Perjalanan menuju Lerengwilis (Bag. 2)

Mobil yang mereka tumpangi berjalan dengan kecepatan sedang. Laju mobil yang stabil membuat Naia yang terlihat lelah menjadi tertidur.

Tidak berapa lama, driver ojol memberikan peringatan kepada Dewa bahwa mereka memasuki kawasan hutan jati, "Kita sudah masuk di kawasan hutan jati Carupan. Kurang lebih sekitar 10 kilometer kedepan adalah wilayah hutan jati Carupan.."

"Eeee.... Saya agak pacu mobilnya ya mas..?" ucapnya dengan wajah tegang.

Dewa bingung dengan perkataan driver ojol tersebut, lalu dia bertanya kepada driver itu, "Memang kenapa pak..? Bukannya jalannya agak berkelok..?"

"Eeeemmm.. Akhir-akhir ini di daerah sini banyak begal mas. Kalau jalan pelan takutnya nanti kena begal kita.."

Kalau agak kenceng jalannya, mereka gak akan berani mencegat mas.." jawabnya.

Driverpun menambah kecepatan mobilnya. Dewa hanya bisa diam dan berkonsentrasi melihat jalan. Goncangan mobil akibat jalan yang berkelok membuat Naia terbangun dari tidurnya karena berulang kali kepalanya terbentur kaca jendela mobil.

Tiba-tiba Dewa berteriak, "Awaaaassss..!! Hati-hati ada kayu di tengah jalan..!!"

Mendengar teriakan Dewa driverpun menginjak pedal remnya dengan segera.

Ckiiiitttt... Ccciiiiiitttt..... Ciiiitttttt..

Suara ban saat mobil di rem mendadak, mobilpun berhenti beberapa meter dari kayu yang melintang di tengah jalan tersebut.

GUBRAAAAKKKK...

Naia yang tidak siap dengan kondisi mobil yang di rem mendadak, terjungkal hingga menabrak kursi driver yang ada di depannya.

Naia bangun dan memegangi kepalanya yang sakit, "Aduuuhhhh.. Kepalaku... Ada apa sih pak..?"

"Mengapa harus ngerem ndadak..?" protes Naia.

"Asuuuuuu... Diampuuuutttt...!! Hampir saja..!!" umpat driver.

"Maaf mbak.. Itu ada kayu yang di tengah jalan..

Untung masih sempat ngerem..." jawab driver

Naia melihat sekeliling mencari kayu yang dikatakan driver itu, "Hah... Mana..? Pohon tumbang kah..?"

"Pasti ini ulah bajingan-bajingan itu.. Hhmmmmm.." gumam Dewa dalam hati.

Tak lama kemudian keluar 15 orang berperawakan kekar memakai masker di wajahnya. Beberapa dari mereka tampak memegang golok dan pentungan. Mereka langsung berlari menuju mobil dan berteriak sambil memukul kaca mobil.

"Woooii.. Buka..!! Cepat keluar dari mobil kalian atau kupecahkan kaca mobil ini..!!" ucap salah seorang dengan nada keras.

Salah satiu dari mereka memukul kaca dan kap mobil dengan keras sambil berteriak menyuruh mereka keluar dari mobil, "Ayo cepat buka pintunya dan keluar dari mobil..."

Braaaaakkkk... Braaagg..

Dua orang lainnya berusaha mengintip dari kaca penumpang ke dalam mobil. Sisanya hanya berdiri di depan dan samping mobil sambil sesekali memukul bodi mobil dengan pentungan yang dibawanya.

"Woooiii.. Jangan pakai pentungan mukulnya.. Kalau penyok jadi murah harganya.." hardik salah seorang begal.

"Wuuuiiiiihhhhh.. Lihat tuh, ada penumpang cewek di belakang. Cantik lagi..."

"Mana..?"

"Waaaahhhh.. Iya.. bos ada ceweknya juga bos, cantik bos..."

Dewa melihat ketakutan jelas tampak di wajah Naia dan driver. Wajah mereka pucat dan keringat dingin mulai bercucuran di tubuh mereka.

"Mbak c-cepat telepon polisi..!!"

"Kita diam saja di mobil sambil menunggu polisi datang.." ucap driver dengan suara gemetar.

Mendengar ucapan driver, Naia langsung mencari hp nya, "Hhaahh.. Mana handphoneku..?" ucapnya sambil membuka tas selempangnya.

Dengan tersenyum Dewa berkata, "Sudah tenang aja, kalian di dalam mobil saja, biar aku yang keluar bernegoisasi dengan mereka.."

Naia terkejut dengan ucapan Dewa, "Mas jangan ngawur ah.. Kalau mas Dede keluar, mereka tidak akan mau bernogoisasi dan pasti akan mengeroyok mas Dede.."

Sambil menarik handle pintu Dewa menjawab dengan santai, "Kamu sedang menghawatirkanku kah..?"

Dan benar saja, begitu pintu mobil terbuka, seseorang langsung membuka paksa dan menarik Dewa keluar hingga dia terjatuh. Sedangkan yang lain langsung merangsek menuju pintu tempat Dewa keluar tadi lalu berusaha masuk ke dalam mobil. Driver ojolpun berusaha untuk menahan begal itu agar tidak masuk ke dalam mobil, sehingga begal itupun menarik driver tersebut.

"Keluar kau..!!" teriak salah seorang begal sambil menarik driver.

Sementara itu, belum sempat Dewa berdiri, dua orang datang bermaksud mengeroyoknya . Dewa pun langsung berguling kebelakang lalu berdiri dan menyambut mereka dengan tendangan.

Jdaaaagggg.. jdaaaaagg..

Tendangan Dewa berhasil mendarat di perut dan dada begal itu dan membuatnya terpental dan tersungkur di tanah.

Melihat temannya jatuh, begal lainnya berusaha menyerang Dewa dengan pukulannya, tapi dengan mudah Dewa menangkap pergelangan tangannya, dan Dewa dengan teknik patahan, Dewa menyerang siku begal tersebut.

Taaap.. Craaack..

Suara tulang patah terdengar renyah di telinga. Selanjutnya Dewa langsung menarik begal yang berusaha masuk ke dalam mobil. Dewa menjambak rambut panjang begal itu, dan dengan sekali gerakan, dia memutar kepala begal tersebut.

Craaaaaakkkk...

Suara tulang leher yang patah membuat begal itupun jatuh tersungkur tak sadarkan diri.

Melihat ketiga temannya terkapar, dua belas orang lainnya langsung mengepung dan mengeroyok Dewa. Perkelahianpun tak terelakkan, pelatihan extrim yang dia dapatkan saat menjadi pasukan Ganendra membuat Dewa dengan mudah menghadapi kedua belas orang tersebut.

"Bagaimanapun aku adalah salah satu ketua regu pasukan elite Ganendra yang mempunyai kekuatan 1:100 pasukan biasa.." gumamnya dalam hati.

Jpraaaaakkk.. Jdaaaagg.. Craaaaakkk..

Kraaaaakkk.. Jbuuugggg.. Jbuuuggggg...

Jdaaaaagggg... Krataaaaakk..

Tak butuh waktu lama bagi Dewa untuk menghadapi 15 begal tersebut.. Beberapa dari mereka tak sadarkan diri, sedang yang lainnya merintih kesakitan memegang tangan atau kaki mereka yang patah.

"Aduuuuuhhh.. Sakiiittt....!!"

"Ampuuuuunnn... Sakiiittt...." rintih mereka

Driver dan Naia shock melihat apa yang telah Dewa lakukan terhadap para begal. Ada rasa tidak percaya terlukis di wajah mereka.

"Sadis.... beeen neerrr gila, mas Dede.. Orang segitu banyaknya..?" gumam Naia sambil melongo.

Dibantu oleh driver tersebut menyingkirkan batang kayu yang menghalangi jalan.

"Berat juga ya..? Pelan-pelan yang penting ada jalan buat lewat.." pikirnya dalam hati.

Setelah menyingkirkan kayu dari tengah jalan merekapun kembali ke mobil. Lalu Dewa mengingatkan Naia untuk menghubungi polisi, "Naia udah telepon polisi belum..?"

"Eh.. Anu.. Iya... I-Ini aku mau telepon.." jawab Naia tergagap.

Driver ojol terlihat gemetar saat akan masuk ke dalam mobil, "Sudah pak.. Tenang aja, bapak geser saja, biar aku yang bawa mobilnya.."

Sementara itu Naia berhasil menghubungi polisi dan melaporkan kejadian pembegalan yang baru saja kami alami. Tampak driver ojol pun sudah sedikit lebih tenang dan bisa tersenyum.

"Ok.. Sekarang kita lanjut jalan saja.. Biar polisi yang mengurus mereka.."

"Aku harus cepat meninggalkan lokasi.. Kalau sampai berurusan dengan polisi, bisa ketahuan nanti posisiku.." gumam Dewa dalam hati.

Dewa pun langsung tancap gas pergi meninggalkan begal-begal itu.

Driver ojol tampak bingung dengan aa yang dilakukan oleh Dewa, "Mas.. Beneran ini ditinggal mereka..? Apa gak sebaiknya kita tunggu polisi datang..?" tanya driver.

"Udah tinggal aja pak. Biar diurus sama polisi mereka itu.."

"Eh.. Ngomong-ngomong bapak namanya siapa..?" tanya Dewa kepada driver ojol.

"Oh.. Eeeee... Saya Yanto mas. Biasa dipanggil pak Yan carter.." jawabnya.

"Oh iya pak Yan, Naia, masalah begal tadi tolong jangan cerita ke siapapun.."

"Kalau mungkin nanti polisi tanya, bilang saja ada orang yang kebetulan lewat dan membantu kita.."

Naia bingung dengan maksud Dewa, "Emang kenapa mas..? Bukannya bagus bisa bantu polisi..? Kenapa harus dirahasiakan..?" tanya Naia.

"Udah mbak, lebih baik ikuti saja apa kata mas Dede.."

"Iya kalau kita dapat hadiah, kalau dijadikan tersangka bagaimana..?" jawab pak Yan.

"Aahhhh.. Bener juga ya..?"

"Udah banyak juga kejadian mereka yang melawan begal malah jadi tersangka.." ujar Naia

Pak Yan tidak menanggapi perkataan Naia, dia malah terlihat sedang memikirkan sesuatu, "Aku yakin kalau mas Dede ini bukanlah security biasa.. Dilihat dari cara menghadapi begal dan ketenangannya tadi, mungkin saja dia adalah anggota militer dari pasukan khusus.." gumam pak Yan dalam hati.

Demikian halnya dengan Naia, dia terlihat tersenyum sambil memikirkan sesuatu, "Mas Dede ini ganteng juga ya.. hihihihi..? Jago lagi.. Pasti aman deh kalau berada di dekat mas Dede, kayaknya bisa nih dijadikan pengawal.." gumam Naia di dalam hati.

Dalam suasana hening, tiba-tiba hp Naia berbunyi..

Twingg twingg.. Twiing twiing..

Naia mengambil hp nya dan membuka isi pesan yang masuk,

[Mama]

|Sudah sampai mana nak..? Gimana perjalanan aman..? Tolong cepat kabari biar papa dan mama gak khawatir|

[Naia]

|Masih perjalanan ma. Sudah naik olcar, mungkin 30 menit lagi sampai. Alhamdulillah aman kok. Kalau mama sama papa khawatir, cariin aja Nai pengawal. Kebetulan Nai udah ada nih calon pengawalnya.|

[Mama]

|Eh.. Tumben nih anak mama minta pengawal? Biasanya kalau dikasih pengawal suka diusir? Emang siapa sih dia, calon pengawal itu?|

[Naia]

|Mama ih... Udah deh mama datang aja ke Lerengwilis, nanti juga mama akan tau. Mumpung dia lagi gak ada kerjaan juga ma. Yang jelas dia itu jago berkelahi ma, pasti bisa jaga Naia..|

[Mama]

|Iya deh.. Nanti coba mama ngobrol sama papamu dulu. Kalau papa setuju, lusa mama akan kesana. Hati-hati ya sayang. Baik-baik disana.|

[Naia]

|Siap mamaku sayang.. hihihihihi..|

Naia membalas pesan orang tuanya sambil tersenyum sendiri.

Dewa mengamati Naia yang membalas pesan di hp nya dari kaca spion dalamz "Naia kok senyum-senyum sendiri..? Wa dari pacar kah..?"

"Pacar..? Hahahahaha..."

"Bisa dimarahi papa kalau sampai aku punya pacar.. Tari itu wa dari mamaku.." jawab Naia

"Waduh, papaku kolot juga ya..? masak anaknyanudah dewasa gak boleh punya pacar..?" tanya Dewa.

"Yeeeee... Ya enggak lah.. Papaku itu orang paling baik nomer dua sedunia.."

"Bukan gak boleh sih mas, tapi yang sesuai dengan kriteria papa yang susah.." jawab Naia.

"Wah.. pasti Naia ini keturunan ningrat ya..? kriterianya harus kayak lagunya Jamrud itu.. hehehehe.." goda Dewa

"Ningrat..? enggak lah, aku orang biasa aja mas. Udah ah, gak usah dibahas lagi masalah itu.."

"Eh.. Mas Dede butuh kerjaan kah..?" tanya Naia

"Kerjaan..? Emang ada lowongan kah..?" tanya Dewa heran.

"Ada sih, di perusahaan papa. Nanti aku rekomendasiin deh kalau mas Dede mau.." jawabnya santai

"Hhmmmm... Lihat dulu aja apa pekerjaannya. Aku pikir-pikir dulu deh.." jawab Dewa diikuti dengan anggukn kepala Naia.

Obrolan Dewa dengan Naia terpotong saat pak Yan memberitahu bahwa mereka sudah keluar dari wilayah hutan jati, "Eeeee.. Mas Dede, ini sudah keluar dari hutan jati Carupan, biar saya yang gantikan, lagian saya sudah jauh lebih tenang mas. Mas Dede istirahat saja.." ucap pak Yan.

"Eee.... Sekalian cari SPBU pak. Sekalian ke toilet.." jawab Dewa

"Bener tuh.. Aku juga udah kebelet dari tadi.." sambung Naia.

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 4 pagi, perjalanan kami pun sudah memasuki wilayah desa Lerengwilis.

Terpopuler

Comments

dementor

dementor

Banyak typo author.. tolong diperhatikan agar yang bacanya nggak bingung.. koreksi saya jika salah.. 😅😅😅😅

2023-05-26

2

lihat semua
Episodes
1 Perjalanan menuju Lerengwilis (Bag. 1)
2 Perjalanan menuju Lerengwilis (Bag. 2)
3 Akhirnya sampai juga..
4 Kehidupan Baru (Bag. 1)
5 Kehidupan baru (Bag. 2)
6 Kitab Kalimasada (Bag. 1)
7 Kitab Kalimasada (Bag. 2)
8 Kitab Kalimasada (Bag. 3)
9 Menjadi pengawal (Bag. 1)
10 Menjadi pengawal (Bag. 2)
11 Menapak jalan spiritual
12 Manapak jalan spiritual (Bag. 2)
13 Melawan preman (Bag. 1)
14 Melawan preman (Bag. 2)
15 Pertemuan tak terduga
16 Hadiah kecil
17 Mencari masalah (Bag. 1)
18 Mencari masalah (Bag. 2)
19 Mencari masalah (Bag. 3)
20 Trio Wajan
21 Secercah harapan (Bag. 1)
22 Secercah harapan (Bag. 2)
23 Beraksi diam-diam
24 Sebuah keyakinan
25 Ujian buat Niko
26 Satu kepingan puzzle
27 Kompetisi tarung bebas
28 Berhasil atau gagal
29 Simpan penasaranmu
30 Pembuktian
31 Menjadi petarung
32 Belanja di pasar
33 Sepeda untuk Kartika
34 Semangat gotong royong
35 Tiga petarung Lerengwilis
36 Raja Yama
37 Rencana penculikan Naia
38 Mencari Sang Sniper
39 Kejujuran Santoso
40 Kekuatan kegelapan
41 Menyelamatkan Naia
42 Rasa yang terpendam
43 Sang Penguasa Kegelapan
44 Kebahagiaan kita
45 Masa lalu Silvia
46 Membagi hasil taruhan
47 Perguruan Taring Harimau
48 Ilmu Pengawak Wojo
49 Wanita tercantik
50 Amplop putih
51 Bank of Asia (Bag. 1)
52 Bank of Asia (Bag. 2)
53 Berlatih Tenaga Dalam
54 Catatan sang Kolonel
55 Bertemu dengan Kepala Desa
56 Menata rumah
57 Waktunya beraksi
58 Menempati rumah baru
59 Cidera yang sama
60 Aku setuju dengannya
61 Mungkin ini saatnya
62 Sambutan hangat
63 Penculikan Naia
64 Melacak keberadaan Naia
65 Api Dewi Agni
66 Kamu telah gagal
67 Sampah yang sebenarnya
68 Aku ingin bertobat, tapi..
69 Selamat Berpuasa
70 Darimana saja..?
71 Misi mencari Tiara
72 Apakah dia setuju..?
73 Sang Bathari
74 Tanah sangar
75 Dimana kesayanganku..?
76 Bangkitnya sang Dewi
77 Dasanama
78 Oknum sampah
79 Gandarwa Raja (Bag. 1)
80 Gandarwa Raja (Bag. 2)
81 Menolong Kepala Daerah
82 Siluman Kera Merah
83 Rencana Sang Bupati
84 Kena batunya
85 MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
86 Aksara Caraka
87 Sastra Jendra Hayuningrat
88 Bantuan sang Guru
89 Kembali ke kota AB
90 Menyerahkan Laporan
91 Peringatan buatmu
92 Menjadi murid
93 Kelompok tersembunyi
94 Mitra Desa
95 Kepergian Sang Wapres
96 Biar aku menyelidikinya
97 Kupercayaan kebahagiaannya padamu
98 Kabar bahagia
99 Ratu Bidadari
100 Perjuangan terberat
101 Aku menunggumu
102 Terimakasih guru..
103 Tarian Kamatantra
104 Peresmian pusat pelatihan
105 Pasukan Dewa
106 Undangan dari Walikota
107 Seorang ayah
108 Segera Temukan Mereka..!!
109 Kita Sambut Mereka
110 Kekuatan yang menghilang
111 Bawa mereka bertemu denganku
112 Permintaan Suko
113 Ceritakan rencana mereka
114 Bertemu kembali
115 Akui semua kejahatanmu
116 Meminta bantuan
117 Kekuatan tersembunyi Baros
118 Mencari bukti kejahatan
119 Akhirnya kutemukan kalian
120 Akhir Perjalanan
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Perjalanan menuju Lerengwilis (Bag. 1)
2
Perjalanan menuju Lerengwilis (Bag. 2)
3
Akhirnya sampai juga..
4
Kehidupan Baru (Bag. 1)
5
Kehidupan baru (Bag. 2)
6
Kitab Kalimasada (Bag. 1)
7
Kitab Kalimasada (Bag. 2)
8
Kitab Kalimasada (Bag. 3)
9
Menjadi pengawal (Bag. 1)
10
Menjadi pengawal (Bag. 2)
11
Menapak jalan spiritual
12
Manapak jalan spiritual (Bag. 2)
13
Melawan preman (Bag. 1)
14
Melawan preman (Bag. 2)
15
Pertemuan tak terduga
16
Hadiah kecil
17
Mencari masalah (Bag. 1)
18
Mencari masalah (Bag. 2)
19
Mencari masalah (Bag. 3)
20
Trio Wajan
21
Secercah harapan (Bag. 1)
22
Secercah harapan (Bag. 2)
23
Beraksi diam-diam
24
Sebuah keyakinan
25
Ujian buat Niko
26
Satu kepingan puzzle
27
Kompetisi tarung bebas
28
Berhasil atau gagal
29
Simpan penasaranmu
30
Pembuktian
31
Menjadi petarung
32
Belanja di pasar
33
Sepeda untuk Kartika
34
Semangat gotong royong
35
Tiga petarung Lerengwilis
36
Raja Yama
37
Rencana penculikan Naia
38
Mencari Sang Sniper
39
Kejujuran Santoso
40
Kekuatan kegelapan
41
Menyelamatkan Naia
42
Rasa yang terpendam
43
Sang Penguasa Kegelapan
44
Kebahagiaan kita
45
Masa lalu Silvia
46
Membagi hasil taruhan
47
Perguruan Taring Harimau
48
Ilmu Pengawak Wojo
49
Wanita tercantik
50
Amplop putih
51
Bank of Asia (Bag. 1)
52
Bank of Asia (Bag. 2)
53
Berlatih Tenaga Dalam
54
Catatan sang Kolonel
55
Bertemu dengan Kepala Desa
56
Menata rumah
57
Waktunya beraksi
58
Menempati rumah baru
59
Cidera yang sama
60
Aku setuju dengannya
61
Mungkin ini saatnya
62
Sambutan hangat
63
Penculikan Naia
64
Melacak keberadaan Naia
65
Api Dewi Agni
66
Kamu telah gagal
67
Sampah yang sebenarnya
68
Aku ingin bertobat, tapi..
69
Selamat Berpuasa
70
Darimana saja..?
71
Misi mencari Tiara
72
Apakah dia setuju..?
73
Sang Bathari
74
Tanah sangar
75
Dimana kesayanganku..?
76
Bangkitnya sang Dewi
77
Dasanama
78
Oknum sampah
79
Gandarwa Raja (Bag. 1)
80
Gandarwa Raja (Bag. 2)
81
Menolong Kepala Daerah
82
Siluman Kera Merah
83
Rencana Sang Bupati
84
Kena batunya
85
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
86
Aksara Caraka
87
Sastra Jendra Hayuningrat
88
Bantuan sang Guru
89
Kembali ke kota AB
90
Menyerahkan Laporan
91
Peringatan buatmu
92
Menjadi murid
93
Kelompok tersembunyi
94
Mitra Desa
95
Kepergian Sang Wapres
96
Biar aku menyelidikinya
97
Kupercayaan kebahagiaannya padamu
98
Kabar bahagia
99
Ratu Bidadari
100
Perjuangan terberat
101
Aku menunggumu
102
Terimakasih guru..
103
Tarian Kamatantra
104
Peresmian pusat pelatihan
105
Pasukan Dewa
106
Undangan dari Walikota
107
Seorang ayah
108
Segera Temukan Mereka..!!
109
Kita Sambut Mereka
110
Kekuatan yang menghilang
111
Bawa mereka bertemu denganku
112
Permintaan Suko
113
Ceritakan rencana mereka
114
Bertemu kembali
115
Akui semua kejahatanmu
116
Meminta bantuan
117
Kekuatan tersembunyi Baros
118
Mencari bukti kejahatan
119
Akhirnya kutemukan kalian
120
Akhir Perjalanan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!