"Langsung masuk saja, papah sudah menunggu kalian berdua." ucap mamah nya.
"Ada apa ini pak?" tanya Abel. Radit tidak menjawab karena masih banyak orang.
Mereka masuk ke dalam. Abel kaget melihat Pak Malvin yang dari dulu sangat dia gemari berbaring di tempat tidur, badan sudah sangat kurus.
"Pak Malvin.." batin Abel seperti tidak habis pikir kalau ternyata pria yang di cari-cari oleh banyak orang ternyata sedang berbaring di rumah sakit, di ruangan yang begitu dingin dan hanya ada suster di sana.
"Papah..." Panggil Radit. Pak Malvin membuka mata nya dia melihat Radit sudah berdiri di samping nya.
"Ra-radit anak ku.." ucap Papah nya dengan suara yang tidak bertenaga.
"Bagaimana keadaan Papah?" tanya Radit. "Seperti yang kamu lihat sekarang." ucap pak Malvin.
"Aku tidak datang sendirian." ucap Radit sambil menarik tangan Abel ke samping nya agar bisa di lihat oleh Pak Malvin.
"Abel..." Ucap Pak Malvin. Abel sangat kaget mendengar Pak Malvin memanggil nama nya.
"Ka-kalian sudah bertemu?" tanya pak Malvin.
"Maksud nya?" tanya Abel namun Malvin langsung mencubit tangan Abel.
"Iyah pah, satu bulan lalu kami bertemu." ucap Radit.
"Iyah Papah mendengar itu, Papah tidak menyangka kamu mau datang ke sini, sudah lama saya mau bertemu dengan kamu." ucap pak Malvin.
"Sebenarnya ada apa sih?" batin Abel yang masih kebingungan.
"Bagaimana kabar orang tua kamu? Kenapa mereka tidak pernah datang menemui saya? Satu bulan lalu mereka datang hanya sebentar." ucap Pak Malvin.
"Mereka baik-baik saja pak." ucap Abel.
Pak Malvin meminta Abel lebih dekat pada nya.
"Saya ingin kamu segera menikah dengan Radit, tidak baik lama-lama berpacaran Tampa menikah." ucap pak Malvin.
Abel benar-benar sangat bingung sekali.
Setelah seharian di rumah sakit Abel dan Malvin baru saja sampai di penginapan untuk mengambil barang-barang nya.
"Apa maksud dari semua ini Pak?" tanya Abel tiba-tiba setelah sudah di dalam kamar.
Radit menoleh ke arah Abel.
"Saya bisa menjelaskan nya setelah sudah sampai di rumah." ucap Radit.
"Kenapa tidak sekar? Kenapa harus nanti?" tanya Abel.
Radit menggeleng kan kepala nya mau keluar namun di tahan oleh Abel.
"Bapak belum boleh pergi sebelum menjelaskan semua nya. Apa yang di maksud dengan cepat menikah? Semua keluarga bapak mengenal ku, apa yang sudah terjadi?" ucap Abel.
Radit menatap Abel.
"Kamu adalah Tunangan saya dari bayi." ucap Radit. Abel terdiam, kaget dan seperti sebuah mimpi mendengar itu.
"Orang tua saya dan Orang tua kamu sengaja tidak memberi tau agar kita bisa fokus di bidang masing-masing, setelah semua nya terasa sudah Cocok mereka akan memberi tau nya." ucap Radit.
"Jadi Pria yang jodohkan pada ku dari bayi adalah bapak?" ucap Abel.
Radit mengangguk. Abel menggeleng kan kepala nya.
"Gak! Ini tidak mungkin." ucap Abel.
"Kamu harus percaya." ucap Radit.
"Bapak sudah tau ini lama kan? kenapa bapak tidak ngomong apa-apa? Kenapa bapak membuat ku seperti orang bodoh?" ucap Abel marah.
Radit terdiam.
"Kalau aku tau jodoh ku adalah Bapak, aku akan menentang nya. Aku akan berbicara kepada orang tua ku tentang ini." ucap Abel.
"Abel! Abel!" Panggil Radit di saat Abel mau pergi.
Abel pergi meninggalkan Radit.
"Aku tidak mau menikah. Aku tidak mungkin menikah dengan pria yang tidak aku cinta." ucap Abel.
Malam hari dia baru sampai di rumah nya.
"Abel kamu baru pulang sayang? Bagaimana keadaan pak Malvin?" tanya papah nya.
"Sekarang aku sudah tau siapa Pria yang di jodohkan kepada ku." ucap Abel. Orang tua nya seketika terdiam.
"Kenapa Papah sama Mamah gak ngomong dari awal? Kenapa ketika aku sudah dewasa seperti ini?" ucap Abel.
"Maafin kami nak," ucap Abel.
"Aku menolak perjodohan ini mah, aku ingin pertunangan itu di batalkan. Aku tidak bisa menikah dengan pria yang tidak aku cintai." ucap Abel.
"Abel!" ucap papah nya marah.
"Maafin aku Pah, cinta tidak bisa di paksakan." ucap Abel.
"Karena Gaga kan? Karena Gaga kamu tidak mau bersama Radit?" ucap papah nya.
"Iyah, aku mencintai Gaga, aku tidak ingin menikah dengan orang lain." ucap Abel.
Abel langsung masuk ke kamar nya. Mila yang mendengar itu hanya bisa terdiam sejenak.
Setelah kakak nya masuk ke kamar dia mencoba mengetuk pintu kamar namun tidak ada respon dari dalam.
"Huff kak Abel pasti sangat sedih." batin Mila.
Radit baru saja sampai di rumah nya.
"Loh tuan hanya pulang sendiri? Di mana Mbak Abel?" tanya Bibik.
"Dia sudah pulang ke rumah nya Bik, saya mau langsung istirahat." ucap Radit.
"Ada apa dengan wajah Tuan? Kenapa kelihatan nya ada masalah?" ucap Bibik bingung.
Keesokan harinya..
"Tuan ... Tuan.. bangun Tuan." ucap Bibik. Namun tidak ada respon dari dalam.
Setelah di buka ternyata Radit masih tidur. Bibik membuka gorden.
"Tuan tidak bekerja? Ini sudah pagi." ucap Bibik.
"Saya mau istirahat bik, tolong jangan ganggu saya, tutup gorden itu lagi." ucap Radit.
"Baiklah Tuan."
Tiba-tiba ada yang menekan Bel.
"Huff seandainya saja bukan karena pekerjaan aku sangat malas bertemu dengan pak Radit." batin Abel di balik Pintu.
"Mbak Abel. Silahkan masuk." ucap Bibik.
"Syukur lah Bibik yang membuka pintu, saya hanya mau memberikan ini. Beberapa berkas-berkas dari kantor yang di minta oleh Pak Radit." ucap Abel.
"Ya ampun mbak, saya tidak paham. Sebaiknya mbak langsung berikan kepada Tuan." ucap Bibik.
Abel harus menjelaskan beberapa, mana mungkin dia menyampaikan pada Bibik, bisa-bisa dia terkena masalah.
Dia menunggu Di ruang tamu. Tidak beberapa lama Radit turun dan melihat Abel menunggu nya.
"Kalau kamu tidak ingin ke sini kamu bisa menggunakan jasa pengiriman." ucap Radit kepada Abel.
"Kalau bisa memilih aku Akan melakukan itu. Aku tidak ingin bertemu dengan Bapak." ucap Abel.
Radit menghela nafas panjang, dia mengambil berkas-berkas itu.
"Kamu bisa pergi." ucap Radit.
Tidak mengatakan apapun Abel langsung pergi.
"Huff ini benar-benar sangat berat." ucap Abel setelah sudah di dalam mobil.
Bibik yang melihat itu langsung menghampiri Radit.
"Apakah mbak Abel tidak menerima perjodohan itu?" tanya Bibik. Radit mengangguk.
"Tuan juga tidak menginginkan perjodohan ini, kenapa tidak di batalkan saja Tuan, kasian tuan dan juga mbak Abel." ucap Bibik.
"Papah sedang di rumah sakit bik, orang tua sangat Percaya kalau kami bersama hubungan kami akan baik-baik saja, dan hidup akan semakin baik." ucap Radit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
noty larasati
lanjuuittt thor
2024-08-07
1