"Aku sudah meminta maaf padanya, kenapa dia bersikap berlebihan," gumamnya.
"Apa? Menjilati sepatu kalian? Maaf, aku tidak mau," ucapnya.
"Jika kamu tak ingin menjilati sepatu kami berdua, maka kami tak akan memaafkan kamu."
"Aku tak peduli mendapatkan maaf dari kalian berdua atau tidak, Nona. Aku masih memiliki harga diri, walaupun aku hanyalah pria miskin, dan aku tidak ingin harga diriku diinjak-injak," ucapnya.
"Jadi, kamu berani menantang kami berdua, dasar pria miskin."
"Kalau iya, memangnya kenapa? Jangan hanya karena kamu adalah keturunan orang kaya, kamu berlaku seenaknya."
Kiara sangat geram dengan omongan dari Bian, begitu juga dengan ayahnya Kiara. Ingin rasanya mereka berdua merobek-robek mulut Bian.
Kali ini giliran Samuel yang melakukan aksinya, Samuel menghampiri kami semua.
"Maaf, apa aku menganggu kalian?"
"Siapa dia?" gumam semua orang karena mereka baru melihat siapa Samuel.
"Tuan Bian, kita bertemu lagi," ucapnya.
"Tuan Samuel!" ucapnya kaget, padahal ia hanya berpura-pura saja.
"Tuan Samuel? Bian, apa kamu kenal siapa dia?" ucap Laura.
"Selamat ulang tahun, Tuan Kiehl. Saya perwakilan dari perusahaan B dan Keluarga Stuart mengucapkan selamat ulang tahun pada Tuan."
"Dia adalah perwakilan dari perusahaan B dan Keluarga Stuart," bisik semua orang.
"Tuan Kiehl, mohon maaf atas ketidakhadiran Tuan saya karena mereka masih ada urusan pekerjaan."
"Tapi sebagai gantinya, dia memberikan ini pada Tuan." Samuel kemudian memberikan sebuah map yang isinya kontrak kerja dengan Perusahaan B Corporation dan juga sebuah lukisan yang sangat mahal.
"Tuan, apa ini tidak berlebihan?" ucap Tuan Kiehl.
"Tidak berlebihan sama sekali, Tuan Kiehl. Ini juga sebagai balas budi kami pada cucu menantu Tuan Kiehl."
"Cucu menantuku?"
"Iya, Tuan. Kemarin aku dan Tuanku bertemu dengan Tuan Bian di jalan. Pada saat itu, mobil yang aku tumpangi mengalami kendala, dan Tuan Bian yang membantu kami."
"Ketika Tuanku akan memberikan imbalan, dia malah pergi begitu saja. Ketika aku mendengar bahwa Tuan akan melaksanakan ulang tahun, sebagai gantinya Tuanku memberikan hadiah pada Tuan karena Tuan adalah kakek menantunya Tuan Bian."
Semua orang kaget dengan perkataan dari Samuel, begitu juga dengan seluruh keluarga Kiehl, tak terkecuali Laura. Dia masih tak percaya dengan apa yang ada di depan matanya itu.
"Oh ya, Tuan Bian, Tuanku mengucapkan terima kasih karena telah membantunya kemarin," ucapnya.
"Jangan dipikirkan, tolong sampaikan salamku padanya."
"Baik, Tuan Bian, akan aku sampaikan."
"Bagaimana mungkin dia mengenal pimpinan Perusahaan B ini, pasti hanya kebohongan belaka," ucap Kiara yang tak percaya.
"Apa yang kamu katakan, Nona?" Tanya Samuel.
"Kamu pasti sedang bekerjasama kan, ngaku kalian."
"Kerjasama? Aku tidak maksud apa perkataan kamu, Nona."
"Aku tahu kamu dan pria miskin ini sedang merencanakan sesuatu. Kamu mengakui bahwa kamu adalah perwakilan perusahaan B, padahal kamu sama seperti dia, yaitu pria miskin."
Samuel menghela nafas kemudian melemparkan kartu namanya tepat di muka Kiara, "Baca baik-baik, Nona Kiara," ucapnya, lalu Kiara mengambil kartu nama yang jatuh ke lantai.
"Samuel Stuart, Wakil pimpinan Perusahaan B,"
"Kamu sudah lihat kan, Nona Kiara? Kalau sudah tahu, tolong kembalikan kartu nama itu," ucap Samuel dengan tangan yang sangat gemetar, Kiara memberikan kartu namanya.
Semua orang yang tadinya tak percaya bahwa Samuel adalah pimpinan Perusahaan B, menjadi percaya terlebih lagi nama Samuel adalah Samuel Stuart. Samuel saat masih kecil telah diadopsi oleh keluarga Stuart dan sudah menjadi bagian dari keluarga tersebut.
"Oh ya, aku ingat, bukankah Tuan Samuel itu?" Tanya salah satu tamu undangan.
"Apa kamu kenal dengannya?"
"Aku kenal dengannya, Samuel Stuart adalah anak angkat dari Keluarga Stuart dan dia juga orang yang paling di percaya oleh Tuan muda Stuart dan Nona muda Stuart."
"Kecerdasannya di atas rata-rata, bahkan dia pernah menghancurkan satu perusahaan dengan otaknya."
"Tuan, kamu terlalu berlebihan. Jika dibandingkan dengan Tuanku, aku bukanlah apa-apa."
"Wah, ini baru pertama kalinya aku melihat Tuan Samuel. Kalau Tuan Samuel saja memang hebat dan dia juga sangat tampan, bagaimana dengan Tuan Muda B? Dia pasti sangat tampan," ucap salah satu wanita.
"Tuan Samuel, bisakah kamu kenalkan kami pada Tuan B? Aku ingin mengenalnya."
"Maaf Nona, saat ini Tuan B sedang berada di luar negeri. Walaupun kamu ingin mengenalnya, namanya mungkin dia tidak ingin mengenalmu."
"Memangnya kenapa?"
"Karena dia sudah memiliki seseorang yang dia cintai," ucapnya lalu kemudian dia melirik Bosnya.
"Bagaimana, Bos? Aktingku bagus, kan?" gumamnya. Bian mengerti maksud dari tatapan Samuel dan hanya mengangguk.
"Tuan Kiehl, apa kamu sudah memutuskan untuk bekerjasama dengan Perusahaan B?"
"Tuan, aku sangat setuju untuk bekerjasama dengan Perusahaan B. Terima kasih atas hadiahnya."
"Jangan berterimakasih padaku, ini aku lakukan karena Tuan Bian. Seharusnya Tuan berterimakasih pada Tuan Bian."
"Kalau begitu, aku pamit dulu, Tuan."
"Tuan Samuel, kenapa kamu sangat terburu-buru sekali? Apa kamu tidak ingin menikmati hidangannya?"
"Maaf, Tuan Bian. Aku masih ada urusan. Kapan-kapan kita akan bertemu lagi," ucap Samuel lalu dia langsung pergi dari pesta tersebut.
Saat Samuel sudah pergi, semua orang menghampiri Bian. Mereka ingin diperkenalkan oleh Tuan Muda B.
"Tuan Kiehl, sepertinya cucu kamu bisa mendapatkan suami yang cukup hebat."
"Roberto, kapan kamu datang?" Roberto salah satu teman dari Tuan Kiehl, mereka adalah teman sejak kecil.
"Baru saja, maaf aku terlambat tapi aku tadi mendengar apa yang terjadi."
"Tuan Kiehl, siapa cucu menantu kamu itu? Kenapa dia sangat mengenal wakil pimpinan perusahaan B?"
"Dia hanya orang biasa saja."
"Orang biasa, tapi dia sangat mengenal Tuan Samuel. Sepertinya kamu mendapatkan cucu menantu yang berpotensi."
Singkat cerita, acara ulang tahun telah selesai.
Di dalam mobil, Laura ingin tahu bagaimana Bian bisa bertemu dengan Tuan Samuel.
"Bian, kapan kamu bertemu Tuan Samuel?"
"Kemarin, memangnya ada apa?"
"Bagaimana bisa kamu bertemu dengannya? Bukankah setiap hari kamu selalu di rumah?"
"Aku kemarin bertemu dengannya saat aku membeli bahan makanan. Saat aku dalam perjalanan pulang, aku melihat mobil seseorang yang mengalami masalah dan aku membantunya. Aku tidak tahu bahwa mobil tersebut adalah milik Tuan B."
"Kemudian aku berkenalan dengan mereka berdua, setelah itu aku pergi begitu saja."
"Apakah kamu melihat wajah Tuan Muda B? Bagaimana wajahnya bisa kamu ceritakan padaku."
"Kenapa kamu sangat ingin tahu tentang Tuan Muda B? Apa kamu menyukainya, padahal kamu sudah memiliki seorang suami."
"Siapa yang menyukainya, dasar bodoh! Aku hanya mengaguminya saja. Aku sangat mengaguminya karena kabarnya dia sudah mendirikan perusahaan pada saat masih muda," ucapnya.
~Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Adiwaluyo
wooooo, pertunjukan yang sangat baik,, coba bian sadar dari ingatannya pasti semua akan terkejut dan mengejarnya.
ayo lanjut boss bab selanjutnya
2023-01-22
2