Pengorbanan, Cinta, Balas Dendam

Justin duduk tak tenang, sebentar - sebentar ia berdiri lalu duduk lagi, sementara tangan dan matanya terkonsentrasi pada layar ponsel. Sudah beberapa hari ini pesan yang ia kirimkan pada Bella tak mendapat jawaban setelah sebelumnya Bella mengabarkan kalau ia telah diserang oleh seekor anjing yang mengakibatkan kakinya terluka parah, Justin frustasi dan bingung saat mendapat kabar itu, ia ingin segera menemui Bella, tapi Bella tak memberi tahu dimana dia dirawat, Justin juga bahkan sempat ingin menemui Bella di rumah Anderson, tapi Justin ingat betul pesan Bella untuk tak memberinya masalah dengan nekad datang kesana

Justin tak menyadari kalau Emily dari tadi mengamati kegelisahan dirinya, Ibunya itu perlahan melajukan kursi rodanya mendekati Justin, “Apa yang kau lakukan Justin? Kenapa kau menyakiti dirimu sendiri?” Cecar Emily yang mengetahui kalau Justin sedang resah memikirkan Bella

Melihat kedatangan Ibunya Justin memberikan senyum terbaiknya, “Aku hanya sedang menunggu Bella membalas pesanku Ma, aku tak menyakiti diri sendiri” sahut Justin lembut

“Kau pikir Mama tidak tahu perasaanmu pada Bella? Tapi kau harus ingat Justin, Bella itu istri Adam Anderson, sangat tidak pantas kalau kau mencintai istri orang lain” tandas Emily

Justin mendudukkan diri di depan Ibunya, senyumnya tak hilang, dengan lembut ia menggenggam jemari sang Ibu, “Mama tahu, Bella terpaksa menikah dengan Adam karena paksaan Ibunya, tidak ada cinta atau masa depan di dalamnya” jawab Justin, kening Emily berkerut

“Apa maksudmu Justin?” Cecar Emily, Justin menata napasnya sebelum ia menceritakan kehidupan Bella

Mata emily berkaca - kaca bahkan jatuh menetes ketika Justin selesai menceritakan kisahnya, tak ia kira seorang wanita muda yang tampak tangguh itu menyimpan begitu banyak duka

“Tapi bagaimana kalau Adam tak melepaskannya Justin? Bukankah kau yang akan menderita sendiri?” Tanya Emily

“Aku tak keberatan kalau pada akhirnya Bella tak bersamaku Ma, semua yang aku lakukan untuknya adalah pengorbanan” jawab Justin tanpa ragu

“Justin! Sampai kapan kau menunggu sesuatu yang tak pasti? Pengorbanan macam apa yang kau lakukan?” Cecar Emily

“Pengorbanan seperti yang Mama lakukan untuk Papa dulu” sahut Justin

Emily membuang napasnya, “Kenapa kau masih saja mengingat masa lalu Justin?”

Tatapan teduh Justin berubah tajam, “Melupakan bagaimana Mama harus duduk di kursi roda bertahun - tahun karena Papa? Apa Mama pikir mudah melupakan apa yang telah Papa lakukan?” Seandainya saja malam itu Papa tak terlambat menjemput Jessy hanya untuk menemui selingkuhannya, Mama tak mungkin mengalami kecelakaan fatal dan duduk di kursi roda seperti sekarang!” Tandas Justin penuh amarah, “Mama pikir Mama saja yang menderita? Apa Mama tidak memikirkan bagaimana hatiku dan Jessy? Berbulan - bulan Mama berbaring tak berdaya tanpa kami tahu apa Mama bisa selamat atau tidak, apa Mama bisa kembali lagi pada kami atau kami harus merelakan Mama!” Dada Justin turun naik bergemuruh hebat ketika ingatan Justin memutar kembali sejarah kelam dalam kehidupannya

“Justin, Papamu sudah menyesali perbuatannya, Papa sudah berubah!” Sanggah Emily meyakinkan Justin

“Papa mungkin sudah berubah, tapi apa itu membuat Mama bisa berjalan lagi? Apa bisa membuat aku dan Jessy melupakan pengkhianatan Papa? Mama sudah berkorban banyak karena masih bertahan dengan Papa setelah apa yang dia lakukan, meskipun saat itu aku sampai bersimpuh di kaki Mama agar Mama meninggalkan Papa, tapi apa yang saat itu Mama katakan padaku? Mama bilang mencintai seseorang harus bersedia menerima semua masalah dan kekacauan dalam hidupnya bukan?” tandas Justin penuh amarah, “jadi jangan tanya kenapa dan sampai kapan aku akan berkorban untuk Bella, karena sama seperti Mama aku juga akan berkorban untuk orang yang aku sayangi apa pun kondisinya” tegas Justin

“Justin, apa kau masih marah pada Mama karena Mama menolak untuk bercerai dari Papa dulu?” Cecar Emily meradang

Justin menggeleng, “Tidak lagi Ma, justru aku belajar banyak hal dari Mama, butuh pengorbanan agar kita bisa tetap bersama dengan orang yang kita sayangi, itu juga yang akan ku lakukan untuk Bella” jawab Justin

Emily menatap lekat - lekat wajah putranya, “kau masih muda Justin, kau tampan dan berpendidikan, kau bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dibanding Bella, apa pun alasan terjadinya pernikahan mereka, Bella tetap masih istri Adam”

“Mama tahu apa yang menyebabkanku tak bisa melepas Bella? Karena sifatnya, kerja kerasnya, dan nasibnya yang tak beruntung, semuanya sama persis seperti Mama” sahut Justin yang sukses membungkam Emily, wanita yang masih cantik di usia senjanya itu menahan - nahan amarahnya yang semakin mulai tersulut, ia mencoba mengerti perasaan Justin

“Lantas apa yang akan kau lakukan, Justin?” tanya Emily lebih lembut

Justin ikut melunak, “Aku akan membantu Bella lepas dari Adam”

Emily terkejut, “apa kau lupa siapa Adam Anderson?” Kau ingin melawan Adam? Apa kau sadar siapa dia Justin?”

“Cukup hanya melahirkan satu orang anak saja untuk Adam, setelah itu Bella akan melepaskan diri dari Adam, Ma” ucap Justin, matanya berkaca - kaca penuh harap, Emily prihatin mendapati anaknya yang sudah jelas dimabuk cinta pada Bella, Justin sudah pernah patah karena perbuatan Ayahnya, Emily tak ingin anaknya mengalami kehancuran yang kedua kali

“Apa yang bisa Mama lakukan untuk membantumu?” Tanya Emily ia menghela napas meredam emosinya, mengalah pada keinginan putranya, Justin menatap tak percaya pada Ibunya

“Kau ingin membantuku, Ma?” Cecar Justin, lagi - lagi penuh harap

“Apa pun demi kebahagiaanmu, karena Mama dan Papa sudah gagal membahagiakan kamu dan Jessy, perselingkuhan Papa dan kekurangan Mama yang membuat Papa menjalin hubungan dengan wanita lain telah menghancurkan kalian, sekarang saatnya kamu mendapat kebahagiaanmu Justin, jadi Mama akan berusaha semampu Mama untuk membantumu” sahut Emily

“Aku juga akan membantumu Kak!” Seloroh Jessy yang tiba - tiba saja muncul di ambang pintu kamar Justin, Emily dan Justin menoleh ke arah Jessy yang kini senyumnya terbit lagi setelah berhari - hari murung semenjak ia tahu kalau Bella sudah menikah dengan Adam

“Sejak kapan kau menguping disana Jessy?” Tanya Justin, Jessy sumringah melangkah masuk dan duduk di samping Ibunya

“Kau terlambat kalau marah padaku, aku sudah mendengar semua pembicaraan kalian!” Tandas Jessy

“Sangat tidak sopan menguping pembicaraan orang lain Jessy!” Tegur Emily, Jessy mengedikkan bahunya acuh

”Bukan salahku pintu kamar Kak Justin tak tertutup rapat! Sudahlah, jadi apa rencana kita untuk mengeluarkan Bella dari rumah pria tampan itu?” Tanya Jessy antusias, Justin tersenyum senang merasa mendapat dukungan dari orang - orang yang paling ia sayangi

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sudah hampir tengah malam ketika Adam sampai di rumahnya, tak seperti biasanya kini Bella menunggu kepulangan Adam, Bella bahkan sedikit berias dan memakai wewangian, malam ini ia akan mengizinkan Adam untuk meminta haknya, janjinya pada Miranda untuk segera memberikan seorang cucu harus segera dipenuhi agar melancarkan rencananya

Adam membuka pelan pintu kamarnya, tak ingin membangunkan Bella, tapi begitu ia masuk ke kamarnya ia kaget luar biasa karena Bella tengah duduk manis di atas sofa dengan senyum yang mengembang

“Kau baru pulang?” Tanya Bella sambil bangkit dengan jalan yang terpincang menghampiri Adam, Adam memburunya tak membiarkan Bella berjalan lebih jauh

”Kenapa kau belum tidur?” Tanya Adam sambil memapah Bella untuk duduk di pinggir tempat tidur

“Aku menunggumu, Adam” sahut Bella lembut, Adam terperangah, Bella menunggunya? Adam lalu memindai Bella dari ujung kaki ke ujung kepala, ya Bella berhias, aroma parfum pun menguar dari tubuhnya memanjakan hidung Adam, dan Bella memakai dress dengan belahan dada yang rendah, Adam sampai kesulitan memalingkan mukanya melihat tonjolan bagian atas tubuh Bella

Bella mengatur ekspresinya agar terlihat menggoda, “kenapa kau hanya melihatnya Adam? Apa kau tak ingin menyentuhnya?” Tanya Bella manja, jarinya menelusuri rahang tegas Adam

Deg..

Dalam jarak sedekat itu dan dalam kondisi yang sadar tanpa amarah, Bella bisa melihat bagaimana tampannya wajah Adam, bahkan ia lebih tampan dibanding Adrian

“Adam” gumam Bella tanpa sadar, yang tadinya ia ingin menggoda Adam justru sekarang ia yang tergoda oleh pesona Adam, “astaga Bella, sadar! Kamu sedang menggoda Adam agar bisa balas dendam, bukan untuk terpesona dengannya!” Rutuk Bella dalam hatinya

Adam menelisik ekspresi wajah Bella yang berubah - ubah, sesaat yang lalu Bella tak berkedip memandangnya, tak lama keningnya berkerut lalu menunduk, Adam mengangkat dagu Bella, membuat Bella mendongak menatapnya, “Kau kenapa?” Tanya Adam

“Aku kangen” sahut Bella, ya ia harus mulai bersandiwara untuk meyakinkan Adam kalau Bella mencintainya

“K - Kau rindu padaku?” Tanya Adam terbata tak percaya, Bella mengangguk

“Aku memikirkanmu sepanjang hari Adam” sahut Bella, tangannya takut - takut menangkup rahang Adam, bertatapan dengan manik mata Adam yang memabukkan, Bella bisa merasakan sapuan hangat napas Adam di pipinya, menambah Adrenalinnya untuk agresif mengecup bibir merah Adam. Adam beku di tempatnya, matanya membulat saat bibir kenyal dan lembut Bella menempel di bibirnya, Adam sampai gemetaran dibuatnya, kali pertama Bella inisiatif memulai ciuman mereka, apa Bella mencintainya? Adam nyaris tak percaya

“Adam” lenguh Bella sebelum ia memperdalam ciumannya sambil mengaitkan tangannya di leher Adam, Adam terhanyut merasakan sensasi keagresifan Bella, apalagi saat ini Bella meneroboskan lidahnya, Adam mengimbangi mempertemukan lidah keduanya untuk bertaut, saat Bella menghisap bibirnya, ia juga melakukan hal yang sama, Adam membiarkan Bella yang memimpin

Bella terengah saat melepas pagutan mereka, “bibirmu manis Adam” ucap Bella, Adam tersenyum, menambah kadar ketampanan Adam di mata Bella, “apa kau tak ingin membuka jas dan dasimu Adam?” Goda Bella

Adam kembali tersenyum, “Kau menginginkanku?” Tanya Adam, sama seperti pertanyaan yang selalu Bella lontarkan padanya

“Apa kau tidak?” Tanya Bella, Bella tergesa membantu Adam membuka jasnya, Adam tak berdaya patuh pada apa pun yang Bella lakukan padanya, termasuk saat Bella membuka dasi dan tergesa mempreteli kancing kemeja Adam satu per satu. Napas Adam memburu saat Bella menyentuhkan jarinya ke dada Bidang Adam lalu turun menjelajah ke perutnya yang rata

“Bella” lenguh Adam, Bella tersenyum penuh goda, ia pelan membuka resleting dressnya hingga dress berbahan satin itu jatuh melorot ke perutnya, menyisakan penutup dada berwarna merah

Glek..

Adam menelan salivanya melihat gerakan sensual Bella, semakin tergoda ketika wajah cantik Bella itu menyunggingkan senyum sexynya, sungguh Adam tak tahan, tanpa pikir panjang lagi dalam satu gerakan pria itu membuka kemejanya dan menghempaskannya sembarang, Adam bangkit lalu mendorong pelan tubuh Bella hingga telentang, Bella tersenyum puas saat menyadari Adam telah tergoda, apalagi ketika Adam buru - buru membuka celananya

Adam tiba - tiba diam tak bergerak, “Sial!” Gumam Adam frustasi saat melihat perban yang masih melingkar di kaki Bella, bagaimana Adam tega melakukannya saat kaki Bella masih terluka. Menyadari Adam yang masih berdiri di tempatnya dan malah meresleting kembali celananya, Bella tak mengerti

“Kenapa kau malah memakai lagi celanamu Adam?” Protes Bella, ia lalu beringsut duduk, bola matanya awas mengikuti pergerakan Adam

“Kau belum sepenuhnya sembuh Bella, aku tak mau melakukannya saat kakimu masih terasa sakit” sahut Adam, pria itu lalu memunguti kemeja, jas, dan dasinya yang bergelatakan di lantai

Bella tak terima, ia sudah lama menunggu Adam dan bahkan sudah berdandan agar Adam menyentuhnya, “Apa tidak ada cara atau gaya apa pun yang tak melibatkan kakiku?”

Adam tergelak mendengar pertanyaan Bella, “Jangan dipaksa, kaki kamu pasti masih terasa sakit” sahut Adam

Bella mengerucutkan bibirnya tak senang, “Ayolah Adam, kapan kita akan memiliki bayi kalau kau menunda untuk menyentuhku?”

Adam yang hendak menuju kamar mandi berbalik arah kembali dan berjalan menuju Bella, pria itu lalu duduk di sebelah Bella, “masih banyak waktu, kau harus sembuh dulu Bella” Bella menggelengkan kepalanya

“Kita tidak punya banyak waktu Adam, kita harus segera memiliki anak! Bukannya kau yang paling ingin segera memiliki anak?” Tandas Bella, semakin cepat mereka memiliki anak maka semakin cepat ia akan melihat kehancuran Adrian, Brianna, dan Pamela

Adam mengelus lembut surai Bella, “Kita tunggu sampai kau sembuh Bella”

“Sentuh aku sekarang Adam! Kakiku sudah tidak apa - apa, sungguh!” Tegas Bella, Bella lalu mencari cara agar Adam tak menolaknya, “Adam, dengar! Aku benar - benar menginginkanmu” ucap Bella penuh rayu, tangannya sigap membuka kaitan penutup dadanya, sehingga kini bagian atas tubuh Bella tak tertutupi apa pun

Napas Adam kembali memburu melihat wajah memelas Bella minta disentuh, mata Adam mengabut saat Bella memainkan jarinya di dadanya sendiri, Adam tak lagi berpikir, dengan dada turun naik Adam kembali membuka celananya, ia lalu beringsut ke tempat tidur dan menyerang bibir Bella tanpa ampun

“Adam… aaahhhh” d****h Bella saat Adam kini bermain di ceruk leher Bella, sementara tangannya aktif memegang dan memilin dada Bella. Bella menaikkan kedua tangannya memberikan akses lebih saat Adam mulai menciumi dan menghisapi dadanya, lenguhan dan erangan Bella biarkan lolos saat Adam tak berhenti bermain dengan dadanya, Adam benar - benar menggila. Puas dengan dada Bella, Adam berhenti sebentar untuk menciumi bibir Bella lagi, keduanya berciuman penuh hasrat saling menuntut, suara decapan mengalun indah di kamar itu

“Nnggghhh” erang Bella saat Adam menciumi perutnya, lalu perlahan turun ke pahanya, Bella refleks meremas rambut Adam yang klimis begitu Adam menekuk satu kaki Bella yang tak terluka, kini sapuan hangat lidah Adam terasa di inti tubuhnya

“Sshhhhh” desis Bella, badannya menggelinjang tak karuan, hampir saja Bella menekuk kakinya yang terluka untuk membuka akses yang lebih lebar pada Adam kalau saja Adam tak menahan kaki Bella yang masih di balut perban itu dengan tangannya

Napas Adam terengah saat ia puas memainkan mulutnya di inti tubuh Bella, Adam lebih puas lagi saat melihat semu merah di wajah Bella dengan mulut yang setengah terbuka, Adam yakin Bella menikmati permainannya

“Jangan menekuk kakimu yang terluka seperti tadi, aku akan melakukannya perlahan” titah Adam sambil mengusap keningnya yang mulai berpeluh

Bella menggigit bibir bawahnya saat Adam mulai memposisikan dirinya di depan Bella, wanita itu kembali mendesis merasakan benda yang keras dan besar sedang menggesek inti tubuhnya, lalu perlahan menerobos masuk, bukan hanya Bella yang mengerang, Adam pun sama saat mereka menyatu penuh

Adam pelan menggerakan pinggulnya menyesuaikan agar Bella tetap menikmati karena hanya satu kaki yang ia tekuk, meskipun sebenarnya Adam ingin lebih, ia ingin totalitas memasuki Bella, menyadari gerakan Adam yang terlalu pelan, Bella seolah paham kalau Adam sedang menahan - nahan gerakannya, “Adam, tolong lebih cepat! Aku janji tidak akan menekuk kakiku yang luka” ucap Bella dengan suara serak

“Kau yakin?” Tanya Adam terengah, Bella mengangguk beberapa kali untuk meyakinkan Adam. Yakin kalau tidak akan menyakitkan untuk Bella, Adam mulai memacu gerakan pinggulnya dengan cepat, jangan tanya bagaimana Bella, ia sampai berteriak - teriak tak karuan, sedang Adam ia sampai harus beberapa kali berhenti sebentar saat ia sudah hampir mencapai puncaknya namun ia tahan karena ia belum puas menjajaki Bella

“Adam!” Pekik Bella saat pria tampan itu kembali menggerakan pinggulnya dengan cepat dan tanpa henti, kali ini bahkan lebih dalam dan intens, hingga batas itu tak dapat lagi Adam tahan apalagi saat Bella mencapai puncaknya dan menciptakan sensasi cengkraman kuat pada intinya, Adam puas mengeluarkan semuanya di tubuh Bella.

Adam menggulingkan badannya ke samping tubuh Bella, tak seperti sebelumnya, kini Bella agresif membaringkan kepalanya di dada bidang Adam yang berpeluh, senyum puas menghias wajah keduanya

“Apa kau mencintaiku Adam?” Tanya Bella tiba - tiba

Deg…

Mata Adam membola, otaknya seketika bekerja cepat memastikan perasaannya terhadap Bella, tak mudah untuk Adam karena ia tak pernah jatuh cinta pada seorang wanita meskipun banyak wanita yang mendekatinya, apa yang Adam rasakan untuk Bella sekarang? Iba? Butuh? Napsu? Atau memang cinta, tapi mengingat bagaimana gelisahnya dirinya saat berjauhan dengan Bella, betapa ia cemburu pada Justin, dan rasa takut kehilanhan Bella yang teramat membuat Adam yakin kalau itu adalah cinta.

Adam mengecup kening Bella, “Ya Bella, aku mencintaimu” sahutnya yakin

Blush…

Pipi Bella memerah, hatinya berdebar, tapi sulit Bella artikan kebahagiaannya sekarang karena jantungnya pun ikut berdegup kencang, tapi Bella yakin kalau itu adalah rasa kemenangan karena telah membuat Adam jatuh cinta padanya, dengan ini sudah pasti semua rencananya berjalan mulus, perlahan mata Bella terpejam di dalam rengkuhan Adam, Adam ingin sekali mempertanyakan perasaan Bella padanya, tapi mendengar dengkuran halus Bella, Adam tak tega untuk membangunkannya.

“Aku mencintaimu Bella” ucapnya lagi, sebelum ia ikut terlelap.

Terpopuler

Comments

sihat dan kaya

sihat dan kaya

adik beradik Bella ya? ... Maknya mantan isteri bapaknya Bella??

2024-08-28

0

Wiji Lestari

Wiji Lestari

buat Bella tulus SM Adam thorr

2023-01-30

1

Ayu galih wulandari

Ayu galih wulandari

Lanjuuut ya kak...mkc sdh up 🤗🤗🤗😘😘😘😘

2023-01-30

1

lihat semua
Episodes
1 Pengkhianatan Semua Orang
2 Menikah Dengan Adam, Atau Ibu Akan Mati!
3 Adam
4 Saling Menguntungkan
5 Kau menikmati, Adam?
6 Antara Butuh Dan Ketagihan
7 Ada Aku, Jangan Khawatir
8 Sebuah Bakti Dari Anak Yang Tak Pernah Ibu Anggap
9 Kau Tak Sendiri
10 Tak Seperti Yang Adam Pikirkan
11 Aku Ingin Menjagamu, Bella
12 Jangan Atur Hidupku, Adam!
13 Malam itu…..
14 Gara - Gara Kemeja Adam
15 Kau Sakiti Aku, Aku Pastikan Karmamu Datang!
16 Jika Kau Anak Kesayangan Ibu, Maka Aku Menantu Kebanggaan Mertua
17 Pengorbanan, Cinta, Balas Dendam
18 Permulaan
19 Perang Dimulai
20 Pengikat
21 Ketika Adam Jatuh Cinta
22 Kedatangan Pamela
23 Kesayangan Adam
24 Perjuangan Bella dan Perasaan Brianna
25 Berpaling
26 Siapa Yang Harus Aku Celakai Dulu?
27 Ambil Suami Adikmu!
28 Topeng
29 Ketika Justin Bertindak
30 Kenapa Adam yang Mendapatkan Segalanya?
31 Cinta Masa Lalu
32 Ketika Rahasia Terbongkar
33 Rencana Jahat
34 Sang Pewaris
35 Patah Hati
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Pengumuman Karya Baru
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Pengkhianatan Semua Orang
2
Menikah Dengan Adam, Atau Ibu Akan Mati!
3
Adam
4
Saling Menguntungkan
5
Kau menikmati, Adam?
6
Antara Butuh Dan Ketagihan
7
Ada Aku, Jangan Khawatir
8
Sebuah Bakti Dari Anak Yang Tak Pernah Ibu Anggap
9
Kau Tak Sendiri
10
Tak Seperti Yang Adam Pikirkan
11
Aku Ingin Menjagamu, Bella
12
Jangan Atur Hidupku, Adam!
13
Malam itu…..
14
Gara - Gara Kemeja Adam
15
Kau Sakiti Aku, Aku Pastikan Karmamu Datang!
16
Jika Kau Anak Kesayangan Ibu, Maka Aku Menantu Kebanggaan Mertua
17
Pengorbanan, Cinta, Balas Dendam
18
Permulaan
19
Perang Dimulai
20
Pengikat
21
Ketika Adam Jatuh Cinta
22
Kedatangan Pamela
23
Kesayangan Adam
24
Perjuangan Bella dan Perasaan Brianna
25
Berpaling
26
Siapa Yang Harus Aku Celakai Dulu?
27
Ambil Suami Adikmu!
28
Topeng
29
Ketika Justin Bertindak
30
Kenapa Adam yang Mendapatkan Segalanya?
31
Cinta Masa Lalu
32
Ketika Rahasia Terbongkar
33
Rencana Jahat
34
Sang Pewaris
35
Patah Hati
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Pengumuman Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!