"Jika Bos ingin mengetahui yang sebenarnya, Bos bisa ikut denganku!"
"Kemana?"
"Kita akan bertemu dengan seorang perempuan yang sering Bos mimpikan."
Brian akhirnya mengikuti Samuel untuk mencari tahu siapa sebenarnya sosok wanita tersebut.
Brian kini sudah masuk ke dalam mobil, dan Samuel mengemudikan mobilnya.
mereka berdua sampai di sebuah mansion yang sangat mewah. Mansion tersebut seperti sebuah istana.
"Silahkan, Bos," ucap Samuel sambil membuka pintu untuk Brian. Brian kemudian mengucapkan terima kasih dan keluar dari mobil.
Saat pertama kali dirinya menginjakkan kaki di tempat tersebut, Brian seperti mengingat masa lalu yang telah hilang.
"Mari, Bos, kita masuk." Samuel mengajak Brian untuk masuk ke dalam mansion. Brian melihat sekeliling mansion, dan dia merasa bahwa dirinya pernah datang ke sini bahkan merasa pernah tinggal di tempat ini.
Akhirnya, mereka sudah sampai di depan pintu mansion, Samuel kemudian masuk bersama dengan Brian.
Semua pelayan yang melihat Samuel masuk langsung memberi hormat, lalu ketika mereka melihat Brian, semua pelayan langsung kaget dan tak percaya.
"Tuan muda!" ucap semua karyawan berteriak.
"Tuan muda, kemana saja selama ini?" Semua pelayan di mansion tersebut sangat senang dengan kembalinya Tuan muda Brian. Saat pertama kali mereka mendengar bahwa Tuan muda Brian mengalami kecelakaan dan dinyatakan meninggal dunia, semua pelayan di mansion keluarga Stuart sangat merasa sedih. Karena bagi para pelayan, sosok Tuan muda Brian adalah orang yang sangat ramah.
"Maaf, kalian siapa? Dan kenapa kalian semua memanggilku tuan muda?" Semua pelayan kaget dengan apa yang dikatakan oleh Brian. Lalu Samuel menjelaskan bahwa Tuan muda Brian sedang mengalami amnesia, sehingga dia belum bisa mengingat siapapun.
Semua pelayan yang mendengar hal itu merasa sangat sedih, tapi mereka akan mencoba membantu Tuan muda Brian agar bisa mengingat kembali.
Sementara itu, salah satu pelayan memanggil Tuan besar dan Nyonya besar beserta Nona muda.
"Maaf menganggu waktunya, Tuan besar."
"Iya, ada apa?"
"Tuan muda?"
"Tuan muda? Apa maksudmu?"
"Tuan muda Brian telah kembali," ucap pelayan tersebut. Lalu mereka bertiga langsung kaget.
"Dimana dia sekarang?" ucap Gracia.
"Mereka ada di bawah, Nyonya," ucap pelayan tersebut.
Mereka bertiga langsung turun ke bawah dengan tergesa-gesa karena mereka tidak sabar untuk bertemu dengan Brian.
Mereka bertiga kini sudah turun ke bawah, dan saat mereka melihat senyuman dari Brian, mereka bertiga langsung meneteskan air mata secara bersamaan.
Terlebih lagi, Amelia, adik dari Brian, langsung berlari lalu memeluk kakaknya.
"Selamat datang kembali, Kakak," ucap Amelia sambil menangis.
"Kemana saja, Kakak, selama ini? Aku sangat merindukanmu, Kak. Aku kira Kakak sudah mati." Melihat tatapan gadis tersebut yang menangis di depan matanya membuat Brian sedikit bingung, tapi dia melihat bahwa wanita tersebut adalah wanita yang sering muncul di mimpinya, dan ternyata wanita itu adalah adiknya.
Entah kenapa Brian merasa bahwa ada hubungan dengan wanita yang sedang memeluknya. Lalu, Brian berusaha menghapus air matanya.
Brian melihat wanita tersebut dengan tatapan bingung. Dia berpikir, siapa dia, dan kenapa aku seperti mengenalinya sejak dulu, dan siapa kedua orang yang menangis di belakang wanita ini.
"Brian," kedua orang tua tersebut langsung memeluk Brian. Entah kenapa, ada perasaan yang aneh ketika kedua orang tua tersebut memeluk dirinya.
"Siapa kalian, dan kenapa kalian menangis ketika bertemu denganku?" kata-kata Brian membuat mereka bertiga kaget.
"Brian, apa yang kamu katakan? Aku ini ayahmu, dan ini ibu kamu, lalu dia adalah adik kamu."
"Apa? Kalian berdua adalah ayah dan ibuku, lalu wanita itu adalah adikku. Lalu kenapa aku tidak mengingat semuanya?"
"Apa maksudmu?" tanya David.
"Aku tidak mengingat siapa kalian, tapi kalian mengatakan bahwa kalian sangat kenal denganku."
"Tuan besar, Tuan muda Brian mengalami amnesia, sehingga dia tidak mengingat siapa kalian, begitu juga dengan kami semua."
"Apa? Amnesia? Putraku mengalami amnesia," ucap Gracia.
"Sayang, apa kamu masih ingat? Ini mamah, Nak, orang yang telah melahirkan kamu."
Brian hanya menggelengkan kepalanya dan meminta maaf kepada wanita yang menyebutkan dirinya adalah ibunya.
"Maaf, aku tak mengenal siapa ibu, tapi jika benar kamu adalah ibu, boleh aku memelukmu?"
Gracia langsung memeluk anaknya ketika anaknya meminta untuk memeluk dirinya. Saat Brian memeluk ibunya, berbagai ingatan muncul di kepalanya. Brian yang merasa sangat pusing langsung pingsan seketika.
"Brian, apa yang terjadi denganmu, Nak?" Pingsannya Brian membuat semua orang kaget.
"Cepat, bawa anakku ke kamar," ucap David.
"Baik, Tuan."
Akhirnya, Brian dipindahkan ke kamar.
Alice yang berada di Amerika mendengar kabar dari adiknya bahwa keponakannya masih hidup dan telah kembali ke rumah, merasa sangat senang. Tapi ketika dia mendengar bahwa ponakannya mengalami amnesia, hatinya merasa sangat sedih.
Alice kemudian mengatakan kepada suaminya bahwa keponakannya telah kembali dan sekarang dia berada di mansion.
Alex, yang seketika itu sedang bekerja di ruangannya, langsung kaget. Lalu Alex pun menyuruh istrinya untuk bersiap-siap agar bisa bertemu dengan ponakannya tersebut.
Alex kini sudah menyelesaikan semua tugasnya, dia juga tak lupa menghubungi putrinya. Putrinya Alex sekarang bersekolah di Amerika, berbeda dengan Amelia dan juga Brian. Mereka dulu bersekolah di Kota kelahirannya, tapi saat kuliah Brian memutuskan untuk kuliah di Oxford.
"Apa, ya? Kak Brian sudah kembali ke mansion," ucapnya.
"Iya, sayang. Kalau kamu ingin ketemu dengan Kak Brian, lebih baik kamu segera pulang."
"Baik, ya," ucap Aurel.
Brian adalah seorang yang sangat dikagumi oleh Aurel. Bagi Aurel, Brian adalah seorang yang sangat jenius.
Wanita berumur lima belas tahun tersebut merasa senang akhirnya saudaranya berhasil ditemukan. Saat dia mendengar bahwa Brian telah meninggal akibat kecelakaan dan mayatnya tidak ditemukan, Aurel sampai menangis bahkan dirinya sempat tak bisa tidur.
Semenjak dinyatakan meninggal, Aurel lebih menjadi pribadi yang tertutup. Tidak seperti dulu, lagi dia adalah wanita yang sangat ceria, sama halnya dengan Amelia, adik kandung dari Brian sendiri.
Kini keluarga Alex sudah berada di bandara, mereka segera berangkat menuju ke kota York.
Sementara itu, Brian belum bangun dari pingsannya. Dokter sudah mengecek kondisinya.
"Bagaimana dengan kondisinya, Dok?" ucap Gracia.
"Maaf, Nyonya. Sepertinya Tuan muda mengalami gangguan memori di otaknya sehingga ketika dia mengingat sesuatu, dia akan merasa sangat pusing."
"Ini bisa disebabkan karena Tuan muda mengalami Amnesia akibat kecelakaan, dan saya harap kalian semua tidak memaksa Tuan muda Brian untuk mengingat kembali masa lalunya."
"Biarkan saja Tuan muda mengetahui semuanya dengan sendirinya, cukup kalian mengawasi perkembangan dari Tuan muda saja," ucap Dokter tersebut.
~Bersambung~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Adiwaluyo
kisahnya sangat menyedihkan sampai terbawa suasana saat membacanya.
bagus banget nih kisahnya saya sangat suka.
ayo lanjut ke bab selanjutnya
2023-01-21
2