"Kamu ikut saya ke ruangan." ucap Radit menunjuk Abel. setelah itu pergi.
Abel menghela nafas panjang.
"Kamu pergi gih masuk ke sana sebelum pak Radit marah, dia tidak suka menunggu." ucap Enjel.
Abel meminum kopi nya setelah itu berjalan ke ruangan Radit.
"Iyah pak. Apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Abel.
Radit berdiri dan berjalan mendekati Abel.
"Apa mau bapak?" tanya Abel karena Radit Terus mendekati nya.
Radit menyentuh wajah Abel. Abel sangat kaget.
"Lain kali utamakan kebersihan!" ucap Radit. Abel membersihkan Mulut nya dari bekas minuman kopi nya.
"Aku bisa membersihkan nya sendiri." ucap Abel langsung menepis tangan Radit.
Radit menghela nafas panjang.
"Saya meminta kamu ke sini bukan membahas pekerjaan." ucap Radit.
"Orang tua saya dari pagi tadi sudah menghubungi saya menanyakan jatuh tanggal nya kapan?" tanya Radit.
"Berapa kali aku harus bilang Kalau aku tidak mau menikah dengan bapak, aku tidak mau karena kita tidak saling mencintai." ucap Abel.
"Kita harus menikah." ucap Radit.
Abel menggeleng kan kepala nya. Namun tiba-tiba handphone Radit berbunyi dia melihat ternyata dari orang tua nya.
"Halo Pah." jawab Radit. Abel mau pergi namun tangan nya di tahan oleh Radit. Dia membesar kan volume panggilan telepon nya.
"Bagaimana kalau Minggu depan saja kalian menikah? keluarga semua nya sudah setuju."' ucap papah Radit.
"Pah sore ini kami akan ke sana, kita bicarakan nanti yah." ucap Radit karena melihat Abel seperti nya masih tidak terima.
Telpon pun mati, Abel menepis tangan Radit.
"Kita sudah tidak bisa lagi menentang pernikahan ini, sebaiknya kita mengikuti saja saran orang tua kita." ucap Radit.
Abel menghela nafas panjang. "Aku tidak tau, aku bingung harus bagaimana." ucap Abel langsung pergi.
Di sore hari nya.. Abel dan Radit sedang dalam perjalanan ke rumah orang tua Radit. Dan ternyata orang tua Abel juga sudah tau.
"Huff sebaiknya aku mengikuti saja permintaan orang tua ku dan semua keluarga nya pak Radit, aku tidak bisa lagi menentang nya." batin Abel.
"Baiklah aku akan menikah dengan bapak, tapi ada syaratnya." ucap Abel.
Radit menoleh ke arah Abel.
"Kenapa?" tanya Radit.
"Kita harus membuat perjanjian." ucap Abel.
"Perjanjian apa?" tanya Radit.
"Tidak sekarang namun besok bapak akan tau." ucap Abel.
Sampai di rumah orang tua Radit mereka menetap kan Tgl Pernikahan yang ternyata sepuluh hari lagi.
Abel cukup terkejut namun dia harus terima.
Mereka tidak menginap di sana, Abel dan Radit langsung pulang karena semua yang mengurus pernikahan adalah orang tua dan keluarga nya.
"Aku turun di sini saja." ucap Abel.
"Loh kenapa?" tanya Radit yang sedang menyetir.
"Aku mau turun di sini saja." ucap Abel. Radit meminggirkan mobil nya.
Ternyata Gaga sudah menunggu Abel.
Radit melihat pria yang tersenyum kepada Abel.
"Siapa pria itu? Apa itu adalah kekasih Abel?" batin Radit. Abel masuk ke dalam mobil Gaga.
"Maafin aku yah sayang baru bisa punya waktu sama kamu." ucap Abel.
Gaga tersenyum. "Sudah tidak apa-apa, yang pentet sekarang kita sudah bertemu." ucap Gaga.
Sepanjang malam mereka berdua bersama terus melepaskan rindu.
Saat sedang asik Minum telpon nya bunyi dari papah nya.
"Siapa sayang?" tanya Gaga.
"Papah aku, seperti nya sudah waktunya aku pulang." ucap Abel.
"Aku anterin yah." ucap Gaga.
"Gak usah sayang, aku bisa naik taksi. Aku takut kalau papah dan Mamah melihat kamu mereka akan marah." ucap Abel.
"Oohh ya udah deh kalau gitu." ucap Gaga.
Gaga mencari kan Taksi.
Tidak jauh dari sana ternyata Papah nya melihat Abel dengan Gaga.
Tidak beberapa lama Abel sampai di rumah, orang tua nya sudah sampai di rumah dan menunggu dia di ruang tamu.
"Dari mana kamu?" tanya papah nya.
Abel yang setengah mabuk berusaha untuk sadar.
"Papah, Mamah, kenapa kalian belum tidur?" tanya Abel.
"Jawab Papah! Kamu dari mana jam segini baru pulang?" tanya pak Handoko.
"A-aku."
"kamu pergi dengan Gaga kan?" tanya Papah nya.
"Enggak Pah." ucap Abel.
"Jawab jujur!" papah nya sudah marah sehingga menaikkan suara nya dan membuat Abel terkejut.
"Maafin aku Pah, aku hanya ingin bersama dengan Gaga sebelum aku menikah nanti!" ucap Abel.
"Kamu menikah dengan Radit bukan dengan Gaga, seharusnya kamu lebih banyak bergaul dengan Radit bukan Pria yang tidak bisa memberikan kamu masa depan seperti Gaga!" ucap Papah nya.
"Pah aku mencintai Gaga, sebelum aku menikah dengan Radit aku ingin menghabiskan waktu sendiri ku bersama dengan Gaga.
"Papah tidak ingin melihat kamu bertemu dengan dia! Kalau papah melihat nya lagi Papah tidak segan-segan melakukan hal yang cukup kejam kepada Gaga." ucap Papah nya.
"Papah aku mohon.."
"Kamu sangat keras kepala! Tidak hanya sekali dua kali Papah menasehati kamu namun kamu sama sekali tidak mendengar kan nya!" ucap Papah nya.
"Aku sangat mencintai Gaga."
"Kamu sudah menjadi tunangan Radit, kamu bahkan sudah mau menikah dengan Radit. Papah selalu mengajarkan hal yang baik kepada anak-anak Papah." ucap Pak Handoko.
"Sekarang kamu pergi masuk ke kamar kamu!" ucap Pak Handoko. Abel sudah tidak bisa melawan dia pun masuk ke kamar nya.
"Sudah pah, sudah.. Jangan sampai penyakit Papah kambuh." ucap istri nya meredakan emosi pak Handoko.
Di kamar Abel Membaca pesan dari Gaga mengabari kalau dia sudah sampai di rumah juga.
Abel membalas dengan singkat selamat malam.
Keesokan harinya..
"Tok!! Tok!! Tok!!"
"Abel.. Kamu tidak berangkat bekerja?" tanya Gaga.
Tidak ada jawaban dari dalam.
"Abel buka pintu nya nak, ini sudah pagi." ucap Mamah nya dari balik pintu.
"Mungkin kak Abel sedang merajuk mah, dia tidak akan bekerja kalau lagi merajuk." ucap Mila.
Mamah nya menghela nafas panjang.
"Kamu sendiri kenapa baru bangun?" tanya Mamah nya.
"Aku tidak ada kuliah pagi mah." ucap Mila.
"Oohh ya udah kalo begitu kamu bangun kan kakak kamu ke dalam." ucap Mamah nya.
Mila mengangguk.
"Kak bangun..." ucap Mila setelah masuk ke dalam kamar Abel dia duduk di samping tempat tidur.
Abel bergeliat dia melihat Mila duduk di samping nya.
"Apa yang kamu lakukan di kamar kakak?" tanya Abel.
"Huff bau alkohol! Apa tadi malam kakak mabuk?" tanya Mila.
Abel menggeleng kan kepala nya.
"Hanya sedikit saja." ucap Abel. Mila menghela nafas panjang.
"Kakak kenapa sih tiba-tiba jadi berubah begini? Papah dan mamah jadi sangat kecewa kepada kakak." ucap Mila.
"Kakak hanya ingin mereka mengerti kepada apa yang kakak mau." ucap Abel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
noty larasati
lanvut thor
2024-08-08
1
Evlida Sembiring
cepat2 nikah kan 2 orang itu Thor...
2023-02-08
3