"Pantesan saja Tuan muda seperti ini, dia alergi kepada udang dan Kerang." ucap Bibik.
"Tapi awalnya baik-baik aja bik, Lagian Kak Radit gak ngomong apa-apa." ucap Abel.
"Kalau seperti ini Tuan muda Akan demam tinggi, Sebelum acara tuan muda harus sembuh." ucap Bibik.
"Palingan besok sembuh bik." ucap Abel. Bibik menggeleng kan kepala nya.."Tuan muda kalau sakit susah sembuh Non, saya juga tidak tau kenapa, Lihat saja tangan nya." ucap Bibik.
"Bibik tidak perlu khawatir, karena ini salah ku aku akan membantu mengurus Kak Radit, aku minta maaf sudah membuat Bibik khawatir." ucap Abel.
"Iyah Non, terimakasih banyak, Tuan Malvin dan Juga Nyonya memesan kan untuk non Abel yang merawat tuan muda karena mereka percaya Tuan Akan cepat sembuh kalau di rawat dengan tulus." ucap Bibik.
“Huff baiklah saya akan menginap di sini sampai Kak Radit sembuh, Bibik tidak perlu khawatir, sekarang bibik pergi lah tidur, istirahat lah dengan nyaman.” Ucap Abel kepada bibik.
“Baik lah terima kasih banyak.” Akhinya Bibik pun pergi meninggal Abel di kamar Radit.
Bibik keluar dari kamar Radit sambil senyum-senyum “ Seperti nya ini adalah cara untuk membuat mereka lebih dekat.” Ucap Bibik.
“Non bilang kalau dia akan menginap dis ini samapi tuan muda sembuh? Huff apa dia belum sadar kalau sebentar lagi dia akan menjadi nyonya di rumah ini?” ucap bibik.
Abel menatap wajah Radit yang tidur sangant nyenyak akibat obat yang baru saja dia makan.
“Huff kalau aka tau dia alergi dengan makanan itu aku tidak akan memaksa dia memakan itu!” ucap nya jadi merasa bersalah.
Dia memutuskan untuk menginap malam ini di sana, tidak lupa dia mengabari orang tua nya menggunakan hp calon suami nya itu.
“Pahh dua hari lagi anak kita sudah menikah dengan radit, dan kita sudah resmi menjadi besan pak Malvin.” Ucap Mamah nya Abel.
“Kenapa? Mamah tidak senang?” tanya suami nya.
“Bukan tidak senang Pah, apa papah tidak melihat bagaimana mereka hidup? Dan aku dengar setelah menikah mereka meminta Abel dengan Radit tinggal dengan mereka.” Ucap istri nya itu.
“Kalau mereka sudah menikah mereka berhak memilih akan tinggal di mana saja, kalau sudah menikah kita sudah tidak boleh ikut campur sebagai orang tua!” ucap Pak handoko.
“Tapi mamah tetap saja takut kalau nanti anak kita satu rumah dengan besan kita pah.”
“Sudah jangan terlalu cemas soperti itu mah, bukan kah bagus untuk Abel dia akan jauh lebih baik nanti nya.”
Tengah malam tiba-tiba Radit angun karena kulit nya terasa sangat panas sekali.
“Huff kenapa tersa sangat panas?” ucap nya dia melihat tidak satu pun orang di kamar nya itu.
Dia mau mengambil air putih namun dia tidak bisa karena tangan kanan nya msih sakit.
“Bik...Bik.. dia mencoba memanggil bibik bamun tidak ada jawaban dari luar. Tidak beberapa lama ointu kamar terbuka dia menoleh ke arah pintu.
Radit Kaget karena ada Abel di sana.
“Aku keluar sebentar mengambil air untuk membersihkan badan kakak.” Ucap Abel.
“Bibik di mana? Kenapa kamu bisa di sini?” tanya Radit.
“Bibik menelpon ku dan memberitau keadaan kakak. Sudah kakak diam saja, aku akan menyeka badan kakak dengan air ini, aku yakin gatal dan panas nya pasti berkurang.” Ucap abel.
Dia mulai membasahi kulit Radit dengan kain basah itu. Radit cukup kaget.
“pelan-pelan.” Ucap nya.
“Maaf-maaf aku tidak sengaja.” Ucap Abel. Sambil menyeka dia juga meniup nya dengan pelan.
“Coba saja kalau awal nya kakak ngomong alergi dengan makanan itu, aku tidak akan memaksa nya. “ ucap Abel.
“Saya sudah bilang kalau saya tidak bisa makan itu namun kamu tetap saja memaksa saya.” Ucap Radit.
“Awal nya aku berfikir kalau kakak tidak bisa membuka kulit nya, kakak tidak berbibicara dengana jelas.”
Radit diam “baik lah aku minta maaf, seharus nya aku bertanya dulu.” ucap abel.
Tidak bebrapa lama akhir nya selesai.
“Kakak tidur lah, malam ini aku akan menginap di sini. Aku bisa tidur di sofa.”
Radit hanya diam saja. Radit pun lanjut tidur lagi.
“Hanya kali ini saja Abel kamu pasti bisa tidur di sofa ini, kelihatan nya empuk kok.” Dia mencoba menyakin kan diri nya sendiri.
Baru saja dia tertidur di sofa tiba-tiba bangun karena suara grasak-grusuk dari arah tempat tidur.
Dia kaget melihat Radit sangat gelisah dia menggarut tubuh nya tampa henti.
“jangan lakukan itu kak, nanti semakin parah.” Dia menahan tangan Radit.
“sangat gatal.” Ucap radit.
“Aku akan mengoles kan salep jangan di garuk lagi.”
Dia langsung mencari salep.
Saat mau berdiri tangan nya langsung di tahan oleh Radit.
“Jangan pergi....”
“aku hanya megambil obat untuk kulit kakak.” Ucap Abel.
Setelah dapat dia megoles kan nya.
Karena gatal nya tidak kunnjung berkurang akhir nya Radit membuka baju nya dan juga celana nya.
“apa yang kakak lalkukan?” tanya Abel kaget.
Dan ternya di badan nya sudah sangat merah. Radit sekarang hanya memakai Boxer warna hitam.
Abel harus benar-benar sabar. Setelah sudah selesai dia kembali tidur.
Keesokan hari di pagi-pagi buta dia melihat ke arah Radit yang sudah berselimut tebal dan suara nya menggigil.
“Ada apa kak?” tanya Abel.
“sangat dingin sekali, tolonga matikan Ac nya.” Abel langsung mematikan ac.
Dia menarik selimut Radit.
‘Humm bagus deh sudah tidak meradang lagi,” ucap abel setelah melihat kulit Radit.
Namun yang membuat dia heran adalah kenapa wajah radit sangat pucat sekali, dia juga kedinginan.
“kak...” panggil Abel namun tidak ada respon dari Radit. Setelah menyentuh kulit Radit ternya deman, badan nya sangat hangat membuat abel panik dan juga bingung.
Bibik tidak ada di rumah karena dia sudah ijin tadi malam kalau subuh dia akan ke rumah calon mertua nya untuk membantu-bantu.
“Apa yang haru aku lakukan?” Batin Abel.
Dia memberikan minun namun Radit tidak mau, obat juga tidak mau. Mau masak abel bingung harus masak apa. Akhir nya dia mencoba masak bubur untuk mpertama kali nya.
“Semoga saja ini enak, aku tidak yakin dengan masakan ku sendiri, karena aku tidak pernah masak. Untung saja ada tutorial di Youtobe.” Ucap Abel.
Dia membawa ke kamar.
“Kak ayo bangun dulu makan, setelah ini kakak harus makan obat, jangan sampai semakin parah,” ucap Abel.
“Saya tidak berselera mau makan, kamu makan lah.” Ucap Radit.
“Aku sudah bersusah payah untuk memasak bubur, ayo makan dulu kak.” Ucap Abel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
noty larasati
lanjut thor tambah seru aja
2024-08-08
0
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat up yg banyak thor
2023-02-07
1