Mobil yang mereka tumpangi berjalan dengan kecepatan sedang. Laju mobil yang stabil membuat Naia yang terlihat lelah menjadi tertidur.
Tidak berapa lama, driver ojol memberikan peringatan kepada Dewa bahwa mereka memasuki kawasan hutan jati, "Kita sudah masuk di kawasan hutan jati Carupan. Kurang lebih sekitar 10 kilometer kedepan adalah wilayah hutan jati Carupan.."
"Eeee.... Saya agak pacu mobilnya ya mas..?" ucapnya dengan wajah tegang.
Dewa bingung dengan perkataan driver ojol tersebut, lalu dia bertanya kepada driver itu, "Memang kenapa pak..? Bukannya jalannya agak berkelok..?"
"Eeeemmm.. Akhir-akhir ini di daerah sini banyak begal mas. Kalau jalan pelan takutnya nanti kena begal kita.."
Kalau agak kenceng jalannya, mereka gak akan berani mencegat mas.." jawabnya.
Driverpun menambah kecepatan mobilnya. Dewa hanya bisa diam dan berkonsentrasi melihat jalan. Goncangan mobil akibat jalan yang berkelok membuat Naia terbangun dari tidurnya karena berulang kali kepalanya terbentur kaca jendela mobil.
Tiba-tiba Dewa berteriak, "Awaaaassss..!! Hati-hati ada kayu di tengah jalan..!!"
Mendengar teriakan Dewa driverpun menginjak pedal remnya dengan segera.
Ckiiiitttt... Ccciiiiiitttt..... Ciiiitttttt..
Suara ban saat mobil di rem mendadak, mobilpun berhenti beberapa meter dari kayu yang melintang di tengah jalan tersebut.
GUBRAAAAKKKK...
Naia yang tidak siap dengan kondisi mobil yang di rem mendadak, terjungkal hingga menabrak kursi driver yang ada di depannya.
Naia bangun dan memegangi kepalanya yang sakit, "Aduuuhhhh.. Kepalaku... Ada apa sih pak..?"
"Mengapa harus ngerem ndadak..?" protes Naia.
"Asuuuuuu... Diampuuuutttt...!! Hampir saja..!!" umpat driver.
"Maaf mbak.. Itu ada kayu yang di tengah jalan..
Untung masih sempat ngerem..." jawab driver
Naia melihat sekeliling mencari kayu yang dikatakan driver itu, "Hah... Mana..? Pohon tumbang kah..?"
"Pasti ini ulah bajingan-bajingan itu.. Hhmmmmm.." gumam Dewa dalam hati.
Tak lama kemudian keluar 15 orang berperawakan kekar memakai masker di wajahnya. Beberapa dari mereka tampak memegang golok dan pentungan. Mereka langsung berlari menuju mobil dan berteriak sambil memukul kaca mobil.
"Woooii.. Buka..!! Cepat keluar dari mobil kalian atau kupecahkan kaca mobil ini..!!" ucap salah seorang dengan nada keras.
Salah satiu dari mereka memukul kaca dan kap mobil dengan keras sambil berteriak menyuruh mereka keluar dari mobil, "Ayo cepat buka pintunya dan keluar dari mobil..."
Braaaaakkkk... Braaagg..
Dua orang lainnya berusaha mengintip dari kaca penumpang ke dalam mobil. Sisanya hanya berdiri di depan dan samping mobil sambil sesekali memukul bodi mobil dengan pentungan yang dibawanya.
"Woooiii.. Jangan pakai pentungan mukulnya.. Kalau penyok jadi murah harganya.." hardik salah seorang begal.
"Wuuuiiiiihhhhh.. Lihat tuh, ada penumpang cewek di belakang. Cantik lagi..."
"Mana..?"
"Waaaahhhh.. Iya.. bos ada ceweknya juga bos, cantik bos..."
Dewa melihat ketakutan jelas tampak di wajah Naia dan driver. Wajah mereka pucat dan keringat dingin mulai bercucuran di tubuh mereka.
"Mbak c-cepat telepon polisi..!!"
"Kita diam saja di mobil sambil menunggu polisi datang.." ucap driver dengan suara gemetar.
Mendengar ucapan driver, Naia langsung mencari hp nya, "Hhaahh.. Mana handphoneku..?" ucapnya sambil membuka tas selempangnya.
Dengan tersenyum Dewa berkata, "Sudah tenang aja, kalian di dalam mobil saja, biar aku yang keluar bernegoisasi dengan mereka.."
Naia terkejut dengan ucapan Dewa, "Mas jangan ngawur ah.. Kalau mas Dede keluar, mereka tidak akan mau bernogoisasi dan pasti akan mengeroyok mas Dede.."
Sambil menarik handle pintu Dewa menjawab dengan santai, "Kamu sedang menghawatirkanku kah..?"
Dan benar saja, begitu pintu mobil terbuka, seseorang langsung membuka paksa dan menarik Dewa keluar hingga dia terjatuh. Sedangkan yang lain langsung merangsek menuju pintu tempat Dewa keluar tadi lalu berusaha masuk ke dalam mobil. Driver ojolpun berusaha untuk menahan begal itu agar tidak masuk ke dalam mobil, sehingga begal itupun menarik driver tersebut.
"Keluar kau..!!" teriak salah seorang begal sambil menarik driver.
Sementara itu, belum sempat Dewa berdiri, dua orang datang bermaksud mengeroyoknya . Dewa pun langsung berguling kebelakang lalu berdiri dan menyambut mereka dengan tendangan.
Jdaaaagggg.. jdaaaaagg..
Tendangan Dewa berhasil mendarat di perut dan dada begal itu dan membuatnya terpental dan tersungkur di tanah.
Melihat temannya jatuh, begal lainnya berusaha menyerang Dewa dengan pukulannya, tapi dengan mudah Dewa menangkap pergelangan tangannya, dan Dewa dengan teknik patahan, Dewa menyerang siku begal tersebut.
Taaap.. Craaack..
Suara tulang patah terdengar renyah di telinga. Selanjutnya Dewa langsung menarik begal yang berusaha masuk ke dalam mobil. Dewa menjambak rambut panjang begal itu, dan dengan sekali gerakan, dia memutar kepala begal tersebut.
Craaaaaakkkk...
Suara tulang leher yang patah membuat begal itupun jatuh tersungkur tak sadarkan diri.
Melihat ketiga temannya terkapar, dua belas orang lainnya langsung mengepung dan mengeroyok Dewa. Perkelahianpun tak terelakkan, pelatihan extrim yang dia dapatkan saat menjadi pasukan Ganendra membuat Dewa dengan mudah menghadapi kedua belas orang tersebut.
"Bagaimanapun aku adalah salah satu ketua regu pasukan elite Ganendra yang mempunyai kekuatan 1:100 pasukan biasa.." gumamnya dalam hati.
Jpraaaaakkk.. Jdaaaagg.. Craaaaakkk..
Kraaaaakkk.. Jbuuugggg.. Jbuuuggggg...
Jdaaaaagggg... Krataaaaakk..
Tak butuh waktu lama bagi Dewa untuk menghadapi 15 begal tersebut.. Beberapa dari mereka tak sadarkan diri, sedang yang lainnya merintih kesakitan memegang tangan atau kaki mereka yang patah.
"Aduuuuuhhh.. Sakiiittt....!!"
"Ampuuuuunnn... Sakiiittt...." rintih mereka
Driver dan Naia shock melihat apa yang telah Dewa lakukan terhadap para begal. Ada rasa tidak percaya terlukis di wajah mereka.
"Sadis.... beeen neerrr gila, mas Dede.. Orang segitu banyaknya..?" gumam Naia sambil melongo.
Dibantu oleh driver tersebut menyingkirkan batang kayu yang menghalangi jalan.
"Berat juga ya..? Pelan-pelan yang penting ada jalan buat lewat.." pikirnya dalam hati.
Setelah menyingkirkan kayu dari tengah jalan merekapun kembali ke mobil. Lalu Dewa mengingatkan Naia untuk menghubungi polisi, "Naia udah telepon polisi belum..?"
"Eh.. Anu.. Iya... I-Ini aku mau telepon.." jawab Naia tergagap.
Driver ojol terlihat gemetar saat akan masuk ke dalam mobil, "Sudah pak.. Tenang aja, bapak geser saja, biar aku yang bawa mobilnya.."
Sementara itu Naia berhasil menghubungi polisi dan melaporkan kejadian pembegalan yang baru saja kami alami. Tampak driver ojol pun sudah sedikit lebih tenang dan bisa tersenyum.
"Ok.. Sekarang kita lanjut jalan saja.. Biar polisi yang mengurus mereka.."
"Aku harus cepat meninggalkan lokasi.. Kalau sampai berurusan dengan polisi, bisa ketahuan nanti posisiku.." gumam Dewa dalam hati.
Dewa pun langsung tancap gas pergi meninggalkan begal-begal itu.
Driver ojol tampak bingung dengan aa yang dilakukan oleh Dewa, "Mas.. Beneran ini ditinggal mereka..? Apa gak sebaiknya kita tunggu polisi datang..?" tanya driver.
"Udah tinggal aja pak. Biar diurus sama polisi mereka itu.."
"Eh.. Ngomong-ngomong bapak namanya siapa..?" tanya Dewa kepada driver ojol.
"Oh.. Eeeee... Saya Yanto mas. Biasa dipanggil pak Yan carter.." jawabnya.
"Oh iya pak Yan, Naia, masalah begal tadi tolong jangan cerita ke siapapun.."
"Kalau mungkin nanti polisi tanya, bilang saja ada orang yang kebetulan lewat dan membantu kita.."
Naia bingung dengan maksud Dewa, "Emang kenapa mas..? Bukannya bagus bisa bantu polisi..? Kenapa harus dirahasiakan..?" tanya Naia.
"Udah mbak, lebih baik ikuti saja apa kata mas Dede.."
"Iya kalau kita dapat hadiah, kalau dijadikan tersangka bagaimana..?" jawab pak Yan.
"Aahhhh.. Bener juga ya..?"
"Udah banyak juga kejadian mereka yang melawan begal malah jadi tersangka.." ujar Naia
Pak Yan tidak menanggapi perkataan Naia, dia malah terlihat sedang memikirkan sesuatu, "Aku yakin kalau mas Dede ini bukanlah security biasa.. Dilihat dari cara menghadapi begal dan ketenangannya tadi, mungkin saja dia adalah anggota militer dari pasukan khusus.." gumam pak Yan dalam hati.
Demikian halnya dengan Naia, dia terlihat tersenyum sambil memikirkan sesuatu, "Mas Dede ini ganteng juga ya.. hihihihi..? Jago lagi.. Pasti aman deh kalau berada di dekat mas Dede, kayaknya bisa nih dijadikan pengawal.." gumam Naia di dalam hati.
Dalam suasana hening, tiba-tiba hp Naia berbunyi..
Twingg twingg.. Twiing twiing..
Naia mengambil hp nya dan membuka isi pesan yang masuk,
[Mama]
|Sudah sampai mana nak..? Gimana perjalanan aman..? Tolong cepat kabari biar papa dan mama gak khawatir|
[Naia]
|Masih perjalanan ma. Sudah naik olcar, mungkin 30 menit lagi sampai. Alhamdulillah aman kok. Kalau mama sama papa khawatir, cariin aja Nai pengawal. Kebetulan Nai udah ada nih calon pengawalnya.|
[Mama]
|Eh.. Tumben nih anak mama minta pengawal? Biasanya kalau dikasih pengawal suka diusir? Emang siapa sih dia, calon pengawal itu?|
[Naia]
|Mama ih... Udah deh mama datang aja ke Lerengwilis, nanti juga mama akan tau. Mumpung dia lagi gak ada kerjaan juga ma. Yang jelas dia itu jago berkelahi ma, pasti bisa jaga Naia..|
[Mama]
|Iya deh.. Nanti coba mama ngobrol sama papamu dulu. Kalau papa setuju, lusa mama akan kesana. Hati-hati ya sayang. Baik-baik disana.|
[Naia]
|Siap mamaku sayang.. hihihihihi..|
Naia membalas pesan orang tuanya sambil tersenyum sendiri.
Dewa mengamati Naia yang membalas pesan di hp nya dari kaca spion dalamz "Naia kok senyum-senyum sendiri..? Wa dari pacar kah..?"
"Pacar..? Hahahahaha..."
"Bisa dimarahi papa kalau sampai aku punya pacar.. Tari itu wa dari mamaku.." jawab Naia
"Waduh, papaku kolot juga ya..? masak anaknyanudah dewasa gak boleh punya pacar..?" tanya Dewa.
"Yeeeee... Ya enggak lah.. Papaku itu orang paling baik nomer dua sedunia.."
"Bukan gak boleh sih mas, tapi yang sesuai dengan kriteria papa yang susah.." jawab Naia.
"Wah.. pasti Naia ini keturunan ningrat ya..? kriterianya harus kayak lagunya Jamrud itu.. hehehehe.." goda Dewa
"Ningrat..? enggak lah, aku orang biasa aja mas. Udah ah, gak usah dibahas lagi masalah itu.."
"Eh.. Mas Dede butuh kerjaan kah..?" tanya Naia
"Kerjaan..? Emang ada lowongan kah..?" tanya Dewa heran.
"Ada sih, di perusahaan papa. Nanti aku rekomendasiin deh kalau mas Dede mau.." jawabnya santai
"Hhmmmm... Lihat dulu aja apa pekerjaannya. Aku pikir-pikir dulu deh.." jawab Dewa diikuti dengan anggukn kepala Naia.
Obrolan Dewa dengan Naia terpotong saat pak Yan memberitahu bahwa mereka sudah keluar dari wilayah hutan jati, "Eeeee.. Mas Dede, ini sudah keluar dari hutan jati Carupan, biar saya yang gantikan, lagian saya sudah jauh lebih tenang mas. Mas Dede istirahat saja.." ucap pak Yan.
"Eee.... Sekalian cari SPBU pak. Sekalian ke toilet.." jawab Dewa
"Bener tuh.. Aku juga udah kebelet dari tadi.." sambung Naia.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi, perjalanan kami pun sudah memasuki wilayah desa Lerengwilis.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments
dementor
Banyak typo author.. tolong diperhatikan agar yang bacanya nggak bingung.. koreksi saya jika salah.. 😅😅😅😅
2023-05-26
2