Sudah beberapa hari Bella menjalani perawatan di rumah, beberapa hari itu juga Miranda dan Erick merawatnya dengan telaten, sedang Adam ia tetap di kantor memantau Bella lewat ponselnya
“Sudah berapa kali Adam Anderson itu mengganggu pasienku?” Tanya Erick saat ia masuk ke kamar Adam, ketika Bella baru saja mengakhiri panggilan Adam di ponselnya
“Sudah tiga kali dok” sahut Bella
Erick berdecak kesal, “baru jam sepuluh pagi dan dia sudah menghubungimu tiga kali? Apa dia kurang pekerjaan di kantornya?” Sewot Erick bersungut - sungut, Erick lalu berjalan mendekati Bella, mendudukkan diri di kursi samping tempat tidur Bella, tangannya cekatan mengeluarkan peralatan medis dari dalam tasnya
“Kau tahu Bella, Adam tak pernah seperti itu pada siapa pun, dia orang yang sangat tenang dan dingin, tapi saat melihatmu terluka kemarin, aku bisa melihat wajah panik dan cemas Adam untuk pertama kalinya” tutur Erick sambil memeriksa kondisi Bella
“Benarkah dok?” Selidik Bella, jika memang itu benar, apa Adam memang jatuh cinta padanya? Dan artinya rencananya akan semakin mudah jika Adam takluk padanya
“Kau bisa percaya padaku Bella, aku sudah bersahabat dengannya dari kecil dulu, aku tahu betul bagaimana Adam Anderson itu” sahut Erick, “Dia memang dingin dan arogan, tapi percayalah hatinya sangat lembut, apa kau tahu dia bahkan mengganti stik golf yang aku pakai untuk memukul anjing gila itu dengan selusin stil golf baru? itu caranya berterima kasih dan membalas budi meskipun dia tak pernah mengucap kata terima kasih” tutur Erick lagi
“Apa itu sebabnya dia tak pernah mengungkapkan cintanya padaku meskipun dia merasakannya?” Tanya Bella spontan
“Begitulah, sangat sulit bagi Adam untuk mengungkapkan hal - hal yang berhubungan dengan perasaan, kau harus mengerti itu Bella” jelas Erick, Bella mengangguk mengerti
“Apa kau masih meminum vitamin yang aku berikan untuk membantumu agar cepat hamil?” Tanya Erick lagi, Bella terhenyak ia baru ingat lagi akan tugas utamanya di rumah itu, tapi dengan tujuan barunya untuk balas dendam dan pergi setelah dendamnya tuntas tentu akan menyulitkan jika ia sampai hamil, lagipula bagaimana nasib anak itu nanti jika ia lahir karena adanya perlombaan bukan karena cinta
“Apa jadinya jika kelahiran seorang anak hanya agar menang perlombaan untuk mendapatkan saham perusahaan?” Gumam Bella, Erick menghentikan gerakannya yang sedang mencari - cari vitamin tambahan untuk Bella dalam tasnya, ia kini menatap Bella dengan tajam
“Itu yang kau pikirkan? Dengar Bella, kau tak tahu apa akibatnya nanti jika Adam sampai kalah, dan apa pengaruhnya jika Adam menang, satu hal yang harus kau tahu pemikiran jelek apa pun yang kau miliki tentang Adam itu tidak benar” tegas Erick, mendapati sorot kemarahan di mata Erick Bella paham kalau Erick adalah sahabat Adam, tentu Erick akan membela Adam apa pun yang terjadi
Bella tersenyum miris, “keserakahan mengalahkan segalanya, seorang Ibu rela menjual anak kandungnya demi uang, seorang Kakak bisa membunuh adiknya juga karena uang, dan sekarang seorang anak dipaksa untuk dilahirkan lagi - lagi hanya karena uang, aku tak pernah bisa berpikir baik terhadap orang - orang seperti itu dokter” tutur Bella dengan tatapan nanar tanpa sadar mencurahkan beban hatinya
Erick mendengus kesal, “Kau akan menyesal saat tahu seperti apa Adam, dan aku berharap kau akan segera tahu agar cinta sahabatku itu tidak bertepuk sebelah tangan!” Ucap Erick
Miranda yang berada di ambang pintu kamar Adam memundurkan langkahnya, diam - diam mencuri dengan pembicaraan antara Bella dan Erick, Miranda menghela napasnya, ia sedih karena ternyata Bella berpikir jelek tentang Adam, salahnya memang seharusnya ia menceritakan semuanya pada Bella
“Bagaimana kondisi Bella, Erick? Apa dia sudah semakin membaik?” tanya Miranda saat masuk ke dalam kamar
Erick dan Bella menoleh pada wanita anggun yang tangannya penuh membawa sepiring potongan buah untuk Bella
“Bella sudah semakin baik, minggu depan aku akan menjadwalkan pertemuan dengan dokter bedah plastik agar bekas lukanya bisa hilang” sahut Erick, “Baiklah kalau begitu, aku permisi dulu, besok aku akan datang lagi, pastikan kau beristirahat dengan baik Bella!” Tutur Erick, ia lalu mengangguk hormat pada Miranda sebelum beranjak keluar dari kamar itu
“Terima kasih” tutur Bella sumringah saat Miranda meletakkan piring buah itu di meja samping tempat tidur Bella, Miranda lalu duduk di sebelah menantunya itu
“Sudah berhari - hari semenjak insiden yang menimpamu tapi Ibumu dan Brianna sampai sekarang belum menjengukmu Bella, apa mereka tahu apa yang terjadi padamu?” Tanya Miranda, raut wajah Bella berubah miris, bagaimana mereka akan datang jika mereka sendirilah pelakunya
“Aku memang sengaja tidak memberitahu mereka, aku tidak ingin membuat Ibu dan Brianna khawatir, Mom” bohong Bella, Miranda tak bertanya lagi, Miranda yakin kalau Bella berbohong, ada yang tak beres sedang terjadi antara Bella dan keluarganya, kalau tidak mana mungkin Bella tak mengabari keluarganya tentang musibah yang dialaminya
“Syukurlah waktu itu Erick bermain golf di dekat rumahmu, jadi dia menolongmu tepat waktu, Mommy tidak bisa membayangkan kalau tidak ada Erick saat itu Bella, entah bagaimana nasibmu” tutur Miranda
Sesak menelusup di dada Bella saat ia mengenang peristiwa itu, seandainya Miranda tahu kalau Brianna adalah dalangnya, entah apa yang akan terjadi
Miranda mengatur napasnya, perlahan tangannya yang hangat terulur menggenggam tangan Bella, “Kau pasti menganggap kalau Adam, Mommy, dan Daddy kejam karena menjadikan kehamilan sebagai perlombaan, kan?” Bella tergagap, apa Miranda mendengar pembicaraannya dengan Erick tadi?
“Mommy yang salah, harusnya Mommy menceritakan ini dari awal agar kau tak salah paham” ucap Miranda, “dengar Bella, ada yang mau Mommy beri tahukan padamu tentang Adam dan Adrian, dan apa penyebab persaingan mereka” tambah Miranda
Bella membenarkan duduknya di tempat tidur, mengenyampingkan pikiran apa pun untuk fokus mendengarkan cerita Miranda
“Belasan tahun yang lalu William pernah mengalami kecelakaan hebat, dia bahkan sempat koma selama lebih dari dua bulan, melihat kondisinya yang semakin menurun saat itu, Mommy, Adam dan Adrian serta Ayah dari William tak berharap banyak, kami pasrah” tutur Miranda sendu, Bella mengusap - usap tangan Miranda ikut sedih mendengar ceritanya
“Saat itulah Ayah dari William, Kakeknya Adam dan Adrian membuat satu keputusan penting untuk menyelamatkan perusahaan yang harga sahamnya semakin merosot karena tidak ada pemimpin yang mengontrol kondisi perusahaan, Kakek dari Adam dan Adrian meminta Mommy untuk mengalihkan saham perusahaan pada Adam dan Adrian dan menjadikan mereka pemimpin di perusahaan itu, padahal mereka masih duduk di bangku sekolah, usia Adam saat itu menginjak 18 tahun sedang Adrian 17 tahun” tutur Miranda lagi, Bella mendengarkan dengan seksama dan penasaran
“Ada dua perusahaan yang kami miliki saat itu, Bros Tower yang merupakan perusahaan warisan dari Kakek Adam dan Adrian, dan perusahaan rintisan William yaitu Anderson Tower. Agar adil Mommy memberikan saham masing - masing 40 persen untuk Adam dan Adrian di kedua perusahaan tersebut, sedang 20 persen sahamnya masih atas nama William” Miranda menghela napasnya sebentar mengenang awal mula perpecahan itu terjadi,
“Mommy lalu memberikan kebebasan pada Adam dan Adrian untuk memilih perusahaan mana yang akan mereka pimpin, saat itu Adrian memilih Bros Tower, perusahaan yang sudah menggurita dan sukses. Sedang Adam, dia mengalah menerima Bros Tower perusahaan pemula untuk ia pimpin”
“Semenjak itu Adam dan Adrian sama - sama berjuang belajar tentang perusahaan, jika Adrian di awasi langsung oleh Kakeknya mengingat Bros Tower adalah perusahaan yang sangat besar, maka Adam berjuang sendiri. Mami ingat betul bagaimana Adam yang masih mengenakan seragam sekolah menghabiskan waktu hingga dini hari untuk mempelajari semua data perusahaan” Miranda tersenyum bangga saat mengenang anaknya itu
“Banyak tenaga ahli yang membantu pekerjaan Adrian sehingga dia tidak terlalu kesulitan, tapi nasib Adam berbeda, dia harus pontang panting membangun perusahaan hanya dibantu lima orang karyawan, sejak saat itu Adam kehilangan masa remajanya, ia tak lagi pergi bersama teman - temannya untuk berkuda atau hanya untuk sekedar berkumpul, Adam fokus pada perusahaan, hingga satu per satu temannya menjauhinya, hanya Erick yang bertahan hingga sekarang”
“Sedang Adrian, dia justru semakin menikmati masa remajanya, bahkan hingga ia dewasa pendapatan dari perusahaan yang melimpah ia pakai untuk berfoya - foya bersama temannya atau pacar - pacarnya, itu makanya dia banyak teman dan banyak di dekati oleh orang, pembawaannya yang royal, percaya diri dan pandai berbicara membuat banyak orang yang terpikat olehnya” ucap Miranda, Bella mengerucutkan bibirnya, menyesal karena pernah menjadi salah satu korban pesona Adrian
“Sedang Adam, dia tumbuh menjadi pribadi yang dingin, sangat hati - hati, bicaranya frontal, dan terkesan arogan mungkin karena bertahun - tahun ditempa banyak masalah perusahaan yang membuat Adam seperti itu, tak mudah untuk mengembangkan perusahaan yang kecil di usianya yang masuh sangat muda” lagi - lagi Miranda tersenyum bangga mengingat Adam,
“Hingga suatu hari Kakek Adam dan Adrian meninggal, kondisi Bros Tower mulai guncang karena Adrian tak mampu mengendalikan perusahaan, sedang Anderson Tower semakin tumbuh menjadi perusahaan yang berkembang” ucap Miranda lagi, “Sudah bisa dipastikan apa yang terjadi, beberapa tahun kemudian Bros Tower brangkut, sedang Anderson Tower semakin menggurita sampai sekarang”
Miranda berhenti sebentar, ia menyesalkan perusahaan yang dirintis oleh mertuanya itu harus hancur karena Adrian, “Adrian tak bisa menerima kebangkrutannya, berbekal saham yang ia miliki di perusahaan Anderson Tower, Adrian memaksa untuk menggeser Adam sebagai pemimpin perusahaan, tanpa mau tahu kalau perusahaan itu tumbuh karena Adam, Adam bahkan kehilangan kehidupan pribadinya untuk memastikan perusahaan tetap berjalan” Bella tersentak kaget, bagaimana Adrian bisa berbuat seperti itu pada Kakaknya sendiri?
“Jelas Mommy dan Daddy tak bisa menerima keinginan Adrian, Adam berhak untuk memimpin bahkan memiliki Anderson Tower karena upayanya, tapi Adrian tak pantang menyerah, segala cara ia lakukan agar kami menyerahkan saham yang kami miliki padanya agar ia mutlak menjadi pemilik Anderson Tower, tapi Mommy dan Daddy selalu berusaha agar itu tak terwujud dengan cara apa pun, termasuk perlombaan dengan hadiah saham, itu semua semata - mata agar kami melindungi Adam, karena selama ini Adam lah yang selalu memenangkan perlombaan itu” tutur Miranda panjang lebar, Bella merenung, jelas dia salah paham besar pada Adam dan mertuanya, ternyata Adrian lah yang bajingan.
“Jadi Mommy mohon Bella, bantulah Adam, Mommy tahu kau tak mencintainya, tapi Mommy berharap kau mau mencobanya pelan - pelan” pinta Miranda penuh harap
Bella terdiam sesaat, ia berpikir keras, jika ia membantu Adam untuk mempertahankan perusahaan tentu sekaligus ia bisa membalas Adrian, dan dengan begitu sudah bisa dipastikan kalau Miranda dan William akan lebih menyayanginya dibanding Brianna, dan itu jelas akan sangat menyakitkan untuk Brianna dan Pamela
“Apa yang Mommy bicarakan? Apa Mommy tidak tahu kalau aku mencintai Adam?” Bohong Bella
Mata Miranda membola, namun senyumnya terbit, “kau sungguh mencintainya Bella? Mencintai Adam yang dingin dan mungki sudah banyak menyakitimu?” Cecar Miranda antusias
Bella mengangguk, “aku sudah memaafkan semua kesalahannya Mom, dan itu semua karena aku mencintai Adam Mom” sahut Bella lagi, entah sejak kapan dia jago bersandiwara seperti itu, tapi aktingnya sempurna
Miranda memburu memeluk Bella, “Syukurlah sayang, kau tak tahu betapa Mommy bahagia sekarang, dan kau tahu Mommy juga yakin kalau Adam mencintaimu, hanya saja ia tak tahu cara mengungkapkannya, terima kasih Bella” tutur Miranda sumringah
“Mom tenang saja, aku dan Adam akan berusaha untuk segera memberikan kalian cucu, percayalah Mom” sahut Bella, semakin membuat hati Miranda berbunga - bunga, Bella tersenyum puas, satu batu bisa ia gunakan untuk mendapatkan beberapa sasaran
“Tunggu saja derita kalian, Adrian, Brianna, dan Nyonya Pamela” batin Bella.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
aleum@mylove
semangat author 💪 ceritanya bagus.
2023-04-21
0
Yuliana Tunru
gitu ya cerita x makax adam dingin dan kejam krn hidup yg mengajarkan agar bertahan ..adam untuk mu bella jalani pernikahan dgn taktik dan cinta buang benalu jg saudara yg serakah dan mulai dari awal lg smoga bella segera hamil ..lanjut thor
2023-01-28
2
Sri Ayudesrisya46
Gila sifat serakahnya Adrian.
Semoga Bella yang awalnya pura2 jstuh cinta pada Adam jadi benran cinta dengan tulus pada Adam.
Bella bisa membalas sakit hati nya pada Adrian, Btisna bahkan pada Pamella jika Bella bisa hamil dan mendapatkan saham dad wililiam
2023-01-28
3