"Saya tidak memiliki waktu untuk mengikuti kamu, saya tau karena tadi malam kamu memanggil nama nya berulang kali. Saya yakin kamu pasti sangat sedih sekali." ucap Radit.
Abel menepuk lengan Radit.
"Kakak diam saja, aku hanya mengigau, aku tidak ada masalah hanya pengen minum saja." ucap Abel.
"Humm masa sih? saya melihat kamu menangis selama berjam-jam, dan hari ini wajah kamu sangat cemberut tidak seperti biasanya." ucap Radit.
"Sudah jangan membahas itu lagi, bapak hanya membuat ku kesal saja." ucap Abel dengan kesal.. Radit tertawa kecil.
"Putus cinta itu adalah hal yang biasa. Tidak perlu berlebihan menyiksa diri sendiri." ucap Radit. "Kakak tidak tau rasanya mencintai seseorang dengan sangat tulus ketika di hianati akan terasa tertusuk panah, kakak tidak akan tau itu karena kakak tidak perlu tulus." ucap Abel.
Radit hanya bisa terdiam.
Tidak beberapa lama akhirnya sampai di lokasi. Cukup jauh memakan waktu dua jam di perjalanan.
Sampai di lokasi mereka bertemu dengan klien yang ternyata orang besar sehingga kali ini Radit lah yang datang menemui mereka ke sana.
Setelah Satu jam berbincang-bincang di sana satu jam dan juga membicarakan pekerjaan akhirnya selesai juga.
"Terimakasih banyak waktu nya pak, saya senang bisa bekerja sama dengan bapak." ucap Radit.
"Sama-sama pak Radit."
"Terimakasih banyak pak. Sampai bertemu di pertemuan selanjutnya." ucap Abel.
"Apa kamu adalah Sekretaris Pak Radit? Sebelum nya saya rasa bukan kamu." ucap Klien nya kepada Abel.
"Dia adalah yang bertanggung jawab atas kerja sama dengan bapak. Perkenalkan dia Abel calon istri saya." ucap Radit.
Abel kaget karena Radit sangat jujur kepada klien nya itu.
Mereka cukup terkejut mendengar Radit. "Jadi rumor kalau bapak akan menikah itu benar?" tanya Klien nya. Radit mengangguk.
"Selamat yah Pak, semoga acara nya lancar sampai hari H." ucap klien nya.
"Terimakasih banyak Pak." ucap Radit. Setelah selesai mereka makan bersama di salah satu restoran milik klien nya itu.
Tidak terasa sudah sore saja Mereka sudah berpamitan kepada klien nya untuk Pulang ke kota mereka.
"Kakak kenapa sih harus memberi tau kepada klien kita tentang pernikahan itu?" tanya Abel. "Apa yang salah dengan itu?" tanya Radit.
"Aku tidak mau! Aku tidak suka kalau orang lain tau. Bukan kah pembicaraan nya pernikahan kita hanya orang-orang tertentu saja yang di undang?" ucap Abel.
Radit diam. "Pokoknya aku gak mau kalau sampai orang lain tau pernikahan kita. orang kantor juga tidak boleh tau." ucap Abel.
Radit memilih diam dari pada harus ribut dengan calon istri nya itu.
Di jam 19:20 akhirnya mereka sampai di rumah Radit.
"Kamu yakin mau langsung pulang ke rumah? Kamu tidak mau menginap di sini?" tanya Radit.
"Aku pulang saja, mamah sama papah akan marah kalau aku menginap lagi." ucap Abel.
"Baiklah kalau begitu kamu hati-hati yah. Kabarin saya kalau kamu sudah sampai di rumah." ucap Radit.
Abel tidak menghiraukan Radit dia langsung pergi.
Beberapa hari kemudian.. Dua hari sebelum pernikahan..
Abel baru saja selesai Makan malam bersama Radit untuk kedua kalinya.
"Huff tidak terasa yah dua hari lagi aku akan menjadi seorang istri." batin Abel. Dia melihat handphone nya yang benar-benar tidak pernah di buka oleh nya.
"Maafin aku Gaga aku tidak tau harus melakukan apa untuk sekarang ini, aku hanya bisa mengikuti arus saja." ucap Abel. Dia berbaring di kasur nya menatap langit-langit kamar nya dengan tatapan kosong.
Sebenarnya Gaga setiap hari datang untuk mencari Abel namun orang tua nya mengusir dan mengancam Gaga kalau dia datang dan mengganggu Abel mereka akan memberi tau kepada orang tua Gaga.
Gaga tidak mau berhenti dia menacari ke tempat Abel bekerja namun Abel bersembunyi dia juga sudah sering ikut bekerja di luar bersama Calon suami nya.
Baru saja dia mau istirahat tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
"Masuk!" ucap Abel.
"Abel.. Kenapa nomor kamu sampai sekarang tidak aktif? Tadi Bibik di rumah Radit menelpon mamah, kata nya Kamu di suruh ke sana." ucap Mamah nya.
"Ini sudah malam Mah." ucap Abel.
"Seperti nya keadaan nya darurat nak, sebaik nya kamu saja melihat nya." ucap mamah nya.
Abel menghela nafas panjang..
"Aku sudah sangat lelah mah."
"Jangan sampai papah kamu tau tentang hal ini. Apa kamu mau mamah temanin?" tanya mamah yang.
"Baiklah-baiklah aku akan pergi." ucap Abel dia menukar pakaian nya terlebih dahulu karena masih memakai dress.
"Perasaan tadi tidak mengatakan apapun, sekarang malah meminta ku untuk datang." batin Abel.
Dia menyetir sendirian ke arah rumah Radit. Tidak beberapa lama akhirnya sampai.
"Permisi Bik." Panggil Abel. Namun tidak ada jawaban. Rumah kelihatan sangat sepi sekali.
"Kemana Bibik dan Kak Radit?" ucap Abel.
"Bikk!! Panggil Abel.
"Non Abel, akhirnya non datang juga. Non harus melihat keadaan Tuan muda sekarang." ucap Bibik. "Kenapa? Ada apa dengan Kak Radit?" tanya Abel.
Bibik langsung menarik tangan Abel ke kamar Radit. Abel sangat kaget melihat seluruh tubuh Radit merah-merah.
"Apa yang terjadi?" tanya Abel kaget.
"Seperti nya Tuan muda salah makan sesuatu." ucap Bibik. Abel mengingat makan malam tadi dia rasa tidak ada yang aneh.
"Tadi non makan malam dengan tuan kan? apa yang di makan oleh Tuan?" tanya Bibik.
"Tidak banyak Bik. Ada Kerang dan Juga Udang saja, yang lain nya hanya makanan penutup saja." ucap Abel.
"Apa Tuan Muda memakan Udang dan kerang itu?" tanya Bibik.
Abel mengangguk.
"Itu adalah makanan kesukaan saya, kemarin kak Radit sudah memesan semua makanan yang dia suka dan aku harus memakan nya, sekarang gantian." ucap Abel.
"Pantesan saja Tuan muda seperti ini, dia alergi kepada udang dan Kerang." ucap Bibik.
"Tapi awalnya baik-baik aja bik, Lagian Kak Radit gak ngomong apa-apa." ucap Abel.
"Kalau seperti ini Tuan muda Akan demam tinggi, Sebelum acara tuan muda harus sembuh." ucap Bibik.
"Palingan besok sembuh bik." ucap Abel. Bibik menggeleng kan kepala nya.."Tuan muda kalau sakit susah sembuh Non, saya juga tidak tau kenapa, Lihat saja tangan nya." ucap Bibik.
"Bibik tidak perlu khawatir, karena ini salah ku aku akan membantu mengurus Kak Radit, aku minta maaf sudah membuat Bibik khawatir." ucap Abel.
"Iyah Non, terimakasih banyak, Tuan Malvin dan Juga Nyonya memesan kan untuk non Abel yang merawat tuan muda karena mereka percaya Tuan Akan cepat sembuh kalau di rawat dengan tulus." ucap Bibik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 194 Episodes
Comments
noty larasati
sebenarnya ada rahasia apa dlm pejodohan mereka thot
2024-08-08
0