Kitab Kalimasada (Bag. 3)

Mbah Sastro duduk diatas batu besar berbentuk persegi lalu memanggil Dewa untuk duduk di atas batu itu juga tepat disebelah mbah Sastro, "Kemarilah nak Dede, aku akan menjelaskan kepadamu tentang apa itu Kitab Kalimasada..", Dewa mengikuti perintah mbah Sastro dan duduk berhadapan dengannya. Lalu mbah Sastro bertanya kepada Dewa, "Sebelum aku menjelaskan tentang kitab Kalimasada, aku mau bertanya, apa nak Dede bersedia untuk mempelajarinya..?" tanya mbah Sastro.

"Saya mau mempelajarinya, saya mohon mbah Sastro mau membimbingku dalam mempelajari kitab itu, karena ada beberapa kata yang aku sendiri tidak tau arti dan maknanya.." jawab Dewa penuh keyakinan.

"Baik.. Aku akan menjadi pembimbingmu, menjadi gurumu. Tapi sebelum itu aku ingin nak Dede bersumpah akan menggunakannya untuk jalan kebaikan, membela kebenaran dan keadilan.. Apa nak Dede bersedia..?" tanya mbah Sastro.

"Aku bersedia mbah dan aku bersumpah akan menggunakan ilmu yang ada di dalam kitab Kalimasada di jalan kebaikan dan keadilan.." ucap Dewa dengan sungguh-sungguh.

"Hehhehhehhe... Baik mulai sekarang kamu adalah muridku dan aku akan menjelaskan kitab ini secara bertahap. Setiap kamu mengalami kesulitan atau hambatan, bertanyalah kepadaku agar kamu tidak tersesat dalam mempelajari kitab ini.." ucap mbah Sastro.

Mbah Sastro kemudian memulai wejangannya tentang kitab Kalimasada. Kitab Kalimasada terbagi menjadi dua bagian yang saling terkait, yaitu tentang kanuragan dan spiritual. Kanuragan atau olah kanuragan berfungsi untuk meningkatkan kekuatan fisik, dan spiritual atau olah spiritual berfungsi untuk meningkatkan kekuatan dan energi spiritual atau energi batin. Kedua hal ini harus dipelajari secara beriringan. Kekuatan tubuh ditunjang dengan kekuatan spiritual demikian sebaliknya. Keduanya harus berjalan sejajar dan seimbang. Olah kanuragan didapat dengan mempelajari jurus-jurus yang ada di dalam kitab Kalimasada sedangkan olah spiritual didapat dengan bermeditasi memahami dan meresapi kidung, pujian dan do'a tentang Ketuhanan, penciptaan alam semesta, dan aturan hidup manusia, atau disebut dengan Hidayat Jati.

Dewa mendengarkan wejangan mbah Sastro dengan seksama. Dewa merasakan energi yang ada di dalam tubuh Dewa menjadi bergejolak. Hawa hangat mengalir di dalam tubuh Dewa, semakin lama semakin kuat mengalir ke seluruh tubuhnya. Secara perlahan Dewa dapat mengendalikan energi yang bergejolak itu, hingga dia mendapati dirinya menjadi tenang dan damai.

Mbah Sastro tersenyum mengetahui Dewa mampu menguasai dirinya, "Baiklah, sementara kita akhiri dulu sampai disini.. Kita harus segera turun, karena akan ada seseorang yang ingin bertemu nak Dede.." ucap mbah Sastro.

Mendengar akan ada yang mencarinya, Dewa bertanya kepada mbah Sastro, "Siapa yang mencariku mbah..?" 

"Hehhehhehhe… Nanti juga nak Dede akan tau sendiri.."

"Ingat, pelajari kitab Kalimasada secara berurutan dengan sabar dan jangan grusa grusu.. Satu hal lagi, jangan katakan pada siapapun tentang hal ini.." ucap mbah Sastro

"Baik mbah. Aku akan selalu mengingatnya.." jawab Dewa

Sebelum turun, Mbah Sastro lalu memberikan gelang manik-manik yang terbuat dari kayu berwarna coklat kehitaman dan mengkilap kepada Dewa, "Ini pakailah, agar kamu tidak tersesat saat kamu mencari tempat ini.." ucap mbah Sastro.

Mereka lalu pergi dari tempat itu dan menuruni gunung Wilis. Sesampainya di depan rumah Dewa, "Mampir dulu mbah..? Saya buatkan kopi.." tanya Dewa

"Hehhehhehhe… Lain kali saja nak Dede. Sebentar lagi tamu nak Dede akan datang.."

"Satu hal lagi nak Dede, musuh yang kamu hadapi, yang membuat kamu sampai di tempat ini bukanlah orang biasa. Pada saatnya nanti, kamu hanya bisa mengandalkan kemampuanmu sendiri.." ucap mbah Sastro lalu dia pergi.

Dewa sangat terkejut mendengar ucapan gurunya itu, mukanya langsung pucat. Hal yang selama ini dirahasiakannya, dengan mudah diketahui oleh mbah Sastro, "Siapa sebenarnya mbah Sastro ini..? Bagaimana beliau bisa tau..?"

Dewa menarik nafas panjang, "Huffhhhh.. Tapi aku yakin, mbah Sastro mengatakan hal ini sekarang pasti untuk kebaikanku.. Terimakasih sudah memperingatkanku guru.." ucapnya dalam hati sambil menatap mbah Sastro. Mbah Sastropun tersenyum dan mengangkat tangan kanannya.

*****

Sementara itu sebuah mobil MVP berwarna hitam berhenti di depan basecamp KKN Naia. Seorang laki-laki berumur 50 tahunan turun dari dalam mobil dan berjalan ke arah pintu basecamp lalu mengetuk pintu dan mengucapkan salam.

Tok.. tok.. tok..

"Assalamu'alaikum.."

Naia mendengar suara yang tidak asing di telinganya, diapun segera menjawab, "Wa'alaikumsalam.. Papa...!!" Naia berlari ke arah papanya dan memeluknya.

Papa Naia, bernama Sanjaya Wirakusuma, 50 tahun, atau yang dikenal dengan nama pak Wira adalah seorang pengusaha properti yang berasal dari kota L. Tidak hanya pengusaha properti, banyak usaha yang dikelola oleh pak Wira, diantaranya adalah tambang batu bara, minyak bumi, pengolahan sawit, energi, perbankan dan juga menguasai pasar modal. Sedangkan mama Naia bernama ibu Santi adalah seorang guru bimbingan konseling salah satu sekolah swasta di kota L. Pak Wira dan bu Santi adalah sosok orang yang rendah hati dan mempunyai kepedulian sosial yang tinggi.

Pak Wira dan bu Santi dikaruniai dua orang anak, Naia adalah anak pertama dan seorang adik laki-laki yang berumur 10 tahun. Tapi sayang adiknya meninggal pada tragedi penculikan, dan setelah kejadian itu, papa Naia selalu berusaha mencarikan pengawal untuk Naia.

"Duuhhhh.. Naia.., tambah cantik aja nih anak papa.." ucap papanya memuji.

"Ih.. Papa bisa aja.. Mana mama..?" tanya Naia.

Tak berselang lama, bu Santi pun turun dari mobil dan menyapa Naia, "Anak mama... Sini peluk mama gih.." ucap bu Santi.

Naia pun berjalan ke arah mamanya dan memeluknya, "Naia kangen ma... Mmmuuuah.." Naia mencium pipi mamanya.

"Eh.. Mbak Naia ketemu lagi.." ucap pak Yan menyapa.

Naia dikejutkan dengan suara yang tidak asing di telinganya, "Loh, Pak Yan..? Kok kebetulan gitu papa dan mama naik mobil pak Yan..?" tanya Naia.

"Itu namanya jodoh mbak... Pas kebetulan saya mau putar balik ada order masuk. Ternyata yang naik papa dan mamanya mbak Naia to..? Waduh maaf pak, bu, saya gak tau kalau njenengan itu bapak ibu nya mbak Naia.." ucap pak Yan.

"Gak pa pa pak, kami juga tidak tau kalau bapak kenal dengan putri kami.." jawab bu Santi.

Pak Wira juga bingung ternyata driver dari mobil yang ditumpanginya kenal dengan Naia, "Lho kalian sudah saling kenal..? Bagaimana ceritanya, bukannya kamu juga baru pertama ini datang ke desa ini..?"

"Jadi pa, pak Yan itu yang kemaren malam itu antar Naia kemari.. Masuk dulu gih.. Nanti Naia cerita detailnya.. Pak Yan sekalian masuk yuk..?" ucap Naia.

Merekapun masuk ke dalam basecamp. Silvia yang ada di dalam basecamp menghampiri kedua orang tua Naia lalu menyapa mereka, "Assalamu'alaikum om.. tante.." ucap Silvia lalu mencium tangan pak Wira dan bu Santi.

"Wa'alaikumsalam.. Ini Silvia kan..? Eh.. Makan cantik aja nih anak tante.. Mana nih anak tante yang satu lagi..? Itu si Nur..." jawab bu Santi.

"Ah.. Tante bisa aja.. Nur lagi ke lokasi proyek KKN dia. Eee.. tadi berangkat jam berapa tan..?" tanya Silvia.

"Udah jangan banyak tanya dulu.. Sana ke belakang bikinin teh hangat gih.. Sama kopinya satu ya.. Hihihi.." ucap Naia.

"Hhehhhhh... Iya non, bibi buatin teh dulu.. Teh 2 kopi 1 kan..?" jawab Silvia manyun.

"Hihihihi... Tolong ya kakak cantik.. Yang ikhlas dong, senyum gih.." jawab Naia diikuti senyum Silvia.

Silvia menyuguhkan minuman yang sudah dia buat dan ikut mengobrol bersama mereka. Naia lanjut menceritakan kejadian saat perjalanan dari stasiun sampai ke Lerengwilis kepada papa dan mamanya.

Silvia kaget mendengar cerita Naia, "Hhhhaaahhh..? Ada kejadian seperti itu Nai..? Kok kamu gak cerita sih..?" ucap Silvia.

"Ya karena emang sama mas Dede gak boleh cerita sih.."" jawab Naia.

Tiba-tiba tangan bu Santi menjewer telinga Naia, "Mama bilang juga apa, kan sudah mama bilang buat ditemani pengawal. Nih hukumannya gak denger mama, coba kalau si Dede itu gak ada..?" ucap bu Santi.

"Aduuuhh.. aduuuhh.. Sakit ma… iya-iya Naia salah, Naia minta maaf ma.." rengek Naia.

Pak Wira hanya menggelengkan kepalanya mendengar cerita putrinya itu. Tapi dalam hatinya dia bersyukur Tuhan masih melindungi Naia, "Kalau seperti itu kita datangi saja dia, papa mau berterimakasih sama dia secara langsung.. Eeeemmmm.. Itukah yang kamu bilang buat pengawal..?" tanya pak Wira dan dianggukkan oleh Naia.

"Iya bener pa, mama setuju.. Kita harus berterimakasih sama dia langsung.." sambung bu Santi.

"Kayaknya bisa jadi calon mantu deh om.. Hahahaha" celetuk Silvia sambil ngloyor pergi.

"Silviaaaa... Ih.." jawab Naia.

"Udah.. Sana cepet kamu ganti baju, kita datangi rumahnya. Kamu tau kan rumahnya..?" tanya bu Santi.

"Rumah mas Dede ya..? Saya tau bu, kebetulan malam itu saya yang antar mas Dede.. Juga saya sekalian mau antar titipan mas Dede.." jawab pak Yan.

Silvia keluar sudah dengan pakaian rapi, "Eh.. Mau kemana Vi..? Rapi banget..?" tanya Naia.

"Mau ikut lah, ketemu sama mas ganteng.. Weeekk" ucap Sylvia sambil menjulurkan lidah mengejek Naia.

"Apaan sih..? Emang siapa yang ngajak kamu..?" jawab Naia sambil masuk kamar.

Setelah semuanya siap, pak Yan mengantar mereka ke rumah Dewa. Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke rumah Dewa.

*****

Pak Yan segera turun dari mobil saat sampai di depan rumah Dewa, lalu mengetok pintu rumah Dewa sambil mengucap salam.

Tokk.. tokk.. tokk...

"Assalamu'alaikum.. Mas Dede..?" teriak pak Yan.

"Wa'alaikumsalam.. Lho pak Yan..? Monggo masuk dulu.." jawab Dewa

"Sebentar mas, saya ambil pesenan mas dulu sama antar tamu.." jawab pak Yan.

Naia langsung menyapa Dewa sesaat setelah keluar dari mobil, "Mas Dedeeeee...." teriak Naia sambil melambaikan tangannya. Di samping Naia berdiri Silvia dan bu Santi.

Pak Wira mengulurkan tangannya sambil memperkenalkan dirinya, "Saya Sanjaya Wirakusuma, panggil saja pak Wira, saya adalah papa nya Naia.." ucap pak Wira.

Dewa menjabat tangan pak Wira sambil memperkenalkan dirinya, "Oohh, saya Dede.. Eemmm, mari-mari masuk dulu, semuanya saja masuk dulu, kita ngobrol-ngobrol di dalam.."

"Monggo silahkan duduk, maaf rumahnya berantakan.. Sebentar saya buatkan minum dulu.." ucap Dewa lalu pergi ke dapur.

Pak Yan segera menyusul Dewa ke dapur dan memintanya untuk menemani para tamu di depan, "Mas, biar saya saja yang buatkan minum. Mas Dede temui saja pak Wira, sepertinya ada hal penting yang mau dibahas.."

Dewa segera menuju ruang tamu untuk menemui para tamunya, "Apa ini tamu yang guru bilang tadi..?" ucapnya dalam hati.

"Saya bu Santi, mamanya Naia.." ucapnya sambil menjabat tanganku.

"Saya Silvia, sahabatnya Naia.. Aku panggilnya mas Dede apa mas Ganteng ya.. Hihihi...?" ucap Silvia sambil menyenggol Naia..

"Apaan sih Vi..? Udah kita diam aja, ini urusan orang tua.." jawab Naia.

Pak Yan keluar dengan membawa beberapa cangkir kopi dan teh.

Terpopuler

Comments

Maurun Nara

Maurun Nara

Maaf, Thor. Pemakaian kata "Saya" tidak konsisten penggunaannya. Karena selalu bergantian dengan "Aku". Jadi kesannya inkonsisten si MC nya, sebentar² "Saya" dan sebentar² "Aku".

2023-07-06

2

lihat semua
Episodes
1 Perjalanan menuju Lerengwilis (Bag. 1)
2 Perjalanan menuju Lerengwilis (Bag. 2)
3 Akhirnya sampai juga..
4 Kehidupan Baru (Bag. 1)
5 Kehidupan baru (Bag. 2)
6 Kitab Kalimasada (Bag. 1)
7 Kitab Kalimasada (Bag. 2)
8 Kitab Kalimasada (Bag. 3)
9 Menjadi pengawal (Bag. 1)
10 Menjadi pengawal (Bag. 2)
11 Menapak jalan spiritual
12 Manapak jalan spiritual (Bag. 2)
13 Melawan preman (Bag. 1)
14 Melawan preman (Bag. 2)
15 Pertemuan tak terduga
16 Hadiah kecil
17 Mencari masalah (Bag. 1)
18 Mencari masalah (Bag. 2)
19 Mencari masalah (Bag. 3)
20 Trio Wajan
21 Secercah harapan (Bag. 1)
22 Secercah harapan (Bag. 2)
23 Beraksi diam-diam
24 Sebuah keyakinan
25 Ujian buat Niko
26 Satu kepingan puzzle
27 Kompetisi tarung bebas
28 Berhasil atau gagal
29 Simpan penasaranmu
30 Pembuktian
31 Menjadi petarung
32 Belanja di pasar
33 Sepeda untuk Kartika
34 Semangat gotong royong
35 Tiga petarung Lerengwilis
36 Raja Yama
37 Rencana penculikan Naia
38 Mencari Sang Sniper
39 Kejujuran Santoso
40 Kekuatan kegelapan
41 Menyelamatkan Naia
42 Rasa yang terpendam
43 Sang Penguasa Kegelapan
44 Kebahagiaan kita
45 Masa lalu Silvia
46 Membagi hasil taruhan
47 Perguruan Taring Harimau
48 Ilmu Pengawak Wojo
49 Wanita tercantik
50 Amplop putih
51 Bank of Asia (Bag. 1)
52 Bank of Asia (Bag. 2)
53 Berlatih Tenaga Dalam
54 Catatan sang Kolonel
55 Bertemu dengan Kepala Desa
56 Menata rumah
57 Waktunya beraksi
58 Menempati rumah baru
59 Cidera yang sama
60 Aku setuju dengannya
61 Mungkin ini saatnya
62 Sambutan hangat
63 Penculikan Naia
64 Melacak keberadaan Naia
65 Api Dewi Agni
66 Kamu telah gagal
67 Sampah yang sebenarnya
68 Aku ingin bertobat, tapi..
69 Selamat Berpuasa
70 Darimana saja..?
71 Misi mencari Tiara
72 Apakah dia setuju..?
73 Sang Bathari
74 Tanah sangar
75 Dimana kesayanganku..?
76 Bangkitnya sang Dewi
77 Dasanama
78 Oknum sampah
79 Gandarwa Raja (Bag. 1)
80 Gandarwa Raja (Bag. 2)
81 Menolong Kepala Daerah
82 Siluman Kera Merah
83 Rencana Sang Bupati
84 Kena batunya
85 MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
86 Aksara Caraka
87 Sastra Jendra Hayuningrat
88 Bantuan sang Guru
89 Kembali ke kota AB
90 Menyerahkan Laporan
91 Peringatan buatmu
92 Menjadi murid
93 Kelompok tersembunyi
94 Mitra Desa
95 Kepergian Sang Wapres
96 Biar aku menyelidikinya
97 Kupercayaan kebahagiaannya padamu
98 Kabar bahagia
99 Ratu Bidadari
100 Perjuangan terberat
101 Aku menunggumu
102 Terimakasih guru..
103 Tarian Kamatantra
104 Peresmian pusat pelatihan
105 Pasukan Dewa
106 Undangan dari Walikota
107 Seorang ayah
108 Segera Temukan Mereka..!!
109 Kita Sambut Mereka
110 Kekuatan yang menghilang
111 Bawa mereka bertemu denganku
112 Permintaan Suko
113 Ceritakan rencana mereka
114 Bertemu kembali
115 Akui semua kejahatanmu
116 Meminta bantuan
117 Kekuatan tersembunyi Baros
118 Mencari bukti kejahatan
119 Akhirnya kutemukan kalian
120 Akhir Perjalanan
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Perjalanan menuju Lerengwilis (Bag. 1)
2
Perjalanan menuju Lerengwilis (Bag. 2)
3
Akhirnya sampai juga..
4
Kehidupan Baru (Bag. 1)
5
Kehidupan baru (Bag. 2)
6
Kitab Kalimasada (Bag. 1)
7
Kitab Kalimasada (Bag. 2)
8
Kitab Kalimasada (Bag. 3)
9
Menjadi pengawal (Bag. 1)
10
Menjadi pengawal (Bag. 2)
11
Menapak jalan spiritual
12
Manapak jalan spiritual (Bag. 2)
13
Melawan preman (Bag. 1)
14
Melawan preman (Bag. 2)
15
Pertemuan tak terduga
16
Hadiah kecil
17
Mencari masalah (Bag. 1)
18
Mencari masalah (Bag. 2)
19
Mencari masalah (Bag. 3)
20
Trio Wajan
21
Secercah harapan (Bag. 1)
22
Secercah harapan (Bag. 2)
23
Beraksi diam-diam
24
Sebuah keyakinan
25
Ujian buat Niko
26
Satu kepingan puzzle
27
Kompetisi tarung bebas
28
Berhasil atau gagal
29
Simpan penasaranmu
30
Pembuktian
31
Menjadi petarung
32
Belanja di pasar
33
Sepeda untuk Kartika
34
Semangat gotong royong
35
Tiga petarung Lerengwilis
36
Raja Yama
37
Rencana penculikan Naia
38
Mencari Sang Sniper
39
Kejujuran Santoso
40
Kekuatan kegelapan
41
Menyelamatkan Naia
42
Rasa yang terpendam
43
Sang Penguasa Kegelapan
44
Kebahagiaan kita
45
Masa lalu Silvia
46
Membagi hasil taruhan
47
Perguruan Taring Harimau
48
Ilmu Pengawak Wojo
49
Wanita tercantik
50
Amplop putih
51
Bank of Asia (Bag. 1)
52
Bank of Asia (Bag. 2)
53
Berlatih Tenaga Dalam
54
Catatan sang Kolonel
55
Bertemu dengan Kepala Desa
56
Menata rumah
57
Waktunya beraksi
58
Menempati rumah baru
59
Cidera yang sama
60
Aku setuju dengannya
61
Mungkin ini saatnya
62
Sambutan hangat
63
Penculikan Naia
64
Melacak keberadaan Naia
65
Api Dewi Agni
66
Kamu telah gagal
67
Sampah yang sebenarnya
68
Aku ingin bertobat, tapi..
69
Selamat Berpuasa
70
Darimana saja..?
71
Misi mencari Tiara
72
Apakah dia setuju..?
73
Sang Bathari
74
Tanah sangar
75
Dimana kesayanganku..?
76
Bangkitnya sang Dewi
77
Dasanama
78
Oknum sampah
79
Gandarwa Raja (Bag. 1)
80
Gandarwa Raja (Bag. 2)
81
Menolong Kepala Daerah
82
Siluman Kera Merah
83
Rencana Sang Bupati
84
Kena batunya
85
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
86
Aksara Caraka
87
Sastra Jendra Hayuningrat
88
Bantuan sang Guru
89
Kembali ke kota AB
90
Menyerahkan Laporan
91
Peringatan buatmu
92
Menjadi murid
93
Kelompok tersembunyi
94
Mitra Desa
95
Kepergian Sang Wapres
96
Biar aku menyelidikinya
97
Kupercayaan kebahagiaannya padamu
98
Kabar bahagia
99
Ratu Bidadari
100
Perjuangan terberat
101
Aku menunggumu
102
Terimakasih guru..
103
Tarian Kamatantra
104
Peresmian pusat pelatihan
105
Pasukan Dewa
106
Undangan dari Walikota
107
Seorang ayah
108
Segera Temukan Mereka..!!
109
Kita Sambut Mereka
110
Kekuatan yang menghilang
111
Bawa mereka bertemu denganku
112
Permintaan Suko
113
Ceritakan rencana mereka
114
Bertemu kembali
115
Akui semua kejahatanmu
116
Meminta bantuan
117
Kekuatan tersembunyi Baros
118
Mencari bukti kejahatan
119
Akhirnya kutemukan kalian
120
Akhir Perjalanan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!