Abel menggeleng kan kepala nya. "Gak bisa gitu dong pak, saya juga harus bekerja mencari uang untuk memperbaiki mobil bapak." ucap Abel.
"Kamu memilih membayar semua biaya ini atau menjadi tangan kanan saya sementara waktu?" ucap Radit memberikan semua tagihan berobat nya.
Melihat semua lembaran tagihan yang sengaja di simpan oleh Radit.
"Bagaimana? Memilih mengganti kan tangan kanan saya atau membayar semua nya ini dalam jangka tiga bulan!" ucap Radit.
"Tiga bulan?" ucap Abel sangat kaget.
"Iyah, apa yang salah dengan itu?" tanya Radit dengan tatapan yang sangat membuat Abel ketakutan.
"Huff bagaimana aku membayar ratusan juta juga dalam waktu tiga bulan? tidak mungkin aku bilang sama Papah." batin nya.
"Huff sudah lah, tidak ada pilihan lain, aku tidak ingin orang tua ku terkena masalah karena kelalaian ku."
"Baiklah aku akan menjadi tangan kanan bapak dengan satu syarat." ucap Abel.
"Saya tidak menerima syarat apapun, semua ini terjadi karena kesalahan kamu, masih baik saya tidak menyeret kasus ini ke kantor polisi." ucap Radit.
Abel menghela nafas panjang. "Hanya satu saja." ucap Abel. Radit menggeleng kan kepala nya.
"Bekerja lah dengan rajin dan benar, saya permisi." ucap Radit langsung pergi meninggalkan Abel di ruangan nya.
"Aaarhhh!!! Nyebelin banget sih! Apes banget gua bekerja di sini. Tapi tidak apa-apa aku juga senang karena bisa bekerja di perusahaan terkenal dan terbesar di kota ini." ucap nya menenangkan diri.
"Walaupun memiliki Direktur kaku dan tidak memiliki hati seperti pak Radit aku masih memiliki teman-teman Kantor yang baik." ucap Abel.
Sudah waktunya pulang bekerja.
"Selamat malam Mah." sapa Abel melihat Mamah nya duduk sendiri di Ruang tamu.
"Akhirnya kamu pulang juga Abel, di hari pertama Bekerja kenapa pulang malam? Apa sangat banyak pekerjaan?" tanya mamah nya.
Abel menggeleng kan kepala nya. "Enggak kok mah, tadi teman-teman aku merayakan kedatangan karyawan baru, aku ikut mereka." ucap Abel.
"Oohh begitu, ya udah kalau begitu kamu mandi, makan habis itu langsung istirahat." ucap mamah nya.
"Papah Dan Mila di mana?" tanya Abel.
"Mereka baru saja keluar. Adik kamu minta di temanin mencari barang yang di perlukan oleh nya di kampus." ucap Mamah nya.
"Oohh." ucap Abel.
Tidak beberapa lama dia selesai mandi, makan dan waktu nya untuk istirahat. Sebelum istirahat seperti biasa dia menelpon kekasih nya.
"Halo sayang, maaf yah aku baru bisa mengabari kamu." ucap Abel.
"Aku sangat merindukan kamu, kenapa nomor kamu baru akti?" tanya Gaga pacar Abel.
"Maafin aku sayang, ini hari pertama aku bekerja." ucap Abel.
"Aku sedang perjalanan ke rumah kamu sekarang." ucap Gaga.
"Ngapain? Jangan ke sini, nanti papah dan Mamah melihat kamu." ucap Abel.
"Aku sangat merindukan kamu." ucap Gaga.
"Aku mohon putar balik, aku besok akan ke rumah kamu." ucap Abel.
"Tapi."
"Putar balik, aku tidak ingin orang tua ku melihat kamu." ucap Abel.
"Ya udah deh. Tapi besok kamu janji kan mau ke rumah?" ucap Gaga.
"Iyah aku janji." ucap Abel.
Panggilan telepon langsung di matikan oleh Abel karena pintu kamar nya ada yang mengetuk.
"Kak Abel kenapa mengunci pintu jam segini?" tanya Mila.
"Oohh kamu ternyata Mila, kakak sudah mau tidur tadi nya." ucap Abel.
"Kakak pasti sangat lelah yah?" tanya Mila. Abel tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat.
"Enggak kok. Ini hari pertama jadi tidak banyak pekerjaan." ucap Abel.
"Oohh." ucap Mila.
"Seperti nya ada yang mau kamu sampaikan, ada apa?" tanya Abel.
Mila masuk dia langsung mengunci pintu.
"Aku sudah resmi berpacaran dengan Angga kak." ucap Mila.
"Hah? Seriusan?" ucap Abel kaget. Mila tersenyum sambil mengangguk.
"Tapi aku takut mamah sama papah tau." ucap Abel.
"Humm kamu harus pintar menyembunyikan nya, jangan sampai mereka tau." ucap Abel.
Mila menghela nafas panjang.
"Bagaimana aku bisa menyembunyikan nya kak, Papah sudah pensiun dia menghabiskan waktu nya untuk mengawasi aku." ucap Mila.
Abel berfikir keras.
"Huff kakak juga bingung harus memberikan saran seperti apa." ucap Abel.
"Lagian Papah posesif banget sih." ucap Mila.
"Sudah abaikan saja tentang itu. Sekarang kamu fokus sama kebahagiaan kamu." ucap Abel. Mila tersenyum sambil mengangguk.
"Besok ulang tahun Mamah nya, aku ingin membeli hadiah untuk Mamah nya, menurut kakak Apa yang cocok?" tanya Mila.
"Humm bagaimana kalau dengan baju?" tanya Abel..Mila menggeleng kan kepala nya.
"Berikan barang yang menurut kamu Bagus dan cocok saja. Lagian kamu sudah dekat dengan mamah nya." ucap Abel.
Mila tersenyum. "Aku jadi sedikit canggung kak." ucap Mila.
"Itu hal wajar kok." ucap Abel.
Setelah lama berbincang-bincang Mila ijin keluar.
Abel menghela nafas panjang.
"Seandainya saja Papah dan Mamah tidak menjodohkan aku dari bayi aku tidak akan seperti ini membohongi mereka." ucap Abel.
"Lalu kenapa dengan Mila? Setau ku dia tidak di jodohkan, kenapa papah juga posesif kepada nya?" ucap Abel.
"Ah sudahlah aku tidak mau memikirkan itu, sebaiknya aku tidur saja, aku harus mempersiapkan diri agar kuat berhadapan dengan direktur." ucap Abel.
Keesokan harinya...
"Selamat pagi semua nya." Radit masuk ke ruangan Abel.
Semua nya berdiri.
"Pagi Pak." secara bersamaan.
"Hari ini saya mau perancangan Iklan baru di mulai." ucap Radit. "Loh kenapa begitu cepat pak? bukan nya tiga hari lagi?" tanya salah satu karyawan laki-laki.
"Karena dari pusat sudah mendesak. Kalian semua harus membagi tugas masing-masing." ucap Radit.
"Baiklah Pak." ucap Semua nya.
"Oh iya karyawan baru kamu di bagian pengiriman." ucap Radit.
Abel menginyakan saja walaupun pekerjaan itu cukup melelahkan harus menggunakan tenaga yang tidak ada hentinya.
Hari ini Radit bergabung dengan mereka.
"Abel!" panggil karyawan satu. Abel datang melakukan pengiriman.
Yang lain juga begitu. Dia juga harus mengirimkan beberapa data-data.
"Huffff sangat melelahkan." ucap Abel setelah sudah pulang kerja tepat jam lima sore.
"Abel kamu pulang naik apa?" tanya Enjel teman kerja nya.
"Humm aku bawa mobil sendiri, kamu mau ikut?" tanya Abel. Enjel menggeleng kan kepala nya.
"Bukan aku tapi Pak direktur." ucap Enjel.
"Loh kenapa?" tanya Abel.
"Aku tidak tau, tapi pak direktur bilang tanggung jawab kamu mengantarkan dia pulang dan juga menjemput nya mau ke kantor." ucap Enjel.
Abel heran.
"Ya udah kalau begitu aku pergi dulu yah, aku sudah sangat lelah bekerja seharian." ucap Enjel.
"Iyah, kamu hati-hati." ucap Abel.
Abel menemui Radit ke ruangan nya.
"Maksud bapak dengan mengatakan tanggung jawab saya mengantar dan menjemput bapak apa?" tanya Abel.
"Saya sangat benci dengan orang yang tidak memiliki sopan santun. Masuk ke ruangan saya tampa mengetuk pintu atau Ijin terlebih dahulu!" ucap Radit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
noty larasati
betul thor setuju sopan santun harus dipakai
2024-08-07
1