antara Adrian dan orang tuanya pun beberapa hari yang lalu seperti telah usai, ada Adam juga disana meskipun seperti biasa Adam hanya diam dan menyantap sarapannya dengan tenang

Bella menguat - nguatkan hatinya untuk bertemu dengan Brianna, meskipun tangannya gatal ingin menggampar wajah Kakaknya itu. Bella membenar - benarkan rambut dan baju mahalnya, memastikan ia tampil tanpa cela di depan Brianna dan Adrian, tak akan ia biarkan Brianna dan Adrian berpikir kalau Bella sedang kesakitan, terpuruk, dan menderita karena ulah mereka.

Dengan percaya diri Bella masuk ke ruang makan, langkahnya pasti menghampiri orang - orang yang kini terfokus memandang kehadirannya, Brianna terbelalak kaget saat melihat adiknya baik - baik saja dan justru semakin menawan dengan baju, make up, dan parfum mahal yang wanginya menguar saat Bella tiba, kaki Bella pun terlihat sudah sembuh hanya meninggalkan bekas luka

“Selamat pagi Bella” sapa Miranda hangat begitu melihat menantunya, William dan Adam tersenyum menyambut kedatangan Bella, Adam bahkan sampai berdiri, membuka kursi untuk Bella, mendorongnya lagi perlahan ketika Bella sudah duduk dan mengecup sayang kening istrinya

Adrian shock luar biasa melihat bagaimana Adam memperlakukan Bella sekarang, “B - Bagaimana bisa Adam menjadi selembut itu pada Bella? Bukankah dia membencinya?” Batin Adrian, “gawat kalau sampai mereka saling jatuh cinta, kemungkinan mereka untuk punya anak semakin besar! Berengsek kau Adam, kenapa kau tidak tetap menjadi pria dingin tak punya hati saja? Kenapa kau malah jatuh cinta pada Bella?!” Geram Adrian dalam hatinya, Adrian sampai mencengkram kuat garpu di tangannya

“Selamat pagi Kak Brianna, kau sudah pulang? Bagaimana kabarmu dan Ibu?” Sapa Bella, Brianna nyaris mengeluarkan lagi minuman yang sedang ia teguk karena kaget

“B - baik” sahut Brianna terbata sambil mengusap air yang menetes di ujung bibirnya, ia ciut melihat tatapan Bella yang menghujam dan senyum penuh arti, kekhawatiran Brianna muncul kalau Bella akan mengungkap siapa otak dibalik penyerangan anjing itu di depan mertuanya dan Adam

“Apa kau tahu kalau Bella mengalami kecelakaan beberapa hari yang lalu Brianna? Seekor anjing gila mengejar dan menggigit kaki Bella tidak jauh dari rumah Bella yang kini ditempati Ibumu, apa kau tidak mendengar apa - apa soal itu?” Cecar Miranda

Brianna mengatur ekspresi wajahnya seolah - olah sangat terkejut dengan apa yang barusan ia dengar, “Ya Tuhan, apa kau baik - baik saja Bella? Bagaimana itu bisa terjadi? Kenapa kau tidak menghubungiku atau Ibu?”

Bella mendengus kesal, Brianna memang pintar sekali berakting, Bella tahu kalau sekarang Brianna pasti khawatir jika Bella menceritakan perbuatannya pada semua orang, baiklah.. Bella akan mengikuti permainannya, menyiksanya dalam kekhawatiran

“Aku tak ingin kau dan Ibu merasa cemas Kak, aku tidak apa - apa, hanya digigit oleh anjing gila yang lepas dari pemiliknya, aku yakin Kak kalau pemilik anjing itu sama gilanya dengan anjing peliharaannya!” Sindir Bella membuat Brianna mengeratkan giginya, “sial, dia sudah berani melawan! Apa yang ingin dia lakukan? Apa dia ingin membongkar semuanya?” Batin Brianna

“Kau jangan khawatir Kak, setelah semuanya tuntas aku akan meminta anak buah Adam untuk menyelidiki siapa pemilik anjing liar itu! Sangat berbahaya bukan kalau ia sampai menggigit orang lain juga, dan aku berpikir tak mungkin seekor anjing penjaga bebas berkeliaran di perumahan mewah seperti itu, sepertinya ada yang sengaja melepas anjing itu!” Sindir Bella

Deg…

Jantung Brianna berdegup kencang, benarkah Adam akan menyelidikinya? Kalau sampai mereka tahu siapa pelakunya, habis sudah Brianna, Brianna meneguk minumnya untuk membasahi tenggorokannya yang tercekat

“K - kau tahu Bella, Ibu pasti akan sangat sedih mendengar kabar ini, kau tahu kalau Ibu sangat menyayangimu kan Bella?” Ucap Brianna, mencoba mengalihkan topik pembicaraan

Bella tersenyum sinis, “Itu makanya aku tidak ingin memberi tahumu atau Ibu, Kak! Aku sudah punya Adam, Mommy, dan Daddy yang memperhatikan dan merawatku dengan sangat baik saat aku terluka kemarin, apa kau tahu Kak, Mommy bahkan sampai memasak dengan tangannya sendiri untukku” pancing Bella memprovokasi, hati mulai Brianna tersulut, wajahnya memerah marah

“Aku percaya sekarang kalau kasih sayang seorang Ibu bisa di dapat dari mertua kita, jadi aku tak perlu merepotkan atau mengganggu Ibu lagi, sudah ada Mommy dan Daddy disini untukku” tambah Bella, senyum puasnya tersungging, ia yakin Brianna sedang menahan kemarahannya sekarang

“Ahahha.. kau baik sekali Bella, Mommy dan Daddy sangat senang karena kau menganggap kami sebagai orang tuamu, terima kasih sayang” ucap Miranda penuh kasih, Brianna sudah tak dapat berucap apa - apa selain mengeraskan rahangnya, “sial, kenapa dia tidak mati saja dimakan anjing itu kemarin? Dulu dia menjadi anak kesayangan Papa hingga aku tak pernah dianggap ada, sekarang dia juga ingin merebut kasih sayang Mommy dan Daddy? Sialan! Tak akan kubiarkan!” Gerutu Brianna dalam hatinya

“Mengenai bekas luka di kakimu, siang ini Erick sudah menjadwalkan pertemuan dengan dokter bedah plastik, bersiaplah nanti aku yang akan mengantarmu” kali ini Adam yang angkat bicara

Miranda menjatuhkan sendok yang sedang ia pegang saking kagetnya, sangat tak mungkin seorang Adam mau melakukan sesuatu pada jam kantor selain urusan pekerjaannya? Apa ini benar terjadi? Apa dia tak bermimpi? Bella benar - benar luar biasa, lihatlah bagaimana ia bisa menaklukkan Adam sekarang, batin Miranda bahagia

Bibir Adrian menyungginkan senyum sinisnya, “Kau sudah mulai berubah Adam, sekarang kau akan mengorbankan pekerjaan untuk kepentingan pribadi? Apa jadinya perusahaan kalau pimpinannya sibuk mengurus urusan pribadi” sindir Adrian memulai serangannya, sementara Adam hanya menghela napas memilih tak mempedulikan omongan Adrian

“Apa yang salah dengan itu Adrian? Seorang suami yang memperhatikan istrinya justru menjadi cerminan seorang pemimpin yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan, kau justru harus mencontoh Adam” tandas William

“Bukankah Adam sendiri yang pernah mengatakan kalau tidak ada satu pun alasan yang bisa menggeser urusan pekerjaannya? bukankah sekarang dia membuktikan kalau dia tak menepati perkataannya? Apa Daddy akan tetap beranggapan kalau dia pemimpin yang hebat?” Tohok Adrian tak mau kalah

Bella tak tinggal diam dan membiarkan Adrian menang, ia akan membela Adam mati - matian dan membuat Adrian menerima kekalahan, “Ya Tuhan sayang, apa itu sebabnya kau tak mau tidur setelah kita bercinta tadi malam dan kau malah sibuk dengan setumpuk dokumen? Kau menyelesaikan semua pekerjaan untuk hari ini agar bisa mengantarku, begitu?” Tanya Bella manja pada Adam

William dan Miranda saling tatap lalu tersenyum malu - malu mendengar penuturan Bella yang blak - blakan sekaligus mematahkan argumen Adrian, sedang Adam wajahnya sudah semerah tomat, ia sampai melonggarkan dasinya karena rasa malu yang teramat

“Semua pekerjaan hari ini sudah ku selesaikan, jadi nanti aku bisa fokus menemanimu” sahut Adam gugup, Bella bergelayut manja di lengan kekar Adam, menyunggingkan senyum penuh kemenangan pada Adrian dan Brianna yang sedang menatapnya dengan penuh kebencian, “Terima kasih sayang, kau memang luar biasa! Selain pemimpin perusahaan yang hebat, kau juga suami yang mengagumkan” Bella tertawa kerasa dalam hatinya melihat kilat kemarahan di mata Brianna dan Adrian, “rasakan! Ini baru permulaan!” Batin Bella

“Ahahahha.. lihatlah Adam dan Bella Mom, bukankan mereka sama persis seperti kita dulu saat masih muda?” Tawa William membahana mewakili hatinya yang bahagia

Adrian menggeram marah, ini tak ia perhitungkan sebelumnya, ia tak pernah menyangka bahwa Adam dan Bella akan saling jatuh cinta.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Praaanng…

Adrian menghempas vas bunga kristal penghias meja di sudut kamarnya, Brianna yang ketakutan menutup kedua telinganya dengan tangan

“Sial! Siaaaaall!!! Pekik Adrian frustasi, “kenapa mereka harus saling jatuh cinta, kenapa?” Teriaknya membahana

“Sebenarnya apa yang membuatmu begitu marah Adrian, hah? Apa masalahnya kalau Adam dan Bella jatuh cinta? Fokusmu itu harusnya hanya pada bagaimana kau mengambil alih perusahaan bukan pada urusan pribadi Adam!” Sentak Brianna, “oh, apa kau cemburu? Apa diam - diam ternyata dulu kau memang jatuh cinta pada Bella? Begitu?” Tuduh Brianna

Adrian yang sedang berapi - api berbalik menatap Brianna dengan nyalang, “apa kau tidak bisa mempergunakan otakmu Brianna? Kau pikir aku jatuh cinta pada adikmu itu begitu? Untuk apa aku mempermainkannya dulu kalau aku mencintainya?” Sentak Adrian, pria itu gusar mondar mandir berjalan lalu duduk di depan Brianna, “kau harus paham Brianna, kalau mereka saling jatuh cinta artinya Bella tak akan menolak untuk mempunyai anak dari Adam, dan kau pasti paham apa yang akan terjadi kalau mereka lebih dulu punya anak, kan?”

Bibir Brianna mengerucut, ia lalu menundukkan matanya sambil mengelus - elus perutnya yang rata, “entah kenapa aku belum juga hamil sampai sekarang, padahal kita sudah mengupayakan segalanya, bahkan kita sudah sering melakukannya dari sebelum kita menikah dulu” keluh Brianna

Adrian menghela berat napasnya, “Kau sudah memeriksakan dirimu ke dokter kan? Apa kau yakin tidak ada masalah dengan kesuburanmu?” Selidik Adrian, mendengar itu Brianna berubah murka, “maksudmu apa Adrian? Kau berpikir aku yang bermasalah? Bagaimana kalau kau yang bermasalah?” Sengit Brianna

Tangan besar Adrian mencengkram wajah Brianna, memaksa Brianna untuk mendongak dan mensejajarkan dengan wajahnya, “jangan menghinaku Brianna! Kau tak tahu sedang berhadapan dengan siapa!” Sengitnya, Brianna melengos saat Adrian melepas cengkraman pada rahangnya

Adrian menyugar rambutnya kesal “Dengar, demi hidup yang nyaman, perhiasan mahal, dan semua kemewahan yang kau miliki saat ini, lakukan apa pun yang bisa kau lakukan agar bisa segera hamil, jangan sampai adikmu itu yang lebih dulu hamil, kau mengerti?”

Brianna mengangguk enggan, memangnya apa yang bisa dia lakukan agar mempercepat kehamilannya? Brianna sungguh tak tahu, “aku harus meminta bantuan Ibu” batin Brianna

Siang itu juga Brianna berangkat ke rumah Pamela, dari wajah kusut Brianna Pamela sudah bisa menebak kalau putri kesayangannya itu sedang diterpa masalah

“Kau kenapa sayang?” Tanya Pamela begitu lembutnya, Brianna menghempaskan dirinya di sofa, tangannya memijit pelipisnya yang berdenyut

“Semuanya gara - gara Bella Ma! Aku pikir dia akan takut setelah kemarin aku menerornya dengan seekor anjing! Tapi ternyata dia semakin berani, bahkan dia dengan bangganya bilang kalau dia tidak perlu Mama lagi karena dia sudah punya mertua yang menyayanginya” tutur Brianna berapi - api

Gigi Pamela gemerutuk, “sialan, dasar anak tidak tahu diri! Harusnya dia mati saja bersama Papamu dulu, dia sangat merepotkan!” Tandas Pamela kesal

“Dan apa kau tahu Ma, ternyata Adamlah yang berkuasa di Anderson Tower, bukan Adrian! Dan kau tahu, sekarang Adrian dan Adam sedang bersaing untuk sama - sama memiliki anak, karena mertuaku berjanji akan memberikan sisa sahamnya pada cucu yang lahir lebih dulu, aku pikir tadinya semua akan lancar - lancar saja karena Bella tak mungkin ingin memiliki anak dari Adam yang begitu membencinya, tapi hari ini mereka memperlihatkan kalau mereka sedang jatuh cinta, menjijikan!” Cerocos Brianna

Pamela terhenyak mendengar penuturan Brianna, “maksudmu Adam dan Bella saling jatuh cinta? Demi apa pun itu tidak mungkin Brianna! Aku lihat sendiri bagaimana wajah jijik Adam saat menanda tangani surat perjanjian pranikah mereka!” Sanggah Pamela

“Kau harus melihat bagaimana Adam bertekuk lutut di depan Bella tadi Ma, dia bahkan mencium kening Bella di depan kami semua, entah apa yang telah Bella lakukan pada Adam sampai dia bisa membuat seorang pria seperti Adam takluk padanya” ucap Brianna, “jadi kau harus bantu aku Ma, karena kalau sampai Bella mengandung lebih dulu dibanding aku, maka Adam akan memiliki saham terbesar perusahaan, dan artinya Bella yang akan diuntungkan!”

Pamela menggeram, “ini tidak bisa dibiarkan Brianna, kau tidak boleh membiarkan Bella hamil apa pun caranya! Mama akan menyiapkan segala sesuatunya, dan kau yang harus melakukannya!” Titah Pamela, Brianna mengangguk menyanggupi apa pun rencana Ibunya, buatnya yang terpenting adalah Adrian tidak kehilangan perusahaan, ia ingin menjadi istri seorang pemimpin perusahaan, bahkan terbersit penyesalan di hati Brianna kenapa ia memilih Adrian dulu bukannya Adam, ia tak mengira kalau ada orang yang lebih berkuasa dibanding Adrian di perusahaan Anderson Tower, sekarang justru Bella lah yang mendapatkan pimpinan tertinggi perusahaan nomor satu itu, sumpah demi apa pun Brianna tak akan rela, ia akan melakukan apa pun agar Adrian lah yang duduk di pucuk kekuasaan.

Terpopuler

Comments

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

💜🌷halunya jimin n suga🌷💜

dah keliatan semua sifat licik.. serakah

2024-01-09

0

Rahmi Hasibuan

Rahmi Hasibuan

kolaborasi yg hebat untuk sebuah kejahatan

2023-10-25

1

Arie

Arie

🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦gila harrta

2023-02-02

0

lihat semua
Episodes
1 Pengkhianatan Semua Orang
2 Menikah Dengan Adam, Atau Ibu Akan Mati!
3 Adam
4 Saling Menguntungkan
5 Kau menikmati, Adam?
6 Antara Butuh Dan Ketagihan
7 Ada Aku, Jangan Khawatir
8 Sebuah Bakti Dari Anak Yang Tak Pernah Ibu Anggap
9 Kau Tak Sendiri
10 Tak Seperti Yang Adam Pikirkan
11 Aku Ingin Menjagamu, Bella
12 Jangan Atur Hidupku, Adam!
13 Malam itu…..
14 Gara - Gara Kemeja Adam
15 Kau Sakiti Aku, Aku Pastikan Karmamu Datang!
16 Jika Kau Anak Kesayangan Ibu, Maka Aku Menantu Kebanggaan Mertua
17 Pengorbanan, Cinta, Balas Dendam
18 Permulaan
19 Perang Dimulai
20 Pengikat
21 Ketika Adam Jatuh Cinta
22 Kedatangan Pamela
23 Kesayangan Adam
24 Perjuangan Bella dan Perasaan Brianna
25 Berpaling
26 Siapa Yang Harus Aku Celakai Dulu?
27 Ambil Suami Adikmu!
28 Topeng
29 Ketika Justin Bertindak
30 Kenapa Adam yang Mendapatkan Segalanya?
31 Cinta Masa Lalu
32 Ketika Rahasia Terbongkar
33 Rencana Jahat
34 Sang Pewaris
35 Patah Hati
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Pengumuman Karya Baru
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Pengkhianatan Semua Orang
2
Menikah Dengan Adam, Atau Ibu Akan Mati!
3
Adam
4
Saling Menguntungkan
5
Kau menikmati, Adam?
6
Antara Butuh Dan Ketagihan
7
Ada Aku, Jangan Khawatir
8
Sebuah Bakti Dari Anak Yang Tak Pernah Ibu Anggap
9
Kau Tak Sendiri
10
Tak Seperti Yang Adam Pikirkan
11
Aku Ingin Menjagamu, Bella
12
Jangan Atur Hidupku, Adam!
13
Malam itu…..
14
Gara - Gara Kemeja Adam
15
Kau Sakiti Aku, Aku Pastikan Karmamu Datang!
16
Jika Kau Anak Kesayangan Ibu, Maka Aku Menantu Kebanggaan Mertua
17
Pengorbanan, Cinta, Balas Dendam
18
Permulaan
19
Perang Dimulai
20
Pengikat
21
Ketika Adam Jatuh Cinta
22
Kedatangan Pamela
23
Kesayangan Adam
24
Perjuangan Bella dan Perasaan Brianna
25
Berpaling
26
Siapa Yang Harus Aku Celakai Dulu?
27
Ambil Suami Adikmu!
28
Topeng
29
Ketika Justin Bertindak
30
Kenapa Adam yang Mendapatkan Segalanya?
31
Cinta Masa Lalu
32
Ketika Rahasia Terbongkar
33
Rencana Jahat
34
Sang Pewaris
35
Patah Hati
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Pengumuman Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!