Abel melihat wajah Radit sangat senang ketika Abel memilih itu.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka selesai memilih sepatu dan giliran Radit memilih jas dan juga sepatu nya.
Radit tidak sulit memilih jas, namun Abel seperti nya iseng dia meminta Radit berkali-kali mencoba semua yang dia pilih namun Abel tidak Cocok dengan yang di coba oleh Radit.
"Sial! Kenapa sih harus terlihat sangat tampan di badan nya, aku sudah memilih yang buruk namun kelihatannya tetap sangat Cocok sekali." batin Abel.
"Saya sudah mencoba banyak jas dan juga sepatu, kenapa tidak satu pun yang kamu setujui." ucap Radit.
"Aku tidak tau, bapak pilih saja sendiri." ucap Abel langsung pergi.
Radit mengingat ekspresi Abel yang terlihat sangat suka ketika dia memakai jas warna hitam.
"Bungkus yang ini saja yah pak." ucap Radit tidak lupa dengan sepatunya juga.
“Abel kamu mau kemana?” tanya Radit mengikuti Abel keluar dari butik itu.
“Aku lapar! Bapak terlalu lama memilih baju nya.” Jawab nya dengan begitu ketus sekali.
Akhirnya mereka mencari cafe untuk makan. “Setelah ini aku ada urusan, bapak tidak perlu repot-repot mengantar kan aku pulang!” ucap Abel sambil terus melanjutkan makan nya.
“Kamu mau kemana?” tanya Radit.
“Bapak tidak perlu tau!” ucap Abel cukup judes.
“Apa salah nya kalau kamu berbibicara dengan baik kepada saya!” ucap Radit kesal.
“Perjanjian kita dari awal bukan nya sudah jelas kalau satu sama lain tidak boleh ikut campur urusan masing-masing.” Ucap Abel.
Radit menghela nafas panjang. “Terserah kamu saja.” Ucap Radit. Abel seperti tidak perduli dia fokus dengan makanan nya.
Tidak beberapa lama akhirnya mereka selesai makan. “Kamu yakin mau pergi?” tanya Radit memastikan lagi.
“Humm... Aku akan pulang sendiri, tidak perlu beri tau orang tua ku.” Ucap Abel.
Radit tidak bisa menahan Abel bersama nya.
Abel langsung pergi dari cafe itu. Tiba-tiba handphone Radit berbunyi.
“Halo, ada apa Novi?” tanya Radit.
“Bapak lagi apa? Apa bapak lagi sibuk, saya butuh bertemu dengan bapak?” tanya Novi.
“Ada apa?” tanya Radit.
“Saya ingin bapak memeriksa laporan dari Abel untuk proyek baru kita pak.” Ucap Novi.
“Saya masih di luar kamu datang saja ke rumah saya malam nanti.” Ucap Radit.
“Baiklah pak kalau begitu.” Ucap Novi.
Tidak beberapa lama akhirnya Abel sampai di apartemen Gaga.
“Sayang...” panggil Abel membuka pintu apartemen Gaga.
Namun siapa sangka kalau ternyata bukan Gaga yang mendapat kejutan dari Abel karena datang tiba-tiba, namun ternyata Abel yang mendapat kejutan karena melihat Gaga bersama perempuan lain di dalam apartemenen itu.
“Abel.” Ucap Gaga kaget dan langsung berdiri melepaskan pelukan nya dari perempuan di samping nya.
“Abel aku bisa jelasin, kamu jangan salah paham dulu.” Ucap Gaga.
“Siapa perempuan itu? Aku benar-benar tidak habis pikir apa yang kamu lakukan kepada aku.” Ucap Abel.
“Aku mohon dengarkan aku dulu, aku bisa menjelaskan nya.” Ucap Gaga berusaha menenangkan Abel.
Abel menatap wajah Gaga dan juga wajah perempuan yang bersama Gaga itu.
“kenapa kamu sangat jahat sih sama aku?” ucap Abel sambil menangis dan langsung pergi.
“Tunggu dulu Abel.” Ucap Gaga mengejar nya keluar.
“Sudah kamu tidak perlu menjelaskan apa-apa kepada ku.” Ucap Abel langsung pergi. Gaga di tahan oleh selingkuhan nya itu. “Sudah kamu tidak perlu mengejar nya, itu salah dia sendiri karena tidak memperdulikan kekasihnya selama ini.” Ucap selingkuhan nya itu.
“Sebaik nya kamu pergi saja dari sini, aku mau sendiri dulu.” Ucap Gaga masuk ke kamar nya.
“Hiks.. Hiks...Hiks.. kenapa dunia ini begitu tidak adil kepada ku?” Abel menangis di dalam mobil.
Karena tidak ingin pulang ke rumah dia berhenti di club malam tempat biasa minun untuk menenangkan diri nya yang benar-benar sangat sedih.”
Dia memeliki hubungan dengan Gaga sudah cukup lama sekali hamoir empat tahun, dan minggu depan adalah hari anniversary yang ke empat tahun.
Namun semua harapan Abel hancur begitu saja. Dia tidak pernah berfikir kalau semua nya akan seperti ini. Abel tidak berhenti menangis karena sakit hati nya.
Sudah banyak dia menghabiskan minuman keras. “Aku selalu mendapat kan nasib yang buruk. Kenapa aku sangat mudah percaya kepada orang lain?” ucap nya tidak kunjung berhenti minum.
Di tempat lain Radit sedang memeriksa hasil dari laporan tunangan nya itu.
“Bagaimana menurut bapak tentang laporan nya?” Tanya Novi.
“Ini cukup baik, saya suka cara nya ini.” Ucap Radit,
“Bagaus deh kalau bapak suka, saya akan mengurus ini setelah itu saya akan memberikan laporan selanjut nya kepada bapak.” Ucap Novi.
“Oh iya Novi kamu tau delapan hari lagi saya akan menikah dengan Abel kan?” tanya Radit.
“Iyah pak, apa ada yang perlu saya bantu?” tanya Novi.
“Saya mau kamu membantu saya mengurus perusaan untuk beberapa hari.” Ucap Radit.
“Baik saya akan melakukan yang terbaik pak, saya juga akan mendoakan acara nya lanar, sayang sekali saya tidak bisa datang.” Ucap Novi.
“Saya yakin kamu pasti terkejut karena saya menikah dengan Abel mendadak.” Ucap Radit.
“Sebenar nya saya sudah tau kalau tunangan bapak adalah Abel. Bagi saya juga bapak tidak menikah mendadak, memang sudah saat nya sekarang!” ucap Novi.
“Sejak kapan kamu tau Abel adalah tunangan saya?” tanya Radit.
“Semenjak Abel bekerja di sini. Apa bapak sebelum nya ingat kalau bapak pernah menceritakan kalau bapak sudah tunangan dan bapak juga pernah bilang kalau nama nya abel, tinggal nya di mana dan nama orang tua nya siapa.” Ucaap Novi.
“lalu apa hubungan nya dengan Abel yang baru saja bekerja?” tanya Radit.
“Saya sedang memeriksa data-data Abel pada saat itu. Ternyata nama orang tua nya sama dan tempat tinggal.” Ucap Novi.
“Ternyata ingatan mu begitu kuat.” Ucap Radit.
Novi tersenyum. Saat asik berbicara tiba-tiba ada pesan masuk ke handphone Novi.
“Novi ini adalah salah satu karyawan dari perusaan tempat kamu bekerja. Aku melihat kartu pengenal nya, apa kamu tau rumah nya di mana? Dia mabuk berat.” Ucap teman nya yang bekerja di club itu.
“Bapak harus melihat ini.” Dia menunjukkan foto Abel yang tergeletak di meja dengan wajah yang sangat merah sekali.
“Saya akan menjemput dia ke sana, kirim saja lokasi nya, kamu juga pulanglah ini sudah malam.” Ucap Radit.
“Bapak yakin akan pergi sendirian?” tanya Novi.
“Iyah. Kita akan bicara besok lagi, saya pergi dulu.” “Bapak hati-hati, kalau butuh bantuan langsung
Hubungi saya saja.” Ucap Novi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
noty larasati
parah thor abel
2024-08-08
0
𝕐𝕆𝕊ℍ𝕦𝕒ˢ
penisirin...
2023-07-05
1