Episode 7. Anderson.

Keesokan harinya, Bian bangun dari tidurnya, lalu seperti biasa dia memasak makanan untuk istrinya. Setelah selesai memasak dan menyiapkan makanan, Bian mandi terlebih dahulu, lalu mengantarkan istrinya untuk bekerja.

Kebetulan, istrinya bekerja di perusahaan milik ayahnya, perusahaan tersebut bernama KH Corporation.

Singkat cerita, Bian dan Laura kini sudah berada di dalam mobil, lalu Bian mengemudikan mobilnya ke tempat perusahaan KH Corporation.

"Apa kamu tidak apa-apa bekerja pada saat kamu hamil?" tanya Bian.

"Tidak apa-apa, aku merasa masih kuat," jawab Laura.

"Jangan memaksakan diri jika kamu tidak kuat, nanti tak bagus untuk kesehatan bayimu."

"Aku mengerti."

Bian dan Laura kini sudah sampai di perusahaan KH Corporation. Laura membuka pintu mobil, lalu dia langsung berjalan menuju ke perusahaan. Sementara itu, Bian pulang kembali ke rumahnya.

Sesampainya di perusahaan, resepsionis mengatakan bahwa dirinya ditunggu oleh ayahnya. Laura kemudian langsung menuju ke ruangan miliknya.

Laura membuka pintu dan benar saja, disana sudah ada ayahnya yang sedang menunggunya.

"Ayah, ada apa kamu kesini?" ucap Laura.

"Apa aku tidak boleh datang ke perusahaan milik anakku?"

"Bukan begitu, ayah. Tapi tumben sekali ayah datang kesini, biasanya ayah sangat sibuk."

"Ayah datang kesini karena ayah ingin mengatakan tentang suami kamu itu."

"Suami? Maksud ayah Bian."

"Setelah kamu resmi menjadi istrinya, bagaimana tanggapan kamu tentangnya?"

"Tanggapanku?"

"Iya, apa tanggapan kamu? Kamu menyukainya atau kamu malah membencinya?"

"Saat pertama kali dia resmi menjadi suamiku, dia terlihat seperti orang yang sangat menyebalkan, tapi dia juga sangat baik. Bahkan dia selalu siap siaga menjaga diriku, dia tidak pernah mengeluh sekalipun dia terus menjagaku."

"Apakah kamu menyukai suamimu?"

"Aku tak tahu. Tapi aku tidak ingin terjebak seperti dulu lagi karena aku tidak ingin tertipu oleh seseorang yang bernama laki-laki."

"Ayah juga tidak setuju kamu mencintainya. Aku ingin setelah anak ini lahir, kamu harus menceraikannya, karena dia tidak pantas untuk keluarga Kiehl."

"Dia hanyalah pemuda miskin dari kampung, dan dia berani-beraninya menikahi kamu? Apa dia tidak punya malu?"

"Ayah, jangan menyalahkan Bian. Itu semua karena kemauanku. Jika Bian tidak menyelamatkanku, mungkin aku sudah bunuh diri, dan Bian menikahi aku karena keinginanku."

"Tapi ayah, tenang saja. Aku tidak akan pernah jatuh cinta dengannya."

Kemudian, ayahnya Laura melihat jam yang melingkar di tangannya, dia pun segera beranjak dari kursinya.

"Baiklah, ayah akan pulang. Oh ya, seminggu lagi akan ada acara ulang tahun Kakek. Bisakah kamu datang bersama suamimu itu?"

"Buat apa aku datang bersamanya? Apa ayah ingin mempermalukannya?"

"Nanti juga kamu akan tahu."

Ayahnya kini sudah pergi dari perusahaan miliknya, dan sekarang dia sedang duduk di kursi kebesarannya.

Sementara itu, Bian sedang melihat menu resep makanan yang akan dibuat untuk istrinya.

"Hmm, masakan apa yang harus aku buat untuk istriku? Aku ingin membuatkan makanan yang spesial untuknya."

Bian mencari referensi di internet. Setelah menemukan makanan yang cocok, dia segera melihat apakah ada bahan-bahan tersebut di dapur.

Saat dia pergi ke dapur, dia tidak melihat apapun, bahkan di kulkas dia tidak menemukan apapun.

Bian terpaksa pergi ke pasar untuk berbelanja. Dia menggunakan uang yang diberikan oleh Laura untuk berbelanja.

Bian pergi dengan menggunakan sebuah motor. Motor tersebut adalah motor yang dibelikan oleh Laura atas permintaannya, agar dirinya bisa leluasa untuk pergi belanja dengan mudah.

Bian sudah sampai di pasar. Bian kemudian memilih sayur dan daging yang masih segar, begitu juga dengan buah-buahan.

Setelah selesai berbelanja, dia kemudian langsung kembali pulang. Saat dalam perjalanan, dia diikuti oleh seseorang, dan ternyata itu adalah asisten dari ayahnya Laura.

Ayahnya Laura ingin mengetahui apa saja kegiatan dari Bian, suami dari anaknya tersebut.

Kini Bian sudah sampai di rumah. Bian membawa belanjaannya ke dapur, lalu dia segera membuatkan makanan untuk istrinya.

Saat dia hendak memasak, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintunya.

Bian segera membuka pintu apartemen, lalu dia melihat seorang laki-laki sedang berdiri di depan pintu.

"Maaf, Tuan. Anda siapa?"

"Perkenalkan, saya Anderson. Saya asisten dari Tuan Axel."

"Tuan Axel? Maksudmu ayah mertuaku."

Anderson hanya mengangguk, lalu dia kembali berbicara. "Boleh aku masuk?"

"Silahkan Tuan, anggap saja rumah sendiri."

Anderson kemudian duduk, lalu Bian menawarkan minuman untuk Anderson.

"Tuan mau minum apa?"

"Tidak usah, aku datang ke sini hanya ingin melihat bagaimana kehidupan nona Laura setelah menikah denganmu."

"Tenang saja Tuan, aku akan menjaga istri saya dengan baik. Sampaikan kepada ayah mertua bahwa saya berjanji untuk menjaga putrinya."

"Sebenarnya aku sangat merasa kasihan dengan Nona Laura. Dia harus berjuang sendirian saat hamil dulu, pacarnya tidak mau mengakui bahwa anak yang ada di kandungan Nona Laura adalah anaknya Dion."

"Tapi laki-laki itu tetap tidak mau mengakuinya, aku merasa sangat kasihan ketika melihat Nona Laura frustasi ditinggal pacarnya saat dia hamil, apalagi pacarnya malah pergi dengan selingkuhannya."

"Berarti yang Tuan maksud adalah laki-laki bermain dengan dua wanita sekaligus, yang satunya adalah Laura dan yang satunya lagi adalah selingkuhannya."

"Lalu kemana perginya laki-laki itu?"

"Dia pergi ke luar negeri."

"Lalu apa kalian sudah mencari tahu di mana dia tinggal?"

"Belum, kami belum menemukannya. Dia menutup semua akses komunikasinya, mungkin dia tidak ingin semuanya tahu yang terjadi."

Bian semakin geram dengan seorang laki-laki yang bernama Dion. Menurutnya, Dion adalah seorang laki-laki pecundang dan juga tidak mau bertanggung jawab atas kesalahannya.

"Baiklah, aku pergi dulu. Tolong jaga Nona Laura." Ucap Anderson lalu beranjak dari tempat duduknya dan langsung pergi.

Anderson kini sudah pergi dan Bian kembali memasak.

Anderson sudah sampai di perusahaan milik Tuan Axel.

Anderson keluar dari mobilnya dan kini sudah berada di dalam perusahaan.

Dia langsung menemui Tuan Axel, yang ternyata sudah menunggu kedatangan Anderson.

"Maaf, Tuan. Aku sedikit terlambat," ucapnya.

"Tidak apa-apa. Apa kamu tadi menemui pria itu?" tanya Tuan Axel.

"Iya, Tuan. Aku tadi baru saja menemui Tuan Bian."

"Bagaimana tanggapan kamu tentangnya?"

"Saat pertama kali aku berbicara dengannya, dia sangat sopan. Bahkan dia tidak memandang rendah diriku yang hanya seorang asisten. Dia bahkan memanggil diriku dengan sebutan 'Tuan', yang seharusnya sebaliknya, aku yang memanggilnya dengan sebutan seperti itu."

"Sejauh ini, aku percaya dengan omongannya. Awalnya, aku cukup skeptis, tapi saat melihat kesungguhan hatinya, aku tahu bahwa dia akan menjaga Nona Laura dengan baik."

"Aku berharap begitu, Tuan. Aku tidak ingin melihat Nona Laura terluka lagi seperti sebelumnya. Semoga dia tidak akan menjadi seorang pemuda bajingan seperti Dion."

"Aku tidak tahu, Tuan, tapi lebih baik kita lihat perkembangannya terlebih dahulu selama satu bulan dan Tuan bisa menilai apakah dia pantas untuk putri tuan atau tidak."

"Tapi aku tidak setuju jika dia terus bersama dengan Laura, dia hanyalah seorang bocah kampung sementara putriku berasal dari keluarga Kiehl." ucap Alex dengan rasa malu. "Tapi itu hanya sementara sebelum anak itu lahir, Bian disuruh untuk menjaga Laura."

~Bersambung~

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

DI SEASON 1, ANDERSON PRIA YG MNYUKAI LAURA, DN JUGA BIMA..

2023-10-02

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

DI SEASON 1, MLH AYAH LAURA YG MNYURUH LAURA NIKAH SAMA BRIAN..

2023-10-02

0

Warijah Warijah

Warijah Warijah

Ayah yg egois, hanya memikirkan nama baik keluarga..tdk memikirkan perasaan anak..walau bagaimanapun jg Laura tetap anakny yg harus di dukung dikala sedang bermasalah...

2023-04-14

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 43 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!