Setelah memeriksa Brian, Dokter tersebut langsung pergi dari kediaman keluarga Stuart.
Semuanya masih menatap wajah Brian. Berminggu-minggu mereka harus kehilangan sosok seorang Brian, tapi setelah dia kembali, justru Brian melupakan semuanya.
Gracia dan Amelia masih tetap menjaga Brian, sementara David dan juga Samuel kembali ke ruangan kerjanya masing-masing.
"Samuel, ada yang ingin aku tanyakan padamu!"
"Apa yang ingin Tuan tanyakan?"
"Katanya, Brian sudah menikah, dan aku ingin tahu siapa wanita yang telah menikah dengan putraku."
"Baik, Tuan."
"Oh ya, sebentar lagi Kakakku akan kembali. Tolong jemput dia di bandara."
"Baik, Tuan." Samuel kini meninggalkan ruangan Tuan besar David.
Sementara itu, Alex dan istrinya beserta anaknya sudah sampai di bandara kota York, dan dia menghubungi David. David sudah menyuruh Samuel untuk datang menjemput mereka.
Samuel kini sudah sampai di bandara, melihat Tuan Alex, ia melambaikan tangannya, dan Alex beserta istrinya dan anaknya menghampiri mobil Samuel.
"Selamat datang kembali, Tuan Alex dan Nyonya Alice."
"Dan selamat datang juga, Nona Aurel."
"Katanya Brian telah kembali, bagaimana kondisinya?"
"Saat ini dia sedang dirawat. Tadi dia pingsan, dan sekarang dia sedang beristirahat."
"Apa? Pingsan? Kenapa Kak Brian bisa pingsan?"
"Tuan muda mengalami amnesia, dia sampai tidak mengenali keluarganya. Mungkin dia pingsan karena dia ingin mengingat semuanya kembali."
"Terus bagaimana sekarang keadaannya? Apa dia sudah sadar?" ucap Alice.
"Untuk saat ini, Tuan muda belum juga sadar."
"Semoga dia baik-baik saja," ucap Alex.
Mereka semua sudah sampai di mansion.
Mereka kini sudah berada di dalam mansion, dan Alice dan suaminya langsung menemui Brian, begitu juga dengan Aurel yang ingin melihat keadaan kakak sepupunya.
Mereka kini sudah sampai di kamar tempat Brian dirawat, disana mereka bertiga melihat Gracia, ibunya Brian, dan juga Amelia, adiknya Brian.
"Bagaimana keadaannya, Gracia?" ucap Alice.
"Kak Alice, kapan kamu kembali?" ucap Gracia yang kaget dengan kedatangan kakak iparnya.
"Baru saja, aku mendengar bahwa Brian telah kembali, makanya kami semua langsung datang kesini."
"Tante, bagaimana keadaan Kak Brian, dia baik-baik saja kan?" tanya Aurel.
"Dia baik-baik saja, sayang. Sekarang dia sedang beristirahat, lebih baik jangan ganggu dia."
Aurel hanya mengangguk. "Bagaimana dia bisa ditemukan? Bisakah kamu menceritakan pada kami berdua?"
Akhirnya Gracia mengatakan bahwa semalaman Amelia dan juga Samuel melihat seseorang yang sangat mirip dengan Brian. Mereka berdua mengambil foto dari pria tersebut, dan saat mereka mencocokkan fotonya, ternyata sangat mirip.
Karena Alice sangat penasaran, dia kemudian mendengar ingin mendengar kembali apa yang terjadi setelah itu.
Gracia kemudian melanjutkan ceritanya. Setelah mengetahui bahwa laki-laki tersebut adalah Brian, Samuel langsung menjemput Brian di sebuah apartemen dan dia langsung dibawa kesini.
Tapi saat dia sudah sampai di sini, dia tidak mengenali kami semua.
"Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Samuel, keponakanku mengalami amnesia."
Brian kemudian bangun dari pingsannya.
"Brian, kamu sudah sadar, sayang?" ucap Gracia.
"Kenapa aku bisa ada di sini?" ucapnya.
"Kamu tadi pingsan, dan sekarang kamu sedang dirawat."
"Sejak kapan aku pingsan?"
"Sejak tadi. Kamu mengalami kelelahan, makanya kamu pingsan."
"Kak Brian!" Aurel langsung berhamburan ke pelukan Brian.
"Siapa dia? Kenapa dia memanggilku kakak? Apa dia juga adikku?"
"Brian, sepertinya kamu belum juga mengingatnya. Anak perempuan ini adalah Aurel, dia adalah adik sepupumu."
"Adik sepupu?" ucap Brian, lalu Brian melihat raut wajah Aurel.
"Kakak, ini aku, Aurel. Apa kakak melupakanku?"
"Maaf? Kakak belum bisa mengingat siapa kamu, tapi kakak akan berusaha untuk mengingat kembali siapa kalian."
"Oh ya Bu, berapa lama aku pingsan?"
"Sekitar tiga atau empat jam."
"Apa? Kenapa aku bisa pingsan lama sekali, aku harus kembali, istriku pasti akan memarahiku."
"Brian, kamu sedang sakit, lebih baik kamu istirahat saja."
"Tidak Bu, aku harus kembali, aku tidak ingin istriku marah."
"Memangnya siapa yang berani marah-marah pada anakku, biar aku hadapi."
"Tidak usah Bu, aku harus membuatkan makanan untuk istriku. Mungkin dia akan kembali dan aku belum menyiapkan makanan."
"Kenapa kamu kelihatan sangat takut dengan istrimu?"
"Aku bukan takut dengan istriku, tapi aku menghormatinya. Istriku sedang hamil, dan aku harus bisa menjaganya selama kehamilannya."
"Apa? Istri kamu hamil? Bukankah kalian baru menikah dua minggu yang lalu? Kenapa sekarang dia sudah hamil?"
"Panjang ceritanya, bu. Aku pamit pulang."
"Brian, tunggu! Biarkan Samuel yang mengantar kamu."
"Samuel, kamu antar Brian ke tempat istrinya."
"Baik Nyonya."
Brian dan Samuel sudah pergi meninggalkan kediaman Mansion keluarga Stuart.
"Maaf, Bos. Aku merepotkan kamu."
"Bos, jangan panggil aku Tuan, cukup panggil aku Samuel saja. Aku tidak pantas dipanggil Tuan olehmu."
"Gracia, kenapa kamu membiarkan putra kamu pergi? Apa kamu tidak kangen dengan dia?" Alice tak habis pikir kenapa adik iparnya membiarkan keponakannya pergi.
"Aku memang sangat kangen dengannya, dan aku juga berharap dia tetap di sini. Tapi kamu melihat kan, dia merasa sangat cemas ketika memiliki seorang istri. Aku ingin tahu siapa wanita yang telah menaklukkan anakku."
"Dan juga, jika aku terus memaksa dia tinggal di sini, dia pasti akan merasa sakit kembali. Aku tidak ingin anakku pingsan lagi."
"Biarkan saja dia mengingat kembali semua kenangan yang ada di rumah ini."
Sementara itu, Brian masih mengingat ketika semua orang menyambutnya dengan baik. Ada seseorang yang mengaku bahwa dia adalah ibu dan ayahnya, ada juga yang mengaku adiknya. Brian tiba-tiba meneteskan air matanya.
"Bos, kamu kenapa menangis?"
"Kenapa aku tak bisa mengingat kalian? Padahal aku sudah berusaha untuk mengingatnya, tapi aku tidak bisa."
"Bos, sabarlah. Kami semua pasti akan membantu bos mengingat kembali."
Brian mengusap air matanya. "Bisakah kamu ceritakan masa lalu aku sebelum mengalami kecelakaan?"
"Bos, apa kamu serius ingin mengetahuinya?"
"Aku ingin mengetahui semuanya, karena jika tidak, aku pasti akan terus menjadi seperti ini tanpa tahu siapa aku."
Samuel akhirnya mengatakan bahwa dirinya adalah Brian Stuart dan dia adalah pemilik perusahaan B Corporation. Perusahaan B adalah perusahaan yang didirikan oleh Brian sendiri.
"Aku mendirikan perusahaan B?"
"Iya, bos. Kamu mendirikan perusahaan B dan apakah bos tahu aku dan bos sudah berteman sejak kecil."
"Bahkan saat pertama kali bos mendirikan perusahaan, orang yang pertama bos rekrut adalah diriku."
"Benarkah? Lalu bagaimana aku bisa mengalami kecelakaan?"
"Bos mengalami kecelakaan saat akan pulang ke mansion untuk merayakan ulang tahun adik bos. Bos yang baru saja membeli sebuah hadiah mengalami sebuah kecelakaan dan menyebabkan mobil bos terlempar ke sungai."
~Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Adiwaluyo
semua butuh proses untuk mengembalikan ingatannya
2023-01-21
0