Dia mengingat beberapa Bulan lalu sebelum Abel wisuda.
Pak Handoko dan Bu Lisma datang ke acara keluarga nya. Bukan pak Handoko yang meminta Abel bekerja di perusahaan Peninggalan Papah Radit, tapi keluarga lah yang meminta agar mereka saling dekat.
Awalnya Pak Handoko ragu dengan saran keluarga Radit, dia takut Putri nya akan membuat keluarga Radit kecewa.
Namun keluarga terus memaksa pak Handoko. Akhirnya mereka setuju dan langsung menyampaikan kepada Abel.
Pada saat itu Abel sangat senang sekali, ternyata dia bisa berpeluang bekerja di perusahaan impiannya walaupun hanya karyawan.
"Mamah siapa perempuan yang di jodohkan kepada ku dari bayi? Kenapa aku baru tau?" tanya Radit kepada Mamah nya.
"Mungkin sudah saatnya kamu tau dan melihat wajah tunangan kamu." ucap Mamah nya.
Radit mengikuti Mamah nya ke kamar. Mamah nya mengeluarkan Album foto.
"Ini adalah Abelia." ucap Mamah nya menunjukkan foto Abel yang di gendong oleh papah Radit waktu bayi. Dan kedua foto nya dengan Abel di gendong bersama Papah nya dan juga Pak Handoko.
Radit baru melihat foto itu.
"Kenapa sih mah aku harus di jodohkan? Kenapa Mamah sama Papah tidak membiarkan aku memilih calon ku sendiri sama seperti kakak-kakak ku?" ucap Radit.
"Mamah sama Papah tau kalau kamu pasti berat untuk ini, tapi ini semua di lakukan karena ada alasan nya." ucap Mamah nya.
"Karena pertemanan papah dengan pak Handoko? Kalian hubungan kalian yang baik aku menjadi korban." ucap Radit.
"Apa yang kamu katakan nak?" ucap Mamah nya.. Radit menghela nafas panjang.
"Mau bagaimana pun kamu harus menerima nya. Kalau kamu menolak nya papah kamu akan syok dia akan sedih." ucap Mamah nya.
Radit mengingat Papah nya yang sudah kritis di rumah sakit selama satu bulan.
"Mana wajah perempuan itu yang sekarang? Aku tidak berjanji bisa mencintai dia." ucap Radit. Mamah nya hanya bisa menghela nafas panjang.
"Ini wajah nya, dia sangat cantik." ucap Mamah nya.. Radit melihat foto Abel mulai dari kecil sampai yang sekarang.
Wajah nya benar-benar cantik tidak berubah sama sekali, benar-benar imut.
Minggu depan dia akan wisuda, mungkin sekitar dua bulan lagi dia akan mulai bekerja di perusahaan kamu." ucap mamah nya.
Tidak ada pilihan lain Radit harus menerima keputusan orang tua nya itu.
Sampai pada akhirnya dia bertemu dengan Abel untuk pertama kalinya, tunangan dari bayi namun bertemu setelah umur nya 27 karena dia beda dua tahun dengan Abel.
Keesokan harinya...
"Hoammm... Akhirnya aku bisa bangun pagi." ucap Abel sambil melihat jam.
Dia meregangkan otot-otot nya. "Badan ku pegal-pegal semua."
Dia membuka handphone nya sangat kaget melihat nomor baru mengirimkan pesan kepada dia.
"Jangan telat menjemput saya." isi pesan.
Abel melihat foto profil nya ternyata Direktur nya.
"Aaarrggg!!!!" Aku sangat malas bertemu dengan nya." ucap nya.
Namun tidak ada pilihan lain dia harus melakukan pekerjaan itu.
Tidak beberapa lama akhirnya dia sampai di rumah Radit.
"Rumah besar ini ternyata milik Pak Radit?" ucap Abel. mata nya tertuju ke arah mobil Sport yang tidak asing bagi nya.
Dia melihat supir sedang memanaskan mobil itu.
"Ini kan mobil yang aku tabrak itu." ucap Abel sambil mengelilingi mobil itu.
Ternyata bekas tabrakan nya belum diperbaiki, cukup parah.
"Mobil ini rusak, kenapa di panasin Pak?" tanya Abel.
"Kata Tuan Radit mobil ini akan di antar ke bengkel untuk di perbaiki, yang menabraknya sudah mau tanggung jawab." ucap supir.
Abel seketika langsung terdiam.
Dari teras Radit melihat Abel.
"Ini sudah jam berapa? Kenapa kamu masih di sana?" ucap Radit. Abel melihat Radit dia langsung menyusul nya.
"Selamat pagi pak, silahkan masuk." ucap Abel membuka pintu mobil.
"Jangan lupa ambil barang-barang saya di dalam." ucap Radit. Abel mengangguk.
"Aku harus baik-baikin pak Radit agar dia tidak mendesak uang dari ku." ucap Abel.
Namun dia sangat kaget melihat banyak nya barang-barang mau di bawa ke kantor.
"Apa semua barang-barang ini di bawa ke kantor bik?" tanya Abel.
"Iyah Mbak, langsung di bawa ke dalam mobil saja. Apa mau saya bantu?" tanya Bibik.
Abel menggeleng kan kepala nya.
"Saya bisa sendiri Bik."
Dari dalam mobil Radit melihat Abel yang mengangkat barang-barang ke dalam mobil.
"Bapak mau ke kantor seperti mau pindahan saja, aku sudah dandan cantik sekali semua nya berantakan!" ucap Abel.
"Mobil ini sangat kotor sekali, saya mau kamu membersihkan mobil ini." ucap Abel.
"Iyah nanti kalau ada waktu. Bawel banget." ucap Abel dengan ketus.
"Apa orang tua kamu mengajari kamu berbicara dengan atasan kamu seperti itu?" ucap Radit.
Abel menghela nafas panjang.
"Saya minta maaf Pak." ucap Abel memaksakan untuk tersenyum.
Abel melanjutkan perjalanan ke kantor.
"Apakah pekerjaan yang sudah berikan selesai? Kamu sudah memeriksa nya? Saya tidak ingin melihat yang kamu kerjakan berantakan." ucap Radit.
"Sudah Pak." jawab Abel.
"Apa kah kamu bisa memastikan semua nya bagus?" tanya Radit.
"Bapak bisa memeriksa nya setelah sudah sampai di kantor Pak." ucap Abel.
"Kamu sudah tau saya tidak suka dengan Karyawan yang bekerja tidak baik, tidak rapi dan tidak selesai tepat waktu." ucap Radit.
"Bapak bisa diam tidak?! Saya lagi menyetir. Ini bukan Kantor belum jam kerja, kenapa harus membahas pekerjaan di sini!" ucap Abel.
Radit kaget dia langsung terdiam menatap Abel dengan kaget. Abel menginjak rem mendadak dan marah.
Abel melanjutkan perjalanan lagi ketika Radit diam.
Sepanjang perjalanan Radit diam. Dia menunduk kan kepala nya sambil memegang dadanya.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai.
Abel menoleh ke arah Radit.
"Sudah sampai, Bapak bisa memeriksa pekerjaan saya." ucap Abel. Namun dia heran karena Radit sesak nafas memegang dadanya dan gemetaran.
"Pak! Bapak kenapa? Pak." panggil Abel.
"Obat saya, obat saya." ucap Radit sambil menunjuk kantong celana nya.
Abel memberanikan diri mengambil obat itu. Dia memberikan kepada Radit. Radit sedikit lebih baik namun dia berkeringat banyak.
"Bapak kenapa?" tanya Abel. Radit Menatap wajah Abel, tidak lama dia langsung pergi.
Abel kebingungan.
"Ada apa dengan pak Radit? Apa karena aku marah tadi?" ucap Abel.
"Lagian pak Radit terlalu banyak bicara, aku sedang pusing memikirkan uang memperbaiki mobil dan memikirkan tentang Gaga, dia membuat aku semakin kesal." ucap Abel.
Dia turun dari mobil membawa semua barang-barang Radit.
"Sini aku bantuin bawa tas pak Radit, kamu langsung bekerja saja." ucap Novi. Abel mengantarkan tas Radit sekaligus mau melihat keadaan nya, namun karena sudah ada Novi dia tidak jadi masuk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
noty larasati
abel pemarah amat thor
2024-08-07
1
abdan syakura
Astaghfirullaah...
Si Radit sakit sesak nafas ayo jantung ya?
2023-03-03
2