Adam

Hari ini dua pernikahan dilaksanakan sekaligus sesuai permintaan Adam, bagi Adam jika hari pernikahannya dengan Adrian berbeda, waktunya akan terbuang banyak karena nantinya Adam juga harus menghadiri pernikahan adiknya itu

Bella dan Brianna sang mempelai perempuan menuai pujian, keduanya tampak anggun dan cantik dalam balutan dress mewah berwarna putih, bedanya wajah Brianna tampak berseri, sedang wajah Bella tampak sendu. Bagaimana Bella bisa bahagia jika hari ini ia harus melihat pria yang pernah dicintainya sepenuh hati itu justru bersanding dengan Kakaknya sendiri, di sisi lain Bella harus menikahi pria yang baru sekali ia temui saat makan malam beberapa hari sebelum pernikahan mereka, itu pun hanya sekitar 15 menit karena Adam tergesa kembali ke kantornya

Sama seperti pertemuan mereka sebelumnya, meskipun Adam tak kalah tampan dari Adrian, tapi aura dingin dan intimidasi dari pria tinggi tegap itu begitu terasa, Bella yakin tak akan ada yang betah berlama - lama di dekat Adam, beda dengan Adrian yang selalu dikelilingi banyak orang terutama perempuan

...“Mom, sudah hampir dua jam, aku harus segera kembali ke kantor, ada rapat yang harus aku hadiri” bisik Adam pada Ibunya...

...“Sebentar lagi Adam, masih banyak tamu undangan yang ingin mengucapkan selamat, sabarlah!” Sewot Miranda...

Bella mendengar pembicaraan Ibu dan anak itu karena ia berdiri di antara keduanya, sama seperti Adam Bella pun sudah tak betah berlama - lama berdiri di pelaminan

...“10 menit lagi Mom, setelah itu aku benar - benar harus pergi, rapat ini sangat penting!” Cerocos Adam...

...Miranda mendelik tajam pada anaknya itu, “Adam Anderson!” Sewotnya, “haaahhh.. ya sudah lah yang penting kamu sudah menikah, nanti Bella biar Mommy yang urus!” Ujar Miranda lagi pasrah pada keinginan anaknya...

Adam tersenyum penuh kemenangan, mata Adam lalu bersitatap dengan Bella yang juga tak sengaja sedang menatapnya, meskipun keduanya langsung saling memalingkan muka, tapi adegan tatap - tatapan mereka tadi berhasil ditangkap jepretan kamera

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bella duduk tak tenang di sofa kamar Adam tepatnya kamar pengantin mereka berdua, waktu sudah hampir tengah malam tapi Adam belum kunjung pulang, Bella bukannya gelisah menunggu Adam, tapi ia bingung harus tidur dimana, selain itu ia merasa aneh berada di kamar seorang pria, baru pertama kali dalam hidupnya memang ia memasuki kamar lawan jenisnya

Saat pintu kamar dibuka dari luar Bella bangkit dari duduknya, Adam yang juga belum terbiasa dengan kehadiran orang asing terutama seorang wanita di kamarnya kaget luar biasa melihat Bella

...“Apa yang kau lakukan di kamarku?” Sentak Adam...

...“Kamu pikir aku mau berada di kamar kamu seperti ini? Ibumu yang menyuruh aku masuk kesini tadi! Ibumu bilang suami istri harus tidur dalam satu kamar” sahut Bella enggan...

...Adam menghela berat napasnya, ia baru teringat kembali kalau tadi pagi ia sudah resmi menikahi wanita di depannya itu, “Oh, lantas kenapa kamu belum tidur? tidak perlu menungguku, asal kamu tahu, meskipun statusmu sebagai istriku, tapi aku tidak akan pernah memintamu untuk melaksanakan kewajibanmu sebagai seorang istri” ...

Bella mendengus kesal, “Memangnya siapa yang menunggumu? Dari tadi aku sudah ingin tidur, tapi aku bingung harus tidur dimana!” Sahut Bella, ia lalu mendekati dua koper besar miliknya, mengeluarkan sebuah bantal dan selimut tebal miliknya dari sana, melihat itu Adam mengerutkan keningnya

...”Kamu pikir di rumah ini tidak ada bantal atau selimut sampai kamu harus membawanya sendiri dari rumahmu?” Sewot Adam...

...“Aku cuma jaga - jaga kalau nasibku akan seperti di novel - novel, biasanya kalau terjadi pernikahan paksa si wanita tidak diizinkan untuk tidur di tempat tidur si pria, dan tidak boleh memakai barang apa pun di kamar pria itu, makanya aku membawa sendiri bantal dan selimutku, aku tidak mau kalau harus tidur hanya beralaskan lantai dan berbantalkan lengan, apa - apaan itu mau - maunya si wanita di novel - novel hidup menderita begitu!” Cerocos Bella sambil mulai menggelar selimut tebalnya tepat di bawah sofa, membenar - benarkan bantalnya dan membaringkan diri membelakangi Adam, membuat Adam tak dapat berkata apa - apa...

...“Gadis yang aneh” gumam Adam...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Pagi hari sekali ketika Adam mulai membuka matanya, seperti sebelumnya Adam melakukan stretching sebentar sebelum ia bangkit dari tempat tidurnya, tapi pagi hari ini ada yang mengganggu Adam, pria itu mulai mencari - cari sosok Bella yang sudah tak terlihat di bawah sofa, bantal dan selimutnya pun sudah tak terlihat, mungkin sudah Bella kembalikan ke dalam kopernya yang kini terlihat menggembung

...“Baru jam 5 pagi, dia sudah bangun sepagi ini?” Gumam Adam ketika melihat ponselnya, Adam baru saja meletakkan ponselnya kembali di atas meja samping tempat tidurnya ketika Bella keluar dari kamar mandi dengan berpakaian lengkap, wajah Bella terlihat segar dengan rambut yang masih sedikit basah...

...“Selamat pagi Adam, maaf aku terpaksa memakai kamar mandimu karena aku tidak mungkin membawa kamar mandiku kesini, tapi jangan khawatir aku membawa peralatan mandiku sendiri, dan tak ada satu pun barangku yang aku letakkan di kamar mandi, semuanya akan aku simpan lagi ke dalam koperku” tutur Bella panjang lebar sambil memperlihatkan sebuah tas plastik yang Adam yakini berisi perlengkapan mandi Bella dan baju kotornya, Bella seperti tahu diri bahwa kehadirannya tidak diharapkan oleh Adam, mengingat betapa dinginnya sosok Adam Bella pun tahu pasti kalau Adam tak suka apa pun yang merupakan miliknya terjamah oleh orang lain ...

Adam acuh tak menanggapi, pria tampan itu memilih untuk bangkit dari tempat tidurnya, melewati Bella begitu saja dan masuk ke kamar mandi

Bella mengedikkan bahunya tak peduli, wanita itu kini duduk di sofa, sibuk memeriksa jadwal kuliah dan kerjanya, tak seperti pengantin pada umumnya termasuk Adrian dan Brianna, tak ada bulan madu dalam pernikahan Adam dan Bella, seolah tak terjadi apa - apa dalam kehidupan mereka, kini fokus mereka kembali kepada kegiatan masing - masing

...“Sarapan keluarga wajib bersama setiap hari jam 7 pagi, berpakaian lah yang rapi dan sopan, Daddy tidak suka jika ada anggota keluarganya yang berpakaian seronok, atau lusuh seperti yang kamu pakai” tutur Adam ketika keluar dari kamar mandi, dengan hanya mengenakan handuk yang melilit di bagian bawah perut hingga lututnya, sedang perutnya yang rata ia biarkan terekspos begitu saja...

...“Dasar tak tahu malu!” Gumam Bella pelan sambil memalingkan mukanya ketika melihat Adam yang nyaris tanpa baju, memastikan Adam telah masuk ke walk in closet miliknya, giliran Bella yang masuk kembali ke dalam kamar mandi untuk mengganti bajunya, mungkin benar apa yang dikatakan Adam, kemeja kotak - kotak dan celana jeans terlalu lusuh untuk dikenakan seorang menantu Anderson...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Tepat beberapa menit menuju jam 7 pagi, Bella telah bersiap, mengenakan dress bermotif floral dengan make up tipis di wajahnya, sedang Adam sudah sempurna dalam setelan jas lengkap dengan dasinya.

Bella dan Adam baru saja hendak keluar dari kamar mereka, ketika tiba - tiba Adam menarik pinggang ramping Bella

...“Eh apa - apaan ini?” Sengit Bella, “ah” desah Bella sampai menggigit bibir bawahnya saat Adam mengecup pelan lehernya lalu menghisapnya kuat sehingga meninggalkan bekas kemerahan, Adam menatap sebentar wajah cantik Bella yang kini bersemu merah...

...“Harus ada bukti seolah kita telah melakukan malam pertama kita tadi malam, jejak merah ini akan meyakinkan Daddy dan Mommy kalau kita telah melakukan kewajiban sebagai suami istri, ingat bertingkahlah seolah kita pasangan romantis, bermanja - manjalah padaku, aku tidak ingin siapa pun tahu kalau tak terjadi apa pun antara kita tadi malam” tutur Adam...

Bella sekuat tenaga mendorong badan Adam, meskipun badan kekar Adam hanya sedikit bergeming tapi paling tidak Bella bisa lepas darinya

...”Apa harus sejauh ini? Kamu menodai leherku Adam!” Protes Bella penuh amarah...

...“Kamu pikir aku mau? Kamu pikir aku sudi menyentuhmu? Menyentuh wanita licik dan rakus sepertimu, hah?” Balas Adam dengan sentakan...

...Mata bela melotot mendengar tuduhan Adam, “licik? Rakus?” Ulang Bella, memastikan jika dirinya tak salah dengar...

...“Sudah cukup sandiwaramu Bella! kamu pikir aku tidak tahu apa tujuanmu menerima pernikahan ini? Kamu ingin kembali menjadi orang kaya karena keluargamu bangkrut kan? Itu makanya kamu bersedia menikah meskipun kamu tahu persis kalau aku tidak akan pernah bisa menjadi suami yang baik, kamu menempuh segala cara agar bisa mendapatkan kekayaan dengan cara instan!” Cemooh Adam...

Bella memang marah pada Adam, tapi omongan Adam tak sepenuhnya salah, meskipun bukan dirinya yang menginginkan uang itu melainkan Ibunya. Adam tersenyum sinis melihat Bella yang tak bergeming, tatapan adam dingin menusuk menyiratkan kebencian dan rasa jijik yang teramat

...”Kamu ingin mendapatkan uangku kan? Akan ku berikan selama kamu mengikuti semua perkataanku, sekarang sebagai permulaan kita turun ke meja makan, dan bersikaplah seolah kita pasangan yang telah menghabiskan malam bersama, kamu tentu tahu caranya kan?” Cecar Adam semakin merendahkan Bella...

Tahu dari mana Bella? Jangankan berhubungan suami istri, ciuman dengan Adrian saja merupakan ciuman pertama baginya, tapi Bella tak ingin membantah dulu, perdebatan di hari pertamanya berada di rumah Adam hanya akan membuat suasana hatinya semakin memburuk, ia tak ingin terlihat sedih di depan Adrian dan Brianna.

...“Bisa kita turun sekarang?” Tanya Bella, Adam lagi - lagi tersenyum sinis, sudah ia duga Bella memang sesuai perkiraannya...

Terpopuler

Comments

Sri Ayudesrisya46

Sri Ayudesrisya46

seru banget nih!!!
waduh Adam main tuduh aja kamu belum kenal.bella udah nuduh yg macam2

2023-01-15

0

Icha Khoirunnissa

Icha Khoirunnissa

Lagi author lagiiii

2023-01-14

0

lihat semua
Episodes
1 Pengkhianatan Semua Orang
2 Menikah Dengan Adam, Atau Ibu Akan Mati!
3 Adam
4 Saling Menguntungkan
5 Kau menikmati, Adam?
6 Antara Butuh Dan Ketagihan
7 Ada Aku, Jangan Khawatir
8 Sebuah Bakti Dari Anak Yang Tak Pernah Ibu Anggap
9 Kau Tak Sendiri
10 Tak Seperti Yang Adam Pikirkan
11 Aku Ingin Menjagamu, Bella
12 Jangan Atur Hidupku, Adam!
13 Malam itu…..
14 Gara - Gara Kemeja Adam
15 Kau Sakiti Aku, Aku Pastikan Karmamu Datang!
16 Jika Kau Anak Kesayangan Ibu, Maka Aku Menantu Kebanggaan Mertua
17 Pengorbanan, Cinta, Balas Dendam
18 Permulaan
19 Perang Dimulai
20 Pengikat
21 Ketika Adam Jatuh Cinta
22 Kedatangan Pamela
23 Kesayangan Adam
24 Perjuangan Bella dan Perasaan Brianna
25 Berpaling
26 Siapa Yang Harus Aku Celakai Dulu?
27 Ambil Suami Adikmu!
28 Topeng
29 Ketika Justin Bertindak
30 Kenapa Adam yang Mendapatkan Segalanya?
31 Cinta Masa Lalu
32 Ketika Rahasia Terbongkar
33 Rencana Jahat
34 Sang Pewaris
35 Patah Hati
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Pengumuman Karya Baru
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Pengkhianatan Semua Orang
2
Menikah Dengan Adam, Atau Ibu Akan Mati!
3
Adam
4
Saling Menguntungkan
5
Kau menikmati, Adam?
6
Antara Butuh Dan Ketagihan
7
Ada Aku, Jangan Khawatir
8
Sebuah Bakti Dari Anak Yang Tak Pernah Ibu Anggap
9
Kau Tak Sendiri
10
Tak Seperti Yang Adam Pikirkan
11
Aku Ingin Menjagamu, Bella
12
Jangan Atur Hidupku, Adam!
13
Malam itu…..
14
Gara - Gara Kemeja Adam
15
Kau Sakiti Aku, Aku Pastikan Karmamu Datang!
16
Jika Kau Anak Kesayangan Ibu, Maka Aku Menantu Kebanggaan Mertua
17
Pengorbanan, Cinta, Balas Dendam
18
Permulaan
19
Perang Dimulai
20
Pengikat
21
Ketika Adam Jatuh Cinta
22
Kedatangan Pamela
23
Kesayangan Adam
24
Perjuangan Bella dan Perasaan Brianna
25
Berpaling
26
Siapa Yang Harus Aku Celakai Dulu?
27
Ambil Suami Adikmu!
28
Topeng
29
Ketika Justin Bertindak
30
Kenapa Adam yang Mendapatkan Segalanya?
31
Cinta Masa Lalu
32
Ketika Rahasia Terbongkar
33
Rencana Jahat
34
Sang Pewaris
35
Patah Hati
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Pengumuman Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!