"Tidak ada sangkut pautnya dengan aku." ucap Abel.
"Huff siapa tau." ucap Enjel.
Novi baru saja sampai di rumah Radit.
"Selamat siang pak, bagaimana kabar bapak?" tanya Novi.
"Baik." jawab Radit.
"Humm kenapa bapak sudah satu Minggu lebih tidak datang ke kantor?" tanya Novi.
"Saya hanya ingin bekerja di rumah." jawab Radit.
"Apa bapak baik-baik saja? apa bapak memiliki masalah?" tanya Novi.
Radit menggeleng kan kepala nya. "Langsung membahas pekerjaan saja, jangan membuang-buang waktu." ucap Radit.
Novi melihat mood Radit kurang bagus dia pun menginyakan apa yang di katakan oleh bos nya itu.
Mereka bekerja sampai selesai.
Sementara di rumah Abel sedang duduk di Ruang tamu menonton TV.
"Abel.." Papah dan Mamah nya datang.
Abel diam. Karena Abel masih kesal dengan kedua orang tua nya itu.
"Besok ada acara makan malam membicarakan hubungan kamu dengan Radit di rumah keluarga pak Malvin." ucap Papah nya.
"Hubungan apa lagi Pah? Aku sudah tidak ada hubungan lagi dengan Pak Radit!" ucap Abel.
"Ssstt.." Tiba-tiba dadanya sakit mendadak namun berusaha menahan nya.
"Apa yang kamu katakan Abel? Siapa yang mengajarkan kamu berbicara kasar seperti itu?" ucap Mamah nya.
"Tidak ada lagi yang mau di bicarakan antara aku dengan pak Radit. Aku tidak mencintai pak Radit." ucap Abel.
"Abel!" Papah nya marah. Abel terdiam langsung.
"Kamu harus menikah dengan Radit karena kalian sudah di takdir kan untuk bersama!" ucap papah nya.
"Kalau kamu tidak menikah dengan Radit dan Mencoba menentang nya kamu akan menjadi anak yang durhaka!" ucap pak Handoko.
Abel diam. "Sudah pah jangan marah-marah, nanti penyakit papah kambuh." ucap mamah Abel.
"Kamu ajarin anak kamu sopan santun, semenjak dengan Gaga dia sama sekali tidak sopan kepada orang tua!" Pak Handoko marah dan pergi.
Istri nya hanya bisa menghela nafas panjang.
"Abel.. Kenapa kamu seperti ini kepada orang tua nak? Kamu tau sendiri kalau Papah kamu sangat tidak suka di bantah, tidak suka anak yang tidak patuh." ucap mamah nya.
"Aku tidak mau menikah dengan Radit hanya itu saja Mah. Aku juga tidak mau di paksa, kapan kalian akan mendengar kan aku?" ucap Abel.
"Kami melakukan ini karena ini yang terbaik untuk kamu." ucap mamah nya.
"Terbaik bagaimana mah? Aku tidak mencintai Radit. Aku sudah bersama Gaga tidak Mungkin aku meninggalkan Gaga hanya karena Pak Radit." ucap Abel.
"Jangan keras kepala Abel. Kamu sudah takdir Radit. Percaya atau tidak kalau kalian tidak jadi menikah Resiko nya kalian berdua yang menanggung." ucap Mamah nya.
"Apa sih yang Mamah bicarakan? Aku tidak mengerti!" ucap Abel.
"Sudah lah kamu istirahat saja, besok kamu libur karena kita akan berangkat di sore hari ke rumah keluarga Radit." ucap Mamah nya.
"Mamah belum menjelaskan nya."
"Pergi tidur! Jangan membantah." ucap Mamah nya.
Abel menghela nafas panjang, dia pun mengikuti nya dan langsung tidur ke kamar.
Keesokan harinya Abel dan Kedua orang tua serta adik nya sudah siap-siap berangkat.
"Abel kenapa kamu sangat lama? Lihat ini sudah jam berapa?" ucap mamah nya.
"Aku perlu siap-siap juga mah." ucap Abel.
"Pakaian seperti apa yang kamu pakai? kenapa seperti wanita malam?" ucap pak Handoko karena sangat terbuka.
"Ini baju makan malam Pah." ucap Abel.
"Tukar yang lebih sopan. Papah gak mau!" ucap pak Handoko.
Abel menghela nafas panjang, dia sengaja memakai pakaian seperti itu agar banyak yang tidak suka kepada nya.
Mereka sampai di rumah keluarga Pak Malvin.
"Pak Malvin.. Bagaimana kabar bapak?" ucap Pak Handoko langsung menyapa Pak Malvin yang duduk di kursi roda.
Satu hari yang lalu dia baru saja kembali ke rumah, dia sudah lebih baik setelah di jenguk oleh Abel dan Radit.
Abel hanya tersenyum saja.
Dia melihat rumah orang tua Radit sangat lah besar sekali. Anggota keluarga nya juga sangat lah ramai.
Abel melihat Radit baru saja turun. Tadi nya dia sangat senang Radit tidak ada setelah melihat Radit dia kurang nyaman.
Akhirnya hari yang sangat di tunggu-tunggu kita bisa berkumpul di sini. setelah 25 tahun kedua keluarga ini bisa berkumpul lagi." ucap Pak Malvin.
Radit duduk di samping Abel.
"Kami sangat senang Pak Handoko dan istri nya merawat Abel sampai dewasa seperti sekarang ini." ucap Pak Malvin.
"Huff ya wajar lah orang tua ku merawat ku." batin Abel.
"Sudah saatnya kalian tau kalau kalian berdua sudah Di jodohkan, bahkan kalian sudah tunangan." ucap pak Malvin sambil mengeluarkan kotak cincin.
Cincin bayi yang mempunyai inisial.
"Ini adalah cincin kalian, kamu rasa kalian sudah cukup kenal. Tidak baik memperlambat acara pernikahan sebaiknya kita langsung membicarakan tanggalnya." ucap pak Malvin.
Abel mau menentang nya namun Radit langsung menahan nya.
"Jangan menghancurkan momen keluarga!" ucap Radit.
"lebih cepat lebih baik." ucap pak Handoko.
Abel sudah sangat ingin berkoar-koar namun tidak bisa.
Baiklah kalau begitu menurut kamu bagaimana Radit?" tanya pak Malvin.
"Saya dan Abel akan membicarakan hal ini dulu Pah." ucap Radit.
"Tidak bisa di tunda lagi Radit, dalam bulan ini kamu dan Abel harus memutuskan tanggal berapa." ucap Papah nya.
"Bulan ini, itu artinya lima hari lagi?" ucap Abel dalam hati.
"Baik lah Pah." ucap Radit.
Setelah selesai membahas itu Abel langsung keluar, Radit permisi dan mengejar Abel keluar.
"Argh!! Arghh!!" Dia sangat kesal sambil menendang pot bunga.
"Sepatu dan juga pot bunga itu tidak salah." ucap Radit. Abel Menatap Radit.
"Ngapain bapak ke sini?" ucap Abel.
"Saya sekarang tunangan kamu, jangan panggil saya Bapak karena sebentar lagi kita akan menikah." ucap Radit.
"Aku tidak mau menikah dengan bapak." ucap Abel.
"Tidak ada pilihan lagi, kita harus menikah karena kalau kita tidak menikah sesuatu yang Buruk akan terjadi." ucap Radit.
Abel menggeleng kan kepala nya.
"Apapun yang terjadi aku tidak perduli yang penting aku tidak akan menikah dengan pria seperti Bapak." ucap Abel.
"Ekhem-ekhem!!" Pak Malvin tiba-tiba datang. Abel yang tadi nya sangat marah langsung menunduk kan kepala nya..
"Apa yang kalian lakukan di sini? Ayo masuk nak." ajak pak Malvin.
Abel mengangguk. Abel membantu mendorong kursi roda calon mertua nya itu.
"Mereka makan malam bersama.
"Oh iya Abel sudah pintar masak?" tanya Istri pak Malvin.
Abel menoleh ke arah kedua orang tua nya.
"Abel selalu sibuk dengan kuliah dan sekarang sibuk bekerja sehingga dia jarang memasak." ucap Mamah nya Abel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments