Nasib berbeda dialami oleh Brianna, semenjak menikah dengan Adrian kehidupan Brianna menjadi jauh lebih baik, ia tak lagi bekerja, untuk apa ia bekerja jika semua kebutuhan dan keinginannya sudah dipenuhi oleh Adrian, Brianna juga semakin cantik, tak pernah lagi ia memakai baju murah atau perhiasan murah, Adrian sangat memperhatikan penampilan Brianna
Bella melihat dirinya sendiri dari ujung kaki ke ujung kepala, sepatu lama, baju sederhana masih melekat di badannya meski ia menyandang status menantu keluarga Anderson juga, tapi tak apa Bella justru lega karena tak bergantung hidup dari Adam, meskipun Adam berpikir kalau Bella telah menerima banyak uang dan kemewahan darinya
“Ibu dimana Kak?” Tanya Bella saat menghampiri Brianna di taman rumah keluarga Anderson, setelah diobati Justin tadi, Justin meminta Bella untuk pulang dan beristirahat di rumah, kondisi Bella tak memungkinkannya untuk bekerja
“Kenapa kau tiba - tiba bertanya soal Ibu?” Sahut Brianna dingin, entah sejak kapan tapi Brianna merasa kalau Bella adalah saingannya, mungkin semenjak ia jatuh cinta pada Adrian
“Aku harus bicara pada Ibu Kak, aku ingin bertanya kenapa Ibu tega menjualku pada Adam?!” Cecar Bella
Brianna meletakkan cangkir tehnya sambil mendengus, wajahnya berubah kesal, “menjual? Apa kau sadar dengan apa yang kau katakan Bella? Kau harusnya berterima kasih pada Ibu karena telah menikahkanmu dengan seorang Adam Anderson, tanpa Ibu kau tak mungkin mendapatkan laki - laki seperti dia!”
“Kalau begitu kenapa tidak kau saja yang menikah dengan dia Kak? Kau dan Ibu yang menginginkan uang, aku tidak! Kenapa kalian malah mengorbankanku?!” Sengit Bella
Brak..
Brianna menggebrak meja di depannya, membuat cangkir tehnya bergerak dan teh di dalamnya sedikit tumpah, “jaga mulutmu Bella, aku mencintai Adrian, aku istri Adrian sekarang!”
Bella berdecih, “cinta hasil membohongi adik sendiri, apa kau bangga dengan cinta seperti itu?” Sinis Bella
Brianna melipat tangan di bawah dadanya dan menatap jijik adiknya itu, “jangan - jangan kau masih menyimpan rasa pada Adrian makanya kau belum bisa menerima Adam, begitu?” Tuduh Brianna
Bella tersenyum sinis, “Kalau kau mau ambil saja dua - duanya Kak, aku tidak butuh pria - pria bajingan seperti mereka! Sekarang katakan padaku dimana Ibu?” Tanya Bella lagi
“Aku tak akan memberi tahumu, Bella! Ibu juga tak ingin kau tahu dimana Ibu berada sekarang!” Sahut Brianna
Bella terkesiap, “Ibu tak mau menemuiku?” Gumam Bella pelan, rasanya ia tak bisa percaya apa yang ia dengar
“Ibu tahu kalau kau tahu soal uang pemberian Adam kau pasti akan memintanya kembali dan mengembalikannya pada Adam, jadi lebih baik kau biarkan Ibu menikmati hidupnya sekarang!” Sahut Brianna puas
“Menikmati hidup dari hasil menjual anaknya begitu?” Sengit Bella berapi - api
“Kau!” Sentak Brianna sambil bangkit berdiri dari duduknya dengan mata yang nyalang
“Sebelum kau menikah dengan Adrian, Ibu mengancamku akan bunuh diri jika aku tak menikahi Adam agar kau bisa menikah, dan sekarang ternyata Ibu menerima uang atas pernikahanku, bukannya itu sama saja dengan Ibu menjualku?” Sengit Bella
“Itu bakti kamu sebagai seorang anak Bella! Ibu bilang dari dulu kau hanya merepotkan, tak pernah sekali pun kau membantu keluarga kita saat keluarga kita terpuruk, akulah yang bekerja keras! Apa salahnya kau yang membalas kebaikan Ibu sekarang? Biarkan Ibu bersenang - senang dengan uang pemberian Adam!” Bentak Brianna penuh amarah
“Kalau hanya masalah uang, aku bisa bekerja Kak di tempat yang lebih baik setelah aku lulus kuliah nanti! Kalian tidak boleh menjualku seperti ini, kenapa kau tak jual dirimu sendiri aja Kak?” Pekik Bella berapi - api
Plak…
Tamparan Brianna membungkam Bella, hanya air matanya yang menetes keluar sekarang
“Pantas saja Ibu begitu membencimu, kau kurang ajar dan merepotkan! Aku menyesal telah membiayai kuliahmu dan kehidupanmu, sia - sia saja semua uangku, menyebalkan!” Belum puas melayangkan tamparan pada adik kandungnya sendiri, Brianna kembali menyakiti hati Bella dengan kata - katanya
“Jadi Ibu membenciku Kak?” Tanya Bella lirih
Brianna kembali duduk dengan santainya seolah tak terjadi apa - apa, “Ibu bilang sendiri seperti itu padaku, tapi lihatlah sebenci apa pun Ibu padamu dia tetap merawatmu dengan baik, itu makanya sekarang giliran kau yang berbakti pada Ibu, biarkan Ibu bersenang - senang dengan uang dari Adam, jangan kau ganggu Ibu!”
Bella tertawa dalam tangisnya, mungkin sakit hati yang begitu parah membuatnya menjadi gila, “Baiklah Kak, bilang pada Ibu, nikmatilah uangnya, anggap ini sebuah bakti dari anak yang tidak pernah dia anggap” tandas Bella, Bella lalu beranjak meninggalkan taman dengan hati yang hancur lebur, perasaan siapa yang tak terluka ketika mendengar bahwa Ibu kandungnya sendiri membencinya? Tapi atas dasar apa Ibunya itu membenci Bella? Seingat Bella tidak pernah sekali pun ia melukai perasaan Ibunya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“Ya Tuhan, aku tahu hanya kau yang melindungiku sekarang, tolong aku, kuatkan aku” gumam Bella saat ia tiba di kamar Adam, Adam memang belum pulang dari kantornya, tapi aura dalam kamar Adam saja sudah membuat Bella bergidik ngeri
Bella yang sudah mandi dan berganti baju mendudukkan dirinya di sofa, pikirannya berkecamuk, haruskah ia berbakti pada Ibunya dengan cara seperti ini? Di sisi lain kalau ia tak mengikuti keinginan Adam, Adam mengancam akan memprosesnya secara hukum
“Baiklah, aku pasrah” ucap Bella sambil mengusap air matanya yang menetes
Suara pintu yang dibuka dari luar membuat jantung Bella berdebar kencang, Bella melirik jam di dinding kamar, sudah hampir jam 8 malam, sudah bisa dipastikan itu pasti Adam, Bella bangkit dari duduknya, berdiri, lalu menundukkan kepalanya tak ubahnya seorang pelayan yang menyambut kedatangan majikannya
Bella bisa mendengar suara derap sepatu yang semakin mendekatinya, wangi parfum bercampur hawa dingin yang menguar membuat Bella ciut, sekuat tenaga wanita itu menelan salivanya
“Mommy bilang kau berangkat ke kampus hari ini, apa benar?” Tanya Adam, kali ini ia bertanya dengan lembut, tak emosional seperti kemarin
“Iya” sahut Bella singkat dengan suara bergetar
“Bukannya kau sedang tidak sehat? Apa kau sudah meminum semua obat yang Mommy berikan tadi?” Tanya Adam lagi, Bella bisa mendengar Adam sedang membuka jam tangannya lalu meletakkannya di atas nakas, pria itu kemudian duduk di sofa
“A - aku sudah lebih sehat, aku juga sudah meminum semua obatnya” sahut Bella terbata
“Jadi kau sudah membaik?” Tanya Adam lagi
“Iya” sahut Bella
Adam lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi. Sepanjang Adam di kamar mandi Bella terpaku berdiri di tempatnya, tak bergerak atau berpindah sedikit pun, hatinya menduga - duga, akankah Adam meminta haknya lagi seperti tadi malam?
Bella semakin menundukkan kepalanya ketika ia mendengar suara pintu kamar mandi yang dibuka, jantungnya berdebar tak karuan
“Kau bilang tadi sudah membaik kan? Kalau begitu berbaring lah Bella!” Titah Adam seperti yang sudah Bella duga
Bella bak robot, tanpa kata ia berjalan menuju tempat tidur, di depan tempat tidur Bella berhenti, dengan tangan gemetaran ia membuka semua bajunya tanpa meninggalkan sehelai benang pun dibawah tatapan Adam yang terheran dengan sikap Bella
“Ada apa dengan wanita itu?” Batin Adam, apalagi ketika Bella tanpa komando lagi beringsut naik ke tempat tidur, berbaring dan menutup wajahnya dengan bantal
“Ya Tuhan, kuatkan aku” batin Bella lirih, ia bisa merasakan Adam yang naik ke atas tempat tidurnya, Adam yang mulai menyentuh kakinya dan menekuknya, tapi tunggu kenapa Adam kini menyentuh tangannya juga, membelainya, lalu tangan Adam bergerilya ke dadanya, lembut
“Apa yang pria ini lakukan” batin Bella
Deg..
Bella terkejut bukan main saat ia merasakan Adam mulai memainkan lidah di bagian dadanya kali ini begitu lembut, Bella meremas bantalnya saat mulut Adam sibuk memainkan kedua bagian tubuh atasnya itu
“Sial, kalau bukan karena Erick yang menyuruhku melakukan pemanasan, aku pasti tak akan sudi melakukannya pada wanita licik ini” batin Adam
Remasan Bella semakin kuat di bantal itu saat mulut Adam kini bermain di bagian inti tubuhnya, ada perasaan marah, benci, jijik, dan sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, bisa Bella rasakan hembusan napas Adam yang terengah di bawah sana, mungkin Adam pun sudah terpacu hasrat atau dia emosi seperti biasanya, Bella tak tahu
Sensasi yang Bella rasakan tadi berubah menjadi rasa takut kala Adam mulai membelah bagian intinya dengan benda yang keras dan besar dan basah, mungkin karena Adam berkeringat entahlah Bella juga tak tahu soal itu
Desisan Adam terlepas kala ia berhasil menerobos bagian inti Bella dalam satu hentakan, sedang Bella meringis di bawah bantal yang menutupi wajahnya, tak sesakit kemarin dan sekarang ada sensasi berbeda, tapi sakit hati Bella mengubur sensasinya
“Perasaan apa ini? Kenapa aku tak ingin berhenti?” batin Adam saat ia tak juga berhenti memompa, bahkan tanpa sadar Adam mendesis, sedang Bella ia hanyut dalam rasa bencinya yang teramat pada Adam, ia kesampingkan reaksi tubuhnya yang berbeda dari hatinya
Adam sudah tak kuasa, dalam sekali hentakan ia mengeluarkan semua yang ia tahan - tahan dari tadi pagi, Adam curahkan semua di bagian terdalam tubuh Bella, membuat Bella menggelinjang
Dengan napas terengah Adam beringsut membaringkan tubuhnya di samping Bella, sedang Bella ia tak mengerti harus melakukan apa setelah itu, masih dengan bantal yang menutupi wajahnya Bella menanti perintah Adam
Merasa tak ada pergerakan lagi, perlahan Bella membuka bantal yang menutupi wajahnya, matanya bergerak - gerak dan tanpa sengaja ia bersitatap dengan Adam
“Siapa yang menyuruhmu menatapku Bella?” Sengit Adam, Bella refleks memejamkan mata dan menutup wajahnya dengan bantal lagi, Bella jelas bingung ia harus apa sekarang, apa yang harus ia lakukan selanjutnya?
Adam meraih bantal yang menutupi wajah Bella, lalu meletakkan kepalanya disana, “kau tidak boleh turun dari tempat tidur ini sebelum aku perintahkan, sekali pun untuk ke kamar mandi, aku tak mau kau berbuat aneh seperti kemarin dan membuatku repot!” Titah Adam, pria itu lalu bergerak dan tidur membelakangi Bella
Bella terdiam, tubuhnya yang polos membuat hawa dingin semakin terasa, Bella meringkukan dirinya
“Kalau kau kedinginan apa kau tak bisa menyelimuti dirimu sendiri?” Sengit Adam lagi
“Ah i - iya” sahut Bella, dengan tergesa ia menyelimuti dirinya dan meringkuk membelakangi Adam, Bella perlahan terpejam dengan air mata yang menetes jatuh
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 93 Episodes
Comments
Rahmi Hasibuan
aku pengen liat adam bucin sama bella
2023-10-25
0
Endang Priya
buat briana susah hamil thor.
2023-03-31
0
Ervina Ardianto
Bikin Brianna mandul, Thor
2023-01-18
2