Waktu nya untuk istirahat Siang, Radit melihat ponsel nya hidup ternyata ada pesan masuk dari calon istri nya.
"Aku ada di sini."
Radit langsung mengerti dia berdiri dan menyusul Abel ke tempat yang di tunjuk kan oleh Abel.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai, tempat yang begitu sepi.
"Kenapa kamu mengajak saya ketemuan di sini?" tanya Radit.
"Aku tidak ngajak ketemuan." ucap Abel.
"Lalu kenapa kamu mengirimkan lokasi kamu kepada saya?" tanya Radit.
"Jangan banyak basa-basi, apa bapak sudah membaca Perjanjian itu? kalau Bapak setuju tinggal tanda tangan." ucap Abel.
"Apa sebelum nya kamu sudah memikirkan yang kamu tulis itu?" tanya Radit.
"Aku sudah memikirkan semua nya dengan seratus persen Sadar." ucap Abel dengan begitu tegas.
"Kamu bercanda membuat perjanjian konyol seperti ini?" tanya Radit.
Abel menggeleng kan kepala nya.
"Aku tidak bercanda, aku serius." ucap Abel.
"Saya tidak setuju dengan beberapa Perjanjian di dalam itu." ucap Radit. Abel melihat nya ternyata sudah banyak yang di coret oleh Radit karena tidak setuju dengan apa yang di buat oleh Abel.
"Aku tidak ingin merombak ini, semua nya harus di setujui agar nanti tidak ada yang di permasalahkan." ucap Abel.
"Saya menikah dengan kamu karena saya ingin menjadi suami dan juga kamu harus menjadi istri yang baik untuk saya." ucap Radit.
"Kalau kamu tidak mengurus saya, tidak satu kamar, tidak berhubungan badan dan juga tidak boleh mengikut campuri urusan kamu untuk apa saya menikah?" ucap Radit.
"Aku hanya menikah dengan bapak, aku tidak ingin memiliki anak dengan Bapak." ucap Abel.
Radit menghela nafas panjang.
"Terserah kamu saja, saya pusing." ucap Radit sudah pasrah saja apa yang di minta oleh Abel.
Abel melihat perjanjian itu sudah di tanda tangani oleh Radit.
Seiring nya waktu berjalan hari H untuk foto prewedding pun sudah tiba.
Radit dan Abel menjadi pasangan yang sangat cantik dan ganteng hari ini. Berpose mengikuti saran Fotografer nya.
"Masih lama yah pak? Saya sudah sangat lelah." ucap Abel kepada bapak fotografer nya.
"Sebentar lagi." ucap mereka. Abel harus bersabar.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai juga.
"Nih minum lah." Radit datang memberikan nya minuman yang segar karena pasti sudah sangat kelelahan.
"Setelah ini kita harus ke butik." ucap Radit.
"Ngapain?" tanya Abel.
"Melihat baju pengantin yang sudah di booking oleh Orang tua saya." ucap Radit. Abel mengangguk.
"Humm berhubung ke butik aku akan memanfaatkan setuasi ini." ucap Abel dalam hati.
"Oh iya lima hari sebelum pernikahan orang tua saya ingin kita dinner." ucap Radit.
"Dinner? Aku tidak mau." ucap Abel.
"Sebaik nya ikuti saja, orang tua saya tidak akan ikut. Hanya sebentar saja setelah saya memberikan bukti kepada orang tua saya kamu bisa pergi kemana pun kamu mau." ucap Radit.
Abel menghela nafas panjang.
"Kenapa hidup ini sangat ribet sekali sih? Sangat menyebalkan sekali!" ucap nya langsung pergi.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di sebuah butik yang begitu besar.
"Wahh baju nya sangat bagus sekali." ucap Abel.
"Mbak Abel dengan Pak Radit kan?" tanya penjaga Butik.
"Iyah Mbak." jawab Abel.
"Gaun pengantin nya ada di sebelah sini." ucap karyawan itu. Abel dan Radit mengikuti mbak itu.
"Ya ampun gaun nya cantik-cantik banget." ucap Abel.
"Pilih lah bentuk yang mana." ucap Radit dan duduk di sofa.
Abel memilih.
"Bagaimana dengan yang ini?" Tanya Abel kepada Radit karena hanya Radit yang bisa dia tanya di sana.
"Kamu bisa coba Dulu." ucap Radit.
Abel di bantu oleh karyawan untuk memakai nya dan ternyata sangat cocok di badan nya.
Dia keluar. "Bagaimana?" tanya Abel.
Radit yang tadi fokus ke handphone nya langsung menoleh ke arah Abel.
"Sangat cantik." ucap Radit.
"Bapak tidak serius melihat nya, aku rasa ini tidak bagus karena bagian dadanya kelihatan." ucap Abel.
Dia menukar nya lagi sampai ada tiga gaun yang dia coba dan tentunya gaun itu tidak lah murah-murah.
"Huff semua nya sangat cantik, aku bingung harus memilih yang mana." ucap Abel.
Abel menarik tangan Radit mendekati gaun itu.
"Humm apa aku boleh memiliki tiga-tiganya?" tanya Abel.
Radit menatap Abel.
"Untuk apa tiga gaun?" tanya Radit.
"Satu untuk akad, satu untuk resepsi dan satu nya untuk acara selanjutnya." ucap Abel.
Radit menghela nafas panjang. "Bukan kah bapak memiliki banyak uang?" ucap Abel.
Radit menatap Abel.
"Bukan masalah uang nya, namun kalau orang tua saya tau kamu memborong ini semua mereka akan berfikir kamu menghabiskan uang begitu saja." ucap Radit karena dia tau orang tua nya memiliki perhitungan yang begitu kuat.
Mereka tidak pelit tapi membeli sesuatu yang berguna dan di butuhkan.
"Aku tidak akan memilih satu pun kalau tidak membeli tiga-tiganya." ucap Abel.
Radit menghela nafas panjang. "Tolong di packing dan antar ke rumah saya yah mbak." ucap Radit. Abel tersenyum.
"Aku akan membuat Orang tua kak Radit tidak suka dengan sifat ku agar mereka membenci ku." ucap Abel.
Waktu nya untuk memilih kan sepatu untuk Abel.
Kali ini Abel cukup sulit memilih nya karena semua nya cantik-cantik, namun dia salfok kepada Radit yang dari tadi mengamati satu heals di depan nya.
"Humm seperti nya heals ini cantik." ucap Abel mengambil nya dan langsung mencoba nya.
Dan ternyata sepatu itu benar-benar sangat Cocok di kaki nya. Radit diam-diam mengambil foto itu.
"Aku akan memilih ini, tapi harga nya pasti sangat mahal." ucap Abel.
"Kalau kamu mau saya akan membayar nya berapa pun tampa keberatan." ucap Radit.
Abel melihat wajah Radit sangat senang ketika Abel memilih itu.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka selesai memilih sepatu dan giliran Radit memilih jas dan juga sepatu nya.
Radit tidak sulit memilih jas, namun Abel seperti nya iseng dia meminta Radit berkali-kali mencoba semua yang dia pilih namun Abel tidak Cocok dengan yang di coba oleh Radit.
"Sial! Kenapa sih harus terlihat sangat tampan di badan nya, aku sudah memilih yang buruk namun kelihatannya tetap sangat Cocok sekali." batin Abel.
"Saya sudah mencoba banyak jas dan juga sepatu, kenapa tidak satu pun yang kamu setujui." ucap Radit.
"Aku tidak tau, bapak pilih saja sendiri." ucap Abel langsung pergi.
Radit mengingat ekspresi Abel yang terlihat sangat suka ketika dia memakai jas warna hitam.
"Bungkus yang ini saja yah pak." ucap Radit tidak lupa dengan sepatunya juga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
noty larasati
thor abel tega amat ngerjain radit
2024-08-08
0