Radit mengikuti suruhan tangan Abel.
Tidak beberapa lama akhirnya selesai.
Abel membalut lagi.
"Aku tidak yakin kalau bapak di rawat oleh ku, sebaiknya bapak mencari ahlinya saja." ucap Abel melihat Radit berbaring lemas karena menahan sakit yang cukup lama.
Radit tidak menjawab apapun.
"Sebaiknya bapak istirahat di kamar Bapak saja. Aku akan pulang." ucap Abel.
Satu bulan sudah Abel bekerja di perusahaan Radit. Waktu nya dia gajian.
Setelah menerima gaji dia melihat gaji nya yang tidak seberapa. Dia kembali melihat tagihan memperbaiki mobil.
"Aaahh aku bisa stress kalau seperti ini. Belum lagi Mila dan Mamah yang minta uang." ucap nya.
Radit masuk ke dalam mobil nya. Dia langsung menyimpan uang dan duduk dengan benar.
"Tumben sekali mobil kamu bersih?" ucap Radit. Abel Mengangguk.
"Humm." jawab nya.
"Ada apa dengan wajah mu? bukan nya kamu baru saja gajian? Semua orang yang baru saja gajian pasti sangat ceria." ucap Radit.
Abel menghela nafas panjang.
"Saya belum bisa menebus mobil Bapak yang masih di bengkel." ucap Abel.
"Huf saya sudah menduga itu, gaji kamu di kantor hanya cukup makan dan perawatan kamu." ucap Radit.
Abel terdiam.
"Saya yakin tiga bulan bekerja pun kamu tidak akan bisa membayar nya." ucap Radit.
"Saya yakin bisa pak, saya mohon jangan melibatkan orang tua ku." ucap Abel.
Radit menatap Abel.
"Baiklah saya akan menunggu dua bulan lagi." ucap Radit.
"Sebaiknya kita segera pulang, sore ini kamu harus membawa saya berkunjung ke rumah sakit." ucap Radit.
"Rumah sakit?" ucap Abel.
"Iyah, rumah sakit tempat papah saya di rawat." ucap Radit.
"Humm bagaimana kalau orang tua saya tidak mengijinkan saya pak?" ucap Abel.
"Kamu ijin saja, mereka pasti mengijinkan nya. Malam ini kita Akan menginap di penginapan dekat rumah sakit dan besok malam kita akan kembali ke kota ini lagi." ucap Radit.
Abel tidak bisa menolak nya.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di rumah Radit dia menelpon orang tua nya.
"Halo Mah aku sudah mengirimkan kan gaji pertama ku ke rekening Mamah." ucap Abel.
"Kenapa kamu mengirimkan semua nya nak? Lalu bagaimana dengan kamu?" tanya Mamah nya.
"Aku ada kok Mah, Mamah bisa memakai nya untuk apa yang Mamah pengen, jangan menyimpan nya." ucap Abel.
"Baiklah nak, terimakasih banyak yah. Nanti Mamah Akan berbicara dengan papah kamu." ucap mamah nya.
"Humm malam ini aku tidak bisa pulang mah, aku akan pulang besok karena aku ada tugas mengantarkan bos ku mengunjungi orang tua nya di rumah sakit di luar kota." ucap Abel.
"Oohh ya udah gak apa-apa nak, hati-hati yah." ucap mamah nya. Abel terdiam kaget dan heran.
"Mamah serius mengijinkan nya? Ini pertama kali nya aku tidak pulang, apa Mamah yakin Papah tidak Marah?" ucap Abel.
"Papah kamu pasti setuju, kamu siap-siap lah, berhati-hati di jalan yah." panggilan langsung mati.
"Ini sangat aneh sekali, kenapa sih setiap kali aku ijin mengenai pak Radit Mamah sama Papah mengijinkan nya tampa ragu-ragu." ucap Abel.
"Padahal dulu ijin buat tugas kelompok pulang malam saja tidak boleh." batin Abel.
"Saya tidak menyangka kalau kamu anak yang sangat berbakti kepada orang tua, kamu tidak menyisakan gaji mu untuk kepentingan mu sama sekali." ucap Radit.
"Sejak kapan bapak berdiri di sana?" ucap Abel kaget.
"Belum lama." ucap Radit.
"Yang aku kasih ke mereka tidak lah seberapa, ini adalah gaji pertama ku, pemberian pertama ku, aku sangat senang." ucap Abel.
Radit mengangguk sambil tersenyum tipis.
"Kalau begitu sekarang kita harus berangkat." ucap Radit. Abel mengangguk.
Di dalam mobil Abel melihat tangan Radit.
"Aku lupa menukar pembalut tangan bapak." ucap Abel.
"Tidak perlu, lakukan setelah sudah sampai di penginapan saja." ucap Radit.
"Bapak yakin akan baik-baik saja dengan perban yang sudah kotor seperti ini?" ucap Abel.
"Menyetir lah dengan baik." ucap Radit. Abel menghela nafas panjang.
Mereka pun melakukan perjalanan.
Satu jam di perjalanan Abel mulai mengantuk dia juga sudah lelah, namun di Maps masih butuh dua jam perjalanan lagi.
Dia menoleh ke arah samping nya ternyata Radit tidur.
"Huff bisa-bisa nya dia tertidur dengan sangat pulas membiarkan wanita menyetir!" ucap Abel.
Dengan iseng tiba-tiba dia menginjak rem mendadak sampai berbunyi kebetulan jalanan sepi membuat Radit kaget.
"Aarrhh!! Apa yang terjadi?" ucap Radit. Abel melihat komuk Radit langsung tertawa. Radit melihat tidak terjadi apa-apa langsung terdiam.
"Pak.. Pak.. Bapak kenapa?" tanya Abel karena Radit tiba-tiba sesak nafas dan memegang dadanya.
"Obat..." Ucap Radit. Abel mengambil obat Radit dan memberikan nya.
"Bapak tidak apa-apa?" tanya Abel.
Radit Menatap Abel. "Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu melakukan itu?" tanya Radit.
"Ma-maaf pak, saya tidak tau akan seperti ini, saya hanya membangun kan bapak." ucap Abel.
"Kamu benar-benar menguji kesabaran saya Abel! Kalau seandainya saja karena orang tua saya, saya akan memasuk kamu ke penjara!" ucap Radit.
Abel terdiam. Dia kembali duduk di kursi nya.
"Maafkan saya Pak."
Lagi-lagi karena sifat iseng dan jengkel nya kepada Radit dia terkena masalah lagi.
Dia melanjutkan perjalanan. Selama perjalanan Radit tidak bisa tidur lagi dia memegang tangan nya mungkin yang terbentur ke sesuatu benda.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai.
"Mah aku sudah sampai di penginapan, mungkin Besok pagi aku akan langsung ke rumah sakit." ucap Radit kepada seseorang yang di balik telepon.
"Baiklah nak, kamu istirahat lah, pasti sangat lelah di perjalanan." ucap Mamah nya.
Panggilan pun mati.
"Orang tua bapak yah?" tanya Abel penasaran.
Radit menoleh ke arah Abel yang masih duduk di samping nya.
Abel di tatap seperti itu langsung menunduk.
"Tidak perlu kepo! Sekarang check in saya sudah sangat lelah." ucap Radit.
"Cihh dia hanya duduk dengan santai saja langsung mengeluh kecapean." ucap nya dengan kesal.
"Saya bisa mendengar nya." ucap Radit.
"Maaf." Abel masuk ke dalam hotel.
Tidak beberapa lama dia kembali.
"Hotel ini hanya memiliki satu kamar yang tersisa Pak, apa kita akan mencari penginapan yang lain?" tanya Abel.
"Satu kamar?" ucap Radit.
"Humm ekstra bad." ucap Abel.
"Hanya ini penginapan yang ada di sini dekat ke rumah sakit, saya sudah tidak bisa menahan sakit tangan dan kepala saya, ambil saja kamar itu." ucap Radit.
"Hah! saya dengan bapak satu kamar?" ucap Abel.
"Kalau kamu tidak mau, kamu bisa tidur di dalam mobil." ucap Radit. Abel menghela nafas panjang akhirnya dia tetap memilih tidur di kamar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
noty larasati
lanjut thor
2024-08-07
1